cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6287761229493
Journal Mail Official
jurnalinanpaer@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Nomor 06 Mataram, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Inen Paer
ISSN : -     EISSN : 30470463     DOI : https://doi.org/10.69503/jip.v2i2.617
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Inen Paer terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini meliputi kajian sosial, kebudayaan, pendidikan, ekologi, politik, seni, ekonomi, antropologi, filsafat, sastra dan sejarah. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya.
Articles 33 Documents
MENANGKAL STIGMA ISLAMOPHOBIA: MENGAKTUALISASIKAN KONSEP MODERASI BERAGAMA DI ERA KONTEMPORER Hopizal Wadi; Rohimi Rohimi
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.682

Abstract

Artikel ini secara spesifik mengkaji tentang Islamofobia yang menjadi perbincangan dunia atas keresahan dan ketakutan ummat Islam. kemudian, penulis berupaya untuk mendeskripsikan konsep Islam wasatiyyah sebagai jawaban untuk menangkal stigma Islamofobia di Indonesia, sekaligus menganalisis keidealannya bagi ummat manusia. kemunculan Islam wasatiyyah akan menjadikan ummat Islam merasakan tentram dan damai tanpa kekerasan atas nama ras, ideologi, golongan bahkan agama. Sehingga eksistensi Islam wasatiyyah sebagai pintu masuk untuk mencapai persatuan dan keutuhan dalam bernegara serta bermasyarakat. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan peran Islam wasatiyyah dalam menjawab tantangan Islamofobia yang terjadi di dunia, khususnya Indonesia. Kemudian, artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang berbasis kepustakaan (library research) dari berbagai sumber refrensi ilmiah seperti artikel-artikel ilmiah, buku-buku dan literatur-literatur yang berkaitan dengan tema bahasan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Islam wasatiyyah sebagai jalan ideal untuk menangkal berkembangnya Islamofobia di Indonesia sehingga harus dipertahankan secara konsisten. Kemudian, posisi Islam wasatiyyah sebagai jawaban atas stigma Islamfobia, dengan mengedepankan cara pandang yang lebih damai, toleran, cinta serta berkeadilan sehingga membuat citra Islam sedikit bergeser dari sentimen kekerasan.
PERAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATAKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA Annisa Yunita Rizqi; Dinda Putri; Ilmia Izzatul Isma; Djuita Hidayati
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.936

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran penting bagi siswa sekolah dasar, namun sering dianggap sulit dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas I di MIN 1 Kota Mataram. PMR menggunakan konteks dunia nyata dan masalah kontekstual untuk membuat pembelajaran lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistic berperan penting dalam meningkatkan minat siswa, secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa dari 65% menjadi 90%. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar matematika, serta menunjukkan peningkatan dalam indikator minat belajar seperti perasaan senang, pemusatan perhatian, dan keterlibatan aktif. Dengan demikian, PMR terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan, serta dianjurkan untuk diterapkan dalam pendidikan matematika guna meningkatkan pemahaman dan kecintaan siswa terhadap mata pelajaran ini
Radikalisme agama dalam persepektif Sosiologi Agama Sukardiman Sukardiman
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.947

Abstract

Religious radicalism is a common phenomenon found in the world community, religious and cultural differences are often used as negative energy to suppress other religious groups with the argument of the scriptures. radicalism in the name of religion seems to be justified, even though there is an error in the perspective of the holy book text, because it does not see from a historical point of view the verse came down and the social context of today's society. In this paper, the author uses the literature study method, which is an activity carried out in an effort to explore, examine, and identify and identify knowledge based on the results of previous research or studies related to radicalism in the name of religion. In the context of the sociology of religion, the essence of religion is the glue of social cohesion between humans, we can see this in the perspective given by sociological figures, such as ibn Khaldun, Max Weber, and Emile Dhurkeim. In the context of Islam itself, it also teaches about religious inclusiveness, one of which is very visible in the vision of Islamic plurality, where the prophet made a constitution called the Medina Pilgrimage which regulates the lives of three major religions, namely Christianity, Judaism and Islam. However, in the current era Islam is experiencing a global stigma, thus creating what is called Islamophobia, even though Islam is not what western people think. So the conclusion is Islam never teaches about violence, but Islam teaches about peace. Key word: religious Radicalism, Islam, Sociology of Religion.
PENGGUNAAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS 1B PADA MATERI BILANGAN CACAH, PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN DI MI QUBBATUL ISLAM CAKRANEGARA Dinda Afrianza; Putri Oktavia Ningsih; Baiq Liana Fitri; Djuita Hidayati
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.953

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas, hasil belajar, dan respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) pada materi bilangan cacah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas 1B MI Qubbatul Islam Cakranegara dengan jumlah peserta didik 25 orang dengan jumlah laki-laki 11 orang dan perempuan 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Melalui yang dihasilkan dari penelitian ini bahwa melibatkan pendekatan matematika realistik sangat dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik dan memiliki peran penting pada aktifitas, hasil belajar, dan respon peserta didik terhadap pembelajaran agar pembelajaran yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar.
EKSISTENSI BARISTA PEREMPUAN DI CAFFE SHOP BANDA ACEH Cut Asri
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.959

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji eksistensi barista perempuan di caffe shop Banda Aceh. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya melalui wawancara untuk menjawab pertanyaan yang ada di pendahuluan serta tala’ah dari sumber-sumber yang dapat dijadikan data dalam tulisan ini. Dari hasil penelitian, penulis menemukan adanya kesesuaian dengan teori Simone De Beauvoir yang membagi feminisme eksistensialis dalam tiga bagian yaitu takdir dan sejarah perempuan, mitos perempuan, dan kehidupan perempuan kini. Sesuai dengan teori yang digunakan penulis menemukahan bahwa; Sejarah pada perempuan menurut Beauvoir selalu menampilkan peran laki-laki yang lebih esensial daripada peran perempuan sepanjang sejarah. Di mulai dengan NJO atau orang yang baru pertama kali datang ke Aceh mulai mengisi kursi-kursi di warung kopi meski hanya sekedar dengan bertemu dengan orang lain atau diskusi. Hal ini mulai di lihat oleh perempuan Aceh bahwa sekedar duduk di warung kopi ternyata bukan bencana yang besar sehingga seiring dengan berjalannya waktu perempuan mulai ramah dengan kehadiran perempuan. Dan hadirnya Balai Latihan Kerja (BLK), dapat mengasah skil masyarakat Aceh dalam berbagai bidang termasuk pelatihan meracik kopi.
The Meaning Of The Verse Seribu Dinar In The Koran Surah Ath-Thalaq Verses 2-3: Roland Barthes Semiotic Application ALPIN YAPI
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i1.962

Abstract

The Koran is the primary source of Islamic teachings which contains and is rich in symbols. This article aims to find the denotative and connotative meaning related to the Thousand Dinar Verse (QS. At-Thalaq: 2-3). This article uses analytical descriptive methods and Roland Barthes' semiotic approach. Roland Barthes' theory is pursued in two steps, namely the first step is the linguistic system or denotation level, then the mythological system or connotation level. The results of the findings regarding the Verse One Thousand Dinars if you use these two steps, namely the denotation level is called sustenance, then the connotation level is called the path to opening up fortune in an unexpected way, then ease in difficulties, ease in making decisions and being able to sell your merchandise.
ANALISIS MANAJEMEN MODAL KERJA DALAM PENDIDIKAN DI MI BAHRUL ULUM RANGKAP II KUTA Mahendra Saputra
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.963

