cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
KARAKTERISTIK KIMIA PAPARAN PARTIKULAT TERESPIRASI Noneng Dewi Zannaria; Dwina Roosmini; Muhayatun Santoso
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2009.10.1.658

Abstract

Partikulat terespirasiadalah partikulat dengan ukuran 2-5μm yang karena sifat aerodinamiknya dapat masuk kedalam saluran pernafasan dan terdeposit dalam paru-paru serta merusak alveoli sehinggamembahayakan kesehatan manusia. Dinas Kesehatan kota Bandung mencatat bahwa adakecenderungan peningkatan angka kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)setiap tahun di kota Bandung. Pengukuran PM10 pada periode tahun 2002-2005 yang dilakukanoleh BPLH Kota Bandung menunjukkan bahwa di beberapa lokasi ambang batas baku mutuharian untuk PM10 telah dilampaui. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui paparan partikulatterespirasi pada masyarakat dengan melakukan karakterisasi unsur-unsur kimia yangterkandung di dalamnya sebagai bentuk identifikasi bahaya. Penelitian dilakukan di empatkawasan di kota Bandung. Pengambilan sampel partikulat terespirasi dilakukan menggunakanpersonal sampler. Karakterisasi kimia dilakukan menggunakan metode analisis aktivasi neutron,spektrometri serapan atom dan reflektansi. Hasil identifikasi dan karakterisasi tersebutdigunakan untuk menghitung nilai IEC(Inhalation Exposure Concentration) sebagai estimasipaparan partikulat terespirasi yang terhirup selama kurun waktu tertentu. Tahap tersebutmerupakan tahap awal dari studi epidemiologi yang mengkaitkan kejadian penyakit saluranpernafasan dengan hasil identifikasi dan karakterisasi partikulat terespirasi. Unsur-unsur kimiayang diidentifikasi adalah unsur Br, Mn, Al, I, V, Cl, Ti, Na, Hg, Pb, dan black carbon (BC). Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa partikulat terespirasi yang dihirup oleh penduduk sebagaireseptor di kawasan Tegalega, Aria Graha, Dago Pakar, dan Cisaranten Wetan relatif lebihtinggi dibandingkan dengan konsentrasi PM2,5 udara ambien di lokasi yang sama. Kawasanindustri Cisaranten Wetan mempunyai konsentrasi tertinggi untuk sebagian besar unsur-unsuryang terkandung dalam partikulat terespirasi.
PEMANTAUAN MASA REPRODUKSI SAPI TERNAK MENGGUNAKAN TEKNIK RIA PROGESTERON Ratnawati Kukuh; Totti Tjiptosumirat; Boky Jeanne Tuasikal
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2004.5.1.2160

Abstract

PEMANTAUAN MASA REPRODUKSI SAPI TERNAK MENGGUNAKAN TEKNIK RIA PROGESTERON. Teknik inseminasi buatan (IB) sangat luas penggunaannya, terutama bagi negara berkembang yaitu untuk memperoleh keturunan yang secara genetik berkualitas dan untuk memperbaiki efisiensi reproduksi. Di Indonesia teknik ini telah lama dikembangkan, tetapi hingga saat ini keberhasilan teknik IB masih sangat rendah. Mengingat terbatasnya teknik penentuan status reproduksi menggunakan pengamatan perubahan vulva secara visual dan pemeriksaan kebuntingan melalui palpasi rectal, maka pemantauan kadar progesteron dalam susu dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu memperbaiki efisiensi reproduksi, yang pada akhirnya secara ekonomis akan sangat menguntungkan. Untuk menganalisis kadar progesteron, cuplikan susu dikumpulkan dalam vial yang berisi butiran sodium azida. Cuplikan susu dikumpulkan dua kali dalam seminggu setama lebih kurang 6 minggu, kemudian disimpan pada 4°C dalam lemari pendingin sampai analisis dilakukan. Kadar progesteron dalam cuplikan susu ditentukan dengan metode radioimmunoassay (RIA) fase padat, dengan 125progesteron sebagai perunut. Standar progesteron dibuat menggunakan susu tanpa lemak dengan batas konsentrasi 0 sampai 40 nmol/. Hasil penentuan progesteron dalam cuplikan susu yang dikumpulkan dari 5 ekor sapi menunjukkan bahwa dua ekor sapi memberikan kadar progesteron rendah, yang berarti bahwa sapi-sapi tersebut dalam keadaan anoestrus. Tiga ekor sapi lainnya memberikan interpretasi grafik progesteron post calving cyclicity, dan setelah dilakukan inseminasi, dua ekor sapi berhasil memperoleh kehamilan. Hasil penentuan kadar progesteron secara teliti dapat digunakan untuk menentukan masa oestrus, dan dapat digunakan pula untuk mendiagnosis ketidak hamilan misalnya untuk memantau post partum ovarian, kematian embryo dini, serta permasalahan ovarium.
PENGUKURAN SUMBER BRAKITERAPI 1921r SECARA KALORI METRI. C Eiki; M Sayad
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.2.1659

