cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6287761229493
Journal Mail Official
jurnalinanpaer@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Nomor 06 Mataram, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Inen Paer
ISSN : -     EISSN : 30470463     DOI : https://doi.org/10.69503/jip.v2i2.617
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Inen Paer terbit dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini meliputi kajian sosial, kebudayaan, pendidikan, ekologi, politik, seni, ekonomi, antropologi, filsafat, sastra dan sejarah. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya.
Articles 38 Documents
PELUANG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN UMKM PANGAN DAN PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN Nurlaili, Yuni
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.1352

Abstract

Program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari agenda perlindungan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, menyimpan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan serta penguatan ekonomi kerakyatan. Artikel ini membahas peluang strategis dari program tersebut, khususnya dalam menciptakan permintaan tetap (captive market) bagi UMKM pangan lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan sirkulasi ekonomi domestik berbasis komunitas. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, analisis dilakukan melalui studi literatur dan kebijakan, serta pembelajaran dari program serupa di beberapa negara seperti India dan Brasil. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program makan bergizi gratis dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan, asalkan didukung oleh regulasi afirmatif, standar kualitas pangan yang terjangkau, serta kemitraan yang adil antara pelaku usaha kecil dan penyelenggara program. Selain itu, pemberdayaan UMKM sebagai penyedia makanan sehat juga sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan dan penguatan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, perlu perancangan kebijakan terpadu yang mengintegrasikan aspek gizi, produksi pangan lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan agar program makan bergizi gratis tidak hanya dilihat sebagai intervensi sosial, tetapi juga sebagai pendorong transformasi ekonomi berbasis kerakyatan.
GELAR MENAK DALAM PERSPEKTIF BARU: REINTERPRETASI STATUS KEBANGSAWANAN SASAK OLEH KOMUNITAS PERKOTAAN DI KELURAHAN BABAKAN, MATARAM Fiqri, Adam
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.1360

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana masyarakat urban di Kelurahan Babakan, Kota Mataram (Baik penyandang gelar maupun non-penyandang gelar) memaknai gelar bangsawan menak di era modernitas? 2. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pemaknaan ulang gelar menak?. Teknik yang dilakukaan dalam mengumpulkan data adalah dengan teknik wawancara mendalam dengan narasumber yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa; 1. pemaknaan gelar bangsawan menak oleh masyarakat di kelurahan Babakan, pemaknaan baru yang muncul, seperti: a. Gelar Menak dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, bukan sekadar simbol kekuasaan; b. Beberapa generasi muda memaknai gelar ini sebagai romantisme masa lalu atau warisan tanpa fungsi tradisional yang jelas. c. Ada kecenderungan peluruhan makna, di mana gelar hanya menjadi label simbolik yang tidak lagi memiliki pengaruh nyata dalam kehidupan sosial. 1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemaknaan Ulang Gelar Menak. sebuah. Modernisasi dan Perkembangan Kota; b. Perubahan Struktur Sosial; c. Pendidikan dan Media; d. Pola Asuh dan Transmisi Nilai; e. Ekonomi dan Profesim; f. Pengaruh Tuan Guru.
KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA: DAMPAKNYA PADA KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI WARGA EBUNUT KUTA Athar, Sirajul
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v2i2.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memperdalam dan lebih banyak mengetahui mengenai dampak sosial dari pembangunan KEK mandalika di Dusun Ebunut. 2) mengetahui dampak pembangunan kek mandalika terhadap ekonomi dari masyarakat di Dusun Ebunut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif, adapun sumber -sumber data yang diperoleh ini dari masyarakat Dusun Ebunut yang masih menetap di kawasan lingkar mandalika dan masyarakat Dusun Ebunut yang sudah di relokasi, sebagai memperkuat hasil penilitian ini melibatkan komunitas/organisasi grakan seperti Aliansi Gerakan Reforma Agraria Nusa Tenggara Barat, Asli Mandalika dan sebagainya. Adapun hasil penilitian ini yang menunjukkan bahwa adanya pembangunan KEK Mandalika ini sangat berpengaruh kepada masyarakat di lingkar kawasan ini, terkhusus yang ada di dalam kawasan Dusun Ebunut ini, Dusun Ebunut dulunya berada di dalam ring 1 di tengah – tengah jalur lintasan sirkuit motor gp, oleh sebab itu tidak bisa di pungkiri adanya pembangunan ini melahirkan dampak sosial dan juga ekonomi bagi masyarakat lingkar mandalika terkhusus yang berada di kawasan Dusun Ebunut ini. Dampak sosial seperti mengikisnya budaya gotong royong dan masyarakat yang diambang kemiskinan, dampak ekonomi yang dihasilkan berupa kuranganya penghasilan dari masyarakat dikarenakan sedikit peluang kerja modern ditengah masyarakat tidak memiliki keterampilan, masyarakat yang bergantung kepada peternakan, nelayan, dan juga pertanian kini sedikit demi sedikit memudar, walaupun masyarakat di dusun ini mencoba untuk melawan dengan cara membuka lahan untuk bertani demi kebutuhan sehari-hari.
INTEGRASI KOMUNIKASI MULTIMODAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AUDIENS PADA MEDIA EDUKASI DIGITAL Lahilawati, Dwi; Mayanti, Yulia; Riska, Aulia
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v3i1.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran integrasi komunikasi multimodal dalam meningkatkan pemahaman audiens pada media edukasi digital. Pendekatan mixed methods digunakan dengan desain eksplanatori sekuensial yang menggabungkan analisis kualitatif struktur multimodal dan analisis kuantitatif tingkat pemahaman audiens. Data dikumpulkan melalui analisis konten video edukasi, kuesioner, serta wawancara mendalam untuk menggali pengalaman audiens secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi multimodal ditentukan oleh kohesi antar elemen, terutama dalam aspek keselarasan, relevansi, dan sinkronisasi. Konten dengan integrasi multimodal yang baik terbukti meningkatkan pemahaman audiens secara signifikan dibandingkan konten yang tidak terstruktur. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan audiens tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman, sehingga diperlukan keseimbangan antara daya tarik visual dan fungsi kognitif. Selain itu, multimodalitas mendukung pembelajaran yang lebih inklusif karena mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan konsep kohesi multimodal serta implikasi praktis bagi desain media edukasi digital. Dengan demikian, integrasi multimodal yang dirancang secara sistematis menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
PERUBAHAN PRAKTIK BERPAKAIAN ADAT DALAM INDUSTRI KREATIF MODERN DAN DAMPAKNYA TERHADAP REPRESENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DI RUANG PUBLIK Hayani, Nur; Haris, Abdul; Fazli, Pendi
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v3i1.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan praktik berpakaian adat dalam industri kreatif modern serta dampaknya terhadap representasi identitas budaya lokal di ruang publik. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis digunakan untuk memahami makna, dinamika, dan implikasi sosial dari transformasi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur yang relevan dengan kajian budaya, fashion, dan industri kreatif. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik, semiotik, dan wacana untuk mengidentifikasi pola perubahan serta interpretasi makna simbolik busana adat dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik berpakaian adat mengalami transformasi signifikan dari fungsi simbolik tradisional menjadi bagian dari industri kreatif yang berorientasi ekonomi dan estetika. Integrasi elemen budaya lokal dalam fashion modern meningkatkan visibilitas identitas budaya di ruang publik, baik secara fisik maupun digital. Namun, perubahan ini juga memunculkan tantangan berupa pergeseran makna simbolik, komodifikasi budaya, dan risiko apropriasi yang berpotensi mengurangi keaslian nilai budaya. Di sisi lain, inovasi desain dan produksi membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya.
POLITIK IDENTITAS DALAM ERA DIGITAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STABILITAS SOSIAL DAN INTEGRASI NASIONAL Akbar, Ali; Fauzi, Armi; Harizal, Gusman
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v3i1.1615

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika politik identitas dalam era digital serta implikasinya terhadap stabilitas sosial dan integrasi nasional. Perkembangan media digital mengubah cara identitas politik dibentuk, disebarkan, dan dikonsolidasikan dalam masyarakat. Identitas tidak lagi statis, tetapi diproduksi secara dinamis melalui interaksi di media sosial yang dipengaruhi algoritma dan preferensi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review untuk menganalisis temuan empiris dan teoretis yang relevan. Data diperoleh dari sumber ilmiah bereputasi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis serta thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berperan signifikan dalam memperkuat politik identitas melalui personalisasi konten yang menciptakan echo chamber dan mempercepat polarisasi sosial. Politik identitas meningkatkan mobilisasi politik dan partisipasi masyarakat, namun juga memperkuat eksklusivitas kelompok dan memicu konflik sosial. Dalam konteks integrasi nasional, fragmentasi identitas menjadi tantangan utama dalam membangun kohesi sosial yang inklusif. Penelitian ini menegaskan sifat ambivalen politik identitas sebagai sumber konflik sekaligus sarana pemberdayaan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui literasi digital, regulasi disinformasi, dan kebijakan inklusif untuk menjaga stabilitas sosial. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan platform digital menjadi kunci utama.
REKONSTRUKSI MAKNA SIMBOLIK DALAM UPACARA ADAT AKIBAT INTERAKSI ANTARA MODERNISASI DAN DIGITALISASI PADA MASYARAKAT BUDAYA DI INDONESIA Hidayatulloh, Zilal; Supriadi, Supriadi; Melawati, Usnul
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v3i1.1616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi makna simbolik dalam upacara adat di Indonesia sebagai akibat interaksi antara modernisasi dan digitalisasi. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana perubahan sosial dan teknologi memengaruhi cara masyarakat memahami, mempertahankan, dan mengadaptasi simbol budaya dalam praktik ritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi-kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi dan konten digital. Analisis data dilakukan dengan teknik tematik dan semiotik untuk mengidentifikasi pola perubahan makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi makna simbolik berlangsung melalui tiga pola utama, yaitu reduksi makna, transformasi makna, dan reproduksi makna dalam ruang digital. Reduksi makna terjadi ketika simbol budaya kehilangan kedalaman filosofis akibat komodifikasi dan penyederhanaan visual. Transformasi makna mencerminkan adaptasi masyarakat dalam menyesuaikan simbol dengan konteks modern. Sementara itu, reproduksi makna menunjukkan peran media digital sebagai ruang baru dalam membentuk dan menyebarkan makna budaya secara lebih luas. Faktor kelembagaan adat, peran tokoh budaya, serta keterlibatan generasi muda menjadi penentu penting dalam proses tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai agen aktif dalam perubahan budaya. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan melalui pendekatan adaptif yang menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai simbolik.
TRANSFORMASI TRADISI LISAN DALAM MASYARAKAT DIGITAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR NARASI SERTA MAKNA BUDAYA PADA KOMUNITAS LOKAL Kusuma, Hadi; Holid, Anwar; Riski, Alifia
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inen Paer Edisi Desember
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v3i1.1617

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi tradisi lisan dalam masyarakat digital serta dampaknya terhadap perubahan struktur narasi dan makna budaya pada komunitas lokal. Perkembangan teknologi digital menggeser praktik tradisi lisan dari ruang komunal ke platform seperti video, podcast, dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus multi-situs. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten digital, lalu dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi mendorong perubahan signifikan pada struktur narasi yang menjadi lebih ringkas, visual, dan adaptif terhadap karakteristik media digital. Proses ini melahirkan narasi hibrida yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Makna budaya turut bergeser dari yang semula stabil menjadi lebih terbuka dan dinegosiasikan secara kolektif oleh audiens di ruang digital. Digitalisasi juga memicu komodifikasi budaya serta risiko homogenisasi akibat dominasi platform global. Namun, komunitas lokal tetap mampu beradaptasi melalui integrasi teknologi dengan praktik tradisional dan upaya mempertahankan nilai budaya. Generasi muda berperan penting sebagai mediator dalam proses transformasi ini.

Page 4 of 4 | Total Record : 38