Abstract

Hasil yang serupa ditemukan pada penelitian lain yang menemukan bahwa kenaikan return on assets (ROA) sebagai salah satu parameter profitabilitas bisnis dikendalikan oleh pengurangan pada siklus DSI dan CCC dan perpanjangan siklus pada DSO dan DPO (Golaz Z, 2020). Dari beberapa hasil penemuan terdahulu yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa memperpendek siklus pada manajemen modal kerja memiliki dampak yang baik untuk profitabilitas perusahaan. Dalam hal ini, peneliti dapat dapat melihat bahwasanya manajment keuangan sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sebuah Lembaga organisasi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang peneliti lakukan tentang Analisis Modal Kerja dalam Lembaga Pendidikan di Mi Bahrul Ulum Rangkap II Kuta.
PEMIKIRAN HADITS HADHRATUSY SYEIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI Bejo Mujoko; Dadah Sa’adah
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Hadhratusy Syeikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam bidang hadits dan kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan dan praktik Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali cara pemikiran KH. Hasyim Asy'ari dalam menjembatani ajaran hadits dengan realitas sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran beliau memberikan dampak signifikan dalam mencetak generasi ulama yang tidak hanya menguasai ilmu hadits secara mendalam, tetapi juga mampu mengaplikasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sosial. KH. Hasyim Asy'ari menekankan pentingnya maqashid al-syari'ah dan hikmat al-tasyri' dalam penetapan hukum yang bersumber dari hadits, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan tujuan yang terkandung di dalamnya. Pemikiran ini memperlihatkan bahwa hadits bukan hanya sebagai pedoman hukum, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan perubahan sosial yang adil dan bermartabat. Warisan pemikiran beliau terus memberikan inspirasi dan relevansi dalam menghadapi tantangan sosial dan moral di era modern, menjadikan hadits sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tetap memberi kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia hingga saat ini. Kata Kunci: Pemikiran Hadits, KH. M. Hasyim Asy'ari, Pendidikan Islam, Maqashid al-Syari'ah, Hikmat al-Tasyri', Hukum Islam, Konteks Sosial, Pengembangan Pendidikan
TAFSIR DAKWAH QURAISH SHIHAB DAN GUS BAHA’ (Studi Ayat 108 Surat al-An’am) Abdul Halim
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.1270

Abstract

Penelitian ini mengkaji Ayat 108 Surat al-An'm dalam al-Quran menjelaskan tentang larangan mengumpat tuhan dalam agama lain, karena umat agama lain akan balik mengumpat tuhan agama Islam. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah (Tuhan agama Islam) telah menjadikan orang-orang non-muslim itu bangga dengan amal perbuatan mereka sendiri, dan akan kembali ke Tuhan setelah kematian nanti. Saat itulah Allah akan memberitahu mereka apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Dua tokoh intelektual muslim berpengaruh di Indonesia, Muhammad Bahauddin Nursalim (Gus Baha') dan Muhammad Quraish Shihab (MQS), memiliki interpretasi masing-masing terhadap ayat al-Quran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir hermenutik, dan menggunakan teori dakwa Islam sebagai pisau analisanya. Jenis penelitian ini penelitian kepustakan, dan sumber datanya diambil dari buku, jurnal, majalan, artikel populer, ceramah di media massa dan sumber kepustakaan lainnya. Penelitian ini menemukan; pertama, Gus Baha' menggunakan pendekatan konflik peradaban dalam memahami ayat al-Quran di atas, sementara Quraish Shihab lebih condong pada paradigma moralis. Kedua, Gus Baha' menggunakan peta geopolitik dalam memahami ayat tersebut, sementara Quraish Shihab memahaminya dari perspektif kebenaran versus dan kekuatan Islam. Ketiga, Gus Baha' dan Quraish Shihab sama dalam memasukkan logika hukum 'timbal-balik' dan konsekuensi negatif cacian yang dapat menjauhkan umat non-muslim. Temuan dalam penelitian ini berkontribusi pada kajian tafsir dakwah Islam, terutama prinsip-prinsip konflik, geopolitik, dan morilitas yang harus digunakan dalam memahami al-Quran dan dalma berdakwah.
IMPLIKASI TRADISI NYONGKOLAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN POLA INTERAKSI MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah) Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Inen Paer Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.1330

Abstract

Tradisi Nyongkolan adalah salah satu warisan budaya Sasak yang masih dilestarikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh tradisi Nyongkolan terhadap pola interaksi sosial masyarakat di Desa Pengadang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi lapangan dan wawancara dengan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyongkolan memiliki dampak positif dalam mempererat silaturahmi antarindividu dan keluarga, melestarikan nilai budaya, serta membangun solidaritas sosial lintas generasi. Namun, tradisi ini juga menghadapi tantangan berupa konflik sosial, kerusuhan, serta praktik yang bertentangan dengan norma masyarakat, seperti kenakalan remaja dan tindakan kriminalitas selama prosesi berlangsung. Generasi muda cenderung melihat tradisi ini sebagai hiburan, sedangkan generasi tua memaknainya sebagai penghormatan kepada adat istiadat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Nyongkolan tetap relevan sebagai wadah interaksi sosial masyarakat, namun memerlukan upaya adaptasi untuk mengatasi berbagai tantangan akibat modernisasi. Pelestarian tradisi ini membutuhkan pendekatan inklusif dan edukatif, agar tetap dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Pengadang tanpa menimbulkan permasalahan sosial baru.

Page 3 of 4 | Total Record : 33