Abstract

PENGUKURAN SUMBER BRAKITERAPI 192Ir SECARA KALORIMETRI. Radioaktivitas sumber brakiterapi 192Ir yang berupa single pin dan hairpin dosis rendah yang digunakan dalam terapi kanker ditentukan dengan mikrokalorimeter. Untuk mengkonversi seluruh energi yang dipancarkan dan sumber 192Ir menjadi energi panas, digunakan penyerap radiasi yang terbuat dan wolfram. Pengukuran sumber radiasi dengan kamar pengion (ionization chamber) memberikan radioaktivitas 10% lebih rendah dibandingkan pengukuran dengan kalorimetri, yang terutama disebabkan oleh efek self absorpsi pada pengukuran dengan ionization chamber. Metode kalorimetri yang bebas dan efek self absorpsi dapat digunakan sebagai metode standar dalam pengukuran radioaktivitas sumber brakiterapi.
DINAMIKA FOTOSINTESIS 14C02 TANAMAN TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) DAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) Endang Kumolowati; Oel Ban Lianga; Harjoto Djojosubroto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.1.1687

Abstract

DINAMIKA FOTOSINTESIS 14CO2 TANAMAN TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) DAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) DALAM RUANG PENANDAAN. Sinar matahari pada intensitas tertentu memfasilitasi proses fotosintesis sehingga kadar CO2 di ruang penandaan terus menurun. Sebaliknya, respirasi di malam hari menyebabkan CO2 bertambah. Bila digunakan campuran CO2 dan 14CO2 maka perubahan konsentrasi keduanya mencerminkan dinamika CO2 dan 14CO2 yang sangat menarik. Selama percobaan kadar CO2 dipantau dan dipertahankan pada tingkat 300-1000 bagian per-juta (ppm). Bila kadar CO2 di bawah 300 ppm maka dilakukan penambahan CO2 sebagai hasil reaksi dan NaHCO3 dengan asam laktat berlebih. Dengan menjaga kadar CO2 terbukti bahwa temulawak dan kunyit dapat hidup dan tumbuh normal selama satu bulan di dalam ruang penandaan. Dengan demikian proses penandaan dapat dimulai, yakni dengan menambahkan 0,1-0,6 GBq atau 3-16 mCi gas 14CO2 ke dalam ruang penandaan. Kadar radioaktivitas 14CO2 dipantau sepanjang hari dengan selang waktu pengukuran tiga jam, dan hasilnya menunjukan bahwa selama dua jam pertama radioaktivitas ruang penandaan menjadi ¼ radioaktivitas awal. Pada sore hari hampir semua 14CO2 telah terfotosintesis, hal ini terlihat dan radioaktivitas ruang penandaan yang mendekati latar belakang. Pada pagi keesokan harinya radioaktivitas ruang penandaan meningkat hingga ~50% dari radioaktivitas awal. Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian produk fotosintesis telah direspirasi kembali. Siklus peningkatan radioaktivitas di pagi hari dan penurunan hingga mendekati latar belakang di sore hari teramati pada hari-hari berikutnya. Namun radioaktivitas 14C makin lama makin mengecil seperti deret ukur menurun, dan setelah dua minggu tingkat radioaktivitasnya mendekati latar belakang. Pola fotosintesis 14CO2 kedua tanaman menunjukkan kemiripan dengan bentuk hiperbolik, selain itu dengan bertambahnya waktu terjadi gradasi yang semakin menurun. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah membuat kurkuminoid dan minyak atsiri bertanda produk dari tanaman temulawak dan kunyit.
SINTESIS GELAS KERAMIK LITHIUM ALUMINA SILIKAT UNTUK IMOBILISASI SIMULASI LIMBAH STRONSIUM-90 R Didiek Hernady; Kustanto G; R Sukarsono; Burson Masduki
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.4.1721

Abstract

SINTESIS GELAS KERAMIK LITHIUM ALUMINA SILIKAT UNTUK IMOBILISASI SIMULASI LIMBAH STRONSIUM-90. Telah dilakukan penelitian untuk mengelola limbah radioaktif stronsium-90 dengan memanfaatkan zeolite alam teraktivasi yang diubah menjadi gelas-keramik lithium alumina silikat (LAS) melalui teknik vitrifikasi. Pencetakan gelas keramik dilakukan dengan berbagai variasi penekanan untuk mendapatkan nilai terbaik agar diperoleh gelas keramik yang kuat secara mekanik dan kimiawi sehingga unsur stronsium yang terserap tidak menyebar kembali ke lingkungan. Penjerapan limbah stronsium 8 ppm oleh zeolit 200 mesh sampai setimbang dilakukan dengan interval pengambilan efluen pada (20, 40, 60, 80,120, 180, 300 dan 700) menit. Konsentrat zeolit-Sr hasil penjerapan dicampur secara homogeny dengan bahan pembentuk gelas untuk dipanasi pada temperatur 1200 °C dengan laju pemanasan 5 0C per menit dan ditahan selama 4 jam. Gelas yang terbentuk digerus sampai 200 mesh kemudian dicetak menjadi tiga buah silinder limbah pada variasi penekanan 1,58 ton; 3,17 ton; 4,75 ton dan 6,33 ton. Selanjutnya gelas-keramik disinter pada temperatur 660 °C dengan laju pemanasan 3 °C per menit ditahan selama 75 menit. Hasil uji kekuatan mekanik terbaik dengan nilai kuat tekan sebesar 48,117 Mpa dan kerapatan setelah sintering sebesar 1,861 g.cm-3 diperoleh pada penekanan silinder limbah pada kekuatan 6,33 ton. 
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SENYAWA BERTANDA 175Yb-EDTMP Azmairit Aziz; Marlina .; Muhammad Basit Febrian
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.588

Abstract

Penyakit kanker seperti kanker payudara, prostat dan paru-paru dapat mengalami metastase ke tulang, sehingga menimbulkan rasa sakit pada penderita. Senyawa-senyawa  turunan fosfonat, baik berupa senyawa bifosfonat maupun polifosfonat seperti EDTMP dapat berikatan dengan komponen utama penyusun tulang. Senyawa  bertanda  175Yb-EDTMP dapat digunakan sebagai radiofarmaka alternatif untuk menghilangkan rasa sakit (paliatif) akibat metastase kanker ke tulang. Senyawa bertanda tersebut dapat dibuat melalui penandaan ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) dengan radionuklida iterbium-175 (175YbCl3). Sebelum senyawa 175Yb-EDTMP digunakan di bidang kedokteran nuklir untuk tujuan paliatif, senyawa tersebut harus dikarakterisasi supaya memenuhi  standar radiofarmaka yang baik. Karakterisasi fisiko-kimia  senyawa bertanda 175Yb-EDTMP telah dilakukan meliputi uji pH, kejernihan, kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas dan elektroforesis kertas, muatan listrik dengan metode elektroforesis kertas, kestabilan dengan melihat kemurnian radiokimia senyawa tersebut setiap hari selama sembilan hari setelah penandaan,   lipofilisitas  diketahui dengan menentukan koefisien partisinya dalam pelarut oktanol-air, ikatan  protein plasma ditentukan secara in-vitro dengan metode pengendapan menggunakan larutan asam trikloroasetat (TCA) 5% dan pengikatan pada  kristal hidroksiapatit. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa senyawa 175Yb-EDTMP memiliki pH sekitar 7, berupa larutan jernih, kemurnian radiokimia 98,66 ± 0,53%, bermuatan listrik negatif, lipofilisitas (P) = 0,0135 ± 0,003%, ikatan dengan protein plasma  manusia sebesar 8,94 ± 0,66%, dan ikatan dengan hidroksiapatit sebesar 94,78 ± 2,16%. Uji stabilitas senyawa bertanda 175Yb-EDTMP  terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa senyawa tersebut masih stabil selama sembilan hari penyimpanan pada temperatur kamar dengan kemurnian radiokimia di atas 95% (98,62 ± 0,83%). Senyawa 175Yb-EDTMP yang diperoleh diharapkan dapat memenuhi persyaratan sebagai radiofarmaka alternatif untuk tujuan paliatif  akibat metastase kanker ke tulang sehingga dapat menunjang perkembangan kedokteran nuklir di Indonesia.
ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM Pudjijanto M,S.; Pande Made Udiyani
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.2.2149

Abstract

ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM. Dengan telah dimulainya penggunaan bahan bakar uranium silisida 250 g di teras RSG-GAS dan akan dilanjutkan dengan penggunaan bahan bakar uranium silisida 300 g, maka dilakukan penelitian tentang perhitungan lepasan radioaktif RSG-GAS jika menggunakan bahan bakar ini. Perhitungan dilakukan dengan paket program ORIGEN2.1 untuk menghitung karakteristik sumber, serta paket program PC-COSYMA untuk menghitung lepasan radioaktif RSG-GAS, untuk keadaan yang dipostulasikan. Perhitungan dilakukan untuk kondisi reaktor yang diasumsikan mengalami kecelakaan LOCA yang menyebabkan satu bahan bakar meleleh. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas dan dosis radiasi yang diterima masyarakat dalam radius 5 km dari RSG-GAS, masih di bawah batas yang diijinkan untuk masyarakat yang bukan pekerja radiasi.
VALIDASI PEMODELAN KODE FLUENT 6.3 UNTUK PERHITUNGAN ALIRAN PENDINGIN DARURAT DALAM KANAL SEMPIT PLTN-PWR Muhammad Subekti
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2014.15.2.1635

Abstract

Validasi Pemodelan Kode FLUENT 6.3 Untuk Perhitungan Aliran Pendingin Darurat Dalam Kanal Sempit PLTN-PWR. Benchmarking simulator PLTN-PWR memerlukan penggunaan kode 3D disamping kode 1D. Dalam kasus investigasi Emergency Core Cooling System (ECCS) setelah terjadi Loss of Coolant Accident (LOCA), efektivitas pendinginan menunjukkan ketidakpastian antara hasil eksperimen dan perhitungan termohidrolika 1D. Hal ini terjadi karena struktur interior bejana tekan 3 dimensi sulit dimodelkan oleh kode satu dimensi. Oleh karena itu, penelitian lebih maju terhadap aliran pendingin perlu dilakukan dengan menggunakan metode/teknik yang menerapkan perhitungan 3D. Salah satu metode tersebut adalah metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian ini bertujuan memvalidasi kode FLUENT 6.3 untuk perhitungan aliran pendingin darurat bertekanan rendah dalam kanal sempit persegi-panjang sebagai simulasi aliran pendingin darurat dari pipa masukan bejana tekan melewati kanal sempit menuju downcomer. Hasil validasi kode FLUENT 6.3 menunjukkan bahwa kenaikan laju alir dan temperatur memberikan kecenderungan penurunan akurasi hasil perhitungan distribusi temperatur dekat luaran, hal ini terjadi karena keterbatasan pemodelan CFD memberikan dampak perhitungan temperatur yang sensitif pada laju alir dan temperatur tinggi. Pengaruh keterbatasan pemodelan ini dipastikan dengan hasil perhitungan FLUENT 6.3 pada parameter temperatur yang selalu lebih rendah dari pada hasil eksperimen. Perbedaan maksimal hasil perhitungan FLUENT 6.3 dibandingkan dengan hasil eksperimen adalah sebesar 6,54%
KARAKTERISASI UNJUK KERJA POMPA SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000 B Soekodijat
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2002.3.1.1676

Abstract

KARAKTERISASI UNJUK KERJA POMPA SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000. Pompa sistem pendingin primer adalah salah satu komponen utama pada sistem pendingin Reaktor TRIGA 2000. Karakteristik unjuk kerja pompa sangat penting diketahui agar pompa dapat dioperasikan dengan baik dan aman. Penelitian dilakukan dengan cara memverifikasi kurva kinerja pompa yang diberikan oleh pabrik. Proses verifikasi dilakukan dengan mengubah-ubah laju alir pompa (dengan cara mengatur besar kecilnya pembukaan katup) dan mencatat besarnya laju alir, head dan efisiensi pompa yang diperoleh. Dengan demikian akan diperoleh kurva unjuk kerja pompa tersebut. Hasil yang diperoleh, rnenunjukkan bahwa unjuk kerja kedua pompa primer cukup mernenuhi kebutuhan dan sistem pendingin primer. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi acuan dalam proses pengoperasian dan perawatan sistern pendingin primer.
ILMU DAN TEKNOLOGI DALIAM STANDARDISASI DAN AKREDITASI Sunarya A
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1712

Abstract

StandarNasionaladalahsuatuspesifikasiteknisdanatauketentuandansuatu produkbarangdanjasa, sisternmanajernen, sertakompetensipersonel yang dibakukan scbagaisuaturefcrcnsidalarntransaksiperdagangan. Standartersebutpadadasamya bersifatsukarela (voluntary) di suatunegara. Olehsebabituefektivitassuatustandar nasionalsangatditentukansejauhmanastandartersebutdigunakandalamtransaksi pasar. Untukkepentingantertentu yang biasanyaberkaitandcngankeanianan, kesciamatan, kesehatan, kelestarianlingkunganataupertimbanganlain, rnisalnya ckonomi, pcnierintahdapatiriemberlakukansuatustandarmenjadiwajib. Bilasuatustandardiberlakukanwajibniakasifatstandar yang tadinyahanya sebagaireferensipasar, berubahmenjadipersyaratanpasar, berartisuatuproduk barangataujasa yang standarnyadibcrlakukanwajibharusmernenuhistandar, balk scbckirnmaupunsetclahada di pasar. Lingkupstandardisasidalampengertiantersebut di atasadalalispesifikasi tcknisdanatanketentuandansuatuproduk yang termasukpadametrologi, standar, testing and qualii’y (MSTQ) yang mencakup: a. PerformasiPrOdukbarangdanjasabaikditinjaudanmutu, kcsclaniatan, kesehatandanlingkunganhidup. b. Kompatibilitasdan ¡ntcropcrabilitasprodukuntukdapatdiintcgrasikan denganproduk lain. C. Keragamanprodukuntukrncrnbcntukskalapasardanrncmpcrniudah transaksi.

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue