cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
PENGARUH ADITIF NIOBIA (Nb2O5) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN S1FAT MEKANIK KERAMIK ALUMINA-ZIRKONIA (AL2O3-ZrO2). Saeful Hidayat; Dani Gustaman Syarif; Yudha Triarsono
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.1.2189

Abstract

PENGARUH ADITIF NIOBIA (Nb2Os) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK KERAMIK ALUMINA-ZIRKONIA (Al2O3-ZrO2). Telah dilakukan penelitian pembuatan keramik Alumina-Zirkonia (AI203-ditambah aditif Niobia (Nb2O3), pada suhu sinter yang relatif rendah (14800C). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif Nb2O5 terhadap struktur mikro dan sifat mekanik keramik Al2O3-ZrO2. Penelitian dilakukan dengan menyinter pelet AI2O3-ZrO2 yang ditambahi Nb2O5 sebanyak 0 hingga 1% mol pada suhu 1480°C di dalam atmosfir udara selama 1 jam, kemudian mengukur densitas pelet dan menganalisis pelet siater dengan bantuan mikroskop optik dan elektron (SEM) dan difraksi sinar-X serta melakukan pengukuran kekerasan dan ketangguhan retak. Hasil pengukuran densitas menunjukkan adanya peningkatan densitas pelet sinter dengan makin besarnya penamhahan konsentrasi aditif Nb2O5. Sementara itu, hasil analisis difraksi sinar-X memperlihatkan bahwa pelet sinter mengandung rase ke dua Nb2Zr5O17 dan hasil analisis metalografi memperlihatkan bahwa ukuran butir pelet sinter AI2O3-ZrO2 bertambah besar deagan makin besamya konsentrasi Nb2O5 yang ditambahkan. Hasil uji kekerasan dan ketangguhan retak menunjukkan adanya kenaikan kekerasan dan ketangguhaa retak dengan bertambahnya aditif Nb2O5.  
KARAKTERISTIK KOROSI ALUMINIUM DAN BAJA TAHAN KARAT Rochim Suratman
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.1.1670

Abstract

KARAKTERISTIK KOROSI ALUMINIUM DAN BAJA TAHAN KARAT. Peristiwa korosi pada logam dan paduan seringkali merupakan peristiwa yang perlu mendapat perhatian yang serius, karena peristiwa ini berkaitan dengan umur pakai sesuatu bahan. Bahkan dalam hal tertentu, proses korosi yang tidak terawasi dan tidak terkendali, bisa mengakibatkan kecelakaan pada suatu instalasi. Makalah ini membahas peristiwa korosi pada logam, antara lain kondisi yang berpengaruh pada korosi serta kemungkinan jenis korosi yang terjadi terutama jenis korosi yang terjadi pada aluminium dan baja tahan karat .
MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000 Margono P; Pardi M; Muhaimin M
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1707

Abstract

MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000. Sebagai bagian dan modifikasi sistem kendali reaktor TRIGA 2000 telah dibuat sistem pengamatan parameter-parameter yang diperlukan dalam operasi reaktor seperti daya reaktor, temperatur air, temperatur bahan bakar dan lain sebagainya. Pengamatan tersebut diambil dan sistem pengukuran yang sudah ada dan ditampilkan dalam bentuk digital panel meter. Pengukuran diambil dalam berbagai mode luaran sebagai arus dan tegangan. Sistem pengamatan ini merupakan sistem yang akan saling melengkapi dengan sistem pengamatan yang akan dilakukan melalui komputer dan ditampilkan melalui layar monitor, sehingga apabila terjadi kerusakan dalam sistem komputer tidak akan menimbulkan gangguan pengamatan parameter reaktor secara keseluruhan.Pengujian hasil modifikasi sistem pengamatan dilakukan melalui tahap komisioning sesuai prosedur yang diketahui BAPETEN. 
PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DAN LiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK Hasnel Sofyan; Dyah Dwi Kusumawati
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.2.334

Abstract

PERBANDINGAN TANGGAPAN DOSIMETER TERMOLUMINISENSI LiF:Mg,Ti DANLiF:Mg,Cu,P TERHADAP DOSIS DALAM APLIKASI MEDIK. Kemajuan peralatan medik telahmenyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan thermoluminescence dosimeter (TLD),khususnya dalam pemantauan dosis rendah. Selama ini, TLD LiF:Mg,Ti yang sangat sensitiftelah mendominasi pemakaian dosimeter di bidang medik. Akan tetapi, TLD LiF:Mg,Cu,P yanglebih sensitif dan biasa digunakan untuk pemantauan dosis personal dan lingkungan juga perludipertimbangkan untuk pengukuran dosis rendah dalam aplikasi medik. Pada penelitian ini,dilakukan penyinaran TLD LiF:Mg,Ti dan LiF:Mg,Cu,P dengan sumber 60Co pada jarak 1 meterdengan dosis masing-masing sebesar 100 mGy dan 10 mGy untuk mengetahui sebarantanggapan TLD. Selain itu, dilakukan juga penyinaran TLD LiF:Mg,Cu,P dengan dosis 5 mGymenggunakan pesawat sinar X. Tanggapan kedua jenis TLD terhadap dosis rendah dalamaplikasi medik dievaluasi pada pasien pemeriksaan kedokteran nuklir dan radiodiagnostik.Setiap TLD dibaca dengan alat TLD Reader Harshaw model 2000A/B. Tanggapan TLDLiF:Mg,Cu,P terhadap penyinaran dengan 60Co lebih baik dan homogen dibandingkan LiF:Mg,Ti.Besarnya deviasi tanggapan adalah 6,85% dan 9,42%, masing-masing untuk LiF:Mg,Cu,P danLiF:Mg,Ti. Pada dosis rendah, diperoleh bahwa sensitivitas LiF:Mg,Cu,P 23 kali lebih tinggi dariLiF:Mg,Ti. Dengan tingkat sensitivitas lebih tinggi dan deviasi tanggapan rendah, maka TLDLiF:Mg,Cu,P layak dipertimbangkan penggunaannya dalam aplikasi medik dengan dosis rendah.
PEMBUATAN RADIOISOTOP LUTESIUM-177 ( 177Lu ) DARI Lu2O3 ALAM MENGGUNAKAN REAKTOR TRIGA 2000 Duyeh Setiawan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.2.2134

Abstract

PEMBUATAN RADIOISOTOP LUTESIUM-177 ( 177Lu ) DARI Lu2O3 ALAM MENGGUNAKAN REAKTOR TRIGA 2000. Selama dua dekade terakhir penggunaan radioisotop dengan umur paro pendek menjadi pilihan utama di bidang kedokteran nuklir. Radioisotop 177Lu dengan umur paro 6,7 hari merupakan salah satu radioisotop generasi ke dua yang dikembangkan untuk pembuatan sediaan radiofarmasi. Selain memiliki energi radiasi gamma [Ey 72 keV, 113 keV, 208 keV, 249 keV, 321 kev ], 177Lu juga memancarkan radiasi karakteristik beta [Eβ = 497 keV, 384 keV, dan 175 keV] yang cocok digunakan untuk tujuan terapi. Radioisotop 177Lu dapat diproduksi melalui reaksi 177Lu(n,y) 177Lu dalam reaktor nuklir dengan mengiradiasi sasaran yang diperkaya maupun alam. Pada penelitian ini digunakan sasaran alam dalam bentuk 176Lu2O3 yang mempunyai kelimpahan isotop alam (θ) sebesar 2,6 % dan penampang lintang (σ) 2100 barn. Penelitian bertujuan menguasai metode pembuatan 177Lu dengan sasaran 176Lu2O3 alam untuk lebih lanjut diterapkan dalam produksi 177Lu dengan sasaran 176Lu yang diperkaya. Sasaran 176Lu2O3 diiradiasi dalam reaktor nuklir TRIGA 2000 Bandung dengan fluks neutron > 10 12n / cm2/s1 selama 69 jam. Sasaran yang telah diiradiasi selanjutnya dilarutkan dalam HC1 6 M dan H202 35 % lalu dievaporasi sampai kering kemudian ditambahkan HC1 1 M. Produk akhir radioisotop 177Lu diperoleh dalam bentuk larutan jernih 177LuC13 dengan pH 3, akfivitas jenis 0,8 - 1,02 mCi/mg 176Lu dan konsentrasi radioaktivitas 7 - 9 mCi/30 mL. Uji kualitas radioisotop 177Lu meliputi penentuan kemurnian radionuklida dengan melakukan pengukuran keradioaktifan 177Lu menggunakan MCA (multi channel analyzer). Hasil analisis spektrum sinar gamma (y) dari radioisotop 177Lu menunjukkan tidak terlihat adanya radionuklida pengotor. Penentuan kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas Whatman 3 MM dan fase gerak eluen campuran pelarut NH3: etanol : air (1:10:20), menunjukkan migrasi radioisotop 177Lu memberikan harga Rf = 0 dengan kemurnian radiokimia > 99 % dan stabil selama seminggu. 
COMPUTATIONAL PROGRAM OF ISODOSE AND TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) FOR BRACHYTHERAPY USING 125I-SEED-SOURCES Ibon Suparman; Sunarhadijoso Soenarjo
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.1.933

Abstract

ABSTRACTCOMPUTATIONAL PROGRAM OF ISODOSE AND TREATMENT PLANNING SYSTEM(TPS) FOR BRACHYTHERAPY USING 125I-SEED-SOURCES. To reach the goals of abrachytherapy treatment, a guaranteed dose rate calculation as well as a treatment planningsystem (TPS) are absolutely needed. Therefore, a local computational program for isodose andTPS calculations has been developed. The program has been performed using Microsoft VisualBasic for Windows and its supporting tools based on dosimetry calculation models developedand updated by the Association of American Physicist in Medicine. The program was startedfrom the dose rate calculation of the of 125I-seed-source assumed as a line source with 0.3 cmof active length. This program can display two dimensions-isodose contour of the single or poly-125I-seeds presented in the directions of lateral, anterior and caudal by changing the polarcoordinate system (r, θ) into a Cartesian coordinate system (x,y). The dose rate at thedistances of 1, 2, 3 and 4 cm from the center point as well as the effect of single-seed-sourcerotation can also be calculated. The entered data as well as the resulting calculation and theisodose contour presentation can be saved, quickly traced and redisplayed at any timenecessarily. It was found that this computer program is in agree with the referenced data so it ishopefully able to assist physicians in the domestic implementation of 125I seeds implants forbrachytherapy.Keywords: 125I-seed-source, brachytherapy, isodose contour, treatment planning system,computer programABSTRAKPROGRAM KOMPUTASI ISODOSIS DAN TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS)UNTUK BRACHITERAPI MENGGUNAKAN 125I-SEED-SOURCES Dalam aplikasi teknikbrachiterapi, perhitungan dosis dan perencanaan terapi (treatment planning system, TPS)mutlak diperlukan, oleh karena itu program komputasi lokal untuk perhitungan isodosis dan TPSperlu dikembangkan. Program komputasi isodosis dibuat menggunakan Microsoft Visual Basicfor Windows beserta perangkat pendukungnya berdasar pada model perhitungan dosimetriyang dikembangkan dan diperbarui oleh The Association of American Physicist in Medicine.Program dimulai dengan perhitungan laju dosis 125I-seed-source yang diasumsikan sebagaisumber garis sepanjang 0,3 cm. Program ini dapat menampilkan kontur isodosis dua dimensidari 125I-seed-source yang disajikan dengan arah lateral, anterior dan caudal dengan mengubahsistem koordinat polar (r, θ) menjadi sistem koordinat Cartesian (x,y). Laju dosis pada jarak 1, 2,3 dan 4 cm dari titik pusat dan efek rotasi 125I-seed-source tunggal juga dapat dihitung. Datamasukan (input) dan hasil perhitungan serta tampilan kontur isodosis dapat disimpan, ditelusuridan ditampilkan kembali secara cepat setiap saat. Hasil perhitungan isodosis dengan programkomputer ini sesuai dengan data acuan sehingga diharapkan program ini dapat membantu paradokter dalam implementasi 125I-seed-source untuk brachiterapi.Kata kunci: 125I-seed-source, brachiterapi, kontur isodosis, treatment planning system, programkomputer
EXTERNAL EVENTS DARI REAKTOR RISET MENUJU REAKTOR DAYA Sindur P. Mangkoesoebroto; Henky Poedjo Rahardjo; Irwan Kurniawan; Rizkita Parithusta
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.1.2170

