cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015" : 6 Documents clear
Perancangan Pelatihan Sistem Proteksi Fisik Bahan Nuklir dan Fasilitas Nuklir di BATAN Indragini Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.178 KB)

Abstract

Sistem Proteksi Fisik (SPF) merupakan salah satu komponen dalam penerapan keamanan nuklir. SPF terdiri dari komponen peralatan, personel, dan prosedur. Sebagai salah satu satu komponen SPF yang berperan dalam menentukan efektivitas dari SPF, personel harus memiliki pengetahuan, keterampilan, serta perilaku yang baik dan memadai sesuai dengan kedudukannya dalam SPF, yaitu melindungi bahan nuklir dan fasilitas nuklir dari pencurian, sabotase dan tindakan yang tidak bertanggung jawab lainnya.Untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan dalam bidang SPF, salah satu langkah yang dapat diambil adalah melalui pelatihan. Pelatihan yang efektif harus dimulai dengan perancangan pelatihan yang baik. Dengan menggunakan metode Systematical Approach to Training (SAT), telah dilakukan perancangan pelatihan SPF Bahan Nuklir dan Fasilitas Nuklir yang terdiri dari pelatihan SPF untuk tingkat dasar: Pengenalan SPF; tingkat menengah: Desain dan Evaluasi SPF; serta tingkat lanjutan: Analisis dan Pengkajian SPF yang masing-masing memiliki kurikulum untuk 36 - 45 jam pelajaran.
Usulan Nilai Pembatas Dosis Bagi Pekerja Radiasi dan Peserta Pelatihan di Pusdiklat BATAN Slamet Wiyuniati; Indragini Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.464 KB)

Abstract

Pembatas dosis merupakan penerapan persyaratan proteksi radiasi yaitu prinsip optimisasi. Dasar hukum penetapan pembatas dosis diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif serta Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 tahun 2013 tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Pusdiklat BATAN) telah menerapkan pembatas dosis bagi pekerja radiasinya, yaitu 10 mSv dalam 1 tahun. Nilai ini ditetapkan berdasarkan asumsi beban kerja pekerja radiasi di Pusdiklat dalam 1 tahun adalah 1000 jam dan laju dosis maksimum 10 µSv/jam. Sejak ditetapkan pada tahun 2008, Pusdiklat belum melakukan kaji ulang terhadap pembatas dosis yang ada. Oleh karena itu dipandang perlu dilakukan kaji ulang terhadap nilai pembatas dosis bagi pekerja radiasi di Pusdiklat dan pengusulan penetapan pembatas dosis bagi peserta pelatihan di Pusdiklat, dengan tujuan agar semua pihak yang bekerja dengan sumber radiasi di Pusdiklat menerima dosis radiasi serendah mungkin. Berdasarkan evaluasi dosis tahunan pekerja radiasi selama periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2015, maka diusulkan pembatas dosis bagi pekerja radiasi di Pusdiklat adalah 5 mSv. Sedangkan untuk peserta pelatihan, berdasarkan evaluasi dosis yang diterima dari 1237 peserta pelatihan, maka diusulkan pembatas dosis bagi peserta pelatihan di Pusdiklat adalah 18 µSv per pelatihan.
Aplikasi Log Gamma Ray Untuk Analisis Sensitivitas Guna Menentukan Sudut Impedansi Elastik Yang Paling Sensitif Dalam Memisahkan Litologi Batupasir dan Batulempung Dita Aprilina; Bagiyono Bagiyono; Agus Setyawan; Mualimin Mualimin
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.292 KB)

Abstract

Metode inversi Impedansi Elastik atau Elastic Impedance (EI) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi litologi reservoir batupasir di Lapangan "D", Formasi Talang Akar, Cekungan Jawa Barat Utara. Zona target yang berada pada Formasi Talang Akar ini, merupakan lapisan TAF-3-1 yang berada pada kedalaman 2780 m - 2805 m dengan litologi perselingan antara batupasir dan batulempung. Prinsip dasar log Gamma Ray (GR) adalah perekaman intensitas zat radioaktif yang secara alami dan kontinu dipancarkan oleh batuan yang mengandung zat radioaktif (Thorium-Th, Uranium-U, dan Potassium-K). Oleh karena itu, fungsi utama log GR dalam aplikasi stratigrafi dan geologi minyak bumi yaitu untuk membedakan antara lapisan permeabel dan lapisan impermeabel. Analisis yang dilakukan pada data sumur adalah analisis sensitivitas yang digunakan untuk memisahkan antara litologi batupasir dan batulempung yang dilakukan dengan cara melakukan crossplot antara log turunan EI pada sudut 0º-30º dengan log GR dilakukan di sekitar zona target TAF-3-1 dengan kedalaman 2192 m - 2202 m. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa sudut EI yang paling sensitif dalam memisahkan antara litologi batupasir dan batulempung adalah sudut 30º.
Penentuan Struktur Kristal dan Komposisi Kimia Lapisan Tipis Sn(Se0,5S0,5) Hasil Preparasi Teknik Evaporasi untuk Aplikasi Sel Surya Tito Wahyu Purnomo
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.509 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menumbuhkan lapisan tipis Sn(Se0,5S0,5) dengan teknik vakum evaporasi untuk mempelajari karakter lapisan tipis Sn(Se0,5S0,5) dengan karakterisasi struktur kristal, morfologi permukaan, dan komposisi kimia. Preparasi dilakukan pada tekanan ~10-5 mbar dan memvariasi jarak sumber dengan substrat menggunakan spacer. Spacer divariasi sebanyak 3 kali, yaitu 10 cm, 15 cm, dan 25 cm. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur kristal, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan, dan EDAX (Energy Dispersive Analysis X-Ray) untuk mengetahui komposisi kimia. Hasil menunjukkan ketiga sampel memiliki struktur kristal orthorhombik dengan parameter kisi sampel 1: a=11,347 Å; b=4,074 Å; c=4,371 Å, sampel 2: a=11,431 Å; b=4,088 Å; c=4,355 Å, sampel 3: a=11,301 Å; b=4,067 Å; c=4,293 Å. Permukaan lapisan tipis homogen terdiri atas butiran berukuran ~0,5 µm. Lapisan tipis mengandung unsur Sn, Se, dan S dengan persentase komposisi kimia Sn=51,75 %, Se=23,84 %, S=24,42 % dan perbandingan molaritas Sn:Se:S adalah 1:0,46:0,47.
Penentuan Faktor Intensitas Tegangan Dengan Metode Kaustik Suparno Suparno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.254 KB)

Abstract

Cahaya laser yang dilewatkan melalui ujung retakan yang terdeformasi lokal dideviasikan secara berbeda membentuk sebuah selubung permukaan yang disebut kaustik. Dilakukan penentuan faktor intensitas tegangan ragam I pada bahan bening yang retak dengan pengukuran diameter kaustik. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser He-Ne dengan daya 5 mW dan panjang gelombang 6328 Å. Dalam penerapan metode ini untuk bahan bening, perlu mengetahui besarnya koefisien tegangan optik dari bahan tersebut dengan menggunakan metode kaustik yang dipadukan dengan metode interferometri. Hasil penentuan koefisien tegangan optik dengan kaustik cahaya pantulan adalah 1,77 x 10-5 cm2/kg dan dengan kaustik cahaya terusan adalah 1,26 x 10-5 cm2/kg. Hasil perhitungan Faktor Intensitas Tegangan ragam I menggunakan diameter kaustik cahaya pantulan dibandingkan dengan perhitungan secara teori terdapat perbedaan ±1,96 (4,86%), sedangkan hasil perhitungan Faktor Intensitas Tegangan ragam I menggunakan diameter kaustik cahaya terusan dibandingkan dengan perhitungan secara teori terdapat perbedaan ±1,68 (4,09%).
Kajian Soal Tertulis Sertifikasi Personel PPR Tahun 2015 Yustina Tri Handayani
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.627 KB)

Abstract

Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan Radiasi untuk calon PPR bidang Industri Tingkat 1, 2, 3 dan Medik Tingkat 1, 2 dan 3. Setelah lulus pelatihan, peserta mengikuti ujian untuk mendapatkan SIB sebagai PPR yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Ujian dalam pelatihan harus bisa mengukur kemampuan peserta, sehingga ada keselarasan dengan ujian untuk mendapatkan SIB. Dalam rangka meningkatkan keselarasan pengukuran kompetensi dalam pelatihan dan kompetensi dalam sertifikasi personel untuk mendapatkan SIB PPR, maka perlu dilakukan kajian terhadap soal ujian BAPETEN. Kajian dilakukan terhadap komposisi dan tingkat kesulitan soal. Soal dikelompokkan berdasarkan materi pembelajaran dalam pelatihan. Tingkat kesulitan soal diklasifikasikan dalam kriteria mudah, sedang, dan sulit. Validasi penentuan tingkat kesulitan dan nilai rata-rata benar dilakukan terhadap soal ujian pelatihan PPR Industri Tk.2 pada tanggal 3 Juni 2015 yang melibatkan 16 peserta. Hasil validasi menunjukkan kesesuaian penentuan tingkat kesulitan dengan hasil ujian dengan kesalahan 4% dan nilai rata-rata benar dengan perbedaan 1,3 dari nilai maksimum 100. Hasil kajian menunjukkan komposisi soal untuk setiap klasifikasi PPR. Secara umum juga terdapat perbedaan prediksi tingkat kesulitan untuk setiap klasifikasi PPR, dengan urutan dari yang paling sulit dan prediksi nilai rata-ratanya adalah Industri Tk.1 (69,80), Medik Tk.1 (70,375), Industri Tk.2 77,50), Medik Tk.2 (71,375) dan Industri Tk.3 (73,60).

Page 1 of 1 | Total Record : 6