cover
Contact Name
-
Contact Email
jagrologia@gmail.com
Phone
+628114705004
Journal Mail Official
jagrologia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Kota Ambon, Maluku, Indonesia - 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
AGROLOGIA: Jurnal Budidaya Tanaman
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 25809636     DOI : http://doi.org/10.30598/ajibt.v14i2.22388
Core Subject : Agriculture,
Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman adalah jurnal akses terbuka yang ditelaah sejawat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, setiap enam bulan sekali pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini meninjau, membahas, dan mengembangkan penelitian terkini dalam budidaya tanaman. Selain itu, jurnal ini menargetkan pembaca dari seluruh dunia dalam penelitian budidaya tanaman. Akreditasi tingkat Nasional atau Akreditasi Sinta dimulai dari Volume 7 Nomor 1, 2018. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian. Cakupan penelitian yang dipublikasikan meliputi: Agronomi, Penyakit dan hama tanaman, Ilmu tanah, Lingkungan.
Articles 52 Documents
Pengaruh Pemberian Bioboost Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.) Herman Rehatta; Dessy Marasabessy; Miftah Muthalib Tjokro
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15606

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas konsentrasi Bioboost dan dosis NPK Mutiara serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) penelitian ini mulai dilaksanakan dari bulan April 2024 sampai Juli 2024 di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati Bioboost yang terdiri dari 4 taraf yaitu: konsentrasi 0 cc/liter air (tanpa pemberian Bioboost); konsentrasi 40 cc/liter air; konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air; dan konsentrasi Bioboost 120 cc/liter air. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara yang terdiri dari 4 taraf yaitu: dosis 0 gr/polybag (tanpa pemberian pupuk NPK); dosis 300 kg/hektar atau setara dengan 1,5 gr/polybag; dosis 350 kg/hektar atau setara dengan 1,75 gr/polybag; dan dosis 400 kg/hektar atau setara dengan 2 gr/polybag. Dengan 16 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi di ulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Bioboost sangat signifikan pada variabel waktu munculnya bunga begitu juga konsentrasi Bioboost berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun. Konsentrasi Bioboost 40 cc/liter air merupakan konsentrasi terbaik terhadap jumlah daun yaitu: 42. 250 helai. Sedangkan pada dosis pupuk NPK Mutiara sangat signifikan terhadap waktu awal muncul bunga dan signifikan terhadap waktu panen. Dosis pupuk NPK Mutiara 1,5 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap waktu awal muncul bunga yaitu: 60.000 HST dan dosis pupuk NPK Mutiara 1,5 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap waktu panen yaitu: 79.000 hari. Interaksi antara konsentrasi Bioboost dan dosis NPK Mutiara sangat signifikan terhadap bobot segar tanaman dan signifikan terhadap waktu awal munculnya bunga. Interaksi Perlakuan konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis pupuk NPK Mutiara 350 kg/Ha atau setara 1,75 gr/polybag merupakan kombinasi terbaik terhadap bobot segar tanaman yaitu: 674. 57 gram dan interaksi perlakuan konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis pupuk NPK Mutiara 300 kg/ Ha atau setara 1,5 gr/polybag serta konsentrasi Bioboost 80 cc/liter air dan dosis NPK Mutiara 350 g/Ha atau setara 1,75 gr/polybag merupakan kombinasi terbaik terhadap waktu awal muncul bunga yaitu: 53.333 HST.
Bakteri Endofitik Penambat Nitrogen dan Teknik Aplikasinya untuk Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Tanah Inceptisols Asal Jatinangor Mieke Rochimi Setiawati; Shafwah Zylvi Azkiannissa; Diyan Hermiyantoro; Reginawanti Hindersah; Andina Chotimah; Betty Natalie Fitriatin; Fasa Aditya; Pujawati Suryatmana
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 2 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i2.15637

