cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOSHUM
ISSN : -     EISSN : 30477840     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Social,
Social Studies & Humanities Journal (SOSHUM) is an academic journal that focuses on interdisciplinary research in the fields of social science, science, and humanities studies. The journal aims to present high-quality articles that make significant contributions to our understanding of society, culture, science, and human interaction. Within this journal, authors from various disciplines are invited to share original research findings relevant to the social sciences, such as sociology, psychology, anthropology, political studies, economics, management, accounting and related fields. Additionally, the journal welcomes contributions from scientific studies, such as biology, physics, chemistry, and mathematics, that are related to social and human contexts. The fields of humanities studies, including history, literature, art, philosophy, culture, linguistics, communication are also a primary focus of this journal
Articles 56 Documents
REALITAS PASCA FOTOGRAFIS: SINTESIS KAJIAN TENTANG CITRA HASIL GENERASI AI DAN KEBENARAN Risky Chairani Putri
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/vdasnq57

Abstract

Munculnya citra berbasis kecerdasan buatan (AI) telah memicu krisis epistemologis dalam diskursus budaya visual dengan menantang konsep tradisional indeksikalitas fotografi. Artikel ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang konsep kebenaran visual di era pasca-fotografi melalui tinjauan naratif sistematis terhadap literatur-literatur terbaru. Temuan penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari model perekaman berbasis lensa (camera-recorded) menuju penciptaan berbasis instruksi teks (prompt-generated), yang mengubah posisi citra dari bukti material menjadi proyeksi matematis. Fenomena ini melahirkan apa yang disebut sebagai "algorithmic truth" dan a Baudrillardian state of hyperreality, di mana kemiripan estetika menggantikan asal-usul sebagai tolok ukur autentisitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kerangka kerja kritis baru untuk menavigasi ambiguitas realitas dalam dokumentasi budaya dan sejarah di masa depan.
REWARD DAN PUNISHMENT DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nur Inayah; Nur Reski; Jumarni Jumarni; Heri Heri; Tegar Edy; Fauzil Adzim; Indra Wijaya
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xvqypj16

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian religius peserta didik melalui menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran PAI di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga pembentukan kedisiplinan dan karakter religius belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan reward dan punishment dalam pembelajaran PAI ditinjau dari pendekatan behavioristik dan humanistik sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepribadian religius siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap empat artikel jurnal nasional yang relevan dengan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan behavioristik efektif dalam membentuk perilaku disiplin melalui mekanisme penguatan dan pembiasaan, sementara pendekatan humanistik berperan dalam menumbuhkan kesadaran diri, motivasi intrinsik, dan pemaknaan nilai religius siswa. Integrasi kedua pendekatan tersebut menghasilkan pembelajaran PAI yang lebih seimbang antara pembentukan perilaku lahiriah dan penguatan kesadaran batiniah, sehingga mendukung terbentuknya kepribadian religius peserta didik secara lebih holistik. Temuan ini memberikan implikasi bagi guru PAI dalam merancang strategi pembelajaran yang integratif, humanis, dan kontekstual sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
PEJUANG KAUM MARGINAL: SEBUAH STUDI NARATIF TENTANG KOMITMEN SOSIAL MARIE JEANNE COLSON EMMA ANTON JOSEF Dionisius Afganius Mbete Pati; Adrianus Rasa; Fransiskus Bungsu Nosi
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/7adw3z13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dedikasi dan perjalanan hidup dari seorang pejuang kemanusian Marie Jeanne Colson Emma Anton Josef, menggunakan pendekatan kualitatif , jenis penelitian naratif. Hal utama yang menjadi titik fokus dalam penelitian ini adalah untuk memahami kontribusinya terhadap masyarakat, secara khusus bagi mereka yang termarginalkan. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan mereka yang mengenal dan hidup bersama dengan Marie Jeanne Colson, penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana aksi dan pilihan hidupnya yang mencerminkan prinsip option for the poor atau keberpihakan terhadap kaum miskin dan lemah, yang menjadikan Marie Jeanne Colson sebagai contoh nyata yang tidak hanya berkata-kata, namun berani memberikan bukti nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa dedikasi dan kontribusi Marie Jeanne mempunyai implikasi bagi kehidupan masyarakat luas. Nilai-nilai yang ia tunjukan terhadap perubahan sosial tidak hanya dengan menggunakan kata-kata tapi juga dengan tindakan nyata. Dengan menggunakan teori etika sosial dalam terang teologi pembebasan, penelitian ini menunjukkan bahwa dedikasi dariĀ  Marie Jeanne Colson bukan hanya terbatas pada bantuan materi, namun juga mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia yang disembunyikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam berkaitan dengan pentingnya keberpihakan pada kaum marginal sehingga dapat memotivasikan sistem kebijakan sosial yang lebih inklusif dan lintas batas pada masa depan.
CULTURAL HYBRIDIZATION IN THE DIGITAL AGE: RECONSTRUCTING IDENTITY ACROSS TRANSNATIONAL MEDIA SPACES Abdul Rahman
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bq5vt328

Abstract

Fundamental transformations in the global communication landscape have shifted cultural interaction paradigms toward fluid transnational digital media spaces. Amidst the dominance of global platforms and massive internet penetration, tensions have emerged between cultural homogenization and the potential for emancipatory hybridization. This study aims to analyze how the interaction between transnational media exposure, algorithmic structures, and local contexts shapes the process of identity reconstruction in digital spaces. This research employs a systematic narrative review approach, analyzing literature from Scopus and Web of Science databases published within the last ten years. The findings indicate that digital platforms function as socio-technical fields where cultural visibility and legitimacy are produced through non-neutral algorithmic curation. The phenomenon of "staged authenticity" emerges as a consequence of identity commodification within the persona economy. However, digital spaces also serve as a "Third Space," enabling marginalized communities to mobilize counter-narratives and resistance against global hegemony. Cultural hybridization in the digital age is an ambivalent process involving the risk of identity commodification alongside opportunities for subaltern agency. A digital constitutionalism framework is required to ensure cultural diversity within the transnational media ecosystem.
DIGITAL CULTURAL DIPLOMACY: STRATEGIC COMMUNICATION AND SOFT POWER IN A NETWORKED WORLD Abdul Rahman
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/t2038322

Abstract

The digital globalization era has fundamentally transformed cultural diplomacy from conventional state-centric approaches toward network-based digital cultural diplomacy. This transformation redefines how soft power is constructed and distributed within an ecosystem dominated by global platforms and algorithms. This study employs a systematic narrative review of global literature from 2016-2026 indexed in Scopus, Web of Science, and Google Scholar to synthesize the paradigm shifts in international communication. The findings reveal a decentralization of narrative authority, where non-state actors, such as diasporas and digital influencers, serve as crucial quasi-diplomatic agents. Diplomatic effectiveness has shifted from one-way dissemination to interactive dialogue and narrative co-creation, prioritizing authenticity and storytelling. However, significant challenges persist, including the digital divide, algorithmic gatekeeping, and a trust crisis driven by disinformation. Successful digital cultural diplomacy requires a strategic integration of technological capacity, authentic audience engagement, and multi-actor collaboration to maintain national narrative resilience in a networked world.
NYANYIAN LAUT: SEJARAH MUARA KARANG Ronaldo Heinrich Herman
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 1 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/m3jc1j12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah wilayah Muara Karang, Jakarta Utara. Muara Karang merupakan nama sebuah perumahan di wilayah Kelurahan Pluit, Jakarta Utara. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji wilayah Muara Karang dari perspektif bidang ilmu lainnya. Namun, belum ada penelitian yang mengkaji sejarang wilayah Muara Karang, Jakarta Utara. Penelitian ini melihat pentingnya kajian terhadap sejarah Muara Karang demi memperkaya khazanah ilmu pengetahuan sejarah di Republik Indonesia. Terkhususnya wilayah Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penelitian ini juga akan menjelaskan sejauh mana transformasi wilayah Muara Karang sejak awal pembangunan hingga tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akan mengumpulkan dan mengolah hasil analisis, wawancara, dan data kualitatif. Penelitian ini akan melakukan studi pustaka terhadap buku, peraturan perundang-undangan, artikel jurnal, berita di internet, dan berbagai penelitian terdahulu mengenai wilayah Muara Karang.