cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Kesehatan
ISSN : 3124128X     EISSN : 31241298     DOI : https://doi.org/10.64465/jek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Entitas Kesehatan adalah jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat yang menyediakan platform untuk publikasi dan penyebaran artikel penelitian, tinjauan pustaka, dan karya ilmiah yang mencakup semua disiplin ilmu dalam bidang ilmu kesehatan. Jurnal ini mencakup cakupan yang komprehensif termasuk kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, nutrisi, kedokteran gigi, kesehatan dan sanitasi lingkungan, epidemiologi, farmasi, terapi wicara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3/K3), promosi kesehatan, kebijakan dan manajemen kesehatan, ilmu klinis, dan studi kesehatan berbasis masyarakat, serta bidang ilmu kesehatan terkait lainnya.
Articles 21 Documents
Analisis DRPs Penggunaan Obat Tuberkulosis Paru pada Pasien Rawat Jalan RSUD X Periode 2024 Adinda Dwinka Az-Zahra; Gina Lestari; Tri Yanuarto; Herlin Sulita
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): NOVEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i4.156

Abstract

Tuberkulosis  paru merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan yang tepat untuk mencapai keberhasilan terapi. Ketidaktepatan penggunaan obat dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian, kategori, dan persentase DRPs pada penggunaan obat TB paru pasien rawat jalan di RSUD X periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien TB paru dewasa usia 18–59 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Cipolle yang meliputi perlunya tambahan obat, obat tanpa indikasi, dosis terlalu rendah, dan dosis terlalu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki lebih banyak yaitu 42 pasien (52,5%), dengan kelompok usia terbanyak 48–57 tahun sebanyak 25 pasien (31,25%). Dari 80 pasien, ditemukan 13 pasien (16,25%) mengalami DRPs, terdiri atas obat tanpa indikasi sebanyak 7 pasien (8,75%) dan dosis terlalu rendah sebanyak 6 pasien (7,5%). Sementara itu, kategori perlunya tambahan obat dan dosis terlalu tinggi tidak ditemukan. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien tidak mengalami DRPs, namun masih ditemukan permasalahan terkait ketepatan indikasi dan dosis obat yang memerlukan evaluasi untuk mendukung keberhasilan terapi TB paru.

Page 3 of 3 | Total Record : 21