Abstract

EXTERNAL EVENTS DARI REAKTOR RISET MENUJU REAKTOR DAYA. Krisis energi yang dialami oleh Indonesia belakangan ini memerlukan adanya alternatif pembangkit listrik dengan energi terbarukan dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) merupakan salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Standar keselamatan dan keamanan secara internasional perlu diterapkan termasuk di dalamnya standar untuk mengatasi kejadian-kejadian eksternal (external events). Di indonesia terdapat tiga reaktor nuklir riset yaitu reaktor Kartini di Yogyakarta, Reaktor TRIGA 2000 di Bandung, dan Reaktor GA Siwabessy di Serpong. Untuk menuju ke PLTN maka perlu diperhatikan pengalaman yang diperoteh dari reaktor riset tersebut. Makalah ini memuat pengataman dan kajian kejadian-kejadian eksternal (external events) sehubungan dengan qualifikasi dan re-evaluasi reaktor daya riset dengan studi kasus kajian kegempaaan yang telah dilakukan pada Reaktor TRIGA 2000, Bandung. Kajian kegempaan terhadap Reaktor TRIGA 2000 dibagi menjadi tiga tahap, yaitu investigasi lapangan, analisis resiko kegempaan (PSHA), dan analsis struktur. Pengalaman Indonesia dalam hal qualifikasi dan re-evaluasi reaktor riset sangatlah berharga sebagai bekal dalam pengembangan reaktor daya. Falsafah pengembangan reaktor daya adalah sejalan dengan reaktor riset dalam hal kejadian-kejadian eksternal. Perbedaannya adalah dalam hal besaran-besaran kuantitatif Performance Goal-Probability of Failure, Hazard Category, Safety dan Design Class.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA PADA PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS AGALACTIAE SEBAGAI BAHAN VAKSIN PENYAKIT MASTITIS PADA SAPI PERAH B Jeanne Tuasikal; I Sugoro; T Tjiptosumirat; M Lina
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.2.1696

Abstract

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA PADA PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS AGALACTIAE SEBAGAI BAHAN VAKSIN PENYAKIT MASTITIS PADA SAPI PERAH. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma dalam melemahkan S. agalactiae sebagai bakteri dominan penyebab mastitis pada sapi perah. Penelitian ini bertujuan memperoleh dosis iradiasi yang tepat untuk bahan pembuatan vaksin mastitis iradiasi. Bakteri S. agalactiae yang telah mencapai pertengahan fase log dari pertumbuhannya dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, dan masing-masing diiradiasi dengan dosis 0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; dan 1 kGy. Setelah ditanam pada medium BHI agar, dilakukan penghitungan koloni bakteri untuk penentuan LD50-nya. Hasil penghitungan koloni S. agalactiae adalah masing-masing 7,5x108; 5,0x107; 7,0x106; 9,5x105; 1,5x104; dan 3,5x103sel/mL. Dari pengamatan hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis iradiasi semakin rendah jumlah sel/mL yang masih bertahan hidup dan LD50 di bawah dosis 0,2 kGy.
Aplikasi Teknik Aan dan Ssa dalam Penentuan Nilai Asupan Harian Unsur Ca, Fe dan Zn pada anak usia sekolah di Kota Bandung Widya Dwi Ariyani; Muhayatun Santoso; Katharina Oginawati; Diah Dwiana L; Endah Damastuti; Syukria Kurniawati; Natalia Adventini; Woro Yatu Niken S
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2011.12.2.6

Abstract

Unsur gizi mikro yang terkandung dalam makanan memiliki peran penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh manusia, sehingga defisiensi unsur gizi mikro dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit kronik. Anak-anak merupakan populasi yang rentan menderita defisiensi mikronutrien yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Defisiensi mikronutrien telah lama terjadi di Indonesia namun belum terselesaikan dan data status nutrisi anak-anak Indonesia masih sangat terbatas. Untuk itu melalui penelitian ini dilakukan penentuan asupan harian unsur mikronutrien Ca, Fe dan Zn pada anak-anak usia sekolah. Pengambilan sampel makanan dilakukan menggunakan metode duplicate diet dan penentuanunsur Fe dan Zn dilakukan menggunakan metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN) sedang unsur Ca ditentukan menggunakan metode Spektrometri Serapan Atom (SSA). Dari hasil analsis diperoleh kadar unsur Ca, Fe dan Zn dalam sampel makanan masing-masing berkisar antara 307–1991; 10,1–95,5 dan 11,9–29,4 mg/kg, dengan nilai rata-rata asupan harian unsur Ca, Fe dan Zn adalah 228; 9,3 dan 4,6 mg/hari yang hanya memenuhi 28%, 74% dan 39% dariAKG (angka kecukupan gizi). Dari hasil yang diperoleh, teramati adanya defisiensi unsur-unsur tersebut pada anak usia sekolah di kota Bandung. Hasil ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi bagi pihak yang berwenang dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan datang.
PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PADA ABAD KE-21 Pramudita Anggraita
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.2.2123

Abstract

PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PADA ABAD KE-21. Dibahas skenario kebutuhan energi dunia pada abad ke-21. Reaktor nuklir dapat mempunyai peran penting dalam penyediaan energi pada abad ke-21 jika terus dikembangkan secara evolusi maupun inovatif, sehingga kompetitif secara ekonomis, berkeselamatan tinggi, berdampak lingkungan positif. dan menjamin inovasi penyediaan energi yang berlanjut di masa depan.

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue