cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 1,211 Documents
DINAMIKA PERUBAHAN TEMPERATUR DAN REDUKSI VOLUME LIMBAH DALAM PROSES PENGOMPOSAN (STUDI KASUS PENGOMPOSAN DI RPH CAKUNG – JAKARTA TIMUR) Wahyono, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.284 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v9i3.469

Abstract

The goal of this research is to study the dynamics changing of temperature, weight and volume of wastes during composting process in Cakung Slaughterhouse. The composting process was done using windrow system for 65 days. Windrow was turned mechanically using compost turning machine once a week. Composition of input wastes was calculated based on its volume and specific weight. Regularly, windrows were measured of their volume, weight and temperature. The composting shows that weight and volume reduction was exponentially done in the two of the first weeks. The temperature also exponentially increased in that time. Those indicated that the increasing of metabolisms and development of microbiology during composting process. Weight and volume reduction reached about 80 percent, and their temperature reached above 55oC during first weeks. The dynamics changing of the temperature and volume/weight reduction was the key parameter for evaluating composting process.
PROSPEK DAN PERMASALAHAN DALAM TRANSFER TEKNOLOGI LINGKUNGAN DI INDONESIA Agustine Adibtoro, Tusy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.698 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.245

Abstract

Teknologi sebagai salah satu alat dalam melaksanakan pembangunan ternyata menjadi salah satu penyebab utama dari kerusakan lingkungan. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan, Teknologi juga merubah orientasinya yang semula untuk kepentingan ekonomi semata menjadi berorientasi pada kelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan. Untuk itu dikembangkan teknologi produksi bersih yang pada dasarnya merupakan upaya pengurangan dampak pada seluruh daur suatu produk teknologi, sejak pemilihan bahan baku produksi sampai dengan pembuangan limbah. Agenda 21 mengamanatkan agar negara-negara maju dapat membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas produk industrinya melalui transfer teknologi termasuk kemudahan akses informasi dan promosi teknologi tradisional serta peningkatan kapasitas endogenousnya. Pada kenyataannya, proses transfer teknologi tersebut dirasakan lebih banyak menguntungkan kepentingan negara maju bahkan cenderung dirasakan ketidakadilan atas kepemilikan sumberdaya, pengetahuan dan teknologi setempat. Dilain pihak, adanya kemampuan negara berkembang dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhannya perlu mendapat perhatian, utamanya di dalam aspek pendanaan untuk diseminasi teknologi di dalam negara berkembang itu sendiri. Pada dasarnya diseminasi teknologi tersebut juga merupakan suatu bentuk transfer teknologi. Untuk iru, perlu kiranya dikoreksi praktek-praktek transfer teknologi yang selama ini terjadi dengan mencari sistem, mekanisme serta kelembagaan yang lebih baik yang dapat mendukung terciptanya kegiatan transfer teknologi ramah lingkungan yang menguntungkan semua pihak.
MEKANISME FISIOLOGIS TUMBUHAN HIPERAKUMULATOR LOGAM BERAT = Heavy Metal Hyperaccumulator Plant Physiology Mechanism Hidayanti, Nuril
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.277 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1424

Abstract

One approach to remediate toxic metal pollutants is phytoextraction using hyperaccumulator plants. These plant species are able to accumulate high concentrations of metal ions without suffering fromyield reduction as a result of metal toxicity. Physiological studies showed that metal hyperaccumulation in particular plant species is regulated by multiple pathways and genes controlling metal uptake,accumulation, and tolerance. Currently, research and development on hyperaccumulator plants are progressing in at least seven focus areas: (1) Improving plant root system for higher penetration capacity and more efficient pollutant extraction from heterogeneous contaminated soils, (2) Altering plant’s rhizosphere for secreting various enzymes to enhance extraction, (3) Improving short distance transport systems for nutrients and toxic elements in roots (4) Enhancing mobility of metalsfrom roots up to shoots. (5) Improving long-distance transport of metals, (6) Maximizing capacity of physical sinks such as subcellular vacuoles and epidermal cells and (7) hypertolerance mechanismsto resist the cytotoxic effects of the accumulated metals. Current trends in phytoremediation research are focus at genetic and molecular level. Research objectives in this area include: understanding bio-pathways involved in contaminant degradation and sequestration, identifying specific genes involved in phytoremediation processes, investigating cell signaling pathways that affect genetic expression of plant enzymes, analyzing and identifying root exudates components and chemical fingerprinting to assess phytoremediation effects at specific sites. Keywords: hyperaccumulator, phytoextraction, phytoremediation, heavy metalsAbstrakSalah satu pendekatan untuk memulihkan polutan logam beracun adalah phytoextraction menggunakan tanaman hiperakumulator . Jenis tanaman ini mampu mengakumulasi konsentrasitinggi ion logam tanpa mengalami penurunan hasil akibat keracunan logam. Studi fisiologis menunjukkan bahwa hyperaccumulator logam dalam spesies tanaman tertentu diatur oleh beberapajalur dan gen mengendalikan serapan, akumulasi , dan toleransi logam. Saat ini, penelitian dan pengembangan tanaman hiperakumulator mengalami kemajuan dalam setidaknya tujuh bidangfokus: (1) Meningkatkan sistem perakaran tanaman untuk kapasitas penetrasi yang lebih tinggi dan ekstraksi polutan lebih efisien dari tanah yang terkontaminasi, (2) Mengubah rizosfir tanaman untukmengekstrak berbagai enzim guna meningkatkan ekstraksi, (3) Meningkatkan sistem transportasi jarak pendek untuk nutrisi dan unsur-unsur beracun dalam akar, (4) Meningkatkan mobilitas logamdari akar hingga pucuk, (5) Meningkatkan transportasi jarak jauh dari logam, (6) Memaksimalkan kapasitas tenggelam fisik seperti vakuola subselular, sel-sel epidermis, dan (7) Mekanisme hypertolerance untuk melawan efek sitotoksik dari logam akumulasi . Saat ini kecenderungan dalam penelitian fitoremediasi adalah fokus pada tingkat genetik dan molekuler. Tujuan penelitian di bidangini meliputi: pemahaman bio - jalur yang terlibat dalam degradasi kontaminan dan penyerapan , mengidentifikasi gen tertentu yang terlibat dalam proses fitoremediasi , menyelidiki jalur sinyal selyang mempengaruhi ekspresi genetik dari enzim tanaman , menganalisis dan mengidentifikasi eksudat akar komponen dan sidik jari kimia untuk menilai fitoremediasi efek pada situs tertentuKata Kunci: hiperakumulator, phytoextraction, fitoremediasi, logam berat
POTENSI LIMBAH INDUSTRI PERTANIAN DI P3G PERTANIAN JANGARI, CIANJUR {STUDI KASUS: PEMANFAATAN LIMBAH KEPALA IKAN PAT IN (PANGASIUS PANGASIUS)} Lisyastuti, Esi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.978 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v7i2.373

Abstract

This article discusses the potency waste fisheries industry in case studyP3G Jangari Cianjur as an effort of increasing added value of fillet wasteof Pangasius pangasius. One of the alternative technique is driedhypophyses (pituitary glands). The dried hypophyses can be producedfrom fillet waste of Pangasius pangasius. Hypophyses should be collectedfrom mature, freshly killed Pangasius. They should then be dehydratedand stored. These dried hypophyses will be needed for the preparation ofthe hormonal extract to be injected into the Pangasius breeders forinducing their maturation.
Enzim Laccase dari Edible Mushroom untuk Pemutihan Pati Sagu Ramah Lingkungan Reksohadiwinoto, Budhi Santoso; Rosmalawati, Syofi; Cahyana, Purwa Tri; Hariyanto, Bambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.606 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.1790

Abstract

Sagu pada umumnya berwarna kecoklatan dan bau kurang sedap. Kelemahan ini dapat diperbaiki dengan penambahan enzim Laccase dalam produksi pati sagu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan enzm Laccase dari edible mushroom.  Bahan yang digunakan adalah jamur Plurotus ostreatus, Agaricus bisporus dan Rhyzopus  oligosporus yang diperoleh dari pasar dan bahan kimia media. Metoda yang digunakan adalah melalui fermentasi cair menggunakan skala flask.  Hasil yang diperoleh bahwa  Pleurotus ostreatus pada uji agar cawan petri membentuk zona ring merah kecoklatan yang tebal menunjukan kemampuan oxidase senyawa guaicol dan syringaldazine. Uji fermentasi cair skala flaks 500 mL kultur jamur Pleurotus ostreatus, Agaricus bisporus, Rhyzopus oligosporus selama 21 hari. Hasil Laccase yang diproduksi oleh Pleurotus ostreatus mempunyai aktivitas tertinggi yaitu mencapai 774 U/L pada analisa spektrofotometer menggunakan substrat ABTS. Sementara itu, Agaricus bisporus dan Rhyzopus oligosporus mencapai puncak produksi laccase masing-masing 484 U/L dan 480 U/L.Kata kunci : Pleurotus ostreatus, Agaricus bisporus, Rhyzopus oligosporus, Laccase, bioleaching, dan kualitas pati sagu
EVALUASI LAHAN UNTUK ZONASI KOMODITAS UNGGGULAN PERTANIAN KASUS KAWASAN RAWA PASANG SURUT KABUPATEN BATOLA ., Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 3 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.156 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v11i3.1178

Abstract

The evaluation of agricultural commodity zoning is implemented on tidal swamp area in Batola District, South Kalimantan Province . In fact, the quality of land varies from one place to the others due to the presence of limiting factors in it. Therefore a study of land suitability is essentially needed before utilizing land for cultivation. The method used in the study refers to FAO procedure and Soil Research Institute as well. A brief explanation of land resources evaluation, land suitability and commodities zoning for food crop,horticulture, and plantation crop is presented in the methodology. Then, the results of land characterization and suitability classification in Batola District are discussed, so that,more derstanding in respect to land properties and quality is derived. There are threegroups of soils is found the study area, namely peat soils, marine soils and pluviatile soils. By nature those soils have several limiting factors, i.e. drainage (flooding), acidity,sulphate potential, salinity, and low fertility. The highest grade of suitable land in Batola is only S2 (moderately suitable), and the largest area is classified as S3 (marginally suitable) for all analyzed cultivation. Since, the results of land suitability were derived then the commodities zoning were conducted. Water managing, liming, and fertilizing are definitely needed for land development and land reclamation.Key words: land evaluation, commodities zoning, GIS, agriculture
KETERKAITAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DAN PENYEDIAAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN Mukaryanti, Mukaryanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.973 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.277

Abstract

Sejauhmana masyarakat, termasuk industri menggunakan teknologi lingkungan yang tersedia terkait erat dengan tingkat kesadaran dan kepedulian (awareness) masyarakat terhadap lingkungan. Salah satu penyebab keterbatasan penggunaan teknologi lingkungan di Indonesia saat ini adalah pengetahuan dan kepedulian masyarakat (public awareness) terhadap lingkungan yang masih sangat kurang. Oleh sebab itu, penyediaan teknologi lingkungan perlu didukung oleh penyelenggaraan pendidikan lingkungan secara intesif. Demikian pula dalam proses terjadinya perubahan pola perlakuan masyarakat terhadap lingkunga sebagai dampak kenerhasilan penyelenggaraan pendidikan lingkungan, maka diperlukan dukungan ketersediaan teknologi lingkungan yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan penyelesaian masalah lingkungan yang dihadapi. Terbentuknya keterkaitan antara kedua aspek tersebut diharapkan dapat memebrikan kontribusi yang berarti dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Pembahasan berikut merupakan ulasan berdasarkan referensi dan pengamatan kondisi penyediaan teknologi lingkungan dan pendidikan lingkungan di Indonesia saat ini.
APLIKASI METODE CURVE NUMBER UNTUK MEMPRESENTASIKAN HUBUNGAN CURAH HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN DI DAS CILIWUNG HULU – JAWA BARAT Tikno, Sunu; Hariyanto, Teguh; Anwar, Nadjadji; Karsidi, Asep; Aldrian, Edvin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.735 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1402

Abstract

Aliran permukaan/limpasan (run off) merupakan salah satu variabel hidrologi yang sangat penting di dalam menunjang kegiatan pengembangan sumber daya air. Metode prediksi yang handal untuk menghitung jumlah dan laju limpasan yang berasal dari permukaan tanah dan bergerak menuju sungai di suatu DAS yang tidak dilengkapi alat ukur (ungaged watershed) adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit dan memerlukanwaktu yang banyak. Penelitian ini dilakukan di DAS Ciliwung Hulu, yang merupakan daerah penting dalam kotribusi banjir di Jakarta. Untuk mengetahaui run off  yang terjadi, digunakan data curah hujan dan debit Tahun 2007-2009. Sebagai model, untuk mengetahui run off menggunakan peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, dan topografi. Peta-peta tersebut diolah dengan menggunakan Arcview, sehingga didapatkannilai CN. Berdasarkan analisis perhitungan, besarnya debit mendekati 50% dari tebal hujan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kondisi DAS Ciliwung Hulu sudah tidak mampu lagi menyerap curah hujan dengan baik. Korelasi antara hasil prediksi run off model yang menggunakan CN dengan perhitungan run off observasi cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode Curve Number cukup dapat mepresentaskan hubungancurah hujan dengan aliran permukaan (run off). kata kunci : Run off observasi, run off model, curve number AbstractRun off (surface flow) is one of the most important hydrological variable in supporting the activities of water resources development. A reliable prediction method to calculate the amount and rate of runoff from the land surface caused by the rain that falls in a watershed that is not equipped with measuring devices (un gauge watershed) is a verydifficult job and requires a lot of time. The research was conducted in the watershed Ciliwung Hulu, which is an important area in relation to the incidence of flooding in Jakarta. Curve Number (CN) method can be used to predict the amount of runoff from a watershed. This model required input of rainfall; land cover maps; soil type maps,and topography. The maps are processed using Arc View software, so we get the value of CN. In this study, we used of rainfall and discharge data 2007-2009. Based on the analysis of calculation, known that amount of surface flow approaching 50% of rainfall depth. This condition indicates that the Ciliwung Hulu watershed conditions were not ableand proper to absorb of rainfall. The correlation between the results of run-off prediction models using CN with run-off observation was quite good. This indicated that the Curve Number method could be able to represent the relationship of rainfall with surface flow (run off) and also to predict runoff key words: Run off observation, run-off model, curve number
PENGARUH PUPUK KANDANGAN TERHADAP SERAPAN Cr PADA KACANG TANAH Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.622 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v8i1.405

Abstract

Naturally, the farm damage cure effect of heavy metal waste dismissalwill need very long time, but with growing of knowledge and technologyhence the damage cure acceleratable by passing input bacterium orbioremidiasi into impure land.Organic materials in compost or cage manure have role of vitalimportance in influencing heavy metal availability in land. Organic Manureusage can degrade heavy metal content of chromium at impure landuntil 67 - 68 %. The degradation of heavy metal content in land havecorrelation to level of chromium content to quality of agro product andcrop. Standard gyration quality for chromium content range from 0,5 -1,0 ppm, while chromium content in peanut crop > 0,5 ppm, so that isnot peaceful if exploited for livestock food, but chromium content atseed reside in below standard quality of competent so that to beconsumed, however for certainty have to be seen other heavy metalcontent (cadmium).
Strategi Perencanaan dan Rekayasa Lingkungan untuk Mewujudkan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan Studi Kasus Kawasan Science Techno Park Penajam Pratama, Reba Anindyajati; Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.239 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2549

Abstract

Perubahan paradigma pembangunan Indonesia telah mendorong pengembangan sektor maritim. Di sisi lain perlindungan ekosistem mangrove dari ancaman pembangunan infrastruktur pesisir juga menjadi isu penting, salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mencarialternatif dan strategi pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan di kawasan NSTP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan National Science Techno Park (NSTP) dapat menyebabkan perubahan ekosistem mangrove. Hutan mangrove yang ada adalah mangrove primer di perairan tenang, dengan kerapatan tinggi. Desain pengembangan kawasan NSTP perlu memperhatikansirkulasi air untuk ekosistem mangrove. Rekayasa lingkungan diarahkan pada pembangunan kanal dengan lebar 10 m, kedalaman 6 m sepanjang 500 m dan 250 m. Konservasi spasial diarahkan pada ketentuan kawasan terbangun tidak melebihi 30%.

Page 14 of 122 | Total Record : 1211


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue