cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOSHUM
ISSN : -     EISSN : 30477840     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Social,
Social Studies & Humanities Journal (SOSHUM) is an academic journal that focuses on interdisciplinary research in the fields of social science, science, and humanities studies. The journal aims to present high-quality articles that make significant contributions to our understanding of society, culture, science, and human interaction. Within this journal, authors from various disciplines are invited to share original research findings relevant to the social sciences, such as sociology, psychology, anthropology, political studies, economics, management, accounting and related fields. Additionally, the journal welcomes contributions from scientific studies, such as biology, physics, chemistry, and mathematics, that are related to social and human contexts. The fields of humanities studies, including history, literature, art, philosophy, culture, linguistics, communication are also a primary focus of this journal
Articles 56 Documents
LIVING AROUND THE MINES (AN ANTHROPOLOGICAL STUDY ON SOCIAL CHANGE AND ADAPTATION STRATEGIES OF THE LELILEF WAIBULEN COMMUNITY TOWARD THE PRESENCE OF PT IWIP MINING INDUSTRY) M. Rizal Rizky Ramli; Syahrir Ibnu; Jusan Hi Jusuf
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 3 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/b7sxhw18

Abstract

This study aims to analyze the social change and adaptation strategies of the Lelilef Waibulen community, Central Halmahera, in response to the presence of PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Employing a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and field documentation. The findings reveal that the community’s economic transformation from an agrarian to an industrial and informal service economy has triggered changes in social structure, cultural values, and local power relations. These transformations can be understood through Pierre Bourdieu’s theory of social practice and Anthony Giddens’ structuration theory, as elaborated by Ibnu (2024), which emphasize the dialectical relationship between structure and agency. Furthermore, Ibnu’s (2023) study on local governance and regulation shows that industrialization often produces social inequality and weakens community sovereignty. The research concludes that the Lelilef Waibulen community is not merely a victim of change but an adaptive social actor that negotiates its socio-economic space amid industrial pressures. These findings contribute to the anthropology of development and socio-ecological studies in extractive industry regions.
RELIGIOUS LEADERS AND COLLECTIVE ETHICS (THE DYNAMICS OF SOCIAL SPIRITUALITY IN TIDORE ISLANDS CITY) Alwi Abdul Haq; Syahrir Ibnu; Athirah Rizki Salsabila
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 3 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/9ks1ea12

Abstract

This study aims to analyze the role of religious leaders in shaping collective ethics and the dynamics of social spirituality in Tidore Islands City, North Maluku. In a socio-religious context, religious leaders function not only as spiritual guides but also as moral agents who shape social awareness, reinforce communal solidarity, and internalize public ethics amid modern social transformations. The study employs a mixed-methods approach with a phenomenological model to explore the subjective experiences of religious figures, complemented by quantitative survey data on community perceptions of their influence. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and questionnaires. The findings reveal that religious leaders in Tidore exert a significant influence on the formation of social norms; however, their effectiveness largely depends on their public communication ability, social legitimacy, and openness to intergenerational dialogue. Contextually articulated spiritual values serve as a foundation for reconstructing collective ethics within the local community. This article contributes to the study of religious communication by positioning religious leaders as central actors in the moral transformation of society.
INKARNASI KRISTUS SEBAGAI MODEL MISI BAGI KAUM TERMARGINAL: KOMUNITAS KAUM TULI DI MANADO Luosje Treesje Luas
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 3 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/v996xe84

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana teologi inkarnasi Kristus dapat menjadi model misi yang kontekstual dan transformatif bagi komunitas Tuli di Manado sebagai kelompok termarjinalkan secara sosial, budaya, dan eklesial. Menggunakan pendekatan tinjauan teologis naratif, studi ini mensintesis literatur teologi inkarnasi, teologi disabilitas, Deaf studies, dan misiologi kontekstual, serta menganalisis realitas marginalisasi yang dialami komunitas Tuli di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa inkarnasi, sebagai kehadiran Allah yang berwujud tubuh dan berkomunikasi secara kontekstual, menyediakan paradigma misi yang relevan bagi budaya visual-linguistik komunitas Tuli. Integrasi ini memperluas pemahaman teologis tentang tubuh, bahasa isyarat, dan identitas Deaf sebagai ekspresi gambar Tuhan. Penelitian ini menawarkan model misi inkarnasional yang meliputi komunikasi embodied, partisipasi setara, liturgi visual, dan pendekatan pemberdayaan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi gereja-gereja lokal dalam mengembangkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.
PEMBERDAYAAN KAUM TERMARGINAL MELALUI PELAYANAN MISI GEREJA BERBASIS KOMUNITAS: KAUM TULI DI MANADO Luosje Treesje Luas
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 3 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/6tdcfa58

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi model misi gereja berbasis komunitas terhadap pemberdayaan komunitas Tuli di Manado melalui pendekatan ulasan naratif. Kajian literatur teologis, misiologis, dan studi disabilitas menunjukkan bahwa identitas Tuli sebagai komunitas budaya linguistik memiliki implikasi penting bagi teologi tubuh, inkarnasi, dan pemahaman gereja sebagai komunitas yang diutus. Hasil sintesis tematik mengungkap bahwa pemberdayaan terjadi melalui relasi yang setara, partisipasi aktif, penggunaan komunikasi visual sebagai medium spiritual, serta praktik eklesiologi yang transformatif. Integrasi Deaf Theology dengan paradigma missional church menghasilkan kerangka teologis baru yang menempatkan komunitas Tuli sebagai subjek misi. Penelitian ini menegaskan perlunya gereja di Manado untuk mengembangkan pelayanan yang inklusif, berbasis komunitas, dan kontekstual. Temuan penelitian juga membuka peluang studi lanjutan mengenai praktik liturgi visual dan pengembangan model pemberdayaan Tuli di berbagai konteks gerejawi lainnya.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI TEOLOGI PEMBEBASAN: KONTRIBUSI Y.B MANGUNWIJAYA BAGI GERAKAN KEADILAN SOSIAL DI INDONESIA Lilik Kusnadi
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bz4dvy78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis kontribusi teologi pembebasan Y.B. Mangunwijaya terhadap pemberdayaan komunitas dan pembentukan gerakan keadilan sosial dalam konteks Indonesia. Teologi pembebasan Mangunwijaya dipandang sebagai respons kontekstual terhadap ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural yang unik di Indonesia. Menggunakan pendekatan narrative review teologis-kualitatif, penelitian ini dibangun di atas kerangka teologi sistematis, kontekstual, dan praksis, dengan fokus pada interpretasi kritis atas karya-karya primer dan sekunder Mangunwijaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Mangunwijaya mengembangkan konsepsi pembebasan sebagai humanisasi menyeluruh, yang menempatkan pemulihan martabat manusia sebagai inti refleksi, melampaui emansipasi ekonomi semata. Teologi ini berkarakter praksis, yang dimanifestasikan dalam aksi nyata seperti pendidikan emansipatoris dan penataan permukiman, memandang komunitas miskin sebagai agen perubahan yang aktif. Kontribusinya bersifat ganda: ia menguatkan teologi kontekstual Indonesia dalam diskursus Global South dan berfungsi sebagai suara profetis yang mengkritik dosa struktural dan religiusitas apolitis. Kesimpulan utama adalah bahwa teologi pembebasan Mangunwijaya telah berkontribusi signifikan dalam membangun paradigma pemberdayaan komunitas berbasis iman yang transformatif, menegaskan relevansi teologi sebagai jembatan antara iman, praksis, dan keadilan sosial.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF: KAJIAN KONSEPTUAL DAN BERBASIS LITERATUR Tedi Priatna; Bayu Bambang Nur Fauzi; Dewi Nuraeni; Eli Setia Mukti Sari; Putri Salsabilah Agasha; Rido Rokhmatul Ulum
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/40p54795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual teknik pengumpulan data dalam pendekatan kualitatif serta relevansinya terhadap kualitas dan keabsahan hasil penelitian. Penelitian menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku metodologi penelitian dan artikel jurnal yang relevan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dipahami sebagai prosedur sistematis untuk memperoleh data yang bersifat mendalam, kontekstual, dan bermakna. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik utama yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Setiap teknik memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan tujuan dan konteks penelitian. Selain itu, penggunaan triangulasi data menjadi strategi penting untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Kajian ini menegaskan bahwa pemilihan teknik pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kualitas analisis dan kredibilitas hasil penelitian kualitatif. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap teknik pengumpulan data menjadi kebutuhan mendasar bagi peneliti dalam menghasilkan penelitian yang ilmiah, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. 
GERAKAN FEMINISME DAN TANTANGAN PATRIARKI DI MEDIA MASSA INDONESIA Ummi Salamah Sitorus; Moulita Moulita; Arief Marizki Purba; Mujahid Widian Saragih
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/8e3zdh40

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika gerakan feminisme dalam menghadapi tantangan patriarki di media massa Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima narasumber yang terlibat dalam isu media dan feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi feminisme dalam media masih terbatas dan cenderung bias. Media kerap menyederhanakan narasi feminis serta memperkuat stereotip negatif yang berpihak pada nilai-nilai patriarkal. Aktivis feminis menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan akses media arus utama hingga tekanan redaksional dan serangan digital. Namun, media sosial membuka ruang baru yang memungkinkan perluasan wacana kesetaraan gender. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang kritis, penguatan media alternatif, dan literasi digital untuk melawan dominasi patriarki. Media memiliki tanggung jawab etis untuk menghadirkan narasi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam mendukung gerakan feminisme di Indonesia.
MODEL-MODEL PSIKOTERAPI ISLAM DALAM LITERATUR PSIKOLOGI KONTEMPORER Mirnani Denta Athiyah Uchtiyani
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/far9gr81

Abstract

Perkembangan psikoterapi kontemporer menunjukkan kecenderungan menuju pendekatan yang holistik dan sensitif terhadap nilai budaya serta spiritual klien. Dalam konteks masyarakat Muslim, psikoterapi Islam muncul sebagai alternatif dan pendekatan komplementer yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dengan kerangka psikologi modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis model-model psikoterapi Islam yang berkembang dalam literatur psikologi kontemporer lima tahun terakhir serta mengidentifikasi landasan teoretis, karakteristik intervensi, dan implikasinya bagi praktik psikologi dan konseling. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, melalui penelusuran artikel jurnal peer-reviewed dari basis data Scopus, PubMed, PsycINFO, Google Scholar, dan SINTA pada periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikoterapi Islam dapat diklasifikasikan ke dalam empat model utama, yaitu psikoterapi tauhidik, psikoterapi tasawuf, psikoterapi berbasis dzikir dan doa, serta model psikoterapi integratif yang mengkombinasikan nilai Islam dengan pendekatan terapi modern. Model-model tersebut menekankan peran spiritualitas dalam membangun keseimbangan jiwa dan kesehatan mental. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa psikoterapi Islam berpotensi menjadi pendekatan alternatif dan komplementer dalam pelayanan kesehatan mental, khususnya bagi klien Muslim. Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat dasar empiris dan pengembangan model yang lebih terstruktur.
TRADISI LARANGAN PERKAWINAN ANTARA KETURUNAN KROMAN DAN GUMENO KABUPATEN GRESIK  PERSPEKTIF TEORI KONSTRUKSI SOSIAL Hikmiyyah Hikmiyyah
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/98qwax32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang larangan perkawinan antara keturunan Kroman dan Gumeno di Kabupaten Gresik, teori konstruksi sosial, serta pandangan Sadd al-Zarî’ah terhadap larangan perkawinan ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Larangan perkawinan antar keturunan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat keturunan daerah Kroman dilarang untuk menikah dengan masyarakat keturunan daerah Gumeno. Menurut teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann, dialektika antara individu dan masyarakat terjadi melalui tiga proses, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Larangan perkawinan ini telah melalui tiga proses ini sehingga menjadi aturan yang sangat dipegang teguh oleh masyarakat Kabupaten Gresik.
PENGUATAN LITERASI BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN BERBASIS NILAI BUDAYA DALAM MENJAGA IDENTITAS BANGSA DI ERA GLOBALISASI Rahmadani Islawiyah; Nur Riswandy Marsuki
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qqrwk287

Abstract

Literasi budaya memiliki peran strategis dalam pendidikan sebagai upaya pembentukan karakter dan penguatan identitas bangsa di era globalisasi. Arus budaya global dan perkembangan teknologi informasi berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal apabila tidak diimbangi dengan pendidikan berbasis nilai budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penguatan literasi budaya sebagai strategi pendidikan dalam menjaga identitas bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi budaya peserta didik masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Namun, integrasi budaya lokal dalam proses pembelajaran terbukti berdampak positif terhadap pembentukan karakter, peningkatan sikap nasionalisme dan toleransi, serta keterlibatan aktif peserta didik. Peran guru, lingkungan sekolah, dan keterlibatan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi literasi budaya. Oleh karena itu, literasi budaya perlu diintegrasikan secara sistematis dan berkelanjutan dalam pendidikan formal sebagai strategi transformatif untuk menjaga identitas bangsa di tengah tantangan global.