Abstract

Inceptisols merupakan ordo tanah yang tersebar luas di Indonesia. Lahan Inceptisols menjadi pilihan yang potensial untuk kegiatan pertanian karena luasan totalnya yang cukup besar. Salah satu kendala dalam pemanfaatan tanah Inceptisols ialah sifatnya yang kurang subur dengan kandungan nitrogen (N) yang rendah. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya ialah pengaplikasian bakteri endofitik penambat N. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh inokulasi tiga jenis bakteri endofitik penambat nitrogen (Gluconacetobacter diazotrophicus corrig (GD1), G. diazotrophicus VTH-Ai80 (GD2), dan Paraburkholderia, sp.) dengan tiga teknik aplikasi yang berbeda (perendaman benih, penyiraman tanah, dan kombinasinya) terhadap pertumbuhan tanaman, populasi bakteri endofitik, dan bobot kering tanaman tomat pada tanah Inceptisols asal Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Percobaan Bale Tatanen dan Laboratorium Biologi Tanah Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan Oktober s.d. Desember 2023. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 10 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri endofitik penambat N dengan teknik aplikasinya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 1 MST dan bakteri endofitik bagian akar, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan lainnya. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Perendaman Benih + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan tinggi tanaman 1 MST. Perlakuan G. diazotrophicus corrig + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan yang lebih baik dalam meningkatkan populasi bakteri endofitik pada bagian akar tanaman tomat. Perlakuan G. diazotrophicus VTH-Ai80 + Penyiraman Tanah merupakan perlakuan terbaik dalam peningkatan indeks klorofil daun tanaman tomat.
Perbedaan Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Akibat Pemberian Berbagai Dosis Kompos Daun Trembesi dan Bacillus subtilis Shantosa Yudha Siswanto; Aurelia Puspa Triana; Marenda Ishak Sonjaya Sule
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.16567

Abstract

Produksi akan sawi hijau di Indoensia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal ini menandakan permintaan akan sawi hijau meningkat setiap tahunnya hal ini dapat memicu budidaya pertanian yang intensif tanpa penerapan konservasi tanah yang baik. Selain itu, budidaya tanaman sawi kerap kali dilakukan di areal lahan miring yang rentan terhadap erosi. Hal tersebut dapat merusak sifat fisika, biologi, dan kimia tanah. Solusi dari permasalah tersebut salah satunya ialah pengaplikasian bahan organik berupa kompos daun trembesi dan bakteri Bacillus subtilis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh beberapa taraf dosis kompos daun trembesi dan Bacillus subtilis terhadap pertumbuhan tanaman sawi khususnya tinggi tanaman.Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca, Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan dua faktor yang terdiri masing-masing tiga perlakuan dalam tiga kali ulangan. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara kompos daun trembesi dan Bacillus subtilis terhadap tinggi tanaman sawi, namun pemberian aplikasi dosis kompos daun trembesi 20 ton ha-1 dan 25 ton ha-1 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar sawi. Sedangkan, pemberian dosis Bacillus subtilis tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar sawi.
Dampak Perubahan Iklim dan Hubungan Unsur Iklim Dengan Produktivitas Pala di Pulau Hatta Amina Tuanaya; Johan Riry; Rhony E. Ririhena
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.17255

Abstract

Dampak perubahan iklim berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pala. Penelitian ini bertujuan melihat dampak perubahan iklim dan hubungan unsur iklim dengan produtivitas tanaman pala. Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan teknik random sampling, pengambilan sampel yang diambil sebanyak 30 sampel petani. Analisis yang dilakukan yaitu analisis curah hujan pada kondisi ekstrem menggunakan data curah hujan 30 tahun terakhir Periode (1994-2023) serta analisis hubungan unsur-unsur iklim dengan produktivitas tanaman pala. Pengujian unsur-unsur iklim dengan produktivitas tanaman pala menggunakan analisis regresi yang ada pada aplikasi minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya dampak perubahan iklim yang ditandai dengan kejadian El Nino dan La Nina. Dimana terjadi penurunan jumlah curah hujan sebesar 50% pada tahun 2015 dan peningkatan curah hujan sebesar sebesar 67% pada tahun 2017 serta ditemukan adanya hubungan unsur iklim yang berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pala yaitu lama penyinaran matahari.
Efek Pemberian Metabolit Sekunder Trichoderma harzianum Dan Fungisida Propineb Terhadap Penyakit Bercak Neocordana Dan Pertumbuhan Pisang Abaka (Musa textilis) Di Persemaian Nace E. Tahitu; Johanna Taribuka; A. Marthin Kalay
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.17695

Abstract

Pemanfaatan agens hayati dalam budidaya tanaman merupakan pendekatan ramah lingkungan yang berpotensi digunakan dalam pengendalian penyakit tanaman, termasuk pada tanaman pisang Abaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode aplikasi dan interval pemberian metabolit sekunder Trichoderma harzianum dalam menekan perkembangan penyakit bercak Neocordana serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit pisang Abaka di persemaian. Perlakuan yang diuji meliputi variasi metode aplikasi dan interval waktu pemberian metabolit sekunder T. harzianum, dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi metabolit sekunder T. harzianum dengan metode penyemprotan setiap empat hari mampu menurunkan intensitas penyakit sebesar 56,18% dibandingkan dengan kontrol, dan 18,67% dibandingkan dengan perlakuan fungisida propineb. Selain itu, perlakuan ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman sebesar 31,86% dibandingkan dengan kontrol dan 3,37% dibandingkan dengan fungisida propineb, serta peningkatan diameter batang sebesar 39,41% dibandingkan dengan kontrol dan 1,37% dibandingkan dengan perlakuan fungisida.
Kondisi Lahan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) dan Arahan Pengembangannya Berbasis Kearifan Lokal Angela M. Rettob; Marcus Luhukay
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.17697

Abstract

Desa Sathean sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu desa pengembangan tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) di Kecamatan Kei Kecil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi lahan tanaman ubi kayu, membandingkan kondisi lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman ubi kayu, dan menentukan arahan-arahan perbaikan yang sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan pola pendekatan sintetik dengan jarak observasi rigid grid dan tipe observasi boring. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi fisik lahan tanaman ubi kayu di Desa Sathean Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara terbentuk dari bahan induk koral dan kalkarit napal, lereng 0-8%, curah hujan tahunan sebesar 2862,56 mm, rataan temperatur tertinggi sebesar 28,48⁰C, tekstur agak halus-sedang, kedalaman 10-40 cm, batuan permukaan > 75%, dan pH 7,0. Sedangkan kondisi non fisik lahan yaitu sosial budaya masyarakat umumnya menggunakan pola ladang berpindah dengan sistem monokultur dan tumpang sari yang tidak beraturan pada kepemilikan lahan pribadi.
Integrating Social and Field Data to Understand Farmers' Adoption of Biofertilizer in Rose Cultivation Reginawanti Hindersah; Pujawati Suryatmana; Endah Yulia; Yeni Wispa Dewi; Aliya Zahrah Adawiah; Rara Rahmatika Risanti
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.17896

Abstract

The growing demand for sustainable agriculture has sparked interest in biofertilizers as an alternative to chemical fertilizers. However, adoption among farmers remains low, particularly in floriculture, due to limited knowledge and concerns about effectiveness. This study integrates social and field data to understand farmer perceptions and evaluate the impact of biofertilizers on the growth of Rose (Rosa hybrida L.) cv Hermosa. Primary data was collected through a focus group discussion (FGD) distributed to local farmers in Cikahuripan Village, Parongpong District. A field experiment was conducted using a Completely Randomized Block Design with three biofertilizer treatments: Control, Nitrogen-fixing Bacteria (NFB) - Phosphate-solubilizing microbes (PSM) consortium, and Bacillus Consortium. The FGD revealed that most farmers had never received biofertilizer knowledge and its application method, highlighting the need for better training and outreach. Experimental results showed that while plant height remained unaffected by biofertilizers in the early stages, the NFB-PSB consortium significantly boosted growth in later weeks. Both biofertilizers enhanced microbial populations, soil health, and flower diameter, proving their potential as eco-friendly alternatives to synthetic fertilizers. These findings emphasize the importance of bridging scientific innovation with farmer adoption to promote sustainable rose cultivation. Long-term studies and policy support are crucial for encouraging biofertilizer use in commercial floriculture.
Analisis Keanekaragaman Jenis Gulma Di Areal Pertanaman Duku Di Negeri Allang Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Vilma L. Tanasale; Nureny Goo; Marlita H. Makaruku
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.17924

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh tidak pada tempatnya dan kehadirannya tidak diinginkan karena dapat menurunkan hasil produksi karena gulma memiliki daya kompetisi yang tinggi dalam memperebutkan air, cahaya, unsur hara dan ruang tumbuh. Komposisi dan keanekaragaman gulma ikut menentukan struktur areal pertanaman yang pada akhirnya akan berpengaruh pada fungsi ekologis. Gulma dapat dijumpai pada semua areal pertanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman jeni-jenis gulma dan menentukan jenis-jenis gulma dominan di areal pertanaman duku di Negeri Allang. Penelitian ini dilaksanakan di Negeri Allang Kabupaten Maluku Tengah pada Bulan April sampai Mei 2024 . Proses pengumpulan data dilapangan dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat dengan petak sampel berukuran 1 m x 1 m dan diletakan dibawah tegakan tanaman duku Hasil penelitian menunjukan terrdapat 21 jenis gulma di areal pertanaman duku di Negeri Allang Kabupaten Maluku Tengah, Gulma clidemia hirta merupakan gulma dominan, dengan nilai SDR tertinggi sebesar (11.56%), dan dikuti oleh gulma Phegopteris connectilis (9.68%), Selaginela sinuosa (9.32%), Lygodium japonicum (7.80%), dan Ctenitis submerginalis (7.68%) Nephrolesis biseratta (6.28 %) dan gulma Lygodium vebustum (5.43%)
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Cekaman Kekeringan pada Tanaman Bawang Merah Kabupaten Serang Kiki Roidelindho; Nezly Nurlia Putri; Rendi Refiandi; Firza Nur Rismansyah
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.18001

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Ketersediaan air merupakan faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah, di mana kekurangan air yang menyebabkan cekaman kekeringan pada tanaman bawang merah akan berdampak pada pertumbuhan dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pupuk hayati pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR) dan interval penyiraman serta interaksinya terhadap pertumbuhan bawang merah. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dari Juli hingga November 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu pemberian pupuk hayati PGPR (akar bambu hijau, rumput gajah, dan putri malu) serta interval penyiraman (2 kali sehari, 2 kali dalam 2 hari, dan 2 kali dalam 3 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk hayati PGPR dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan bawang merah. Pada parameter tinggi tanaman, perlakuan jenis PGPR tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan interval penyiraman 2 kali dalam 3 hari berpengaruh nyata pada 1 Minggu Setelah Pindah Tanam (MSPT) dengan rata-rata 8,28 cm. Pada parameter jumlah daun, perlakuan jenis PGPR tidak berpengaruh nyata, sementara perlakuan interval penyiraman 2 kali dalam 3 hari berpengaruh nyata pada 3 MSPT dengan rata-rata 3,11 helai. Parameter panjang akar pada perlakuan jenis PGPR dan interval penyiraman tidak berpengaruh nyata. Parameter berat basah umbi pada perlakuan PGPR tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan interval penyiraman 2 kali dalam 2 hari berpengaruh nyata dengan rata-rata 29,44 g. Parameter berat kering umbi perlakuan PGPR dan interval penyiraman tidak berpengaruh nyata.
Input Teknologi Pada Budidaya Tanaman Kelapa Di Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Marlita H. Makaruku; Vilma L. Tanasale; Nureny Goo
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 14 No 1 (2025): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v14i1.18205

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan pemanfaatan yang tinggi di masyarakat. Provinsi Maluku termasuk dalam sepuluh besar provinsi sentra kelapa di Indonesia, dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 115,16 juta hektar pada tahun 2020. Namun demikian, produksi kelapa di Maluku mengalami penurunan, dari 0,52% menjadi 103,77 juta ton pada tahun yang sama. Produktivitas yang rendah menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengembangan kelapa di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelapa adalah melalui pengelolaan input usahatani secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan teknologi dalam budidaya tanaman kelapa di Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi langsung terhadap petani kelapa di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi dalam budidaya tanaman kelapa, mulai dari tahap persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pascapanen di Desa Walakone, tergolong dalam kategori rendah. Budidaya tanaman kelapa umumnya masih dilakukan berdasarkan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga belum memenuhi kaidah budidaya yang baik dan benar.