cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Kesehatan
ISSN : 3124128X     EISSN : 31241298     DOI : https://doi.org/10.64465/jek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Entitas Kesehatan adalah jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat yang menyediakan platform untuk publikasi dan penyebaran artikel penelitian, tinjauan pustaka, dan karya ilmiah yang mencakup semua disiplin ilmu dalam bidang ilmu kesehatan. Jurnal ini mencakup cakupan yang komprehensif termasuk kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, nutrisi, kedokteran gigi, kesehatan dan sanitasi lingkungan, epidemiologi, farmasi, terapi wicara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3/K3), promosi kesehatan, kebijakan dan manajemen kesehatan, ilmu klinis, dan studi kesehatan berbasis masyarakat, serta bidang ilmu kesehatan terkait lainnya.
Articles 15 Documents
Perbandingan Strategi Formulasi Kosmetik Serum Wajah dengan Klaim Pencerah pada Merek Lokal dan Global Mar'atus Sholikhah
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.117

Abstract

Pertumbuhan industri kosmetik mendorong meningkatnya inovasi formulasi serum wajah dengan klaim pencerah. Perbedaan strategi formulasi antara merek lokal dan global belum banyak dikaji, terutama berdasarkan penggunaan bahan aktif, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian ini bertujuan membandingkan strategi formulasi kosmetik serum wajah dengan klaim pencerah pada merek lokal dan global berdasarkan penggunaan bahan aktif pendukung klaim pencerah, kategori formulasi, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif komparatif terhadap 60 produk serum wajah dengan klaim pencerah yang terdiri atas 30 merek lokal dan 30 merek global. Data diperoleh dari daftar komposisi (ingredient list) yang tercantum pada kemasan atau sumber resmi produk. Analisis deskriptif disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Perbedaan kategori formulasi dianalisis menggunakan uji Chi-square, sedangkan kompleksitas mekanisme kerja dibandingkan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niacinamide merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan (56,7%), diikuti vitamin C dan turunannya (36,7%), tranexamic acid (18,3%), dan alpha arbutin (16,7%). Sebagian besar produk menggunakan kombinasi dua bahan aktif (56,7%), sedangkan kombinasi niacinamide dan vitamin C merupakan pola kombinasi yang paling sering ditemukan. Mayoritas produk memiliki dua mekanisme kerja (55,0%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kategori formulasi antara merek lokal dan global (p = 0,180). Uji Mann–Whitney U juga menunjukkan bahwa kompleksitas mekanisme kerja kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan (p = 0,868). Dengan demikian, strategi formulasi kosmetik serum wajah merek lokal dan global relatif sebanding dalam kategori formulasi dan kompleksitas mekanisme kerja, meskipun terdapat perbedaan dalam pemilihan dan kombinasi bahan aktif yang digunakan.
Analisis DRPs Dengan Diagnosa Kejang Demam Pasien Rawat Inap Anak di RSUD X Periode Januari 2023 - Desember 2025 Heni Sintia Apriliyanti; Dede Handika; Tri Yanuarto
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.121

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok anak dan memerlukan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi. Ketidaksesuaian penggunaan obat dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada keberhasilan terapi. Penelitian bertujuan untuk menentukan angka kejadian serta kategori DRPs pada pasien anak dengan diagnosis kejang demam di RSUD X periode Januari 2023–Desember 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 80 pasien yang termasuk dalam kriteria inklusi. Analisis DRPs dilakukan sesuai dengan klasifikasi Cipolle dan hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif dalam bentuk tabel disertai distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 dari 80 pasien (16,25%) mengalami DRPs, sedangkan 67 pasien (83,75%) tidak mengalami DRPs. Kategori DRPs yang ditemukan yaitu dosis obat terlalu rendah sebanyak 11 pasien (13,75%) dan dosis berlebih sebanyak 2 pasien (2,50%). Tidak ditemukan kejadian DRPs kategori obat tanpa indikasi maupun butuh tambahan obat (0%). Paracetamol merupakan obat yang digunakan pada seluruh pasien (100%), sedangkan diazepam diberikan pada 67 pasien (83,8%).
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanogel Menggunakan HPMC Sebagai Gelling Agent Putri ayu Kusuma; Tri Yanuarto; Gina Lestari; Betna Dewi
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.125

Abstract

Ciprofloxacin adalah antibiotik yang termasuk dalam kelompok fluorokuinolon dan memiliki masalah dalam permeabilitas, oleh karena itu pengembangan dalam bentuk nanogel diharapkan bisa meningkatkan permeabilitas obat untuk penggunaan sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel ciprofloxacin dengan memanfaatkan hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sebagai agen pengental. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan empat variasi konsentrasi, yaitu F0 (tanpa ciprofloxacin), F1 (0,3%), F2 (0,4%), dan F3 (0,5%). Evaluasi mencakup pengujian kemurnian bahan dasar, spektrofotometri UV-Vis, ukuran partikel, uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar dan uji daya lekat pada penyimpanan selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang homogen, semi padat, tidak berbau, dan berwarna putih hingga sedikit kekuningan. Ukuran rata-rata partikel untuk F1, F2, dan F3 masing-masing adalah 477,8 nm, 509,4 nm, dan 1.544 nm. Formula F1 dan F2 sesuai dengan ukuran nanogel yang diharapkan 1-1.000 nm, sedangkan F3 melebihi ukuran. Dapat disimpulkan sediaan memenuhi standar untuk sifat fisik sediaan. Oleh karena itu, formulasi nanogel ciprofloxacin yang menggunakan HPMC menunjukkan karakteristik fisik yang baik, terutama pada formula F1 dan F2, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan topikal.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD X Periode Januari-Desember 2024 Aisyah Az-zahra; Dewi Winni Fauziah; Betna Dewi
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.126

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terapi gagal, efek samping, dan peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu evaluasi penggunaan obat antihipertensi secara rasional perlu dilakukan untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD X Bengkulu periode 2024 berdasarkan ketepatan pasien, indikasi, obat, dosis, dan duplikasi terapi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan diperoleh 107 rekam medis yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan hasil disajikan dalam bentuk tabel serta grafik. Hasil menunjukkan 66 pasien (61,68%) berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia terbanyak adalah lansia akhir 56-65 tahun sebanyak 47 pasien (43,93%). Terapi kombinasi digunakan pada 75 pasien (70,09%), sedangkan monoterapi pada 32 pasien (29,91%). Amlodipine merupakan obat tunggal terbanyak (62,50%). Ketepatan pasien dan dosis masing-masing 100%; ketepatan obat, indikasi, dan duplikasi masing-masing 97,20%. Ketidaktepatan obat ditemukan pada kombinasi ramipril dan candesartan. Secara umum, penggunaan obat antihipertensi telah memenuhi sebagian besar indikator penggunaan obat rasional, tetapi evaluasi berkala tetap diperlukan terutama pada pemilihan kombinasi terapi.
Peran Terapi Antihipertensi terhadap Pencegahan Kekambuhan Stroke: Tinjauan Literatur Rahmawati Raising; Oktaviarika Dewi Hermawatiningsih; Lukman La Basy
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.129

Abstract

Stroke berulang merupakan masalah klinis penting karena meningkatkan risiko disabilitas, kematian, dan beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi dalam pencegahan kekambuhan stroke. Kajian pustaka ini bertujuan menganalisis peran terapi antihipertensi dalam mencegah stroke berulang berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada panduan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Google Scholar, ScienceDirect, dan Cochrane Library menggunakan kata kunci terkait antihypertensive drugs, recurrent stroke, secondary stroke prevention, serta blood pressure lowering. Dari 4.291 artikel yang teridentifikasi, dilakukan penyaringan berdasarkan publikasi lima tahun terakhir, free full text, human studies, usia pasien ≥19 tahun, dan kesesuaian dengan kriteria inklusi. Sebanyak 27 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antihipertensi berperan penting dalam pencegahan sekunder stroke. Obat yang paling sering digunakan meliputi ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker, calcium channel blocker, serta diuretik thiazide atau thiazide-like. Pada fase akut, penurunan tekanan darah perlu dilakukan secara hati-hati untuk menjaga perfusi otak. Pada fase pasca-stroke, kontrol tekanan darah jangka panjang lebih konsisten menurunkan risiko kekambuhan. Telemonitoring, self-management, edukasi, dan pendampingan perawat juga mendukung kepatuhan dan keberhasilan terapi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian hipertensi komprehensif sebagai bagian pencegahan sekunder stroke.

Page 2 of 2 | Total Record : 15