cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
PENGEMBANGAN HIDROGEL BERBASIS POLIVINIL PIROLIDON (PVP) HASIL IRADIASI BERKAS ELEKTRON SEBAGAI PLESTER PENURUN DEMAM Darmawan Darwis; Farah Nurlidar; Yessy Warastuti; Lely Hardiningsih
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.2.397

Abstract

Telah dilakukanpengembangan hidrogel berbasis PVP sebagai plester penurun demam menggunakan teknikiradiasi berkas elektron. Hidrogel berbasis PVP dibuat dengan mengiradiasi campuran polimerPVP, PVA dan bahan tambahan lainnya dengan berbagai komposisi (formula I, II III dan IV)pada dosis 20 sampai 40 kGy. Pengujian yang dilakukan terhadap hidrogel yaitu sifat fisik,fraksi gel, kadar air, daya kelengketan dan waktu penurunan suhu air dari 40oC menjadi 37oC.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis iradiasi 20 sampai 40 kGy, hidrogelformula I mempunyai sifat fisik kurang baik yaitu rapuh, permukaan hidrogel berair danmeninggalkan residu pada kulit setelah hidrogel ditempelkan. Demikian juga dengan formula IVmempunyai sifat fisik seperti kaku, tidak elastis dan rapuh. Hidrogel formula II dan III pada dosis20 kGy mempunyai sifat fisik elastis dan agak rapuh, sedangkan pada dosis 30 kGymempunyai sifat fisik yang diinginkan seperti tidak meninggalkan residu pada kulit, liat,permukaan hidrogel tidak berair dan memberikan rasa nyaman saat digunakan. Hidrogelmenjadi sedikit kaku pada dosis 40 kGy. Fraksi gel bertambah dengan bertambahnya dosis dari20 kGy menjadi 30 kGy, selanjutnya penambahan dosis dari 30 kGy menjadi 40 kGy tidakmenyebabkan kenaikan yang bermakna terhadap fraksi gel. Pada dosis 20 kGy fraksi gelberkisar antara 83 – 87%, sedang pada dosis 30 dan 40 kGy fraksi gel berkisar antara 83-98%.Kadar air hidrogel bergantung pada konsentrasi polimer yang ada. Semakin besar konsentrasipolimer yang digunakan, semakin kecil kadar air hidrogel. Dosis iradiasi tidak berpengaruhsecara nyata pada kadar air hidrogel. Kadar air hidrogel berkisar antara 73 – 84%. Hasilpengujian terhadap daya lengket menunjukkan bahwa hidrogel formula II dan III dengan dosisiradiasi 30 dan 40 kGy mempunyai daya lengket 8,3 – 8,9 gf. Daya lengket hidrogel formula IIdan III setara dengan daya lengket hidrogel komersial (Bye Bye Fever). Hidrogel formula Imempunyai kemampuan penurunan suhu air dari 40oC menjadi 37oC lebih cepat dari padaformula II, III dan IV yaitu dalam waktu 11 menit. Hidrogel formula II dan III mempunyaikecepatan penurunan suhu air dari 40oC menjadi 37oC sebanding dengan hidrogel komersial(Bye Bye Fever) yaitu dalam waktu 12 menit. Hidrogel formula IV adalah yang paling lamamenurunkan suhu air yaitu sekitar 19 menit. Sebaliknya tanpa hidrogel (kontrol) penurunansuhu air dicapai dalam waktu sekitar 37 menit.
ANALISIS PERHITUNGAN BENCHMARK KESELAMATAN KRITIKALITAS LARUTAN URANIL NITRAT DI TERAS SLAB 280T STACY DENGAN MCNP-4C Zuhair .; Suwoto .; Suharno .
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.2.2139

Abstract

ANALISIS PERHITUNGAN BENCHMARK KESELAMATAN KRITIKALITAS LARUTAN URANIL NITRAT DI TERAS SLAB 280T STACY DENGAN MCNP-4C. Eksperimen benchmark kritikalitas di fasilitas kritik STACY sangat penting untuk memvalidasi teknik komputasi dan pustaka data nuklir yang digunakan dalam desain keselamatan kritikalitas fasilitas daur bahan bakar nuklir. Makalah ini membahas perhitungan benchmark keselamatan kritikalitas di fasilitas STACY menggunakan larutan uranil nitrat dengan program transport Monte Carlo MCNP-4C. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-VI dimanfaatkan dalam perhitungan benchmark untuk melengkapi analisis keselamatan kritikalitas. Prediksi kritikalitas (keff) MCNP-4C menunjukkan hasil di atas estimasi untuk hampir seluruh konfigurasi teras. Bias perhitungan dengan eksperimen kritikalitas (keff = 1) berada di bawah 0,32%. Perhitungan kritikalitas untuk konfigurasi 140, yang memberikan hasil di bawah estimasi, memperlihatkan kesesuaian yang paling presisi dengan nilai C/E = 0,99967. Dari hasil-hasil ini dapat disimpulkan bahwa kapabilitas dan reliabilitas MCNP-4C tetap tinggi dalam akurasi prediksi kritikalitas larutan uranil nitrat di teras slab 280T STACY.
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PENANDAAN PARTIKEL HIDROKSIAPATIT DENGAN SEDIAAN RADIOISOTOP 175YbCl3 HASIL IRADIASI BAHAN SASARAN 174Yb DIPERKAYA Azmairit Aziz; Nana Suherman
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.2.1266

Abstract

PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PENANDAAN PARTIKEL HIDROKSIAPATITDENGAN SEDIAAN RADIOISOTOP 175YbCl3 HASIL IRADIASI BAHAN SASARAN 174YbDIPERKAYA. Partikel hidroksiapatit (HA) dapat ditandai dengan radioisotop 175Yb untukradiofarmaka alternatif dalam radiosinovektomi pada sendi ukuran kecil. Pada penelitian inidilakukan penentuan kondisi optimum penandaan partikel HA dengan sediaan radioisotop175YbCl3 hasil iradiasi bahan sasaran 174Yb diperkaya 98,4%. Untuk mendapatkan senyawabertanda 175Yb-HA dengan efisiensi penandaan yang tinggi, beberapa parameter dalamreaksi penandaan divariasikan, yaitu jumlah partikel HA, pH penandaan, waktu inkubasi danjumlah Yb non aktif (pengemban). Senyawa 175Yb-HA yang diperoleh ditentukan kemurnianradiokimianya dengan kromatografi kertas dan elektroforesis kertas. Kondisi optimumpenandaan diperoleh menggunakan jumlah partikel HA 10 mg, penandaan pada pH 7, waktuinkubasi 30 menit pada temperatur kamar dan jumlah Yb non aktif (pengemban) sebanyak0,25 – 1,55 μmol. Aktivitas jenis 175Yb yang digunakan sebesar 200 – 300 mCi/mg sehingga1,55 μmol Yb dapat menghasilkan 175Yb-HA dengan aktivitas 50 - 75 mCi. Senyawa 175Yb-HAyang diperoleh memiliki efisiensi penandaan maksimum 99,30 ± 0,17%, kemurnian radiokimia99,28 ± 0,12% dan memiliki kestabilan yang tinggi. Senyawa 175Yb-HA masih stabil selamatiga minggu pada temperatur kamar dengan kemurnian radiokimia sebesar 98,92 ± 0,64%.Kata kunci : iterbium-175 (175Yb), diperkaya, hidroksiapatit, radiosinovektomi
AN EXPERIMENTAL STUDY OF NATURAL CONVECTION IN THE HOTTEST CHANNEL OF TR1GA 2000 kW REACTOR Umar, E.; Kamajayaz, K.; Suwono, A.; Tandian, N. P.; Hardianto, T.
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.1.2185

Abstract

AN EXPERIMENTAL STUDY OF NATURAL CONVECTION IN THE HOTTEST CHANNEL OF TRIGA 2000 kW REACTOR. With the increase of radioisotope demand, in 1995, National Nuclear Energy Agency of Indonesia made a decision to upgrade the power of the TRIGA Mark II reactor from 1 MW to 2 MW maximum power. The reactor reached its first criticality on May 13, 2000. To accomplish the safety evaluation of the reactor, a thermal hydraulic analysis was carried out by using thermal hydraulic computer code. This code calculates the natural convection flow through water coolant bounded by vertical cylindrical heat sources. In this paper, it will be reported the experimental study of natural convection in the hottest channel of TRIGA 2000 kW reactor. The purpose of the experimental study is to verify the theoretical analysis, especially the temperature distriburtion in the hottest coolant channel. In this experiment, a special probe for temperature detection has been designed and inserted to central thimble (CT). In the experiment, eight thermocouples were used to measure the bulk temperature of the water at different position in the cooling channel and simultaneous quantitative measurement of the temperature distribution were done by using a data acquisition cards system. The result obtained theoretically using the STAT code has been verified by this experimental study.
PENANDAAN KIT KERING DMSA DENGAN TEKNESIUM-99m DALAM SUASANA BASA SERTA UJI STABILITASNYA. Nurlaila Z; Mimin Ratna Suminar; Iswahyudi K
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1664

