cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 1,211 Documents
SISTEM PENJEJAK IKAN UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN DAN PREDIKSI LOKASI PENANGKAPAN IKAN MENUJU PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN Sadly, Muhamad; Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.68 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i1.534

Abstract

ne"> Dalam riset ini diusulkan suatu pendekatan baru di dalam membangun model prediksi lokasi penangkapan ikan dan pemantauan kualitas lingkungan perairan, khususnya ikan pelagis ekonomis. Knowledge-based expert system diintegrasikan dengan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dipilih sebagai pendekatan baru untuk menyempurnakan metode konvensional yang saat ini digunakan. Model yang dikembangkan disebut “Sistem Penjejak Ikan nan Cerdas”. Kelemahan utamametode konvensional, penentuan lokasi penangkapan ikan masih dilakukan secara manual, akibatnya hasil yang diperoleh tidak optimal dan tidak praktis di dalam implementasinya. Data seri satelit penginderaan jauh (suhu permukaan laut, klorofil dan turbiditi) yang diperoleh dari satelit Aqua MODIS periode tahun 2007-2014 digunakan sebagai data input. Peta spasial sistem prediksi lokasi penangkapan ikan dibangun menggunakan ERDAS Imagine Macro Language. Untuk verifikasi dan validasi hasil,dilakukan pengambilan data in-situ fishing ground pada lokasi riset dalam periode waktu yang sama, dan telah di analisa dengan metode statistik untuk mendapatkan tingkat akurasinya. Hasil menunjukkan bahwa densitas fishing ground yang telah di prediksi dan kualitas lingkungan perairan di perairan Banggai Kepulauan dikorelasikan dengan data hasil survei lapangan (in-situ data) diperoleh tingkat akurasi lebih dari 93%. Dari demonstrasi hasil, model yang diusulkan dapat diaplikasikan untuk memprediksi, melokalisasi dan menentukan densitas fishing ground dengan tingkat akurasi lebih tinggi dibanding metode konvensional. Sistem prediksi ini telah diimplementasikan pada sistem online.Kata kunci : sistem pakar, lokasi penangkapan ikan, penginderaan jauh, sistem penjejak ikan nancerdas, sistem informasi geografi
Karakteristik Morfologi Famili Arcidae di Perairan yang Berbeda (Karangantu dan Labuan, Banten) Prasadi, Oto; Setyobudiandi, Isdradjad; Butet, Nurlisa A; Nuryati, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.185 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1462

Abstract

Kekerangan adalah organisme laut yang kosmopolit, mendiami substrat perairan dan bersifat sedenter(bivalvia) sehingga organisme tersebut sangat rentan terpengaruh oleh perubahan lingkungan. DiPerairan Indonesia terdapat beberapa jenis kekerangan. Salah satunya pusat penyebaran danpenangkapan kekerangan di Indonesia adalah Perairan Karangantu dan Labuan, Provinsi Banten. Jeniskekerangan yang dominan di perairan tersebut adalah famili Arcidae. Kondisi lingkungan perairan yangberbeda akan mempengaruhi morfologi dari setiap spesies kekerangan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi morfologi pada famili Arcidae di Perairan Karangantu dan Labuan. Metode penelitianyang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian yang dipilih yaituPerairan Karangantu dan Labuan, masing-masing dua stasiun. Setiap stasiun memiliki karakteristikkondisi lingkungan yang berbeda, seperti daerah Muara Sungai dan daerah industri. Sampel kerangdiambil dengan metode sapuan menggunakan alat tangkap kerang (garuk). Sampel dari setiap spesiesditangkap sebanyak 25 individu/stasiun. Setiap spesies memiliki karakteristik morfologi yang berbeda,walaupun beberapa individu memiliki kesamaan ciri morfologi antara satu stasiun dengan stasiun lainnya.Potensi sumberdaya kekerangan di Perairan Karangantu yaitu A. granosa dan A. antiquata, sedangkan diPerairan Labuan yaitu A. granosa, A. scapha dan B. barbata. Secara umum potensi sumberdayakekerangan di provinsi banten yaitu A. granosa dengan ukuran cangkang terbesar di Perairan Lab
PERAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA LINGKUNGAN PERAIRAN DAS CITARUM BERKELANJUTAN Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.941 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i3.254

Abstract

Sumberdaya lingkungan perairan daerah aliran sungai (SDLP-DAS) Citarum yang telah banyak memberikan manfaat dan berperan dalam pembangunan telah rusak dan tercemar sangat berat oleh sedimen dan berbagai limbah; baik limbah cair maupun padat yang langsung ataupun tidak langsung dibuang oleh manusia kedalamnya. Oleh karena itu maka perlu dirumuskan sebuah strategi pengelolaan dan teknologi lingkungan yang dapat merehabilitasi/ memulihkan SDLP DAS Citarum sehingga perannya dapat berkelanjutan.Kristalisasi dari literatur dan diskusi fanel yang telah dilaksanakan untukmengidentifikasi jenis-jenis teknologi lingkungan yang dibutuhkan dalampengelolaan SDLP DAS Citaerum menyimpulkan bahwa pengelolaan sumberdaya lingkungan perairan daerah aliran sungai (SDLP-DAS) Citarum yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat akan dapat terwujud jika dan hanya jika didukung oleh semua stakeholders, dengan melalui koordinasi aktif yang dilandasi rasa empati dan didukung dengan penerapan teknologi lingkungan dan teknologi ramah lingkungan.
PENGARUH KELIMPAHAN SEL MIKROALGAE AIR TAWAR (Chlorella sp.) TERHADAP PENAMBATAN KARBONDIOKSIDA = Effect of Microalgae Cell Density (Chlorella sp) on Absorption of Carbondioxide Sopiah, Nida; Mulyanto, Adi; Sehabudin, Sindi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v14i1.1431

Abstract

Chlorella sp. is a single-cell microalgae that lives in aquatic environment. It grows and developsby making use of sunlight as an energy source and carbon dioxide (CO2) as carbon source. Chlorella sp. can be utilized as biological agents in reducing CO2 gas emissions in the atmosphere. The purpose of this experiment was to assess the influence of microalgae’sincreasing density to its capability in absorbing CO2.The air which contains CO2 was injected to aclosed photobioreactor intermittently by an aerator. The flow rate applied was 2.5 liters/minute.Research result identified that amount of CO2 sequestered by Chlorella sp. in photobioreactor system was equal with increasing of microalgae biomass density. Sequestration of CO2 inphotobioreactor significantly increased at the afternoon because occurring of photosynthesis process. This phenomenon was identified by difference of CO2 concentration during morning andafternoon toward photobioreactor number 1, 2, and 3. The difference was in between 0.15 % -2.40 %; 0.05 % - 2.30 %; and 0.51 % - 2.74 % respectively. Capability of cell on sequestering ofCO2 increased amounting of 102 – 167.2 % per day.Keywords: Chlorella sp, carbondioxide, sequestration, microalgae abundanceAbstrak Chlorella sp. merupakan mikroalgae bersel tunggal yang hidup di lingkungan perairan, tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi dankarbondioksida sebagai sumber karbon. Chlorella sp. dapat dimanfaatkan sebagai agensia hayati dalam menurunkan emisi gas CO2 di atmosfer. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkajipengaruh kelimpahan Chlorella sp. terhadap penambatan karbon dioksida dalam mereduksi emisi karbondioksida. Pada penelitian ini, gas CO2 diinjeksikan ke dalam fotobioreaktor sistemtertutup dengan sistem intermiten dan supply oksigen menggunakan aerator dengan debit sebesar 2,5 liter/menit. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbondioksida yangditambat oleh Chlorella sp. dalam sistem fotobioreaktor setara dengan penambahan kelimpahan biomassa mikroalgae. Panambatan karbondioksida pada fotobioreaktor mengalami peningkatansangat signifikan pada siang hari karena adanya proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan adanya selisih konsentrasi CO2 saat pagi dan sore hari pada masing-masing fotobioreaktor 1, 2 dan 3 berkisar antara 0,15 % - 2,40 %; 0,05 % - 2,30 % dan 0,51 % - 2,74 %. Sedangkanefisiensi kemampuan penambatan CO2 oleh setiap sel Chlorella sp. selama 21 hari dibandingkan terhadap inokulasi hari pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai efisiensimasing-masing 67,2 %; 144,6 %; 222,6 %; 308,8 %; 364,2 %; 416,1 %; 447,0 %; 470,8 %; 505,9%; 555,0 %; 571,4 %; 581,0 %; 587,7 %; 612,6 %; 626,6 %; 656,6 %; 684,7 %; 715,3 %; 733,9%; dan pada hari ke-21 meningkat sebesar 750,5 %. Dan kemampuan setiap sel dalam menambat CO2 setiap hari mampu meningkatkan sebesar 102 % -167,2 %. Kata Kunci : Chlorella sp., karbondioksida, penambatan, kelimpahan mikroalga
PENGARUH PEMBERIAN LAPISAN LEMPUNG TERHADAP PENINGKATAN LENGAS TANAH PADA LAHAN MARGINAL BERPASIR Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.529 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v7i2.382

Abstract

Various methods for water or soil humidity conservation include the use ofchemicals (synthetic matter) and plastic or asphalt layer at certain depthunder soil profile to hold irrigation or rain water entering into the soil toprevent rapid disappearance from root zone. The present study observedthe role of fine texture soil (clay fraction) in increasing water capacity, andreleasing power of water for the need of plantation in marginal soil withsand easily pressed structure, and sensitive to water and wind erosion.The study was carried out in Glagah Coast, Kulon Progo, Yogyakarta. Theresults conclude that the addition of 10 cm of clay layer at the depth of 20-30 cm may optimally increase the humidity of sandy soil.
Ujicoba Konsorsium Mikroba dalam Upaya Bioremediasi Tanah Tercemar Minyak Dengan Menggunakan Teknik Landfarming Skala Bangku Prayitno, Joko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.688 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2050

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh dari pemberian konsorsium bakteri, dosis bakteri dan bahan organik yang diberikan ke dalam tanah tercemar minyak asal Bojonegoro menggunakan teknik landfarming skala bangku. Percobaan ini terdiri dari dua bagian, yaitu penambahan mikroba tanpa atau dengan penambahan bahan organik. Konsorsium bakteri yang dicoba adalah K1 (campuran strain 3.3, 3.4 dan 6.9) dan K2 (campuran strain P2 dan P6). Dosis konsorsium bakteri yang diuji adalah 106, 109 dan 1012 cfu/g tanah. Kadar minyak awal dalam tanah adalah 5,8% dan 4,6%. Sebelum diinokulasi, tanah ditambahkan pupuk Urea dan NPK. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan suhu tanah hingga 40ºC dan penurunan pH dari 8.1 menjadi 7.6 pada minggu pertama percobaan. Nilai TPH masing-masing perlakuan turun dari 5,8% menjadi 2.8-3.2% setelah 12 minggu. Analisis statistik menyatakan bahwa pemberian konsorsium, dan dosis konsorsium bakteri tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan nilai TPH maupun terhadap populasi mikroba tanah. Pada percobaan 2 (dengan penambahan bahan organik), kedua konsorsium bakteri dapat menurunkan TPH di bawah 1% setelah 5 minggu percobaan. Berdasarkan hasil percobaan ini, konsorsium bakteri yang dikembangkan di lab diduga mengalami kendala lingkungan yang menyebabkan tidak dapat hidup lama di tanah.Kata kunci: bioremediasi,konsorsium mikroba, tanah tercemar minyak,  TPH
PENGOLAHAN GAS LIMBAH PROYEK GAS NATUNA Sumartono, Sumartono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.294 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i1.158

Abstract

Proyek Gas Natuna yang akan mengembangkan cadangan gas sebesar 46 TCF dapat menghasilkan 2400 MSCFD hidrokarbon selama lebih dari 30 tahun. Dengan potensi tersebut akan mampu memasok kebutuhan gas dalam jumlah besar dan jangka panjang serta menghasilkan nilai ekonomi yang besar. Namun Proyek Gas Natuna juga menghadapi tantangan harus dapat mengolah gas limbah yang terdiri atas 71 % CO2 dan 0,6 % H2S. Untuk memisahkan CO2 diterapkan teknologi Cryogenic, sedangkan untuk memisahkan H2S diterapkan teknologi Flexsorb SE. Teknologi Cryogenic mampu menurunkan kandungan CO2 dari 71 % menjadi 18 %, sedangkan teknologi Flexsorb SE mampu menurunkan kandungan H2S dari 930 ppmv menjadi 20 ppmv. Pembuangan dan penyimpanan CO2 dan H2S secara permanen dilakukan dengan menginjeksikannya kedalam aquifer melalui anjungan injeksi. Kombinasi teknologi Cryogenic dan Flexsorb SE mampu menghasilkan gas Natuna yang memenuhi persyaratan lingkungan dan kompetitif.
AKTIVITAS AKTINOMISETES DARI BANGKA-BELITUNG KOLEKSI BIDANG MIKROBIOLOGI, PUSLIT BIOLOGI- LIPI DALAM MEMPRODUKSI ENZIM KITINASE Soeka, yati Sudaryati; Triana, Evi; Setianingrum, Ninu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 3 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.075 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v11i3.1187

Abstract

The aim of the research was to know the capability of actinomycetes isolate from Bangka Belitung, which stored at Microbiology-LIPI Culture Collection, in producing chitinase enzyme. This isolate which could produce chitinolitic enzyme, signed by clear zone at medium contain 1% chitine. The chitinase activity of the isolate which incubated for 1-7 days in the room temperature was analyzed by spectrophotometer in λ 584 nm. The result of this experiment was highest chitinase activities with incubated for 3 days, were 1.66 . 10-2 U/ml. Maximum chitinase activities was found at 1% starch soluble substrate 2.83 . 10-2, pH 8.0 and at 50°C condition were 9.3 . 10-2 and 12.98 .10-2 U/ml respectively.Key words : chitinase, clear zone, spectrophotometer
PELUANG PEMANFAATAN RUMPUT LAUT SEBAGAI AGEN BIOFILTRASI PADA EKOSISTEM PERAIRAN PAYAU YANG TERCEMAR Komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.113 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i3.286

Abstract

Some observation result said that the worst of enviromental uality happened is primarily caused by mislead in the aim of develoment nature resources that only concern to economic growth. Therefore, the develoment of brakisth water ecosystem as an economic growth region should be relatedto the goal of enviromental waters uality management. To enhance this goal, the people utilizing brakish water ecosystem as aquaculture site may reduce organic pollution that is producedby their activities. Integrationof Gracilaria sp as a biofilter agent in aquaculture pond or in the wastewater treatment system is an alterantivetechnology for waters quality recovery enhancement.The initial success of this method in some countries has been reported. Therefore, if the biofiltration process in reducing organic pollution run properly, waters pollution in certain brakish ecosystemmaybe reduced.
ANALISIS VIABILITAS PROBIOTIK Lactobacillus TERENKAPSULASI DALAM PENYALUT DEKSTRIN DAN JUS MARKISA (Passiflora edulis) Yulinery, Titin; Nurhidayat, N.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.835 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1411

Abstract

Probiotik cair tidak efisien dalam stabilitas dan kemasan. Bubuk probiotik dapat disimpan lebih lama dan stabilitas dalam kualitas. Bubuk bisa dibuat dengan metode enkapsulasi sedangkan konsentrasi lapisan sangat penting. Rasa dari bubuk seperti jus markisa yang diperlukan untuk mendapatkan rasa bagus di minum. Penelitian ini menggunakan L. plantarum dan Lactobacillus Mar 8 A17 dengan menambahkan gairah jus buah dan dekstrin dengan konsentrasi beberapa seperti 2%, 5%, 10% dan 15%. Kemudian dikemas dengan menggunakan spray dryer pada 125oC. Bubuk dari enkapsulasi disimpan selama 2 minggu pada suhu 4oC, tahapan uji coba telah dilakukan untuk bedak sebelum dan setelah enkapsulasi setelah disimpan selama 2 minggu pada suhu 4oC. Setelah enkapsulasi bahwa berat tertinggi pada pengobatan dengan menggunakan jus buah gairah Lactobacillus A17 dengan dekstrin 15% adalah 5649,6 mg dan diikuti oleh L. plantarum Mar8 adalah 5400 mg. Kelangsungan hidup setelah enkapsulasi untuk setiap konsentrasi dekstrin yang signifikan, kecuali pada konsentrasi 10% tidak signifikan, tapi di gudang untuk penyimpanan dua minggu setelah enkapsulasi kelangsungan hidup Lactobacillus plantarum Mar8 dan A17 Lactobacillus signifikan. yaitu 8,59 log10 cfu / g dan 7,28 log10cfu / g. Penyimpanan setiap sampel adalah variasi, tetapi LactobacillusA17 dengan dekstrin 10% dapat disimpan sampai 72,02 hari dan tingkat mortalitas adalah 0,00141 cfu / g / jam, sedangkan L.plantarum Mar8 bisa menjadi toko hanya sampai 14,63 hari dan tingkat mortalitas adalah 0,00867 cfu / g / jam. Jadi, perawatan ini dengan menambahkan jus markisa dengan dekstrin 10% dapat direkomendasikan sebagai probiotik dalam bentuk bubuk kata kunci: Lactobacillus, enkapsulasi, dekstrin, gairah jus buah AbstractThe liquid probiotic is not efficient in stability and packaging. The powder probiotic could be kept longer and stability in quality. Powder could be made by encapsulation method while the concentration of coating is very important. The flavor of the powder like passion fruit juice was needed to get the nice taste in drinking. This research used L. plantarum Mar 8 and Lactobacillus A17 by adding passion fruit juice and dextrin with several concentration like 2%, 5%, 10% and 15%. Then encapsulated by using spray dryer at 125oC. The powder of encapsulation stored for 2 weeks at 4oC, viability test had been done to the powder before and after encapsulation after stored for 2 weeks at4oC. After encapsulation that the highest weight on the treatment by using passion fruit juice of Lactobacillus A17 with 15% dextrin was 5649.6 mg and followed by L. plantarum Mar8 was 5400 mg. The viability after encapsulation for each dextrin concentration was significant, except at 10% concentration was not significant, but in storage for two weeks storage after encapsulation the viability of Lactobacillus plantarum Mar8 and  Lactobacillus A17 was  ignificant. ie, 8.59 log10 cfu/g and 7.28 log10cfu/g. The storage of each sample were variation, but Lactobacillus A17 with 10% dextrin could be stored until 72.02 days and the mortality rate was 0.00141 cfu/g/hour, while L.plantarum Mar8 could be store only until 14.63 days and the mortality rate was 0,00867 cfu/g/hour. So,this treatment by adding passion fruit juice with 10% dextrin could be recommended as probiotic in powder forms key words : Lactobacillus, encapsulation, dextrin, passion fruit juice

Page 12 of 122 | Total Record : 1211


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue