cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Silvia, Merryna Nia; Marudut, Marudut; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1235

Abstract

AbstractLevel of dietary intakes for individual and community can be obtained by food consumption surveys. By increasing the measurement, the quantitative estimates of  habitual food intake will be getting closer to actual food intake. The aims of this study was to determine the differences energy consumption and dietary intake according to recall –record method with time interval based on food consumption Ibadurrahman Boarding School Tangerang municipality. This study is cross-sectional. Total of Respondents are 109 adolescence girls. We used independent t-test and ANOVA test to compare two methods of assessing food consumption according to the average length of days. The average intake of energy and carbohydrates for 1 day and 7 days recall shows that there is significant difference, with the difference means respectively are 143.71 kcal and 22:28 g(P<0.05). There is no difference in the average intake of protein, fat, Fe, Vitamin C, Vitamin A, and folic acid (P≥0.05). In the record-method shows that there is differences in average intake of Vitamin C in 1 day to 7 days and 3 days to 7 days, with the difference means respectively are (- 5.27) mg and (- 4.91) mg (P<0.05). However, we can't found significant difference in the average intake of energy, protein, fat, Fe, vitamin A, folic acid. The comparison of recall and record methods also showed no difference in intake of energy and macro nutrients.The pattern of homogeneous food services should be made at least 3 days for recall and 7 days for record method. Keywords: Dietary Intake, Recall-Record Method, Adolescence girls AbstrakTingkat kecukupan zat gizi individu maupun kelompok masyarakat dapat diperoleh melalui survei konsumsi pangan. Dengan meningkatkan hari pengukuran, perkiraan kuantitatif terhadap kebiasaan asupan makanan akan semakin mendekati asupan makanan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi energi dan zat-zat gizi menurut metode recall dan record berdasarkan interval waktu konsumsi makanan di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang. Jenis Penelitian ini adalah cross sectional. Responden berjumlah 109 remaja putri. Analisa data menggunakan uji t-independen dan uji anova untuk menilai perbandingan dua metode konsumsi makanan menurut rata-rata lama hari. Rata-rata konsumsi energi dan karbohidrat 1 hari dan 7 hari recall menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan selisih 143.71 kkal (p <0.05) dan  22.28 g (p <0.05). Tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi protein, lemak, Fe, Vitamin C, Vitamin A, dan asam folat. Rata-rata konsumsi 3 hari dan 7 hari hampir sama. Metode record menunjukkan adanya perbedaan rata-rata konsumsi Vitamin C pada 1 hari dengan 7 hari dan 3 hari dengan 7 hari, selisih - 5.27 mg (p <0.05) dan - 4.91 mg (p <0.05). Sedangkan, rata-rata konsumsi energi, protein, lemak, Fe, Vitamin A, dan asam folat tidak ada perbedaan yang signifikan. Perbandingan antara metode recall dan record juga menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi energi dan zat gizi makro. Pola penyelenggaraan makanan homogen sebaiknya dilakukan minimal recall 3 hari dan record 7 hari. Kata Kunci: Zat Gizi, Waktu Makan, Remaja Putri
Konsumsi Sayuran-Buah dan Kadar Hemoglobin Remaja Puteri di Pesantren Ibadurrahman, Tangerang Febriani, Erlita; Marudut, Marudut
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 1 (2011): Nutrire Diaita
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i1.1230

Abstract

AbstractThe prevalence of Anemia is still high among in the girls population, because of a lack of food containing iron intake. Especially for girls who live in boarding school, because the most of food in that area are less of variation term of menus and less of nutritional substances. The aims of this study was to determine the relationship between nutrition consumption (protein, iron, vitamin C, Folic acid), Vegetables, Fruits and Hemoglobin levels in adolescents girls at boarding school Ibadurrahman Tangerang City. This is analytical study with cross-sectional study design. The sample of this study is about 99 adolescents girls. This study used pearson correlation to analyze the data. The results showed that the most of adolescents girl intake is below from RDA, such as protein (97%<RDA), Fe (100%<RDA), Vitamin C (97%<RDA), folic acid (92,9%<RDA), vegetables, and fruits. This study failed to found the relationship between nutrition consumption (protein, iron, vitamin C, Folic acid), vegetables, fruits and Hemoglobin levels in adolescents girls at boarding school Ibadurrahman Tangerang City (p>0,005) because the food consumption in this study is relatively equal. This study suggested that the boarding school part can provide a variation for diet and give information about health and nutrients balanced diet.  Keywords: Nutrition Consumption, Hemoglobin Levels, Adolescents Girls  AbstrakPrevalensi anemia pada remaja puteri cukup tinggi hal ini disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, terutama remaja puteri yang tinggal di Pesantren, karena umumnya makanan di pesantren kurang bervariasi dari segi menu dan zat gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi zat gizi (protein, Fe, Vitamin C, Asam Folat), Sayuran dan Buah dengan kadar Hb pada Remaja puteri di Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, jumlah sample dalam penelitian ini adalah 99 orang remaja puteri. Uji Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja puteri di Pesantren Ibadurrahman mengkonsumsi zat gizi dibawah AKG yakni sebesar 97% konsumsi protein dibawah AKG, 100% konsumsi Fe dibawah AKG, 97% konsumsi Vitamin C dibawah AKG, dan 92.9% konsumsi asam folat dibawah AKG, begitu juga dengan konsumsi sayuran dan buah masih kurang dari anjuran. Semua variabel yang diteliti tidak berhubungan dengan kadar Hb (p>0.05), hal ini disebabkan karena konsumsi makanan antara satu responden dengan responden yang lain relatif sama. Dari hasil penelitian ini disarankan agar pihak pesantren dapat memberikan makanan yang bervariasi, serta memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan gizi seimbang. Kata Kunci: Konsumsi Zat Gizi, Kadar Hb, Remaja Putri 
Perbedaan Konsumsi Cairan, Besaran Energi Minuman, dan Berat Jenis Urine pada Murid Kelas 4-5 Sekolah Dasar Negeri Sudimara 8 dan Sekolah Dasar Swasta Yadika 3 Ciledug Aryani, Dian; Rahmawati, Siti Mutia; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.675

Abstract

AbstractWater is a major component of the body’s thermoregulatory system, substition of the body’s metabolism, for digestion, foodprocessing, muscle contractions, etc. The purpose of this study was to determine the differences between water consumption, total of energy drinks, and urine specific gravity in 4-5 grade student public primary school. The method used simple random sampling and the total of subject is 62 students. The data were collected such as; 1). Characteristics of sample: gender, age, Weight, Height, the amount of pocket money, knowledge about drinking water, and physical activity; 2). Consumption of water and energy drinks,taken from 3x24 hours food recall; 3). The density of urine, taken from the examination in the laboratory. The results shows the average consumption of water is 2097.9 ml (±152.241) for public primary school, whereas the private primary school is 2657.2 ml (±327.6); the total of energy drinks is 173.4 kcal (±82.8), it is from powder and tea drinks without packing, whereas the private primary school 434.7 kcal (±179.5), it is from milk without packaging, juice without bottled, and tea packaging; urine specific gravity in public primary school is 1022 (±7.7) 1whereas in private primary school is 1015 (±6.6). There are significant differences between water consumption (p<0.05), total of energy drinks (p<0.05), and urine specific urine specific gravity in 4-5 grade student public primary school (p<0.05). In public primary schools are still below the recomended intake of water requirement, therefore we should encourage student to increase their water consumption.Keywords: water consumption, total energy drinks, urine specific gravity AbstrakAir merupakan suatu komponen utama thermoregulatory system tubuh, pengganti metabolisme tubuh, untuk pencernaan, pengolahan bahan makanan, kontraksi otot, pengatur suhu tubuh, dll. Kebutuhan cairan anak usia 1-18 tahun relatif lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perbedaan konsumsi cairan, besaran energi minuman, dan berat jenis urine murid kelas 4-5 sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2009. Cara pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana, sehingga total subjek di dapat 62 orang. Data yang dikumpulkan meliputi: 1)Karakteristik sampel: Jenis kelamin, umur, BB, TB, besaran uang saku, pengetahuan tentang air minum, dan aktivitas fisik; 2)Konsumsi cairan dan besaran energi dari minuman, diambil melalui food recall 3x24 jam; 3)Berat jenis urine,diambil melalui pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi cairan sekolah dasar negeri 2097,9 ml (±152,241),sedangkan sekolah dasar swasta 2657,2 ml (±327,6); besaran energi minuman sekolah dasar negeri 173,4kkal (±82,8) berasal dari minuman serbuk dan teh tanpa kemasan, sedangkan sekolah dasar swasta 434,7kkal (±179,5) berasal dari susu tanpa kemasan, jus tanpa kemasan, dan teh kemasan; berat jenis urine sekolah dasar negeri 1022 (±7,7) sedangkan sekolah dasar swasta 1015 (±6,6). Ada perbedaan yang signifikan antara konsumsi cairan (t=8,622);(p<0,05), besaran energi minuman (t=7,362);(p<0,05), dan berat jenis urine pada murid kelas 4-5 sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta (t=3,903);(p<0,05). Pada sekolah dasar negeri konsumsi cairan masih dibawah anjuran perlu di dorong untuk meningkatkan konsumsi cairan yang relatif tinggi.Kata kunci: konsumsi air, energi minuman, berat jenis urine
Osteoporosis, Konsumsi Susu, Jenis Kelamin, Umur dan Daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur Mulyani, Erry Yudhya; Damayanti, Didit
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i1.668

Abstract

AbstractOsteoporosis is a major health problem in the world and classified as metabolic disorders. Some factors which influence Osteoporosis are Sex, Age, Region, and Diet. The objective of this study was to determine the relationship. Osteoporosis and milk consumption based on sex, age, and region in DKI Jakarta, West Java, Central Java and East Java. This study used secondary data results from bone mass density at the shopping center of some cities in 2002-2005. chi-square test and logistic regression were used to analyze the data. The number of respondents from four regions are 69657, most of them are female, aged < 55 years and largely female respondents belongs to the 14-44 years age. Our statistical test shows that there is a relationship between levels of Osteoporosis and Milk consumption based on regions (West Java and East Java), female sex, and menopause (p<0.005), but there is no relationship between levels of Osteoporosis and Milk consumption based on regions (DKI Jakarta and Central Java), male sex, and longevity (p>0.005). Regression analysis showed that the region variable of West Java, Central Java, East Java, Gender, Longevity and Menopause are the risk factors of Osteoporosis as compare to DKI Jakarta. In additon to diet, we should have physical activity for bone formation.Keywords: osteoporosis, milk consumption, indonesiaAbstrakOsteoporosis merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan termasuk penyakit gangguan metabolisme. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain; jenis kelamin, umur, daerah, dan diit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Osteoporosis dengan konsumsi susu berdasarkan Jenis Kelamin, Umur, dan Daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan bone density mass di pusat perbelanjaan kota besar pada tahun 2002-2005. Analisis yang digunakan yaitu uji chi-square dan regresi logistik untuk mendapatkan model yang diinginkan. Jumlah responden dari ke-empat daerah yaitu 69657, rata-rata berjenis kelamin perempuan, sebagian besar berumur < 55 tahun, dan responden perempuan sebagian besar masuk dalam kategori umur 14-44 tahun. Berdasarkan hasil uji statistik didapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat osteoporosis dengan konsumsi susu berdasarkan variabel daerah (Jawa Barat dan Jawa Timur), Jenis Kelamin perempuan, dan Menopause (p<0,05), namun tidak ada hubungan yang bermakna pada variabel daerah (DKI Jakarta dan Jawa Tengah), Jenis Kelamin Laki-laki, dan Usia lanjut (p>0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jenis Kelamin, Usia Lanjut, dan Menopause merupakan faktor resiko Osteoporosis dibandingkan DKI Jakarta. Disarankan selain dari diit diperlukan aktifitas fisik untuk pembentukan tulang.Kata kunci: osteoporosis, konsumsi susu, Indonesia
Tingkat Kecukupan dan Keseimbangan Zat Gizi Makro Terhadap Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 01 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i01.5289

Abstract

Latar belakang: Masalah yang sering terjadi dalam konsumsi pangan ibu hamil antara lain ibu hamil tidak menyadari adanya peningkatan kebutuhan gizi selama masa kehamilan sehingga menimbulkan perilaku gizi salah. Dampaknya adalah ketidakseimbangan konsumsi gizi dibandingkan dengan kebutuhan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecukupan dan keseimbangan zat gizi makro terhadap pertambahan berat badan ibu selama kehamilan.Metode: Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel dalam penelitian yaitu 94 orang untuk uji deskriptif dan 50 orang untuk uji korelasi antara tingkat kecukupan dan keseimbangan zat gizi makro terhadap pertambahan berat badan ibu selama kehamilan. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan dan keseimbangan zat gizi makro dengan pertambahan berat badan ibu selama kehemilan (p>0,05). Namun, berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa ibu hamil yang memiliki konsumsi energi dan karbohidrat yang kurang cenderung memiliki pertambahan berat badan yang kurang juga selama kehamilan dan ibu yang mengonsumsi zat gizi makro dengan komposisi yang tidak sesuai akan cenderung memiliki pertambahan berat yang tidak normal (bisa kurang atau berlebihan).
Variasi Menu, Penampilan, Rasa Makanan dan Kaitannya dengan Tingkat Kepuasan Karyawan Hotel: Studi Cross-sectional
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 01 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i01.4793

Abstract

Kepuasan pada kualitas makanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi selera makan konsumen, salah satunya adalah karyawan. Jika para karyawan tidak puas dengan menu yang disajikan maka mereka tidak akan menghabiskan makanan sehingga kekurangan asupan energi dan dapat mempengaruhi produktivitas dan efiesiensi dalam pekerjaannya. Hal ini berdampak pada kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan dan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi menu, penampilan dan rasa makanan dengan tingkat kepuasan karyawan di Hotel Patra Comfort Jakarta, Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah responden 60 karyawan yang dipilih menggunakan Total Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan ada hubungan signifikan antara variasi menu dengan tingkat kepuasan (p = 0.024), ada hubungan signifikan antara penampilan makanan dengan tingkat kepuasan (p = 0.000), tidak ada hubungan signifikan antara rasa makanan dengan tingkat kepuasan (p = 0.094). Dapat disimpulkan bahwa variasi menu dan penampilan makanan berhubungan dengan tingkat kepuasan, tidak ada hubungan rasa makanan dengan tingkat kepuasan, dan disarankan kepada pihak hotel untuk lebih menambah variasi bahan makanan, variasi teknik pengolahan, meningkatkan variasi warna pada penampilan makanan, agar terjadi peningkatkan kepuasan kualitas makanan para karyawan.
Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Pengetahuan dan Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Biluhu Kabupaten Gorontalo
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 01 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i01.4698

Abstract

Konsumsi Minuman Dan Makanan Kemasan, Serta Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja Di SMAN 56 Jakarta Tahun 2020
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 01 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i01.4430

Abstract

Overweight adalah kondisi penumpukan simpanan lemak tubuh hingga menyebabkan berat badan berlebih yang salah satunya dialami oleh kelompok remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan konsumsi minuman dan makanan kemasan, serta aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 56 Jakarta Tahun 2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi crossectional. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 52,6% responden kurang baik konsumsi minuman kemasan, sebanyak 42% responden kurang baik konsumsi makanan kemasan dan sebanyak 54,6% responden beraktivitas fisik ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman kemasan, konsumsi makanan kemasan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight (p<0,05). Kata Kunci: Aktivitas fisik, Minuman dan Makanan kemasan, Overweight, Remaja
Asupan Energi Dan Zat Gizi Makro Serta Gaya Hidup Sedentari Berhubungan Dengan Status Gizi Remaja Di SMAN 56 Jakarta Barat
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 01 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i01.4417

Abstract

Gizi lebih merupakan salah satu masalah gizi yang sangat dirisaukan para remaja belakangan ini, dimana remaja lebih mementingkan bentuk tubuh yang ideal. Asupan dan pengeluaran energi yang tidak seimbang salah satu penyebab terjadinya gizi lebih terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara asupan energi & zat gizi makro serta gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle) dengan status gizi siswa di SMAN 56 Jakarta Barat. Objek dari penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 10 dan 11 dari jurusan IPA,IPS dan Bahasa, sebanyak 98 sampel. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional dan analisis data yang digunakan adalah chi-square. Kemudian dilakukan uji statistic untuk melihat pengaruh antara variable independent dan dependent. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara asupan energi dan zat gizi makro (p<0.05) dan sedentary lifestyle (p<0.05) dengan status gizi. sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan status gizi yaitu kualitas tidur (p>0.05) dan literasi label pangan (p>0.05). Adanya hubungan yang signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro, serta sedentary lifestyle dengan status gizi siswa di SMAN 56 Jakarta Barat tahun 2020.
Pengembangan Nugget Ayam dengan Jamur Tiram dan Kulit Buah Naga Merah sebagai Pangan Cepat Saji yang Tinggi Serat
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 14, No 2 (2022): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v14i2.5946

Abstract

Today people prefer to eat fast food which high of fat, sugar, natrium and low of Fiber. This will increasing risk of metabolic disorder. Nugget is a fast food containing high fat and low fiber. Addition of high fiber food expected to improve nutritional value of nugget. This study formulated nugget with oyster mushroom and red dragon fruit peel that are high in fiber. The objective of this tudy was to determine comparison of organoleptic attributes (color, aroma, texture and taste) and proximat analysis (water,ash,fat,protein,carbohydrate and fiber) among nugget formulation with of oyster mushroom and red dragon fruit peel added. This was a quantitative study with 4 formulation of oyster mushroom and red dragon fruit peel addition to nugget (F0=0:0; F1=40:50; F2=80:100; F3=120:150). Organoleptic test was performed by 30 panelist on 4 formulation and proximate analysis was performed on F0 and F3 compared to National Standart of Nugget. Friedman test was perform to investigate the different of panelist organoleptic attribute. Statistical test showed that there was no significant different in all organoleptic attribute among 4 nugget formulation. Proxymate analysis showed that F3 was the best formulation based on the national standart of nugget. This study showed that addition of oyster mushroom and red dragon fruit peel didnt affect panelist preference and improving nutrition content of product.