cover
Contact Name
Khadijatul Musanna
Contact Email
khadijatulmusanna2000@gmail.com
Phone
+6281330287061
Journal Mail Official
ibtikariaialmuslimaceh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Induk: JL. Banda Aceh - Medan, Paya Lipah, , Kab. Bireuen, Provinsi Aceh, 24261.
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Published by IAI Almuslim Aceh
ISSN : -     EISSN : 30634067     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial ini fokus pada kajian Islam dan sosial meliputi isu-isu terkait pendidikan, sejarah, kearifan lokal, ekonomi syariah, politik, hukum, dan filsafat. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah bahasa Indonesia, Arab dan Inggris IBTIKAR merupakan jurnal yang dapat diakses dengan mudah oleh pembaca. Jurnal ini merupakan wadah atau media berbagi informasi dan pengetahuan antar cendekiawan, ulama, akademisi, dan peminat ilmu-ilmu sosial/agama untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan penulisan. IBTIKAR pertama dirilis secara online pada bulan Juni 2023. IBTIKAR terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 31 Documents
PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MENJAGA KONSTITUSIONALITAS PRODUK LEGISLASI DI INDONESIA
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2 No 2 (2025): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan penting dalam menjaga tegaknya konstitusi di Indonesia. Salah satu peran sentral MK adalah melakukan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui kewenangan judicial review, MK berfungsi sebagai pengawal konstitusi (guardian of the constitution), pelindung hak-hak konstitusional warga negara, serta penyeimbang kekuasaan legislatif dalam proses pembentukan produk hukum. Penelitian ini membahas bagaimana peran MK dalam mengontrol konstitusionalitas produk legislasi, mekanisme pengujian undang-undang, serta implikasi putusan MK terhadap sistem hukum nasional. Dengan menggunakan metode yuridis normatif, hasil kajian menunjukkan bahwa MK berperan tidak hanya sebagai lembaga yudisial, tetapi juga sebagai penjamin prinsip demokrasi dan negara hukum. Namun demikian, efektivitas peran MK juga bergantung pada tingkat kepatuhan lembaga legislatif dan eksekutif dalam menindaklanjuti putusannya.
TRANSFORMASI OTORITAS KEAGAMAAN DALAM RUANG DIGITAL: STUDI TERHADAP PRAKTIK KEISLAMAN GENERASI MUDA
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2 No 2 (2025): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan lanskap otoritas keagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Jika sebelumnya otoritas keislaman berpusat pada ulama, lembaga formal, dan institusi keagamaan tradisional, kini ruang digital menghadirkan aktor-aktor baru yang turut membentuk wacana dan praktik keberagamaan, khususnya di kalangan generasi muda. Media sosial, platform berbagi video, dan aplikasi digital keislaman memungkinkan akses ke pengetahuan agama yang lebih terbuka, instan, dan personal, namun sekaligus menantang struktur otoritas keagamaan yang mapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi otoritas keagamaan terjadi dalam ruang digital serta bagaimana generasi muda Muslim memaknai, memilih, dan mempraktikkan ajaran Islam di tengah pluralitas otoritas tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis wacana digital dan observasi terhadap konten keislaman di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, studi ini menemukan bahwa otoritas keagamaan dalam ruang digital bersifat cair, terfragmentasi, dan berbasis popularitas serta kedekatan emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik keislaman generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh legitimasi keilmuan, tetapi juga oleh narasi, gaya komunikasi, dan representasi identitas yang dibangun di ruang digital.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN KESADARAN SOSIAL: TINJAUAN TEORI KONSTRUKTIVISME
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2 No 2 (2025): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik. Kesadaran sosial mencakup kepekaan terhadap realitas sosial, kemampuan berempati, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kesadaran sosial peserta didik melalui perspektif teori konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur yang relevan, meliputi teori konstruktivisme dalam pendidikan, konsep kesadaran sosial, serta kajian Pendidikan Agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, di mana pemahaman nilai-nilai Islam dibangun melalui pengalaman, interaksi sosial, dan refleksi kritis terhadap realitas kehidupan. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai ruang dialogis yang memungkinkan internalisasi nilai-nilai sosial keislaman seperti keadilan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, penerapan pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kesadaran sosial peserta didik. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat.
INTERNALISASI NILAI KEAGAMAAN DALAM PEMBENTUKAN STRUKTUR SOSIALAJARAN ISLAM DAN PRODUKSI TATANAN SOSIAL: PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 2 No 2 (2025): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji proses internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam Islam dan perannya dalam pembentukan struktur sosial masyarakat. Berangkat dari perspektif sosiologi agama, penelitian ini menempatkan ajaran Islam tidak hanya sebagai sistem normatif-teologis, tetapi juga sebagai sumber produksi tatanan sosial yang membentuk pola relasi, perilaku, dan institusi sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam kajian Islam dan teori sosial, terutama pemikiran Berger dan Luckmann tentang konstruksi sosial, serta kontribusi Weber dan Durkheim dalam memahami agama sebagai fenomena sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan berlangsung melalui proses objektivasi ajaran, institusionalisasi praktik keagamaan, dan legitimasi sosial yang berkelanjutan. Proses tersebut berkontribusi pada pembentukan struktur sosial yang relatif stabil, sekaligus adaptif terhadap dinamika perubahan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa ajaran Islam berfungsi sebagai kerangka simbolik dan normatif yang memediasi hubungan antara individu dan masyarakat, sehingga menghasilkan tatanan sosial yang tidak bersifat statis, melainkan terus dikonstruksi melalui interaksi sosial. Temuan ini memperkaya diskursus sosiologi agama dengan menempatkan Islam sebagai aktor aktif dalam produksi dan reproduksi struktur sosial masyarakat.
KONSEP TOLERANSI DALAM AL-QURAN DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN BERAGAMA YANG MODERAT Salwa, Niam
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tolerance from the Qur’anic perspective is not merely a passive attitude of respecting differences, but rather an active expression of faith inspired by empathy the capacity to understand, feel, and appreciate the experiences of others, including those of different religions or worldviews. This study is motivated by the growing influence of exclusive religious narratives in Indonesia that tend to separate faith from its social and emotional dimensions, thereby risking intolerance and social fragmentation. The research aims to uncover the concept of tolerance in the Qur’an as an integrated whole of faith and empathy, and to explore its relevance in fostering a moderate and inclusive religious life within Indonesia’s pluralistic society. Using a qualitative approach and library research methodology, the study analyzes relevant Qur’anic verses such as Q.S. Al-Hujurat: 13, Al-Kafirun, and Al-Ma’idah: 48 through contextual hermeneutics, while also drawing on the ideas of Indonesian Muslim thinkers (notably Nurcholish Madjid) and official Ministry of Religious Affairs documents on religious moderation. Findings indicate that the Qur’an frames tolerance within a universal humanistic framework: it not only guarantees freedom of religion but also demands an active commitment to justice, mutual recognition (ta‘araf), and the nurturing of social harmony. Empathy is thus shown to be the ethical foundation for interpreting and embodying these values. Authentic religious moderation, therefore, emerges when faith is expressed not only through ritual but also through openness of heart toward human diversity. These findings strengthen the theological basis for the narrative of Islam Rahmatan lil ‘alamin (Islam as a mercy to all creation) in Indonesia
ANALISIS KUALITAS GURU SEBAGAI PILAR EFEKTIVITAS  MANAJEMEN SEKOLAH DI SMP THAUTHIATUT THULLAB Rosmiati, Nazirah
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas guru sebagai pilar utama dalam meningkatkan efektivitas manajemen sekolah di SMP Thauthiatut Thullab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas guru yang mencakup kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan manajemen sekolah. Guru yang berkualitas mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, meningkatkan kedisiplinan siswa, serta berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi sekolah.
PERAN TGK DALAM MANAJEMEN BIMBINGAN KARIR SANTRI DI DAYAH THAUTHIATUT THULLAB Annisa Radhiah; Khadijatul Musanna
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Tgk dalam manajemen bimbingan karir santri di Dayah Thauthiatut Thullab. Tgk memiliki posisi penting dalam membimbing santri, bukan hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam pembentukan keterampilan hidup dan arah karir santri setelah menyelesaikan pendidikan di dayah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tgk berperan sebagai pembimbing, motivator, pengarah, dan teladan bagi santri dalam menentukan masa depan karir mereka. Bentuk bimbingan karir dilakukan melalui pembinaan keterampilan, pengembangan kepribadian, pembiasaan disiplin, serta pemberian nasihat dan motivasi kepada santri. Faktor pendukung dalam pelaksanaan bimbingan karir adalah keteladanan Tgk dan lingkungan dayah yang religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan minimnya program pelatihan karir modern.
DIALEKTIKA HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM KONTEMPORER Puja Rahmah
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dialektika antara Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum Islam merupakan salah satu wacana yang terus berkembang dalam kajian hukum, studi Islam, dan ilmu sosial kontemporer. Di satu sisi, HAM menekankan prinsip universal mengenai kebebasan, kesetaraan, keadilan, dan martabat manusia, sedangkan di sisi lain hukum Islam berlandaskan pada wahyu dengan tujuan utama mewujudkan kemaslahatan melalui prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis harmonisasi nilai-nilai universal HAM dalam perspektif hukum Islam kontemporer dengan mengidentifikasi titik temu, perbedaan, serta peluang integrasi antara kedua sistem nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis normatif terhadap literatur klasik dan kontemporer, dokumen internasional mengenai HAM, serta berbagai hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan antara HAM dan hukum Islam lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan landasan epistemologis dan pendekatan interpretasi daripada pertentangan substansial terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pendekatan maqāṣid al-syarī'ah memberikan ruang bagi reinterpretasi hukum Islam yang mampu mengakomodasi nilai-nilai universal seperti keadilan, persamaan, perlindungan martabat manusia, kebebasan beragama, serta perlindungan hak-hak dasar tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Kajian ini menegaskan bahwa hubungan antara HAM dan hukum Islam tidak semestinya diposisikan sebagai dua paradigma yang saling bertentangan, melainkan sebagai proses dialog konstruktif yang memperkaya pengembangan hukum Islam kontemporer agar lebih responsif terhadap dinamika masyarakat global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai normatif Islam.
ISLAM DAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN BUDAYA DIGITAL Ketrine ladity
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital telah membawa perubahan yang sangat cepat terhadap pola komunikasi, interaksi sosial, serta sistem nilai yang berkembang dalam masyarakat. Di satu sisi, kemajuan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan efektivitas komunikasi. Namun, di sisi lain, budaya digital juga memunculkan berbagai tantangan, seperti penyebaran disinformasi, menurunnya kualitas etika bermedia, meningkatnya individualisme, polarisasi sosial, serta melemahnya ketahanan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ajaran Islam dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi perubahan budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap literatur ilmiah, ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta berbagai referensi yang berkaitan dengan Islam, ketahanan sosial, dan budaya digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses reduksi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai konsep yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memiliki seperangkat nilai yang mampu menjadi fondasi ketahanan sosial, di antaranya ukhuwah (persaudaraan), ta'awun (tolong-menolong), tabayyun (verifikasi informasi), wasatiyyah (moderasi beragama), kejujuran, tanggung jawab, serta literasi digital yang berlandaskan etika Islam. Nilai-nilai tersebut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan identitas moral, spiritual, dan budaya. Selain itu, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter Islami sebagai upaya membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah transformasi budaya digital. Dengan demikian, Islam tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sistem nilai yang mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan era digital secara berkelanjutan.  
DINAMIKA DAKWAH DIGITAL DALAM MEMBENTUK PERILAKU KEAGAMAAN GENERASI MUDA Sarah Nadia Putri
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap pola dan metode dakwah Islam, khususnya di kalangan generasi muda. Berbagai platform digital seperti media sosial, YouTube, podcast, dan aplikasi pembelajaran daring menjadi sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang lebih mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dakwah digital dalam membentuk perilaku keagamaan generasi muda serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan sumber-sumber akademik yang relevan mengenai dakwah digital dan perilaku keagamaan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital berkontribusi dalam meningkatkan akses terhadap pengetahuan Islam, memperkuat kesadaran beragama, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam berbagai aktivitas keagamaan. Di sisi lain, dakwah digital juga menghadapi tantangan berupa penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, munculnya pendakwah yang kurang memiliki kompetensi, polarisasi pemahaman keagamaan, serta kecenderungan pemahaman agama yang bersifat instan akibat konsumsi konten digital yang singkat. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang adaptif, penguatan literasi digital, serta peningkatan peran lembaga dan tokoh agama yang kredibel agar dakwah digital mampu memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku keagamaan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital merupakan instrumen strategis dalam transformasi perilaku keagamaan generasi muda apabila didukung oleh konten yang berkualitas, literasi digital yang memadai, serta pendekatan dakwah yang kontekstual dan moderat.

Page 3 of 4 | Total Record : 31