cover
Contact Name
Febriyanto Pratama
Contact Email
jurnalpepb@gmail.com
Phone
+6287822956559
Journal Mail Official
jurnalpepb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal “Applied geo-mining and metallurgy”
ISSN : 30322022     EISSN : 31237495     DOI : https://doi.org/10.65706/gm.v2i2
Jurnal Applied Geo-Mining and Metallurgy (JAGEM) adalah jurnal ilmiah peer-review yang menerbitkan artikel penelitian asli, bermutu tinggi, dan inovatif di berbagai cabang teknologi geologi, pertambangan, metalurgi, dan ilmu kebumian terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, gagasan, serta terobosan aplikatif dalam bidang-bidang tersebut.
Articles 25 Documents
ANALISIS FRAGMENTASI BATUAN HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI Denny Lumban Raja
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.23

Abstract

Aktivitas pengupasan lapisan penutup (overburden) pada material keras dilakukan menggunakan proses peledakan. Peledakan merupakan proses pemberaian batuan dalam volume yang besar dengan menggunakan bahan peledak agar massa batuan mudah digali dan diangkut. Salah satu faktor yang mempengatuhi keberhasilan peledakan adalah geometri peledakan. Geometri peledakan akan mempengaruhi ukuran fragmentasi dan keberhasilan peledakan. Fragmentasi adalah ukuran yang menunjukkan tiap bongkah batuan hasil peledakan. Ukuran fragmentasi yang diharapkan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) adalah kurang 1 meter agar sesuai dengan ukuran bucket dan hooper dari mesin pengolahan. Adanya perkembangan teknologi fotogrametri seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dapat menjadi Solusi untuk mengukur fragmentasi batuan hasil peledakan dan jarak lontaran batuan hasil peledakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak aktual lontaran flying rock, fragmentasi batuan hasil peledakan dan memonitoring lubang bor peledakan. Hasil pengolahan citra data udara menggunakan ArcGIS memungkinkan analisis jarak lontaran flying rock hasil kegiatan peledakan, jarak titik lubang bor peledakan, serta tinggi lereng dengan akurasi masing-masing sebesar 0,3 meter dan ±1 meter. Sementara itu, analisis fragmentasi batuan menggunakan software Wipfrag menunjukkan bahwa kegiatan peledakan berjalan sesuai dengan rencana. Hal tersebut sudah mendekati dengan blasting design yang diberikan oleh PT Solusi Bangun Indonesia
ANALISIS PENGARUH Q-VALUE, KEKERASAN BATUAN, DAN RQD TERHADAP LAJU PENETRASI PENGEBORAN DI TAMBANG BAWAH TANAH PT FREEPORT INDONESIA Rayhan Naufal
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.25

Abstract

Pengeboran merupakan kegiatan pembuatan lubang ke permukaan batuan yang keras dan dilakukan untuk membongkar batuan sebelum operasi peledakan batuan dilaksanakan. Dalam kegiatan pengeboran terdapat waktu yang dibutuhkan untuk menembus material pada kedalaman atau biasa disebut dengan laju pengeboran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh kondisi massa batuan yang berbeda – beda terhadap laju penetrasi pengeboran. Analisis pada penelitian menggunakan regresi sederhana hasil dari penelitian menunjukan Q – Value memiliki regresi yang menurun dengan persamaan yang didapat yaitu y = -0,05x + 3,0197 dengan nilai ????2 = 0,1367 yang menunjukan bahwa Q – Value memiliki pengaruh sebesar 13,6% terhadap turunnya laju pengeboran sebesar 0,05 dalam kenaikan satu Q – Value.  RQD memiliki regresi yang menurun dengan persamaan yang didapat yaitu y = -0,0048x + 3,0762 dengan nilai ????2 = 0,0482  yang menunjukan bahwa RQD memiliki pengaruh sebesar 4,8% terhadap turunnya laju pengeboran sebesar 0,0048 dalam kenaikan satu RQD, klasifikasi kekerasan batuan memiliki regresi yang menaik dengan persamaan yang didapat yaitu y = 0,4148x + 2,1385 dengan nilai ????2 = 0,0591 yang menunjukan bahwa klasifikasi kekerasan memiliki pengaruh sebesar 5,9% terhadap naiknya laju pengeboran sebesar 0,4148 dalam kenaikan satu klasifikasi kekerasan
MORFOTEKTONIK KORELASINYA DENGAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA GEOLOGI DI WILAYAH KECAMATAN GUNUNG HALU DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANDUNG BARAT BERBASIS ANALISIS GEOSPASIAL Adang Saputra
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.28

Abstract

ABSTRAK              Wilayah Kecamatan Gunung merupakan wilayah yang masuk kawasan Bandung bagian Selatan yang secara geomorfologi wilayah ini merupakan wilayah dengan kemiringan rata-rata landai hingga kasar (terjal). Dengan kondisi geomorfologi ini mengindikasikan bahwa wilayah ini adanya struktur geologi yang menggambarkan adanya sesar-sesar aktif. Sesar-sesar aktif yang ada diwilayah ini diantaranya seperti sesar lokal Celak, jalur sesar Cimandiri, dan sesar Lembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas tektonik dan memetakan zona rawan bencana geologi berupa bencana Gempa bumi dan Gerakan tanah/longsor di daerah penelitian di daerah penelitian. Metode Penelitian meliputi dua kegiatan utama yaitu kegiatan lapangan dan kegiatan laboratorium/studio. Kegiatan lapangan bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi geologi yang ada di lapangan berupa lokasi singkapan, gawir sesar, teras, struktur geologi, bentang alam/geomorfologi kaitannya dengan indikasi tektonik berupa aktifitas pergerakan sesar dan gerakan tanah. Kegiatan laboratorium/studio adalah mengolah dan analisis data diperoleh dari lapangan ataupun hasil interpretasi geomorfologi kuantitatif dari citra Digital Elevation Model (DEM), berupa perbandingan lebar dasar lembah dan tinggi lembah (ratio of veller floor width to valley height), Indeks gradien panjang sungai (stream length – gradient index), dan lengkupan muka pegunungan (Mountain front sinuosity). Hasil analisis morfotektonik yang diperoleh dari perhitungan Sinusitas Muka Gunung (SMF) dengan nilai rata-rata 2, artinya aktivitas tektonik sedang hingga besar di daerah ini. Daerah ini merupakan jalur perbukitan dengan lereng muka berbentuk segitiga (triangular facet) yang diduga merupakan jalur sesar dengan arah hampir barat laut – ke tenggara. Hasil perhitungan perbandingan lebar dasar lembah dan tinggi lembah (Vf) diperoleh nilai Vf berkisar dari 0.3 hingga 1.6. Hal ini memperlihatkan lembah-lembah curam dan sempit yang terbentuk di sepanjang  zona perbukitan segitiga. Nilai Vf sangat kecil artinya sungai-sungai yang terbentuk disepanjang perbukitan segitiga rata-rata memiliki tofografi lembah yang curam dengan lebar lembah yang sempit. Sedangkan dari perhitungan Indeks Gradien Sungai (SL) di daerah penelitian diperoleh nilai SL yang naik perlahan dan mencapai puncak pertama pada elevasi  lebih dari 200m  meter. Nilai puncak  bisa akibat pengaruh dari perbedaan topografi  yang tegas  diperkirakan merupakan gawir sesar. Daerah ini biasanya jika terjadi gempa bumi lebih besar getarannya di banding daerah lainnya, pada daerah ini juga sering terjadi gerakan tanah atau longsor, khususnya pada musing penghujan. Hasil pengolahan dan analisis spasial yang didukung data hasil pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa daerah penelitian merupakan kawasan dengan aktivitas tektonik (Gempa bumi) sedang dengan yang rawan bencana gempa sedang (skala Richter 4 s.d. 5). Gerakan tanah dan longsor di daerah penelitian, pada di bagian utara lebih baik atau jarang terjadi gerakan tanah/longsor disbanding bagian selatan daerah penelitian.
Evaluasi Kinerja dan Keandalan Teknologi Lidar sebagai Solusi Monitoring Deformasi Massa Batuan pada Tambang Bawah Tanah Ilham Nurhakim
Journal PEP Bandung Vol 1 No 1 (2024): Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i1.29

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) dalam pemantauan deformasi massa batuan di tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah dengan kelas massa batuan yang rendah sering menghadapi tantangan geoteknik secara signifikan yang dapat mempengaruhi kestabilan dan keamanan operasi penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dan keandalan teknologi LIDAR melalui penggunaan instrumen Geotech Monitoring Lidar (GML) dalam pemantauan deformasi massa batuan di salah satu tambang bawah tanah PT XYZ yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa GML mampu memberikan data deformasi massa batuan dengan tingkat akurasi tinggi. Instrumen ini mampu menghasilkan data dalam bentuk point cloud yang memungkinkan analisis mendalam terhadap perubahan geometri dan deformasi massa batuan. Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan GML pada area penelitian, besar dan laju deformasi di area lubang bukaan horizontal (bottom chamber) dinyatakan relatif stabil menurut Cording (1974), Ground Control Management Plan (GCMP) PT XYZ, dan Zhenxiang (1984). Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan GML, terutama dalam pemantauan lubang bukaan vertikal seperti vertical raise. Untuk mengatasi keterbatasan ini, peneliti merekomendasikan penggunaan instrumen C-ALS (Cavity Auto Scanning Laser) sebagai alternatif yang lebih efektif dalam menganalisis stabilitas lubang bukaan vertical raise. C-ALS memungkinkan pemantauan konvergensi yang penting untuk mengevaluasi stabilitas raise dengan lebih akurat. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa teknologi LIDAR memiliki potensi besar dalam pemantauan deformasi massa batuan di tambang bawah tanah. Namun, pemilihan instrumen yang sesuai dengan jenis lubang bukaan yang diteliti adalah langkah penting untuk memastikan pemantauan deformasi dan stabilitas yang akurat. Pemantauan yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keamanan dan efisiensi operasi penambangan, khususnya dalam tambang bawah tanah dengan kelas massa batuan yang rendah. Dengan terus memperbaiki dan mengembangkan teknologi LIDAR serta instrumen pemantauannya, industri pertambangan dapat lebih efektif mengelola risiko dan meningkatkan operasi tambang bawah tanah.
Optimalisasi Faktor Keamanan Lereng Deterministik dengan Menggunakan Critical Failure Surface pada Slide 6.0 Hifni Satria Muwaffaqi
Journal PEP Bandung Vol 1 No 1 (2024): Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i1.30

Abstract

Salah satu tujuan dari analisis kestabilan lereng tambang adalah untuk membuat lereng tambang yang aman pada saat proses penambangan. Hasil dari analisis kestabilan lereng umumnya dinyatakan dalam indeks faktor keamanan (Safety Factor) dan probabilitas kelongsoran (PK). Untuk menghitung faktor keamanan (FK) lereng menggunakan Metode Kesetimbangan. Batas yang memerlukan berbagai asumsi, salah satunya adalah letak bidang gelincir pada lereng. Bidang gelincir tersebut akan dibagi menjadi beberapa irisan yang kemudian dihitung faktor keamanannya. Lereng yang akan dianalisis memiliki geometri lebar jenjang 6.6 meter, tinggi 10 meter, dan sudut kemiringan jenjang 500. Terdapat ramp dengan lebar 30.384 meter, tinggi ramp 10 meter, dan kemiringan jenjang ramp 500. Didapatkan tinggi overall slope 173.454 meter. Permasalahannya adalah hasil analisis yang tidak mewakili lereng keseluruhan sehingga perlu adanya optimasi penentuan bidang gelincir melalui penambahan irisan hingga 45 irisan dalam satu bidang gelincir. Dari hasil optimasi luas bidang gelincir didapatkan FK = 1.141 dan PK = 7%. 
Struktur Tegakan dan Tingkat Keberhasilan Area Reklamasi pada Tambang Silika Tedi Yunanto; Dadan Wldan; Suparno
Journal PEP Bandung Vol 1 No 1 (2024): Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i1.31

Abstract

Sebagai negara berkembang, Indonesia masih bergantung terhadap eksploitasi sumber daya alam untuk sumber pendapatan nasional, seperti komoditas tambang Silika di Kabupaten Sukabumi. Untuk mengembalikan fungsi lahan bekas tambang sesuai peruntukannya, maka area bekas tambang wajib dilakukan kegiatan reklamasi. Dinamika ekologi khususnya struktur tegakan terjadi pada area reklamasi dan area reklamasi tersebut harus memenuhi kriteria keberhasilan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dinamika ekologi pada area reklamasi bekas tambang silica dan mengukur tingkat keberhasilan reklamasi sesuai peraturan perundangan. Penelitian dilaksanakan pada area reklamasi tambang silika dengan plot lingkaran jari-jari (r) 17,8 m (0,1 ha) sebanyak 10 plot (±1 ha). Secara umum, rata-rata diameter pohon di areal reklamasi pada semua plot adalah 18,70 cm (aritmatika) dan 18,99 cm (kuadrat). Grafik yang dibentuk dari hubungan jumlah pohon dengan kelas diameter dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu J-shape terbalik, kurva sebaran normal yang tidak sempurna dan kurva sebaran normal yang sempurna. Rata-rata tinggi total untuk semua plot adalah 11.87 m untuk aritmatika dan 12.25 m untuk Lorey’s. Hasil sampling dari 10 plot lingkaran (1 ha) didapatkan bahwa area reklamasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan 96,40%. Beberapa parameter kriteria keberhasilan yang belum terpenuhi diantaranya adalah jumlah tanaman, penutupan cover crop dan tajuk. Terdapat jenis puspa (Schima wallichii) yang tumbuh alami pada area reklamasi dan dapat ditemukan pada plot 2, 5, 6, 7 dan 8. Untuk meningkat keanekaragaman perlu dilakukan proses pengayaan, yaitu menanam jenis tanaman lainnya.
Analisis Nilai Keekonomian Teknik Peningkatan Oksigen Terlarut Terhadap Ekstraksi Emas dan Perak serta Konsumsi Sodium Sianida Dikri Fajar Ramadhan; Imelda Eva Roturena Hutabarat; Denny Lumban Raja; Sulaeman
Journal PEP Bandung Vol 1 No 1 (2024): Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i1.33

Abstract

Proses sianidasi seringkali terbatas oleh konsentrasi oksigen terlarut (DO) dalam air, yang dapat ditingkatkan dengan  menggunakan sistem bertekanan. PT Indo Muro Kencana (IMK) telah menerapkan 3 (tiga) strategi peningkatan DO, yaitu teknik injeksi oksigen seperti sparger lance (SPL), peroxide injection (PRI), dan reaktor high shear (RHS), sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses sianidasi mengingat adanya perubahan karakteristik bijih yang diolah sejak tahun 2021. Sejak April 2022, teknik reaktor high shear menjadi metode terbaru yang diimplementasikan oleh PT IMK, menggantikan sparger lance dan injeksi peroksida sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomis dari ketiga teknik injeksi oksigen dalam proses sianidasi emas dan perak. Uji pelindian dilakukan untuk mengevaluasi seberapa banyak natrium sianida (NaCN) yang digunakan dan seberapa efektif ekstraksi emas dan perak yang terjadi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode reaktor high shear (RHS) menghasilkan tingkat ekstraksi emas dan perak tertinggi, mencapai 97,04% dan 83,83% secara berturut-turut. Lebih dari itu, teknik RHS juga mengkonsumsi jumlah NaCN yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya, yakni sekitar 0,84 kg/ton pada waktu tinggal selama 48 jam. Selain itu, pendapatan yang dihasilkan dari ketiga teknik injeksi oksigen tersebut adalah $275.818,42; $274.530,16, dan $285.679,13. Berdasarkan estimasi ini, dapat disimpulkan bahwa metode reaktor high shear (RHS) menjadi pilihan yang paling praktis untuk diimplementasikan dalam proses sianidasi di PT Indo Muro Kencana. Dengan mempertimbangkan efisiensi ekstraksi dan penggunaan reagen yang lebih rendah, implementasi teknik reaktor high shear (RHS) dapat memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan, baik dalam hal efisiensi operasional maupun potensi penghematan biaya. Keputusan untuk beralih menggunakan teknik RHS sebagai metode terbaru dalam proses sianidasi menegaskan komitmen PT IMK dalam terus meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam aktivitas pengolahan mineral.
Adjustment Data Point Cloud Unmanned Aerial Vehicle Terhadap Data Terrestrial Laser Scanner Alliya Nur Azizah Purnomo Adi; Asep Rohman; Yudi Rahayudin; Wahyu Vito Sasongko
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.34

Abstract

Analisis implementasi metode adjustment data Unmanned Aerial Vehicle terhadap Terestrial Laser Scanner dilakukan di Pit B Rawa Selatan, PT Mandala Karya Prima, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Selantan. Berdasarkan kondisi aktual yang ada, pengambilan data situasi pit membutuhkan waktu 2-3 hari dengan hasil yang kurang maksimal. Hal ini didukung dengan data pada Bulan September hingga Oktober 2023 bahwa masih terdapat 16,17% area yang tidak terjangkau oleh TLS. Sehingga, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis metode adjustment untuk melengkapi kekurangan data dan mempersingkat waktu pengolahan. Masalah berikutnya yaitu data UAV tidak dapat langsung digunakan untuk melengkapi kekurangan data karena adanya perbedaan elevasi terhadap TLS. Standar toleransi elevasi mengacu pada SOP PT MIP yaitu sebesar 30mm. Sebelum dilakukan metode adjustment, rata-rata perbedaan elevasi antara data UAV dengan TLS sebesar 0,621 m. Kemudian, dilakukan adjustment menggunakan fitur Multi Station Adjustment (MSA) pada software Riscan Pro. Setelah dilakukan adjustment, didapatkan hasil rata-rata perbedaan elevasi sebesar 28mm berdasarkan hasil MSA dan sampling. Selain itu, dengan menggunakan kombinasi data UAV dan TLS terdapat peningkatan cakupan area pit dari sebelumnya hanya sebesar 83,3% menjadi 99,927%. Keuntungan lain dari penggunaan metode ini yaitu kemudahan dalam proses pengolahan data dan mempersingkat waktu pengambilan data menjadi hanya 1 hari.
Ketidakselarasan Kebijakan Formalisasi Pertambangan Rakyat sebagai Penghambat Pembangunan Wilayah Mochamad Dinar; Ridwan Sutriadi
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.35

Abstract

Kegiatan pertambangan rakyat umumnya merupakan kegiatan informal yang tidak memiliki izin namun menjadi sarana yang menyediakan kesempatan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat yang sudah berjalan turun temurun dan tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan pertambangan rakyat bukan hanya menghasilkan dampak negatif namun juga dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya ketika dapat dikelola secara baik dan benar. Pada kenyataanya, ketidakselarasan kebijakan saat ini mengakibatkan tidak terkendalinya kegiatan pertambangan rakyat dan pada beberapa lokasi terjadi konflik antara masyarakat penambang dan pemerintah akibat penutupan oleh aparat terkait yang pada akhirnya menjadi tidak efektif karena masyarakat tetap melakukan kegiatannnya secara sembunyi-sembunyi. Penelitian ini dilakukan untuk membahas secara lebih mendalam tentang bagaimana ketidakselarasan kebijakan saat ini melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) setelah ditetapkannya UU Nomor 3 Thn. 2020 yang belum dibahas secara sepesifik dari beberapa penelitian sebelumnya terkait formalisasi kegiatan pertambangan rakyat. Dengan melakukan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan komparasi atas kebijakan yang telah diterbitkan oleh Pemerintah serta penelitian penelitian sebelumnya ditemukan adanya upaya pemerintah untuk melakukan akselerasi atas formalisasi kegiatan pertambangan rakyat yang terhambat atas adanya ketidakselarasan kebijakan antar sektor yang harus segera ditindaklanjuti.
Perancangan Alat Pelindian Agitasi Berbasis Internet Of Things (IoT) D. Lumban Raja1; DF Ramadhan2; ZA Susilo3; F Zekkel4
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.36

Abstract

Hidrometalurgi, khususnya sianidasi, muncul sebagai metode yang layak untuk mengekstrak emas karena ketersediaan bijih dengan kadar tinggi semakin menurun. Umumnya teknik pelindian emas salah satunya agitasi yang menggunakan reagen sianida adalah metode yang paling selektif. Suhu pada proses pelindian pada umumnya dapat meningkatkan laju pelindian. Menjaga pH optimal sangat penting untuk mencegah terbentuknya gas hidrogen sianida (HCN) yang beracun dan mudah menguap. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat pelindian dimulai dari wadah dan pro-peller, serta memantau pH dan suhu secara otomatis selama proses pelindian dengan menggunakan sensor Arduino berbasis mobile maupun website. Dalam penelitian ini algoritma yang digunakan yaitu logika fuzzy (fuzzy logic) dalam membantu hal ketidakpastian suatu logika konvensional. Hasil pengujian pH dan suhu pada alat sensor dapat berjalan dengan baik yang ditunjukkan sensor pH dapat mengukur derajat keasaman dan temperature dapat mengukur suhu pada larutan kemudian hasil data pengukuran tersebut dikirimkan ke server dan disimpan kedalam database. Hasil data pengukuran dapat dipantau menggunakan aplikasi android maupun halaman website sehingga informasi perubahan suhu dan pH selama proses kegiatan pelindian emas dapat diketahui. Penelitian ini dapat berkontribusi pada salah satu pengembangan  metode ekstraksi emas yang efisien dan berkelanjutan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25