cover
Contact Name
Febriyanto Pratama
Contact Email
jurnalpepb@gmail.com
Phone
+6287822956559
Journal Mail Official
jurnalpepb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal “Applied geo-mining and metallurgy”
ISSN : 30322022     EISSN : 31237495     DOI : https://doi.org/10.65706/gm.v2i2
Jurnal Applied Geo-Mining and Metallurgy (JAGEM) adalah jurnal ilmiah peer-review yang menerbitkan artikel penelitian asli, bermutu tinggi, dan inovatif di berbagai cabang teknologi geologi, pertambangan, metalurgi, dan ilmu kebumian terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, gagasan, serta terobosan aplikatif dalam bidang-bidang tersebut.
Articles 30 Documents
Analisis Risiko Divisi Pertambangan Tahun 2023 Di PT Semen Baturaja, Tbk Melyana Nurfitri Ramadhoni; Yosa Megasukma; Wahyudi Zahar
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.37

Abstract

PT Semen Baturaja, Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semen dan pertambangan batugamping. Sebagai perusahaan BUMN PT Semen Baturaja, Tbk pasti ada risiko bisnis yang berasal dari aspek eksternal maupun internal perusahaannya. Untuk meminimalkan risiko yang ada dan pada pencapaian tujuan perusahaan, PT Semen Baturaja, Tbk menerapkan manajemen risiko khususnya pada Division Mining yang merupakan pemegang IUP OP. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak atas keselamatan dan kesehatan dalam bekerja sedangkan pada Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dijelaskan bahwa pemegang IUP Eksplorasi dan IUP OP wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan pertambangan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini yaitu untuk mengidentifikasi risiko dengan sumber risiko, melakukan penilaian terhadap risiko yang mungkin muncul dan melakukan upaya pengendalian terhadap risiko tersebut. Analisis risiko dilakukan dengan mempertimbangkan terhadap tujuan dan sasaran dari division mining sehingga akan didapatkan top ten risk register di division mining. Proses penerapan manajemen risiko division mining menggunakan pendekatan ISO 31000(2018). Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisis risiko yaitu metode RBS dan matrix impact/probability. Hasil identifikasi peristiwa risiko didapatkan 25 risiko yang mencangkup risiko operasional, risiko strategis, dan risiko keuangan. Dari 25 risiko yang termasuk ke dalam risiko dengan level extreme-moderate sebanyak 10 risiko dan 3 peristiwa risiko yang memiliki nilai RPN tertinggi terdapat pada peristiwa risiko R24, R1, dan R2 dengan nilai RPN 25 dan 20. Terdapat 10 usulan mitigasi risiko yang diberikan dan diharapkan dapat meminimalisir dampak/ kemungkinan terjadinya risiko.
Kajian Teknis Penimbunan Batubara di ROM Stockpile pada PT Caritas Energi Indonesia Provinsi Jambi Rhivand Noprayedi; Juventa; Yudi Arista Yulanda
Journal PEP Bandung Vol 1 No 2 (2024): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i2.38

Abstract

Perusahaan PT Caritas Energi Indonesia site Batubara Jambi Lestari merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang penambangan batubara. Pada setiap perusahaan pertambangan batubara terdapat area penampungan batubara (stockpile) yang berfungsi sebagai penumpukan sementara antara pengiriman. Sistem penerapan penumpukan batubara menggunakan sistem First In First Out (FIFO), yang dimana harus disediakan jarak antara tumpukan dan tidak boleh melebihi kapasitas maksimum area penumpukan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu pertama mengetahui kondisi teknis secara aktual, menganalisis teknis pola dan sistem pada area stockpile, serta merekomendasikan desain timbunan, pola dan sistem FIFO pada area stockpile. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil yang dilakukan, kondisi dari stockpile belum dikelola secara optimal dan tidak terdapat Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk mengimplementasikan manajemen stockpile. Dari pengukuran di lapangan, ditemukan tinggi stockpile mencapai 7 meter dengan sudut kemiringan lebih dari 35o. Beberapa masalah juga ditemukan di area stockpile, termasuk kurangnya desain penimbunan dan lantai penimbunan yang tidak diperhitungkan. Sistem penimbunan yang sesuai dengan manajemen stockpile berdasarkan KEPMEN ESDM Nomor 1827.K/30/MEM/2018 mengakibatkan pengeluaran batubara tidak selaras dengan hasil coal getting sehingga batubara tertimbun terlalu lama pada area stockpile.Adapun upaya penanganan perbaikan sistem manajemen pada PT Caritas Energi Indonesia site Batubara Jambi Lestari dengan merekomendasikan penerapan sistem FIFO dimana batubara yang terdahulu masuk, harus dikeluarkan terlebih dahulu, perbaikan sistem penimbunan perlu dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan terjadinya efek potensial yang dapat terjadi pada penimbunan batubara yang terlalu lama.
PENENTUAN GEOSITE PEMBELAJARAN TEKNIK GEOLOGI DI KARANGINTAN, PEGUNUNGAN MERATUS, KALIMANTAN SELATAN Roni Marudut Situmorang
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.39

Abstract

Wilayah Karangintan di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, memiliki kompleksitas geologi yang tinggi dan keragaman litologi yang representatif, menjadikannya sangat potensial sebagai lokasi pembelajaran lapangan teknik geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan titik-titik geosite yang relevan untuk pendidikan geologi, berdasarkan kombinasi analisis geologi, geomorfologi, dan spasial berbasis SIG. Data yang digunakan mencakup peta geologi, data DEMNAS, dan citra hillshade, yang dianalisis melalui metode overlay untuk menentukan titik dengan nilai edukatif tinggi, aksesibilitas baik, dan keragaman batuan signifikan. Hasil penelitian mengidentifikasi 14 satuan batuan berbeda yang tersingkap di wilayah studi, mulai dari batuan ultramafik dan batuan malihan (Jura) hingga endapan aluvium (Kuarter). Sebanyak dua belas titik pengamatan (geosite) kemudian dipilih dan dikelompokkan ke dalam tiga tema pembelajaran: stratigrafi dan lingkungan pengendapan, struktur dan tektonik, serta magmatisme dan vulkanisme.
Efektivitas Peralihan Jalan Berdasarkan Produktivitas Bulan November 2024-April 2025 Di PT Satria Bahana Sarana, Tanjung Enim, Sumatera Selatan putra muhammad
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas peralihan jalan angkut yang diterapkan di PT Satria Bahana Sarana dengan membandingkan produktivitas alat angkut pada tiga periode operasional, yaitu musim kering (November–Desember 2024), musim hujan (Januari–Februari 2025), dan masa transisi jalan (Maret–April 2025). Tingginya intensitas curah hujan pada musim hujan menimbulkan berbagai kendala operasional, seperti genangan air, permukaan jalan yang licin, serta geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar teknis, yang berdampak pada penurunan produktivitas alat angkut dan terganggunya aliran kas perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perencanaan ulang jalan angkut dengan mengacu pada ketentuan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis data waktu edar (cycle time) serta perhitungan biaya kepemilikan dan operasional alat. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan jalur jalan angkut berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kestabilan arus kas perusahaan. Dengan demikian, perencanaan geometri jalan yang tepat terbukti efektif dalam meminimalkan dampak negatif musim hujan terhadap kelancaran operasional pertambangan.
IDENTIFIKASI TIPE ALTERASI DAN MINERALISASI BERDASARKAN HASIL LOGGING INTI BOR, ANALISIS XRD DAN MIKROSKOPIS, DAERAH DMLZ DISTRIK ERTSBERG MIMIKA, PAPUA Lanna Latashilulrohima
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.41

Abstract

Daerah penelitian terletak di Distrik Tambang Ertsberg, PT Freeport Indonesia, Deep Mill Level Zone (DMLZ). Tipe cebakan tambang DMLZ berupa skarn, mengandung tembaga dan emas, terbentuk pada zona kontak antara batugamping dolomitan Formasi Waripi yang diterobos oleh batuan intrusi Ertsberg. Tujuan dari pada penelitian ini untuk mengidentifikasi alterasi mineralisasi dan juga tipe deposit bijih pada daerah penelitian. Metodologi penelitian meliputi pemetaan alterasi, dan analisis laboratorium menggunakan metode XRD, petrografi, dan mineragrafi. Alterasi yang teridentifikasi di daerah penelitian meliputi zona phyllic dengan himpunan mineral (silika, serisit, dan kalsit), zona propylitic dengan mineral (klorit, epidot, smektit, dan illit), zona exoskarn yang mengandung mineral (klorit, kuarsa, garnet, dan wollastonit), zona endoskarn dengan himpunan mineral (fluorit, anhidrit, klorit, wollastonit, dan dolomit), serta zona potasic yang terdiri dari mineral (klorit, kuarsa, biotit, kalsit, muskovit, k-feldspar, magnetit, dan mika). Mineral bijih yang teridentifikasi di area penelitian terdiri oleh mineral sulfida. Komposisi mineral meliputi pirit (FeS), kalkopirit (CuFeS₂) dan bornit (Cu₅FeS₄), kovelit (CuS, galena (PbS) dan sfalerit (ZnS), serta molibdenit (MoS₂). Daerah penelitian DMLZ Distrik Erstberg berdasarkan karakteristik yang teridentifikasi menunjukkan deposit bijih tipe porfiri, endoskarn, dan eksoskarn.
Tinjauan Kelayakan Rencana Reklamasi pada Izin Usaha Pertambangan Mangan di Timor Barat Martinus Binus
Journal PEP Bandung Vol 3 No 1 (2026): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v3i1.45

Abstract

Rencana reklamasi merupakan panduan bagi pelaku usaha pertambangan dalam melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang. Oleh karena itu rencana reklamasi harus disusun dengan baik sesuai kondisi alam dan kondisi sosial masyarakat setempat. Hasil penelitian sebelumnya dan hasil pengawasan yang dilakukan inspektur tambang penempatan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa reklamasi lahan bekas tambang belum dijalankan secara konsisten oleh perusahaan pertambangan mangan di Timor Barat, yang mana salah satu penyebabnya adalah rencana reklamasi yang tidak layak. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau lebih dalam mengenai kelayakan dokumen rencana reklamasi pada perusahaan pertambangan mangan di Timor Barat, kemudian merekomendasikan bentuk reklamasi yang sesuai. Studi kasus dilakukan pada 5 IUP logam mangan di Timor Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana reklamasi bentuk revegetasi yang dimiliki pemegang IUP dinilai tidak layak karena tidak sesuai dengan kondisi alam dan sosial masyarakat setempat. Bentuk reklamasi yang disarankan dalam penelitian ini adalah sumber air (embung), revegetasi sistem pot, dan pertanian
COMPREHENSIVE STUDY ON COPPER SLAG UTILIZATION: APPLICATIONS, CHEMICAL PROPERTIES, AND FUTURE DIRECTIONS Zanescaya Wirasangka
Journal PEP Bandung Vol 3 No 1 (2026): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v3i1.46

Abstract

Copper slag produced in industry can be 2 to 3 times as much as crude copper, and total waste emissions from copper slag have reached 50 million tons per year. In its treatment, industrial copper slag will only be stockpiled in one place, where, if it is dry, the high-metal-content copper slag will become fly dust and poison living creatures around it. Therefore, there is an urgency to resolve this problem. In recent years, researchers have continued to explore solutions to this problem. However, despite the large amount of research, the data scatter and become difficult for readers of the research report to digest. Therefore, to make things easier for academics, the author has created a study that summarizes the extent of research regarding solutions to the copper slag problem. This study will discuss how researchers have utilized copper slag waste. Some researchers use copper slag as a construction material, such as an admixture for concrete, a supplementary cementitious material for ordinary Portland cement, and a raw material to replace sand in road construction. Other researchers will approach chemical treatment as a solution. The author hopes, readers can dive in and join the journey towards full utilization of copper slag.  
Dinamika Perubahan Tutupan Lahan Pada Bagian Selatan Gunung Burangrang Periode 1990-2020 Menggunakan Google Earth Engine Roni Marudut Situmorang; Achmad Kahfi Aminuddin
Journal PEP Bandung Vol 3 No 1 (2026): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v3i1.47

Abstract

Perubahan tutupan lahan di kawasan pegunungan merupakan indikator penting dalam memahami dinamika pemanfaatan ruang dan transformasi lanskap dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di bagian selatan Pegunungan Burangrang, Jawa Barat, menggunakan platform Google Earth Engine periode 1990–2020. Analisis dilakukan menggunakan citra Landsat multitemporal yang telah melalui proses koreksi reflektansi permukaan, cloud masking, dan komposit median multitemporal. Identifikasi tutupan lahan dilakukan menggunakan Normalized Difference Moisture Index dengan pendekatan klasifikasi berbasis nilai ambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan bervegetasi mengalami dinamika yang bersifat fluktuatif dengan kecenderungan menurun selama tiga dekade pengamatan. Penurunan paling signifikan terjadi pada periode 1995–2000 dan 2005–2010, sedangkan peningkatan tutupan vegetasi teridentifikasi pada periode 2000–2005 dan 2010–2015. Analisis spasial menunjukkan perubahan tutupan lahan terkonsentrasi pada bagian selatan dan barat daya yang memiliki aksesibilitas relatif lebih tinggi. Perubahan berkaitan dengan perkembangan  wilayah, termasuk perluasan lahan pertanian, kebun campuran, serta perkembangan kawasan permukiman yang mengikuti jaringan jalan dan pusat aktivitas masyarakat.
Analisis dan Deliniasi Alterasi Mineral berbasis Citra Satelit metoda Thresold Adang Saputra
Journal PEP Bandung Vol 3 No 1 (2026): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v3i1.48

Abstract

Identifikasi zona alterasi hidrotermal merupakan tahapan penting dalam eksplorasi panas bumi dan mineralisasi epiterma. Penelitian ini bertujuan mendelineasi zona alterasi di kompleks vulkanik Gunung Patuha, Jawa Barat, menggunakan citra satelit Landsat 8 berbasis rasio SWIR1/SWIR2 (Band 6/Band 7). Pendekatan statistik Mean ± Standar Deviasi (μ ± σ) diterapkan untuk menentukan threshold klasifikasi secara objektif. Analisis raster rasio kontinu menghasilkan nilai rata-rata (μ) sebesar 2,323 dan standar deviasi (σ) sebesar 0,282, dengan distribusi yang sedikit miring ke kiri (skewness = −1,485) dan kurtosis sebesar 3,017 (leptokurtik). Berdasarkan pendekatan tersebut diperoleh empat kelas alterasi, yaitu batuan segar (<2,041), alterasi lemah (2,041–2,323), alterasi sedang (2,323–2,606), dan alterasi kuat (>2,606). Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa alterasi sedang mendominasi 53,95% wilayah penelitian (±11.377 ha), sedangkan alterasi kuat menempati 7,67% (±1.618 ha). Analisis histogram dan Cumulative Distribution Function (CDF) memperlihatkan konsistensi antara distribusi empiris piksel dengan batas statistik μ ± σ. Temuan ini menegaskan bahwa metode threshold berbasis distribusi piksel bersifat objektif, replikatif, dan efektif untuk pemetaan regional sistem hidrotermal pada wilayah vulkanik.
Analisis Pengaruh Sudut Swing terhadap Cycle Time Alat Gali Muat pada Kegiatan Overburden Removal Di PT Kalimantan Prima Persada, Jobsite Indexim Samira Mustika Zahra
Journal PEP Bandung Vol 3 No 1 (2026): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v3i1.51

Abstract

Pengupasan overburden merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan yang sangat dipengaruhi oleh kinerja alat gali muat. Di PT Kalimantan Prima Persada Jobsite Indexim, Komatsu PC 2000 merupakan alat gali muat dengan populasi terbanyak sehingga kinerjanya berdampak signifikan terhadap ketercapaian produksi. Salah satu parameter utama kinerja alat adalah cycle time yang terdiri dari waktu digging, swing muatan, dumping, dan swing kosongan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan masing-masing komponen waktu terhadap cycle time, menganalisis pengaruh sudut swing terhadap waktu swing, serta menentukan rentang sudut swing optimal untuk mencapai target cycle time dan produktivitas. Data primer diperoleh melalui observasi sebanyak 300 cycle time, pengukuran sudut swing, dan bucket fill factor, sedangkan data sekunder meliputi target cycle time 28 detik, target produktivitas 812 bcm/jam, swell factor, dan efisiensi kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, analisis korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu swing muatan memiliki hubungan paling kuat terhadap cycle time dengan koefisien korelasi 0,91 dan koefisien determinasi 0,82, diikuti oleh waktu digging dan swing kosongan. Sudut swing berpengaruh sangat signifikan terhadap waktu swing, dengan rekomendasi sudut swing optimal per passing berada pada rentang 19–31°, 37–48°, dan 55–66° untuk menjaga cycle time tetap stabil dan mencapai target produksi.  

Page 3 of 3 | Total Record : 30