cover
Contact Name
Rosada
Contact Email
rosada@aapbk.org
Phone
+6285312898866
Journal Mail Official
hanajournal66@gmail.com
Editorial Address
Bumi Mutiara Serang, Cluster Symphony, Blok C2 No.18 Serang - Banten - Indonesia 42122
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
ISSN : -     EISSN : 31237045     DOI : https://doi.org/10.63203/hana.
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education is a scholarly journal that publishes research, conceptual studies, and academic reflections in the fields of humanities and education. HANA: Humanities and Academic Narratives in Education publishes scholarly works that explore the role of humanities in shaping educational identity, values, and practices. The journal focuses on studies in language, literature, culture, philosophy, history, art, human values, and their relevance in educational contexts. It also welcomes interdisciplinary perspectives connecting humanities with narrative, literacy, cultural representation, aesthetic learning, digital transformation, and humanistic approaches to education.
Articles 13 Documents
Asal Usul Etnis Betawi di Jakarta: Kajian Historis dan Sosio-Kultural Annisa Hendini; Zahra Putri Rahma Aliya; Aisyah Nur Syifa; Tesi Safitri; Eka Heriyani
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 2 No. 1 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v2i1.491

Abstract

Keberadaan etnis Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta tidak terlepas dari proses sejarah yang panjang serta dinamika sosial-budaya yang kompleks. Namun, modernisasi dan globalisasi menghadirkan tantangan bagi pelestarian identitas budaya Betawi, sehingga penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal-usul etnis Betawi serta mengkaji bagaimana budaya mereka berkembang dan bertahan di era modern. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih dan didukung oleh studi pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Betawi terbentuk dari akulturasi berbagai kelompok etnis yang tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk kelompok Melayu, Arab, Tionghoa, dan Eropa. Perpaduan budaya ini telah membentuk karakteristik khas dalam hal bahasa, pakaian adat, kuliner, kesenian, dan tradisi sosial. Selain itu, meskipun dihadapkan pada modernisasi, budaya Betawi tetap bertahan melalui adaptasi dan upaya pelestarian budaya berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya memperkuat kesadaran budaya dan strategi pelestarian guna mempertahankan identitas Betawi sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Jakarta.
Pelestarian Dodol Betawi di Era Modern Shinta Ady Saputri; Rahning Nilam Timur; Dewi Sasmita; Melina Lestari
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 2 No. 1 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v2i1.494

Abstract

Dodol Betawi merupakan makanan khas Betawi yang telah lama dikenal dan memiliki nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dodol Betawi dilestarikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian ini adalah seorang pembuat sekaligus penjual Dodol Betawi yang berdomisili di kawasan Condet, Jakarta Timur. Peneliti melakukan wawancara mendalam mengenai relevansi pembuatan Dodol Betawi dalam upaya pelestariannya di era modern. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tanggapan terkait pembuatan Dodol Betawi, yang melibatkan proses rumit serta keterampilan khusus yang diwariskan secara turun-temurun. Proses tersebut mencakup pemilihan bahan baku, teknik memasak yang khas, serta metode pengemasan yang unik. Dodol Betawi umumnya disajikan sebagai hidangan istimewa dalam pesta, acara adat, dan hari raya; selain itu, masyarakat Betawi juga berupaya melestarikannya di era modern melalui penyelenggaraan Festival Budaya Condet.
Relationship Between the Frequency of Reading English Texts and Students’ English-Speaking Skills Fitri Suryani; Nia Liska Saputri
HANA: Humanities and Academic Narratives in Education Vol. 2 No. 1 (2026): HANA: Humanities and Academic Narratives in Education
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/hana.v2i1.589

Abstract

Despite years of formal English instruction, many Indonesian senior high school students remain reluctant and unable to speak English fluently, largely due to limited exposure to authentic language input outside the classroom. Although reading is a readily accessible source of such input, its specific contribution to speaking performance has rarely been examined empirically at the senior high school level in Indonesia, leaving a gap in understanding how reading frequency in particular relates to oral proficiency. This study investigated the relationship between the frequency of reading English texts and students' English speaking skills at An Nur Aliyyah Senior High School, using a quantitative correlational design. The sample consisted of 30 eleventh-grade students selected through purposive sampling from a population of 76. Reading frequency was measured using a 30-item Likert-scale questionnaire, while speaking skills were assessed through an oral test covering pronunciation, intonation, accuracy, comprehension, and fluency. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson Product-Moment correlation, and t-test analysis. Results showed a positive and significant correlation between reading frequency (M = 66.00) and speaking skills (M = 77.66), with reading frequency accounting for 64.7% of the variance in speaking performance (t = 7.16 > 1.70, p < 0.05). These findings suggest that integrating reading activities into English instruction can support the development of students' speaking proficiency.

Page 2 of 2 | Total Record : 13