cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
CITA RASA SEBAGAI FAKTOR DOMINAN TERHADAP DAYA TERIMA PASIEN BEDAH DI RSUD CENGKARENGTAHUN 2016 Sitoayu, Laras; Trisia, Novia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1605

Abstract

AbstractFood service is good if patient acceptance of food ≥ 80%. Patients acceptanceaffected by taste, habits/preferences eating, and appetite. Animal protein is a dish that rich of protein value as needed in the process of wound healing in surgical patients.The objective of this study is to determine differences in the acceptability of animaldishes based on taste, habits/preferences eating, and appetite in the various classes of inpatient surgical patients at Cengkareng Hospital. This study was a cross sectional study. Samples were obtained by purposive sampling technique. The statistical test used Mann-Whitney test. The study was conducted on 192 surgical patients.Based on the statistical test, there is difference of patients acceptance for animal side dish based on taste and appetite (p=0,001) and habits/preferences eating (p = 0.022). Logistic regression results obtained taste protective of acceptability. This means that good taste can prevent a lack of food acceptance in patients (OR = 0.761). Taste is the dominant factor that can affect the animal side dish acceptance in surgical patients in hospitals Cengkareng than taste, habits/preferences eating and appetite.Keywords: Food acceptance, taste, animal dish. AbstrakPelayanan makanan dikatakan baik jika daya terima pasien ≥ 80%. Daya terima pasien dipengaruhi antara lain oleh cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan, dan nafsu makan pasien. Lauk hewani merupakan hidangan tinggi protein yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka pada pasien bedah.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan daya terima lauk hewani berdasarkan cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan, dan nafsu makan di berbagai kelas rawat inap pasien bedah di RSUD Cengkareng. Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 192 sampel.Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney.Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan rata-rata daya terima lauk hewani berdasarkan cita rasa dan nafsu makan pasien (p=0,001) dan kebiasaan/kesukaan makan (p=0,022). Hasil uji regresi logistik didapatkan cita rasa protektif terhadap daya terima. Artinya cita rasa yang baik mampu mencegah kurangnya daya terima pada pasien (OR=0,761).Cita rasa merupakan faktor dominan yang dapat mem-pengaruhi daya terima lauk hewani pada pasien bedah di RSUD Cengkareng dibandingkan cita rasa, kebiasaan/kesukaan makan dan nafsu makan.Kata kunci: Daya terima, cita rasa, lauk hewani.
STUDI VALIDASI IMT DAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL (RLPP) TERHADAP PROFIL LIPID DI POLI JANTUNG RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU Yuliza, Nur Endri Indah; Sri, Iwaningsih; Sri, Hartati Lilik
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 2 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i2.1572

Abstract

AbstractCardiovascular disease is the number one cause of death globally among them is CHD. One of the risk factors of coronary heart diseaseis obesity. There needs to be a first step to determine obesity in a way that anthropometric measurements of nutritional status(BMI and waist hip ratio) and biochemical (lipid profile). There is a difference between the normal range and interpretation of anthropometry and biochemistry that are able to raise questions about the best method for detecting CHD risk factors. The purpose of this study was to determine the validity of BMI and waist hip ratio on the lipid profile in patients with CHD Poly Heart Hospital Dr.M.Yunus Bengkulu. This research is research that is both analytic survey with cross-sectional approach. The population in this study were patients with CHD in Poly Heart Hospital Dr. M. Yunus Bengkulu. While the sample of 60 respondents with making accidental sampling technique. Analysis of the data in this study using validity. This technique is used to measure the sensitivity and specificity of indicators that BMI and waist hip ratio studis on lipid profile.Validity of test results that the sensitivity of BMI and waist hip ratio is quite good (Se>70%) but for specificity IMT better than the waist hip ratio (Sp <60%).Keywords: body mass index, waist-to-hip circumferenceratio, lipid profile, coronary heartdisease AbstrakPenyakit kardiovaskular adalah penyebab nomor satu kematian secara global salah satunya yaitu PJK. Salah satu faktor risiko dari PJK adalah obesitas. Perlu dilakukan langkah awal untuk pendektesian obesitas dengan cara pengukuran status gizi yaitu antropometri (IMT dan RLPP) dan biokimia (profil lipid). Ada perbedaan batas normal dan interpretasi antara antropometri dan biokimia yangdapat menimbulkan pertanyaan tentang metode yang paling baik untuk mendeteksi faktor risiko PJK.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui validitas IMT dan RLPP terhadap profil lipid pasien PJK di Poli Jantung RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PJK di Poli Jantung RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Sedangkan sampelnya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisa data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji validitas. Teknik ini digunakan untuk mengukur sensitivitas dan spesifisitas dari indikator penelitian yaitu IMT dan RLPP terhadap profil lipid.Dari hasil uji validitas bahwa sensitivitas IMT dan RLPP tergolong baik (Se > 70%) tetapi untuk spesifisitas IMT lebih baik daripada RLPP (Sp < 60%).Kata Kunci : IMT, RLPP, Profil Lipid, PJK
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BUBUK INSTAN BIJI SALAK DENGAN METODE SPRAY DRYING Anggreini, Dwi Desi; Jus'at, Idrus; Wijaya, Hendra
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1414

Abstract

AbstractBackground: The production of snake fruit podoh from year to year has increased. Many processed from the fruit of snake fruit of course seeds produced only being waste.So that the seeds of snake fruit that is waste but has any nutrition are numerous and having the benefit for the body to be processed into a drink which is useful. Objective: The effect of extraction time on the quality of instant powdered snake fruit seeds and acceptance of the public against the organoleptic quality. Method: This is a research experiment , the snake fruit seeds powder in the extraction by the time the extraction of 5 minutes , 10 minutes , and 15 minutes. Product testing conducted by the organoleptic test by 30 panelists somewhat trained students test Esa Unggul University using Visual Analog Scale (VAS). Statistical tests using One Way ANOVA. Result: The time of the extraction of having significant with organoleptik to the criteria of taste and preference level with p <α (0.00 <0.05), but the extraction time has no significant to the color, consistency, and flavor. Test levels of quality and the most excellent A level is sampled to 1 with extraction time of 5 minutes, the water content of 3.76%, 7.82% ash content, ash kealkalian 1.16% and the level of preference with a mean of 4.20. Conclusion: Extraction time influence the organoleptic quality standards and instant powdered snake fruit seeds. Expected further research on snake fruit seed instant drinks that focuses on the mineral content present in the snake fruit seed.Keywords: snake fruit Seed, extraction time, spray dryingAbstrakLatar Belakang : Produksi salak podoh dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Banyak olahan dari buah salak tentunya biji yang dihasilkan hanya menjadi limbah. Sehingga biji salak yang merupakan limbah tetapi memiliki kandungan gizi yang banyak dan memiliki manfaat bagi tubuh akan diolah menjadi minuman yang bermanfaat. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh waktu ekstrasi terhadap mutu bubuk instan biji salak dan daya terima masyarakat terhadap mutu organoleptik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimen, Bubuk biji salak di ekstraksi dengan waktu ekstraksi 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Pengujian produk dilakukan dengan uji organoleptik oleh 30 panelis agak terlatih mahasiwa/i Universitas Esa Unggul menggunakan uji Visual Analog Scale (VAS). Uji statistik menggunakan One Way Anova. Hasil : Waktu ekstraksi memiliki hubungan dengan organoleptik untuk kriteria rasa dan tingkat kesukaan dengan nilai p<α (0,00<0,05), tetapi waktu ekstraksi tidak memiliki hubungan terhadap warna, konsistensi, dan aroma. Uji kadar mutu dan tingkat kesukaan yang paling bagus adalah sampel ke 1 dengan waktu ekstraksi 5 menit, kadar air 3.76%, kadar abu 7.82%, kealkalian abu 1.16% dan tingkat kesukaan dengan nilai mean 4.20. Kesimpulan : Waktu ekstraksi mempengaruhi terhadap standar mutu dan organoleptik bubuk instan biji salak. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut pada minuman instan biji salak yang berfokus pada kandungan mineral yang ada didalam biji salak.Kata kunci     : Biji salak, waktu ekstraksi, spray drying
Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro Serta Serat, dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Anak Sekolah Dasar Kelas V Usia (10-12 Tahun) di SDN Talaga 2 Cikupa Tangerang Alawiyah, Tuty; Sugeng, Wiyono; Kuswari, Mury
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 1 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i1.1275

Abstract

AbstractBackground: physical fitness everyone relate with physical health. One of the problems faced by groups of school-age children is the low level of health and nutritional status. Nutritional problems that developed in the community is very closely related to the behavior and lifestyle in childhood and adolescence. Physical fitness is influenced by several things, including nutrient intake, physical activity and body composition. Body composition was influenced by the magnitude of the nutritional status of a person. Objective: To determine the relationship of nutritional status, as well as the macro-nutrient intake and fiber, physical activity on physical fitness the fifth grade of primary school children aged (10-12 years) in SDN Talaga 2 Cikupa Tangerang. Methods: Respondents in this study amounted to 50 people aged 10-12 years. Variables tested were age, gender, nutritional status, as well as the macro-nutrient intake and fiber, physical activity, and physical fitness. Data processing is performed by Pearson correlation test and independent t-test. Results: The results showed that the correlation test variables associated with the physical fitness are gender, energy intake, and fat intake (p<0,05). Other variables such as age, nutritional status, protein intake, KH intake, fiber intake, and physical activity was not associated with physical fitness levelsfifth grade elementary school children aged 10-12 years in SDN Talaga 2 Cikupa Tangerang (p>0,05). Conclusions: Variables related to fitness is sex, energy intake, and fat intake. Keywords: nutritional status, nutrient intake, physical activity AbstrakLatar Belakang: Kebugaran jasmani seseorang berhubungan dengan kesehatannya. Salah satu masalah yang dihadapi kelompok anak usia sekolah adalah rendahnya tingkat kesehatan dan keadaan gizi. Masalah gizi yang berkembang di masyarakat sangat erat hubungannya dengan perilaku dan gaya hidup pada masa kanak-kanak dan remaja. Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya asupan zat gizi, aktivitas fisik dan komposisi tubuh.Komposisi tubuh tersebut dipengaruhi oleh besarnya status gizi seseorang. Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi, asupan zat gizi makro serta serat, dan aktivitas fisik dengan kebugaran anak sekolah dasar kelas V usia (10-12 tahun) di SDN Talaga 2 Cikupa Tangerang. Metode: Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang berusia 10-12 tahun. Variabel yang diuji yaitu umur, jenis kelamin, status gizi, asupan zat gizi makro serta serat, aktivitas fisik, dan kebugaran. Pengolahan data yang dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji t-test independent. Hasil: Hasil penelitian uji korelasi menunjukkan bahwa variable yang berhubungan dengan tingkat kebugaran adalah jenis kelamin, asupan energi, dan asupan lemak (p<0,05). variabel lainnya seperti umur, status gizi, asupan protein, asupan KH, asupan serat, dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan tingkat kebugaran anak sekolah dasar kelas V usia 10-12 tahun di SDN Talaga 2 Cikupa Tangerang (p>0,05). Kesimpulan:Variabel yang berhubungan dengan kebugaran adalah jenis kelamin, asupan energi, dan asupan lemak.Kata Kunci : status gizi, asupan zat gizi, aktivitas fisik
Hubungan Usia Pemberian Mp-Asi dan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Warna Kota Bekasi Tahun 2013 Minarti, Indah Puji; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1269

Abstract

AbstrakDari data Dinas Kesehatan Kota Bekasi menunjukkan bahwa di Puskesmas Jati Warna angka kejadian diare sebanyak 10,7% dan angka status gizi kurang menurut BB/U sebanyak 28,32%, lebih tinggi dari angka Nasional sebesar 15%. Mengetahui hubungan usia pemberian MP-ASI dan status gizi dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jati Warna Kota Bekasi. Data yang digunakan data primer, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel balita usia (6-24 bulan) yang diteliti (n=77). Dalam pengujian statistik menggunakan uji chi-square. Usia pemberian MP-ASI < 6 bulan sebanyak 39,0% dan ≥ 6 bulan sebanyak 61,0%. Status gizi kurang sebanyak 51,9% dan status gizi baik sebanyak 48,1%. Terdapat 42,9% yang tidak pernah mengalami diare dan 57,1% yang pernah mengalami diare. Berdasarkan hasil uji statistik yang digunakan, tidak ada hubungan yang bermakna antara usia pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan (P>0,05). Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan (P<0,05). Upaya penyuluhan kesehatan pencegahan penyakit Diare kepada Ibu balita dan peran kebersihan lingkungan disekitar tempat tinggal harus terus dilakukan. Kata Kunci : usia pemberian MP-ASI, status gizi, kejadian diare
Pengaruh Subtitusi Puree Labu Kuning terhadap Daya Terima, Nilai Gizi, dan Daya Simpan Donat dengan Pengolahan Metode Panggang Pratomo, Muhammad Adi; Inggrid, Inggrid; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1264

Abstract

AbstractPumpkin (Cucurbita moschata) is a food commodity that utilize and level of consumption is still low at less than 5 kg per year. Pumpkin donuts is one alternative to increase the consumption of pumpkin. Pumpkin donuts with substitution has not been studied previously. The purpose of this study was to determine the effect of substitution of pumpkin puree to the received power, nutrition facts and shelf life of donuts mingled with grilled method. This research is purely experimental. Acceptabel test does by organoleptic using 30 semi-trained panelists. The tests of nutrition facts was conducted by the proximate analysis and testing of beta-carotene using HPLC method. Analysis of the received power of statistical tests performed by One Way Anova followed by bonferoni. The best acceptance obtained donuts with pumpkin puree substitution of 20%. Based on the results of proximate donut substitute pumpkin puree containing 20% water content of 14.9%, 0.82% ash, 9.50% protein, 15.5% fat, 59.3% carbohydrate. The content of beta-carotene was higher in donuts substituted with pumpkin puree (48.6 mg) compared to donuts that no substitution of 15 mg. The shelf life of donuts substitute pumpkin can last 6 days and a donut with no substitution can last 10 days. Baked donuts with pumpkin puree substitution with higher levels of beta-carotene can be a healthy food that is intended for a group of adults who have coronary heart disease problems and KVA. Keywords: baked donuts, pumpkin puree, betacaroten AbstrakLabu kuning (Cucurbita moscheta) merupakan komoditas pangan yang pemanfaatan dan tingkat konsumsinya masih rendah yaitu kurang dari 5 kg per tahun. Donat labu kuning merupakan salah satu alternatif makanan sehat untuk meningkatkan konsumsi labu kuning. Donat dengan substitusi labu kuning ini belum pernah diteliti sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh substitusi puree labu kuning terhadap daya terima, nilai gizi, dan daya simpan donat yang diolah dengan metode panggang. Penelitian ini bersifat eksperimen murni. Uji daya terima dilakukan secara organoleptik menggunakan 30 orang panelis semi terlatih. Pengujian nilai gizi dilakukan dengan analisis proksimat dan uji betakaroten menggunakan metode HPLC. Analisis daya terima dilakukan dengan uji statistik One Way Anova dan dilanjutkan dengan bonferoni.Daya terima paling baik diperoleh donat dengan substitusi puree labu kuning 20%. Berdasarkan hasil proksimat donat substitusi puree labu kuning 20% mengandung kandungan air 14,9%, abu 0,82%, protein 9,50%, lemak 15,5%, karbohidrat 59,3%. Kandungan betakaroten lebih tinggi pada donat yang disubstitusi dengan puree labu kuning (48,6 mg) dibandingkan donat yang tanpa substitusi sebesar 15 mg . Daya simpan donat substitusi labu kuning dapat bertahan 6 hari dan donat tanpa substitusi dapat bertahan 10 hari. Donat panggang dengan substitusi puree labu kuning dengan kadar betakaroten lebih tinggi dapat dijadikan makanan sehat yang ditujukan untuk kelompok dewasa  yang mengalami masalah penyakit jantung koroner dan KVA. Kata kunci: donat panggang, puree labu kuning, betakaroten
Analisis Asupan Zat Gizi Makro, Serat dan Obesitas pada Pre Lansia Usia 45 – 54 Tahun di Wilayah Jawa dan Bali (Analisis Data RISKESDAS 2012) Ulum, Miftahul; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1259

Abstract

AbstractElderly is a natural process that will inevitably experienced by everyone who was blessed with long life. Nutritional problem today is not only that also occur in the elderly. The purpose of this study to explore the difference intake of macronutrients, fiber, and obesity in pre elderly aged 45-54 years in Java and Bali. This study used 2010 Riskesdas data with a cross sectional approach and analitic survey design. The samples obtained in 2576. Statistical testing using independent t-test, one-way anova test and linear regression. The result of this study idicated most respondents were female (1643 people). Based on residence, most respondents living in urban areas (1785 people). The level of percapita spending most of the respondents in quintile 5 (very high) 692 people. Average energy intake of 1271±284,6 kcal respondents, protein 41,62±13,02g, fat 36,69±14,68 g, carbohydrates 187,11±51,28 g, and fiber 6,65±2,493 g. The prevalence of obesity was significantly higher in pre elderly women (28,34±2,42) with a p-value <0,05. The mean intake of fat, protein, carbohydrate and fiber were significantly different between obese and normal pre elderly (p <0,05). Based on the type of area and the level of per capita expenditure, obesity in closely associated with the intake of macronutrients and fiber (p<0,05). It needs a special attention from their families and local government related to the provision of a source of food intake (energy, protein, fats, carbohydrates) and fiber.   Keywords: elderly, obesity, macronutrient  AbstrakLansia merupakan proses alamiah yang pasti akan di alami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Masalah gizi saat ini bukan hanya saja gizi kurang tetapi gizi lebih juga sudah menjadi permasalahan yang terjadi pada lansia. Asupan zat gizi makro dan kurangnya asupan serat merupakan penyebab terjadinya gizi lebih pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro, serat, dan obesitas pada pre lansia usia 45-54 tahun di wilayah Jawa dan Bali. Data yang digunakan data sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional dan design survey analitik. Sampel yang didapat 2576 orang.Pengujian statistik menggunakan uji t-test independent, uji one-way anova dan regresi linier.Hasil penelitian ini menunjukkan Sebagian responden berjenis kelamin perempuan yaitu 1634 orang. Berdasarkan tempat tinggal, responden lebih banyak yang tinggal di wilayah perkotaan yaitu sebesar 1785 orang. Tingkat pengeluaran perkapita responden sebagian besar pada kuintil 5 (sangat tinggi) yaitu 692 orang. Rata-rata asupan energi responden 1271±284,6kkal, protein 41,62±13,02 gr, lemak 36,69±14,68 gr, karbohidrat 187,11±51,28 gr, dan serat 6,65±2,493 gr. Prevalensi obesitas secara signifikan lebih tinggi pada pre lansia perempuan (28,34±2,42) dibandingkan dengan pre lansia laki-laki (27,32±2,92) dengan nilai p<0,05. Rerataasupan lemak, protein, karbohidrat dan serat secara signifikan berbeda antara pre lansia obesitas dan normal (p<0,05). Berdasarkan tipe wilayah dan tingkat pengeluaran perkapita, obesitas berhubungan erat dengan asupan zat gizi makro dan serat (p<0,05).Perlu adanya perhatian khusus dari keluarga dan pemerintah daerah terkait penyediaan asupan makanan sumber (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan serat. Kata kunci:lansia, obesitas, zat gizi makro 
Hubungan Antara Asupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Anak Remaja Usia 13-18 Tahun di Pulau Jawa (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Sutriani, Ani; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 2 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i2.1253

Abstract

 AbstrakGizi Lebih dapat terjadi pada semua golongan umur termasuk pada anak remaja.. Remaja umur 13-18 tahun di temukan 6,2% dan pada umur 17-18 tahun sekitar 11,4% paling banyak terjadi di provinsi di Pulau Jawa. Mengetahui hubungan antara asupan energi,protein,lemak, karbohidrat,serat dengan kejadian gizi lebih pada remaja usia 13-18 tahun di Pulau Jawa. Data yang digunakan data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cros sectional. Jumlah seluruh sampel yang diteliti (n=753). Pengujian statistik menggunakan t-test Independen dan korelasi pearson. Rata-rata asupan energi di Pulau Jawa (2352 ±1,379) kkal, protein (74,99 ±27,66) gr, lemak (88,4±3,41) gr, karbohidrat (315,4 ±93,73) gr dan serat (10,08 ±5,65) gr. Status gizi remaja terbanyak berstatus gizi normal (92,8%). Berdasarkan hasil uji statistik yang digunakan, ada perbedaan antara jenis kelamin, ada hubungan umur, asupan protein, lemak (p<0,05) dan karbohidrat (p<0,1) pada remaja perempuan dengan status gizi, tidak ada hubungan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat pada remaja laki-laki (p>0,05) dengan status gizi. Kata kunci : Remaja (13-18 tahun), Zat Gizi Makro, Gizi Lebih
Hubungan Antara Konsumsi Mie Instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan Status Gizi Laki-Laki Usia 19-29 Tahun di Pulau Sumatra (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Riska, Riyana; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 1 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i1.1247

Abstract

AbstrakMie adalah makanan cepat saji yang paling popular dari semua jenis makanan cepat saji, pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat-zat gizi. Kekurangan atau kelebihan dalam jangka waktu lama akan berakibat buruk dalam kesehatan. Mengetahui hubungan antara konsumsi mie instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan status gizi laki-laki (19-29 tahun) di Pulau Sumatra. Data yang digunakan data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cros sectional. Jumlah seluruh sampel laki-laki usia (19-29 tahun) yang diteliti (n=585). Dalam pengujian statistik menggunakan uji korelasi dan one-way annova. Konsumsi mie instan responden rata rata 111,28 (±62,059) gram, status gizi responden rata-rata 21,17 (±2,94). Berdasarkan hasil uji statistik yang digunakan, tidak ada hubungan konsumsi mie instan dan status gizi (P≥0,05), tidak terdapat perbedaan asupan Energi, Protein, dan Fe (%AKG) dan status gizi, ada perbedaan asupan vitamin A (%AKG) dan status gizi (P≤0,05). Kata kunci: konsumsi mie instan, asupan (energi, protein, vitamin A dan Fe), status gizi
Perbedaan Pola Makan dan Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Serat Berdasarkan Jenis Kelamin, Status Ekonomi, Tipe Daerah, dan Status Gizi Pada Anak-Anak Usia 6-10 Tahun di Pulau Jawa Hasti, Setyorini Nur; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 4, No 2 (2012): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v4i2.1242

Abstract

AbstractIn Indonesia, many variation patterns of staple food consumption. It is caused by economic status, and level of education. The group of elementary school are in a period of rapid and active growth. The children should have sufficient intake of nutrients in both quantity and quality. The nutritional status of children is one of the indicators for assessing the state of growth and health status of children. To understand of the differences in diet, intake of energy, carbohydrate, protein, fat, fiber and nutritional status in children aged 6-10 years, in Java based on gender, type of area, economic status, and nutritional status. We used secondary data from Riskesdas 2010, with cross-sectional design. The samples are12838 children’s aged 6-10 years in Java Island. The food consumption data from 24-hour recall method, and then calculated with total of nutrient intakes; Energy, Macro Nutrient Substances and fiber, and the data of nutritional status from anthropometric measurements. We used t-test and ANOVA to analyzing data. Approximately 61.4% of school-age children with normal nutritional status, and about 14% are obese. Carbohydrate intake from cereals and tubers are significantly different based on type of Region (p <0.05). The average intake of protein from meat and poultry in low-income groups significantly different than the other groups (p <0.05). The average intake of fat from food/Snack higher in obese children than other groups (p <0.05). Fiber intake from Nuts & Grains greater in girls (p <0.05). The pattern of diet, intake of energy, macro nutrients, and fiber in children aged 6-10 years varies greatly according to gender, type of area, economic status, and nutritional status in Java Island. Keywords: Energy Intake, Nutritional Status, Economic Status AbstrakPola konsumsi makanan pokok di Indonesia dapat beragam. Disebabkan oleh  status ekonomi, dan pendidikan. Kelompok usia sekolah berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktif. Anak harus mendapatkan zat gizi dalam kuantitas dan kualitas yang cukup. Status gizi anak merupakan salah satu tolak ukur untuk menilai keadaan pertumbuhan dan status kesehatan anak. Mengetahui perbedaan pola makan, asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, serat serta status gizi pada anak usia 6-10 tahun di pulau Jawa berdasarkan jenis kelamin, tipe daerah, status ekonomi, dan status gizi. Menggunakan data sekunder Riskesdas 2010, rancangan cross sectional. Sampel yang dianalisa adalah anak usia 6-10 tahun di Pulau Jawa yang berjumlah 12838 orang. Data konsumsi makanan didapat melalui metoda recall 24-jam, kemudian dihitung jumlah asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Serat, dan data status gizi melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan t-test dan Anova. Sekitar 61,4% anak usia sekolah dengan status gizi normal, dan sejumlah 14% sangat gemuk. Asupan karbohidrat dari Serealia & Umbi-umbian berbeda sangat bermakna menurut tipe Daerah (p<0,05). Rata-rata asupan protein dari Daging & Unggas pada kelompok berpendapatan rendah berbeda sangat bermakna dibanding kelompok lainnya (p<0,05). Asupan rata-rata lemak dari Makanan/Jajan lebih tinggi pada anak dengan status gizi gemuk dibanding kelompok lainnya (p<0,05). Asupan serat dari Kacang  & Biji-bijian lebih besar pada anak perempuan (p<0,05). Pola makan, asupan energi, zat gizi makro, dan serat pada anak-anak usia 6-10 tahun sangat bervariasi menurut jenis kelamin, tipe daerah, status ekonomi, dan status gizi pada anak-anak usia 6-10 tahun di pulau Jawa. Kata Kunci: Asupan Energi, Status Gizi, Status Ekonomi