Abstract

PENANDAAN KIT KERING DMSA DENGAN TEKNESIUM-99m DALAM SUASANA BASA SERTA UJI STABILITASNYA. Penvakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia. Bidang kesehatan pada saat ini mencari suatu metode untuk mendeteksi kanker secara dini sehingga dapat dilakukan pengobatan yang lebih efektif. Dalarn bidang kedokteran nuklir, beberapa radiofarmaka dapat digunakan untuk maksud tersebut diantaranya 99mTcv-DMSA yang dapat terakumulasi pada kanker tiroid medular, kanker paru-paru dan jaringan tumor lainnya. Guna mernenuhi kehutuhan pelayanan kesehatan di dalam negeri maka dilakukan pembuatan senyawa tersebut. Telah dilakukan penandaan kit kering DMSA dengan radionuklida teknesium-99rn dalam suasana basa rnenggunakan larutan NaHCO3 7 %. Dalam suasana ini terbentuk senyawa 99mTcv-DMSA dengan tingkat oksidasi +5 (99mTcv-DMSA ). Penentuan efisiensi penandaan dilakukan dengan melihat kemurnian radiokimianya yang ditentukan dengan kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Kondisi penandaan optimal dicapai pada pH = 8,2 - 8,3 (penggunaan 0,6 - 0,8 mL larutan NaHCO37 %) dengan waktu inkubasi 30 menit pada temperatur kamar, memberikan efisiensi penandaan maksimal sebesar 93.59 ± 1.05 %. Uji pendahuluan pada hewan percobaan tikus putih dengan metode penyidikan menunjukkan bahwa senyawa 99mTcv-DMSA terakumulasi dalam jumlah yang relatif kecil pada ginjal. Senyawa 99mTcv-DMSA masih dapat digunakan dalam waktu 1 jam setelah penandaan. Uji stabilitas kit kering DMSA. pada temperatur ± 4°C, menunjukkan hahwa sediaan tetap stabil sampai dengan 2½ bulan penyimpanan. 
PENGARUH GEOMETRI UJUNG ELEKTRODE TERHADAP HASIL PELASAN TIG TUTUP KELONGSONG BATANG ELEMEN BAKAR NUKLIR BAHAN ZIRKALOY-4 Saeful Hidayat; Efrizon Umar; Tony Kuswoyo
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.2.1703

Abstract

PENGARUH GEOMETRI UJUNG ELEKTRODE TERHADAP HASIL PELASAN TIG TUTUP KELONGSONG BATANG ELEMEN BAKAR NUKLIR BAHAN ZIRKALOY-4. Telah dilakukan percobaan pengaruh penggunaan geometri ujung electrode berbentuk runcing, lancip dan pipih terhadap hasil pelasan TIG (Tungsten Inert Gas) tutup kelongsong Batang Elemen Bakar Nuklir (EBN) dari bahan Zirkaloy-4. Kondisi pelasan dengan pola arus dan waktu pelasan yang sama untuk masing-masing bentuk elektrode yang digunakan, menghasilkan lebar las dan lebar HAZ (heat affected zone) yang relatif sama, tetapi menghasilkan kedalaman las yang berbeda. Elektrode berujung pipih menghasilkan kedalaman las sekitar 40 % lebih dalam dibandingkan dengan electrode berujung runcing dan lancip. Untuk kondisi pelasan mencapai kedalaman las lebih dari 100% tebal kelongsong, penggunaan elektrode berujung pipih menghasilkan lebar las sekitar 32% lebih sempit dibandingkan dengan lebar las yang dihasilkan elektrode berujung runcing dan sekitar 38% lebih sempit dibandingkan dengan lebar las yang dihasilkan elektrode berujung lancip, sementara menghasilkan lebar HAZ lebih sempit sekitar 18% dibandingkan dengan electrode berujung runcing dan 23% lebih sempit dibandingkan dengan lebar HAZ yang dihasilkan elektrode berujung lancip. Struktur mikro yang terbentuk pada daerah logam las untuk ketiga bentuk elektrode yang digunakan mempunyai struktur yang sama, yaitu struktur widmanstaten danparallel pacage. Penggunaan e lektrode berujung pipih pada pelasan yang mencapai kedalaman lebih dan 100% tebal kelongsong, rnenghasilkan ukuran butir 20% lebih kecil bila dibandingkan dengan penggunaan elektrode berujung runcing dan lancip.
STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETORESISTANCE PEROVSKITE La0,7Ca0,3MnO3 PADA SUHU KAMAR Engkir Sukirman; Wisnu Ari Adi; Yustinus Purwamargapratala
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.2.290

Abstract

STRUKTUR KRISTAL DAN MAGNETORESISTANCE PEROVSKITE La0,7Ca0,3MnO3PADA SUHU KAMAR. Studi banding struktur kristal dan magnetoresistance (MR) perovskiteLa0,7Ca0,3MnO3 (LCMO) terhadap senyawa induk LaMnO3 (LMO) dan CaMnO3 (CMO) telahdilakukan untuk mempelajari perubahan resistivitas LCMO akibat perubahan medan magnetluar pada suhu kamar. Cuplikan LCMO, LMO dan CMO disintesis dengan metode High EnergyMilling (HEM). Prekursor hasil milling dicetak menjadi pelet dan disinter pada Ts = 1350 ºCselama 6 jam. Analisis kualitatif dilakukan dengan teknik difraksi sinar-x metode Rietveld. EfekMR cuplikan diukur dengan metode Four Point Probe (FPP) dan morfologi permukaan peletdiamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Ketiga cuplikan memiliki struktur kristalortorombik, grup ruang: Pnma, No. 62. Parameter kisi LCMO dapat dikonfirmasi hinggaketelitian 4 angka di belakang koma, yakni a = 5,4851(3) Å, b = 7,7601(4) Å, c = 5,5185(2) Å.Parameter kisi LMO dan CMO berturut-turut adalah: a = 5,4405(9)Å, b = 7,717(1) Å, c =5,537(1) Å dan a = 5,2973(6) Å, b = 7,477(1) Å, c = 5,281(1) Å. Cuplikan LCMO, LMO dan CMOmemiliki ukuran butir sekitar 1.000 nm, berbentuk bulat, dan setiap butir dibangun oleh rata-rata27 kristalit. Harga MR cuplikan LCMO, LMO dan CMO pada suhu kamar berturut-turut -10,1; -7,3 dan -12,3 %. Harga MR ini setara dengan harga GMR berbasis multilayers[Cu/NiFeCo]x10/Ta. Bulk perovskite La0,7Ca0,3MnO3 dapat dimanfaatkan untuk mendeteksimagnetic microbeads dan ferrofluid.
KINETIKA UNTUK REAKTOR CEPAT Zaki Su'ud
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2002.3.2.2128

Abstract

KINETIKA UNTUK REAKTOR CEPAT. Dalam paper ini dibahas penurunan fomulasi analisis kinerja reaktor untuk diadaptasikan pada kondisi reaktor cepat. Analisis dimulai dari persamaan difusi bergantung waktu, selanjutnya diterapkan pendekatan nodal sehingga didapat berbagai opsi aproksimasi seperti pendekatan quasistatik yang diperbaiki, pendekaan quasistatik, pendekatan adiabatik, dan pendekatan point reactor model. Untuk reaktor cepat dengan jarak bebas rata-rata neutron cukup besar pendekatan adiabatik memiliki akurasi yang cukup baik. Selanjutnya dibahas metode numerik yang digunakan untuk memecahkan kinetika reaktor dengan model pendekatan adiabatik ini. Tahap berikutnya adalah ekstensi analisis dengan melibatkan sistem lebih realistik yaitu dengan melibatkan sistem standar dalam reaktor cepat seperti antara lain kanal pendingin, tanki panas dan dingin, penukar panas dan pompa. Contoh hasil analisis diberikan dan dibahas.
KARAKTERISTIK TEMPERATUR DAN REDUKSI LIMBAH RADIOAKTIF PADAT RUANG BAKAR PROTOTIPE TUNGKU HK - 2010 Henky Poedjo Rahardjo
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.1.686

Abstract

Sebuah prototipe tungku pembakar limbahradioaktif padat berbentuk silinder yang kemudian diberi nama HK – 2010 telah dibuat untukmengatasi besarnya volume limbah padat di Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri(PTNBR) BATAN, Bandung. Tungku ini berfungsi untuk mereduksi limbah radioaktif padatdengan cara pembakaran. Sebelum tungku digunakan untuk membakar limbah radioaktifsecara terus menerus, perlu dilakukan uji pembakaran berbagai jumlah dan jenis limbah untukmempelajari unjuk kerjanya. Pengujian unjuk kerja tungku dilakukan terhadap besar danhomogenitas temperatur ruang bakar yang dapat dicapai pada saat pembakaran. Dalampenelitian ini dilakukan uji pembakaran 20 kg limbah radioaktif padat campuran darilaboratorium di PTNBR. Pada saat uji pembakaran dilakukan pengukuran temperatur dindingprimer dan sekunder tungku, laju alir udara, serta pengukuran berat dan volume limbahsebelum dan sesudah dibakar. Dari hasil uji pembakaran yang telah dilakukan, diperoleh bahwatemperatur maksimum ruang bakar prototipe tungku pembakar limbah radioaktif padat dapatmencapai 783,34 oC. Tungku pembakar limbah radioaktif yang dibuat dapat mengurangi jumlahlimbah sebesar 90 – 92 % pada saat pengujian dilakukan dan dapat mereduksi paparan radiasipengion hingga menjadi rata-rata 0,249 %.
PEMBUATAN RADIOISOTOP RODIUM-105 (105RhCl3) Azmairit Azis
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.1.2165

Abstract

PEMBUATAN RADIOISOTOP RODIUM-105 (105RhCl3). Radiofarmaka untuk keperluan terapi yang ditandai dengan radioisotop pemancar-β saat ini sangat banyak digunakan di bidang kedokteran nuklir. Rodium-105 (105Rh) merupakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi karena merupakan pemancar-β yang mempunyai t1/2= 35,4 jam dengan Eβ sebesar 247 keV (30%) dan 560 keV (70%). Di samping itu, radioisotop tersebut juga memancarkan sinar-y dengan energi yang cukup ideal untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung yaitu 308 keV (5%) dan 319 keV (19%). Telah dilakukan pembuatan radioisotop 105Rh dalam bentuk carrier- free dengan menggunakan target rutenium (Ru) alam yang telah diiradiasi di reaktor TRIGA 2000 Bandung. Target tersebut dioksidasi dengan menggunakan kalium metaperiodat (KlO4) dan KOH yang dilarutkan dalam akuabides steril sambil dipanaskan perlahan-lahan, kemudian diekstraksi dengan larutan karbon tetraklorida (CCl4) untuk memisahkan Rh dari pengotor radionuklida (radioisotop Ru dan 103Ru). Setelah itu larutan diekstraksi dengan larutan tributil fosfat untuk memisahkan 105Rh dari pengotor radionuklida iridium (192Ir). Setanjutnya larutan dilewatkan pada kolom penukar kation (resin Dowex 50) untuk memisahkan 105Rh dari kation K+ yang ada dalam larutan. Kondisi optimum preparasi 105Rh diperoleh dengan melakukan ekstraksi menggunakan CCl4 dan tributil fosfat masing-masing sebanyak 4 kali dan 3 kali. Larutan 105RhCl3 tersebut diuji melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas, kromatografi lapisan tipis dan elektroforesis kertas. Aktivitas dan kemurnian radionuklida larutan 105RhCl3 ditentukan dengan alat cacah spektrometer-y multi saluran. Larutan radioisotop 105RhCl3 yang diperoleh mempunyai pH berkisar antara 1,5 - 2 dan terlihat jernih dengan aktivitas sebesar 35 - 60 mCi dan konsentrasi radioaktif sebesar 7 - 12 mCi / mL. Larutan tersebut mempunyai kemurnian radiokimia sebesar 98,90 + 0,6 % dan kemurnian radionuklida di atas 99% ( 99,78 +0,03 %). Penelitian ini masih dilanjutkan untuk mendapatkan larutan 105RhCl3 dengan pH yang memadai dan kestabilan yang tinggi. Larutan 105RhCl3 yang diperoleh memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai radionuklida alternatif dalam pembuatan berbagai radiofarmaka dengan aktivitas jenis tinggi untuk terapi seperti antara lain 105Rh-EDTMP.   

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue