cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
Kebiasaan Sarapan, Kualitas Tidur dan Status Gizi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 2 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i2.5911

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kebiasaan sarapan, kualitas tidur dan status gizi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah responden sebanyak 83 orang yang dipilih secara purposif yaitu mahasiswa tingkat satu dan dua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk menghitung estimasi kualitas tidur dan Metabolic Equivalent (MET) untuk mengukur pengeluaran metabolisme tubuh. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85.5% responden memiliki status gizi yang normal, 39.8% responden mengonsumsi sarapan setiap hari sedangkan 6.0% tidak pernah mengonsumsi sarapan. Kualitas tidur sebagian besar responden termasuk dalam kategori buruk pada contoh laki-laki (82.8%) dan perempuan (80.0%) serta tidak terdapat perbedaan antara kualitas tidur dengan jenis kelamin (p>0.05). Berdasarkan uji korelasi Spearman dan Pearson, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan kualitas tidur dengan status gizi serta kualitas tidur dengan kebiasaan sarapan (p>0.05). Selain itu, tidak terdapat perbedaan kualitas tidur antara responden yang terbiasa sarapan dengan yang tidak terbiasa sarapan (p>0.05).
PENGARUH PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS CIPUTAT KOTA TANGERANG SELATAN
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 2 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i2.5864

Abstract

Latar belakang Ibu hamil adalah salah satu kelompok yang rawan akan masalah gizi, status gizi ibu hamil merupakan hal yang sangat berpengaruh besar terhadap kesehatannya sendiri dan sebagai prediksi pregnancy outcome untuk ibu dan status gizi bayi baru lahir. Permasalahan gizi pada ibu hamil dapat diatasi dengan pemberian edukasi gizi terhadap ibu hamil sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dan baik untuk kesehatan ibu dan janinnya sehingga perilaku ibu hamil berubah dan dapat memberikan perubahan pada pengetahuan dan berat badan pada ibu hamil.Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui efektivitas program pembelajaran kelas ibu hamil terhadap pengetahuan gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ciputat Tangerang Selatan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental, Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperiment one group pre-test-posttest. Desain ini melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O), diberi treatment (X) dan diberi post-test.Hasil Penelitian Hasil penelitian disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai skor pengetahuan gizi ibu hamil saat pretest dan posttest Hasil uji statistik didapatkan nilai P-value 0,001 < 0,05. Kata Kunci : Kelas Ibu Hamil, Pengetahuan, Gizi Ibu Hamil,    
HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRANDAKAN
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 2 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i2.5852

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan menurutumur kurang dari -2 standar deviasi. Stunting pada balita dapat menyebabkangangguan perkembangan fisik dan perkembangan kognitif. Salah satu faktorrisiko stunting adalah tinggi badan ibu. Ibu dengan perawakan pendek memilikisistem anatomi dan metabolisme yang tidak memadai yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting  pada anak usia  0-24  bulan di wilayah kerja Puskesmas SrandakanMetode Penelitian : Penelitian observasional dengan rancangan case control pada balita usia 0-24 bulan dengan kondisi saat lahir pendek ( <48 cm)  dengan besar sampel kasus 33  (stunting) dan besara sampel kontrol 66  (normal). Penetuan stunting ditentukan berdasarkan skor z indeks TB/U <-2 SD menurut WHO child growth standard. Penetuan  tinggi badan ibu  dalam kategori  pendek apabila < 150 cm. Data panjang badan lahir, panjang, jenis kelamin dan umur balita serta tinggi badan ibu diperoleh melalui penelusuran dokumen pada dokumen  data pemantauan status gizi/tahun.  Data tinggi badan ibu diperoleh dari buku register KIA di wilayah kerja Puskesmas  Srandakan.  Analisis data dengan uji Chi Square dan perhitungan Odd Ratio (OR).Hasil : Kejadian stunting saat bayi lahir pada anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Srandakan  sebesar 9,68 %, dengan distribusi laki-laki sebesar 38 balita (78,8 %) dan perempuan sebesar 8 balita  (21,2 %).  Ada hubungan yang signifikan (p=0,007) antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 0-24 tahun. Ibu yang pendek (tinggi badan <150 cm) berisiko 3,4 kali lebih besar untuk memiliki balita (0-24 bulan) stunting.Kesimpulan : Pada penelitian ini terbukti bahwa tinggi badan ibu berhubungan dengan kejadian stuntingKata Kunci : Stunting, tinggi badan ibu
Fortifikasi Fe Minuman Susu Fermentasi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Meningkatkan Berat Badan dan Asupan Protein Pada Remaja Putri Anemia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 2 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i2.5951

Abstract

Background: Iron fortification is a source of iron which can be used to prevent anemia and affect energy and protein metabolism so that it is good for improving nutritional status. Fermented milk is a vehicle for iron which is quite effective accepted by teenagers. Objective: To determine effect of Fe fortification on Fermented Milk of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) peel enhance body weight and protein intake. Methods: This study was a randomized controlled trial with pre and posttest design with a total 40 anemic adolescent girls. Subjects were divided into 2 groups, control and treatment group. Treatment group was given 100 ml/day fermented milk with 30 mg NaFeEDTA for 3 weeks, while control was given a placebo. Results: Characteristics of two groups at baseline were similar based on age, body weight and protein intake. Based on paired ttest analysis, there was a difference average on body weight before and after intervention in treatment group (p-value=0.000) but not in control group (p-value=0.721). There was a difference average on protein intake before and after intervention on treatment group (p-value=0.000), but not in control group (p-value=0.539). Conclusion: it can enhance weight and protein intake on treatment but not in control group.Keywords: Anemic Adolescent Girls; iron fortification; red dragon fruit peel; enhance body weight and protein
Hubungan Pola Makan Dengan Risiko Gastritis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 01 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6408

Abstract

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik, difus atau lokal. Penyakit gastritis terjadi pada orang-orang yang memiliki pola makan yang tidak teratur dan mengonsumsi makanan yang merangsang produksi asam lambung. Mahasiswa khususnya tingkat akhir rentan terkena gastritis dikarenakan kesibukan kuliah yang menyebabkan pola makan tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan risiko gastritis pada mahasiswa tingkat akhir D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Jenis penelitian ini yaitu cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021 dengan cara menyebar kuesioner melalui daring. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang dengan teknik sampling simple random sampling, dengan besar sampel berjumlah 100 mahasiswa. Variabel penelitian adalah pola makan yang terdiri dari frekuensi makan, waktu makan, dan jenis makanan serta gejala gastritis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p<0,05, sehingga diartikan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa tingkat akhir D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Berdasarkan penelitian ini diharapkan mahasiswa tetap memperhatikan pola makan ditengah kesibukan yang padat dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan gastritis.
Pengembangan Produk Pangan Darurat Berbasis Umbi Talas Bogor (Colocasia esculenta L. Schott) dan Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp) : Tinjauan Sifat Fisik dan Kadar Proksimat
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 01 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6400

Abstract

One of the requirements for emergency food for disaster victims is have a high density of nutrients. Taro tubers have a high protein and iron (fe) content while cowpea has a high protein, namely 18.3%–25.53%. Bogor taro tubers and cowpea can be processed into flour and then used as an ingredient for making cookies. This study was completely randomized design (CRD) with 2 repetitions, 2 experimental units and 4 variations. There were 4 variations in the ratio of Bogor taro tuber flour and cowpea flour, namely 25% : 0% (A), 25% : 15% (B), 25% : 25% (C), and 25% : 35% (D). The physical properties of the texture were tested using the Universal Testing Machine (UTM), the proximate levels were water with gravimetry, ash with dry ashing, protein with kjeldahl, fat with soxhlet, carbohydrates with by difference. Statistical analysis using the Kruskal-Wallis and Mann Whitney tests. There was an effect of variations in the treatment to the physical properties of the texture (p = 0.012). Cookies that have a good texture was cookies C (8.77 N). Based on SNI requirements, all cookies only met the requirements for water, energy, protein and fat. Based on the nutritional requirements for emergency food, only met for carbohydrates requirement. Mixing Bogor taro tuber flour with various additions of cowpea affected the physical properties (texture) and proximate levels. However, reformulation was needed so that cookies can meet emergency food standards. 
COMMUNITY PERCEPTIONS ABOUT IN-VITRO MEAT OR ARTIFICIAL MEAT ON HEALTH AS A FOOD SOURCE SOLUTION FOR THE FUTURE
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 01 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6059

Abstract

In vitro meat production systems involve the raising of stem cells extracted from farm animals in the bioreactor and using modern tissue engineering techniques to produce meat outside animal feed. The question in this study is "how is the perception of in-vitro meat or artificial meat towards health a solution to future food sources?" The research method used is a descriptive qualitative method, the data collection technique for surveys, by spreading a questionnaire in the form of a Google form link through social media such as whatsapp, email, and facebook. Questionnaires charge for 10 days and study subjects of nutritionists who work in hospitals, health sudin, and lecturer (51 respondents). Results showed that 71% (36) respondents knew in-vitro meat (artificial meat), from Google (29%), youtube (27%) and 22% (11 people) did not know about in-vitro meat. The majority of respondents (61% or 31) responded that in-vitro meat was unsafe to human consumption, and did not approve of whether it was on the market in Indonesia (57% or 29). The conclusion from this study suggests that uncertainty about artificial meat in society, the need to be educated about in-vitro meat (artificial meat), finally the public perception that it is not simply to accept foods made in the laboratory by using a tekzeroKeywords: Artificial meat, In-Vitro Meat, cultivation, people, opinion, reaction
Studi LCPUFA dan variant genetik enzim Fatty Acid Desaturase pada masa kehamilan di Asia masih langka
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 01 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6425

Abstract

Enourmos body of literatures reported that inadequacy of LCPUFAS (long chain polyunsaturated fatty acids) during pregnancy is associated with premature birth and newborn low birth weight. LCPUFAs may modified pregnancy outcome by modulating blood fatty acid, lipid profile and apo-lipoprotein. Current study reviewed literatures that investigate the association between maternal LCPUFAS and genetic variant of FADS (fatty acid desaturares), which act on endogenous synthesis of omega 3 precursors, and birth outcome in Asian countries particularly Indonesia. Using accessed PUBMED and Google Scholar database during January 2015 to December 2022 with a query of LCPUFAs, FADS, pregnancy and birth outcome, there were nine peer-reviewed literatures in English and two local literatures. Current finding confirmed the scarcity of literatures that associating LCPUFAS, FADS during pregnancy and birth outcome in Asian countries particularly in Indonesia. The finding also highlighted the role of LCPUFAS in prolonged gestation and desirable birth outcome. Genetic variant of FADS was indicated to modify the association of maternal LCPUFAs and birth ouctome. The scarcity of literaturs encourages other researcher to conduct further investigatation on this topic
Sifat Organoleptik dan Zat Gizi Biskuit Sorgum Substitusi Tepung Ikan Teri dan Tepung Daun Kelor sebagai Makanan Tambahan Ibu Hamil Anemia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 01 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6387

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia yaitu 48,9%. Maka perlu dikembangkan produk makanan tambahan bagi ibu hamil anemia yang kaya akan Fe dari bahan pangan lokal. Penelitian bertujuan mengetahui sifat organoleptik dan zat gizi biskuit sorgum substitusi tepung ikan teri dan tepung daun kelor sebagai makanan tambahan ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Formulasi yang digunakan dalam penelitian terdiri atas 5 variasi dengan perbandingan tepung sorgum, tepung ikan teri, dan tepung daun kelor masing-masing yaitu formula A (80%:0%:20%), B (76%:5%:19%), C (72%:10%:18%), D (68%:15%:17%), dan E (64%:20%:16%). Uji organoleptic dilakukan menggunakan hedonic scale test oleh 30 panelis tidak terlatih. Hasil uji organoleptik menunjukkan formula yang paling disukai adalah formula D dengan nilai rata-rata 3,53 (netral) dari skala 1-5. Nilai gizi biskuit formula D dalam 100 g mengandung energi 462,27 kkal, protein 10,12 g, lemak 21,90 g, karbohidrat 60,84 g, Fe 5,96 mg, dan kadar air 1,96%, sehingga biskuit ini dapat mencukupi 10% kebutuhan harian pada ibu hamil berdasarkan AKG 2019.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Konsumsi Karbohidrat, Konsumsi Serat, Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien DM Tipe 2 Saat Puasa Ramadhan Di Puskesmas Janti Kota Malang Amalia, Sabrina; Teguh, Sutomo Rum; Adelina, Rany
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.7087

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi kerena kelainan pada hormon insulin yang dapat disebabkan oleh aktivitas yang kurang, konsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak seimbang, dan berat badan berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi karbohidrat, konsumsi serat, dan kadar glukosa darah, dan hubungan tingkat konsumsi karbohidrat dan serat terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross-Sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi serat, dan kadar glukosa darah. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (76,7%), berusia manula (50%), dengan tingkat pendidikan SD (40%), telah menderita diabetes melitus dengan durasi lama (56,7%), memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai diabetes melitus (60%), dengan tingkat konsumsi karbohidrat kurang (80%), tingkat konsumsi serat kurang (100%), dan kadar glukosa darah buruk (40%). Terdapat hubungan tingkat konsumsi serat dengan kadar glukosa darah (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi serat, dan kadar glukosa darah. Tingkat konsumsi karbohidrat tidak berhubungan dengan kadar glukosa darah, sedangkan tingkat konsumsi serat berhubungan dengan kadar glukosa darah.  Saran dari peneliti bagi pasien diabetes melitus adalah tetap memperhatikan konsumsi makanan sesuai dengan anjuran diet diabetes melitus agar kadar glukosa darah tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi.