cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 1,211 Documents
TEKNOLOGI USAHATANI KONSERVASI TERPADU KONSEP PEMBANGUNAN BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.875 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.278

Abstract

Sebagian besar sumber daya lahan di Indonesia merupakan lahan kering yang memiliki potensi untuk usaha pertanian. Pada umumnya kawasan lahan kering tersebut memiliki topografi dari landai sampai terjal, sehingga apabila dimanfaatkan untuk usahatani sangat rentan terhadap erosi. Tingkat erosi yang tinggi merupakan masalah serius terhadap kelestarian sumberdaya lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dibagian hulu, dan menimbulkan pengaruh negatif di DAS bagian hilir.Usahatani pada lahan kering menghadapi problema yang sangat kompleks,beragam dan beresiko tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian dengan strategi pendekatan pengelolaan secara terpadu. Penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai disimplin ilmu (interdisipliner). institusi (interinstitusi) dan petani sebagai pengelola utamanya.Pengembangan sistem usaha tani konservasi terpadu pada sub DAS Prambanan hulu dengan tujuan mencari solusi pengembangan teknologi alternatif serta upaya mengendalikan erosi, ternyata telah mendapat respon positif baik oleh petani binaan maupun non-binaan.
EVALUASI KARAKTERISASI DAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN : STUDI KASUS KABUPATEN KAMPAR Mubekti, Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.228 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1403

Abstract

Inventarisasi sumberdaya lahan dalam kaitannya dengan penentuan kesesuaian lahan merupakan hal yang harus dilakukan dalam analisis perencanaan wilayah. Studitentang kemampuan lahan di Kabupaten Kampar, Riau telah dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan perkebunan. Informasi umum lingkungan fisik disajikan untuk mengetahui secara sekilas tentang wilayah studi.Metodologi klasifikasi kesesuaian lahan disampaikan dalam tulisan ini, kemudian hasil analisisnya didiskusikan. Berdasarkan bentuk lahan, wilayah studi dibagi menjadi 8 grup fisiografi, yaitu kubah gambut, aluvial, dataran tufa masam, dataran, karst, perbukitan, pegunungan dan aneka bentuk lahan. Bentuk lahan yang paling luas ditempati oleh fisiografi dataran, sementara yang paling sempit luasannya adalah fisiografi karst.Sebagian besar lahan di wilayah studi masuk kelas sesuai untuk komoditas unggulan perkebunan, terutama untuk tanaman kelapa sawit, karet, kelapa dan kakao. Namun demikian, lahan yang sesuai tersebut didominasi oleh kelas sesuai marjinal. Sementara itu kesesuaian lahan untuk komoditas gambir sebagian besar masuk katagori tidak sesuai. Sebagian lahan yang mempunyai kelas lebih rendah dalam kesesuaian lahan aktual dapat ditingkatkan kelasnya dalam kesesuaian lahan potensial asalkan faktorfoktorpembatas lahan dapat diperbaiki. Faktor-faktor pembatas lahan terdiri dari dua jenis, yaitu (1) faktor pembatas permanen yang tidak dapat diperbaiki, misalnya lereng, tekstur tanah, ketinggian (altitude), dan (2) faktor pembatas yang dapat diperbaiki, misalnya kesuburan lahan, unsur racun Al, kemasaman tanah. kata kunci: Satuan lahan, kesesuaian lahan, GIS, Remote Sensing AbstractLand resource inventories to determine land suitabilities have become standard part of planning analysis. A study of land carriying capacity in kampar District, Riau has been done aiming to evaluate the suitability of land for plantation crops. General information regarding to physical environment of study area are presented in order to know an overview of the study area. The Methodology of land suitability classification corresponding to the selected plantation crops are briefly explained, then, the results of the study are discussed. The study area is divided into 8 group of fisiographic land units, namely, peat dome, alluvial, acid tuff plain, plain, karst, hilly, mountain and miscellaneouslandform. The largest one is occupied by plain fisiographic and the smallest one is occupied karst fisiographic. Most of the land is suitable for selected plantation crops, especially for palm oil, rubber, coconut, and cocoa. But, those of suitable land is dominated by marginally suitable category. Whereas for gambier crop shows that most of the land is classified into unsuitable category. A part of the lower class in the actual suitability could be improved to a higher class in the potential suitability depending on limiting factors. There are two types limiting factors to define land suitability, i.e., (1) permanently (un-improvable) limiting factors, such as slope, soil texture, latitude and(2) improvable limiting factors, such as soil fertility, Al toxicity, soil acidity. key word: land unit, land suitability, GIS, Remote Sensing
KEKUATAN BIOREMEDIASI JAMUR DAN BIOKONVERSI LIMBAH PERTANIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JAMUR Tjokrokusumo, Sabaruddin Wagiman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.709 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v8i1.406

Abstract

Bioconversion technology of agricultural waste or biowaste has beenknown by industries as one of the technology that could provide orincrease quality og fod through industrial food processing. However,some of people in Indonesia have not been realized that uneconomicvalues and unnutritious of agro materials could be converted into highvalue of food and feed, and also usefull material for soil conditionerwhich is improved soil health. In addition, spent mushroom substrateas a waste of mushroom production can be used for a stater material toremediate contaminated soil as one of the strong capability materialfor bioremediation technology for polluted environment. Therefore, thisreview would like to create some hopes for pheasant to covert someagricultural waste materials into useful materials toward povertyalleviation and sustainable community development as mentioned bymillennium development goals. Through this application ofbioconversion and bioremediation technology of agricultural waste whichis ubicuitous in tropical countries like Indonesia, we do much more forenvironmental care and social welfare.
Perbandingan Pengelolaan Lingkungan pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Aplikasi Anorganik Chelated dengan Probiotik Parlina, Iin; Nasirin, Nasirin; Ihsan, Iif Miftahul; Suharyadi, Suharyadi; Syaputra, Affandi; Budiani, Sri; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.407 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2533

Abstract

Penggunaan probiotik untuk meningkatkan kualitas budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah banyak diterapkan pada tambak udang untuk membantu meningkatkan produktivitas tambak. Salah satu kelemahan probiotik adalah proses yang panjang dan tidak terukur dengan baik, karena mikroorganisme probiotik sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan bagaimana perlakuan selama aplikasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif untuk pengembangan aditif kelautan dalam kegiatan budidaya udang. Studi penggunaan dilakukan pada skala proyek percontohan dengan menggunakan 2 plastik beton bertulang berukuran 8m x 4m x 1m dengan volume 40m2. Untuk membandingkan perlakuan antara metode konvensional (Pond A sebagai kontrol) dan chelated agent (Pond B). Dalam perawatan menggunakan agen chelated, kolam dioperasikan tanpa proses sterilisasi. Konsentrasi Chelate yang digunakan adalah 300 ppm. Parameter kualitas air yang telah dipantau adalah suhu, salinitas, nitrit, nitrat, TOM, dan DO. Hasilnya menunjukkan bahwa tanpa melalui proses operasi yang rumit, penambahan aditif kelautan chelate meningkatkan pertumbuhan udang vaname dibandingkan dengan yang konvensional. Kisaran kualitas air masih dalam kisaran yang wajar untuk kehidupan udang vaname.
PELESTARIAN TANAMAN PANGAN DENGAN TEKNIK KULTUR IN VITRO Widyastuti, Netty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.07 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.182

Abstract

Saving the world genetic germplasm has been world community’s concern. It is a must to find a way to preserve Indonesian’s food plant biodiversity. In vitro technique culture is a proper alternative conservation of food plants. The technique is suitable for short viable seeds and vegetative multiplicating plants. Based on storage length, in vitro technique can be divided into two catagories. First short or medium term storage which intends to suppress the growth of the seed temporarily and secondly long term storage proposes to halt metabolic activity, however, the cells are still viable. There are some advantages of in vitro preservation such as savingdistinctive plants, foliage, plant without seeds, free pathogens, free disruption of environments. It is preserved free pathogen, and working on relative small room enough.
KERAGAMAN LUMUT DAUN DI HUTAN BEKAS TERBAKAR BUKIT BANGKIRAI, KALIMANTAN TIMUR=MOSS DIVERSITY IN THE FOREST FIRE FROM BUKIT BANGKIRAI, EAST KALIMANTAN Windadri, Florentina Indah; Haerida, Ida; Yamaguchi, Tomio; Shimizu, Hideyuki
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.117 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v11i2.1211

Abstract

Bukit Bangkirai is a public recreation forest in East Kalimantan. During the long dry season in 1982-1983 and 1997-1998 some parts of the forest have burnt out, only small part war escaped. Bryophytes are small plant and usually abundantly grows on the forest.The Bryodiversity research in the Bukit Bangkirai has been done in the 2000 to 2003.Total sample of bryophyte collections about 3000 numbers since seven period collections and the result of identification were found 92 species including 27 genera and 9 families.The dominant mosses found are Achantorrhynchium papilatum, Arthrocormus schimperi,Leucobryum sanctum, Octoblepharum albidum, Pyrrhobryum spiniforme, Syrrhopodonalbovaginatus and Syrrhopodon spiculosus. Only four species found in control plot.They are Ctenidium malacobolum, Fissidens zippleianus, Groutiella tomentosa and Taxithellium lindbergii. Acroporium diminutum, Leucobryum juniperinoides, Calymperes aeruginosum, Fissidens robinsonii and Syrrhopodon semilimber were only found in the light damage plot and Fissidens wichurae, Isopterygium textori, Leucobryum bowringii,Syrrhopodon confertus were only found in the heavy damage plot. The mosses usuallygrows on the soil and rotten logs in damp site.Key words: Bangkirai forest recreation, east Kalimantan, mosses, burn areas,diversity.
KONSERVASI PLASMA NUTFAH SECARA IN VITRO Tjokrokusumo, Donowati S
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.052 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i2.310

Abstract

Tehnik-tehnik in vitro mempunyai potensi yang sangat besar untuk koleksi, pertukaran, dan konservasi termasuk (1) sumberdaya genetis dari benih-benih yang mengandung “recalcitrant” dan species yang di perbanyak secara vegetatif seperti halnya species yang sedang dalam bahayakepunahan, (2) genotipe “elite” yang dikembang-biakkan pada skala besar dalam laboratorium produksi, dan (3) kultur /pembibitan galur sel yang memproduksi bahan “metabolite” dan bahan baku yang direkayasa secara genetis. Tehnik koleksi secara in vitro yang menggunakan embrio atau jaringan vegetatif telah diterapkan dilapangan untuk mengkoleksi plasma nutfah dari berbagai macam species yang bermasalah. Kultur in vitro secara rutin digunakan untuk pertukaran sumber genetis dari sejumlah species, karena keuntungannya dengan teknik ini dalam hal status phytosanitary dan biaya nya relatif kecil.Tehnik pertumbuhan lambat telah dikembangkan untuk konservasi jangka menengah pada sejumlah species tetapi penggunaan secara rutin masih terbatas pada sejumlah species tanaman tertentu. Penggunaan tehnik cryopreservasi secara rutin masih terbatas pada konservasi galur Seldalam skala penelitian laboratorium. Namun demikian, petunjuk sederhana dan teknik pembekuan yang efisien telah dikembangkan baru-baru ini untuk “apices” dan embrio, secara operasional untuk peningkatan jumlah species dapat dipertimbangkan. Dalam paper ini akan dibahas tentang (1)pengembangan tehnik koleksi in vitro, (2) demonstrasi dari fleksibilitas, kesederhanaan dan kepraktisan penyimpanan pada pertumbuhan lambat guna peningkatan kegunaannya, (3) percobaan tehnik cryopreservasi yang telah ada pada suatu skala besar dalam suatu konteks gene bank dan pengembangan dari protocol tehnik cryopreservasi.
Kondisi Kualitas Air Sungai Surabaya Studi Kasus: Peningkatan Kualitas Air Baku PDAM Surabaya Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.277 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.2547

Abstract

ABSTRACTThe disposal of domestic and industrial waste to Surabaya river continues to increase, resulting in worse physical condition and severe pollution. The existence of Surabaya river is very important for the sustainability of the economy and the survival of society, industry, and commerce around the riverbank. In addition, Surabaya River becomes the raw water source of PDAM Surabaya and more than 3 million consumers of Surabaya PDAM depend on the water quality condition of Surabaya River. The purpose of this activity is to know the current condition of Surabaya River’s water quality and to determine the technology that can improve the water quality of PDAM. The conclusion that can be drawn from the water quality condition of Surabaya River is the high concentration of organic matter pollutants. Moreover, it is increasing in the dry season. With the increasingly poor quality of raw water coming from Surabaya river, consequently, the cost of processing will become more expensive. Therefore, conventional processing is not able to eliminate the pollutant compounds. One alternative technology to improve the quality of raw water is to apply a pretreatment process with the process biological by using biofilter technology. Keywords: water quality in Surabaya River, Surabaya Municipal Waterworks (PDAM), Biofilter technology ABSTRAKPembuangan limbah domestik dan industri di sepanjang Kali Surabaya terus meningkat, mengakibatkan kondisi fisik sungai semakin memburuk dan mengalami pencemaran semakin berat. Keberadaan kali Surabaya sangat penting bagi keberlangsungan perekonomian dan kelangsungan hidup bagi masyarakat, industri, dan niaga di sekitar bantaran kali. Selain itu Kali Surabaya menjadi sumber air baku PDAM Surabaya dan lebih dari tiga juta konsumen PDAM Surabaya bergantung pada kondisi kualitas air Kali Surabaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air Kali Surabaya dan menentukan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas air baku PDAM. Kesimpulan yang dapat diambil dari kondisi kualitas air Kali Surabaya adalah tingginya konsentrasi polutan zat organik yang semakin meningkat pada musim kemarau. Dengan semakin buruknya kualitas air baku yang berasal dari Kali Surabaya, akibatnya biaya pengolahan akan menjadi semakin mahal dan pengolahan secara konvesional tidak mampu menghilangkan senyawa polutan tersebut Salah satu teknologi alternatif untuk meningkatkan kualitas air baku PDAM adalah dengan menerapkan proses pengolahan awal (pretreatment) dengan proses biologis menggunakan teknologi biofilter. Kata kunci: kualitas air Kali Surabaya, PDAM Surabaya, Teknologi Biofilter 
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DAN KONDISI FISIKO KIMIAWI SEDIMEN DI PERAIRAN DONAN, CILACAP - JAWA TENGAH Sudaryanto, Agus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.205 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.205

Abstract

Studi tentang struktur komunitas makrozoobenthos dan hubungannya dengan karakteristik fisik kimia sedimen sebagai dampak kegiatan industri dan domestik lainnya telah di lakukan di perairan Donan, Cilacap, Jawa Tengah. Struktur komunitas makrozoobenthos di perairan Donan telah mengalami perubahan dengan ditunjukkan oleh keragaman dan kelimpahan spesies yang rendah. Sementara itu parameter lingkungan, seperti C-organik menunjukkan konsentrasi yang tinggi dan beberapa logam berat di sedimen juga terdeteksi. Konsentrasi logam berat bervariasi, yaitu Hg, Pb, Cd, Cr dan Ni dengan rata-rata konsentrasi berturut-turut sebagai berikut : 0,03 ppm; 7,4 ppm; 1,2 ppm; 14 ppm; 5,4 ppm; dan 3,2 ppm. Secara umum rendahnya kelimpahan makrozoobenthos ditemukan pada stasiun dengan kandungan logam berat yang tinggi, khususnya pada daerah sekitar kegiatan industri. Konsentrasi logam berat pada saat pengamatan terlihatlebih tinggi dari pengamatan sebelumnya. Hal ini menunjukkan telah terjadipemasukan logam berat ke perairan Donan dimana aktivitas industri di sekitar perairan kemungkinan merupakan sumber utama pencemaran ini.
POTENSI BAKTERI DENITRIFIKASI DALAM BIODEGRADASI CARBARYL PADA KONDISI ANAEROBIK Agustiyani, Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.545 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1234

Abstract

Potensi bakteri denitrifikasi dalam mendegradasi senyawa Carbaryl dalam kondisi anaerobik dipelajari. Penelitian diawali dengan aklimatisasi kultur mikroba yang berasaldari tanah pertanian tercemar pestisida di daerah Lembang dan Dieng, dalam media denitrifikasi yang mengandung Carbaryl. Dari hasil aklimatisasi diperoleh 3 kultur mikrobadenitrifikasi (CL, CD dan D3) yang mengindikasikan mampu tumbuh pada media yang mengandung 1000 ppm Carbaryl. Hasil isolasi dari ketiga kultur tersebut diperoleh 10 isolat bakteri murni. Enam isolat bakteri (CL1, CL2, CD1, CD2, D3.1, D3.2) diuji aktivitas denitrifikasi dan kemampuan degradasi Carbaryl pada kondisi anaerobik. Hasilpengujian menunjukkan bahwa keenam isolat bakteri mampu tumbuh dan melakukan aktivitas denitrifikasi serta memperlihatkan indikasi mampu mendegradasi Carbaryl,dengan terbentuknya senyawa 1-Naphtol. Reaksi denitrifikasi dan degradasi Carbaryl berlangsung secara simultan. Ada dua pola perubahan Carbaryl oleh bakteri denitrifikasi yang diuji, yaitu bakteri denitrifikasi yang hanya mampu merombak Carbaryl menjadi 1-Naphthol dan bakteri denitrifikasi yang dapat merombak Carbaryl menjadi 1-Naphthol dan senyawa tertentu lainnya (belum terdeteksi).

Page 29 of 122 | Total Record : 1211


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue