cover
Contact Name
Lady Wizia
Contact Email
wizialady@gmail.com
Phone
+6281374015820
Journal Mail Official
wizialady@gmail.com
Editorial Address
Jalan kusuma bhakti no 99 gulai bancah
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : https://doi.org/10.35730
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is open access, a peer-reviewed journal and authoritative source of health information. The journal has a special focus on Public health, nursing, midwifery, and relevant topics of health issues. The scopes of Jurnal Kesehatan are : Public health: Epidemiology, Health promotion, health policies and systems, environmental, health information, Nursing: Neurologist, paediatrics, community and home care, gerontology, maternity, medical and surgical nursing, psychiatric mental health Midwifery: midwifery in complementary based, midwifery in community with gender-based.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2015)" : 15 Documents clear
Efektivitas Senam Otak terhadap Perubahan Skor Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia Ringan di Panti Sosial Treshna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 Ashra, Fauzi; Junios, Junios
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.234

Abstract

Menurut WHO tahun 2009 salah satu infeksi nasokomial adalah infeksi luka pasca operasi, dimana hal ini bisa menjadi penyebab utama morbiditas, mortalitas. Resiko terjadinya infeksi setelah pembedahan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk didalamnya, umur pasien, status nutrisi dan obesitas. Berdasarkan pengambilan data di RSUD pada tahun 2012 ditemukan 49 pasien yang menjalani operasi laparatomi, hamper 50% orang diantaranya mengalami infeksi pada luka post operasi dan pada tahun 2013 dari 61 pasien yang menjalani operasioperasi laparatomi, 50% orang diantaranya mengalami infeksi luka operasi, dimana terdapat peningkatan kejadian infeksi luka post operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tejadinya infeksi luka pasien post laparatomi. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 30 orang, dengan pengolahan data menggunakan chi-squere. Alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti adalah umur, status nutrisi, obesitas dan infeksi luka psien post laparomi. Penelitian ini menunjukan 72,7 % responden yang berumur >60 tahun beresiko terhadap infeksi post laparatomi, 71,4% responden dengan status nutrisi buruk, 71,4% responden mengalami obesitas dan 33,3% responden yang terjadinya infeksi luka post laparatomi. Analisis bivariat, ada hubungan umur (p value 0,001), status nutrisi (p value 0,026) dan obesitas ( p value 0,111) dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, status nutrisi dan obesitas dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi di RSUD Achmad Darwis Suliki, disarankan pada pihak RSUD agar bisa memberikan penyuluhan tentang upaya preventif terjadinya infeksi.
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Demam Kejang Berulang pada Balita di Ruang Rawat Anak RSAM Bukittinggi Sobirin, Cecep; Putra, Yuhendri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.235

Abstract

Menurut WHO tahun 2009 salah satu infeksi nasokomial adalah infeksi luka pasca operasi, dimana hal ini bisa menjadi penyebab utama morbiditas, mortalitas. Resiko terjadinya infeksi setelah pembedahan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk didalamnya, umur pasien, status nutrisi dan obesitas. Berdasarkan pengambilan data di RSUD pada tahun 2012 ditemukan 49 pasien yang menjalani operasi laparatomi, hamper 50% orang diantaranya mengalami infeksi pada luka post operasi dan pada tahun 2013 dari 61 pasien yang menjalani operasioperasi laparatomi, 50% orang diantaranya mengalami infeksi luka operasi, dimana terdapat peningkatan kejadian infeksi luka post operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tejadinya infeksi luka pasien post laparatomi. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 30 orang, dengan pengolahan data menggunakan chi-squere. Alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti adalah umur, status nutrisi, obesitas dan infeksi luka psien post laparomi. Penelitian ini menunjukan 72,7 % responden yang berumur >60 tahun beresiko terhadap infeksi post laparatomi, 71,4% responden dengan status nutrisi buruk, 71,4% responden mengalami obesitas dan 33,3% responden yang terjadinya infeksi luka post laparatomi. Analisis bivariat, ada hubungan umur (p value 0,001), status nutrisi (p value 0,026) dan obesitas ( p value 0,111) dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, status nutrisi dan obesitas dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi di RSUD Achmad Darwis Suliki, disarankan pada pihak RSUD agar bisa memberikan penyuluhan tentang upaya preventif terjadinya infeksi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN DALAM PRAKTEK LABORATORIUM DI STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2014 Kasrin, Rinawati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.236

Abstract

Penelitian ini berawal dari fenomena dalam praktek laboratorium. Praktek laboratorium bagi mahasiswa prodi D-III Kebidanan sangat penting agar lulusan D-III Kebidanan nantinya menjadi seorang bidan yang profesional. Keadaan laboratorium yang tidak memuaskan akan berdampak kepada pelaksanaan praktek mahasiswa di lapangan, mahasiswa tidak mengerti dengan tindakan yang akan diberikannya kepada pasien di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa Prodi D-III Kebidanan dalam praktek laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, desain penelitian Cross Sectional, bulan Maret sampai Oktober 2014, jumlah sampel 58 orang dan tehnik sampel proportionale random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan komputer. Hasil penelitian didapatkan bahwa labih dari separoh responden memiliki persepsi kehandalan baik (62,1%), daya tanggap baik (69%), empati baik (62,1%), wujud baik (65,5%), dan lebih dari separoh responden puas dalam praktek laboratorium (62,7%). Berdasarkan variabel yang diteliti, semua variabel memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dalam praktek laboratorium dengan nilai p < 0,05. Diharapkan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi terus memperhatikan kebutuhan mahasiswa agar kepuasan mahasiswa dalam praktek laboratorium tetap baik, dan mahasiswa diharapkan untuk meningkatkan kompetensi dengan memotivasi diri sendiri untuk berlatih secara mandiri.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2015 Putra, Yuhendri; Kasrin, Rinawati; Kurnia Sari, Yade
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.237

Abstract

Hypertension or high blood pressure is an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously over a period. several risk factors that can take into severe hypertension, among other things: stress, obesity, food containing salt, high cholesterol, preserved foods, meat, fruit durian, cigarettes, coffee, family history or genetic and age. Most of it is an indicator of an unhealthy lifestyle. Lifestyle is a pattern of life which describes the overall self interacts with its environment. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle with hypertension. The sampling technique accidental sampling as many as 95 respondents. The independent variable in this study is a lifestyle, while the dependent variable was the incidence hipertensi Hasil univariate analysis obtained more than half of respondents (51.6%) who have a healthy lifestyle and more than half of respondents (52.6%) who had hypertension. Bivariate analysis results There is significant correlation between lifestyle with hypertension (p = 0.003 and OR = 3.937). So lifestyle is associated with the incidence of hypertension. For it is expected to further research to examine the other variables.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN Puspita Sari, Yanti; Fetrisia, Wiwit
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.238

Abstract

Komunikasi Terapeutik adalah bagian penting dalam suatu layanan kesehatan terutama pada asuhan persalinan normal. Dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan pada bulan Februari 2014 di BPM yang dipilih secara acak di Bukittinggi, didapatkan 4 dari 5 ibu bersalin yang mendapat perlakuan komunikasi terapeutik memberikan respon positif dalam menanggapi nyeri persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan intensitas nyeri pada persalinan kala I di BPM B Bukittinggi. Penelitian merupakan penelitian observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada bulan agustus-september 2014 di BPM B dengan sampel sebanyak 30 orang dengan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari sebagian responden mendapatkan pelayanan komunikasi terapeutik yang baik dari bidan yaitu 60% (18 responden), sebagian responden mengalami nyeri ringan, yaitu 50% (15 responden), dan hasil uji statistik hubungan komunikasi terapeutik dengan intensitas nyeri pada persalinan didapatkan p value = 0,017 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik dengan intensitas nyeri pada persalinan kala I di BPM B Bukittinggi tahun 2014. Diharapkan pada instansi pelayanan khususnya bidan, agar dapat menerapkan komunikasi terapeutik disetiap melayani kliennya, tidak hanya saat persalinan saja, tetapi semua pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pada Keluarga Pasien di Ruangan Stroke Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Puspita Sari, Yanti; Sari, Dian
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.239

Abstract

Pasien yang masuk rumah sakit dan keluarganya akan mengalami perasaan cemas. Selain menangani kecemasan pasien, tingkat kecemasan keluarga juga perlu diperhatikan, mengingat besarnya peran keluarga dalam proses penyembuhan pasien. Perawat sering lebih berfokus kepada kecemasan pasien dan kurang memperhatikan kecemasan keluarga pasien.Tujuan penelitian yaitu diketahuinya hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien diruangan stroke Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2015.Desain penelitian yang digunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi tahun 2015 adalah 295 orang, sampel berjumlah 38 orang yang terpilih dengan teknikaccidental sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2015. Analisa data diolah dengan komputerisasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien dengan uji chi-square menunjukkan p = 0,014 (p< 0,05). Disarankan kepada perawat agar dapat melakukan penyuluhan tentang dampak kecemasan terhadap pasien dan keluarganya, sehingga dampak kecemasan tidak mengganggu terhadap kondisi pasien yang dirawat di ruangan stroke.
Hubungan Pelaksanaan Personal Hygiene dengan Tingkat Kepuasan Pasien Imobilisasi di Ruangan Neurologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2015 Kasrin, Rinawati; Berlian Putri, Rima
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.240

Abstract

Satisfaction is feeling happy or upset someone who emerged after comparing the perception or impression of the performance or the result of a product and hopes. The ability of maintaining personal hygiene of patients by nurses were considered to improve patient satisfaction. Hygiene someone is an act to maintain the cleanliness and health both physical and psychological. Clients that have limited the success is always in need of personal hygiene for personal hygiene for the sake of her health needs and protected from germs in the room every hospital all patients in need of personal hygiene is very necessary for personal hygiene. Personal hygiene is in need once in daily activities especially on clients who are hospitalized with experienced immobilization. Initial survey conducted in 10 respondents were 7 respondents showed less personal hygienenya. This study aims to determine the relationship with the implementation of personal hygiene patient satisfaction level of immobilization. This research uses descriptive analytic design with cross sectional approach. In this study, the sample is as much as 52 respondents using a questionnaire measuring devices. The analysis is the analysis of univariate and bivariate with chi-square test. From these results obtained p value = 0,000
Hubungan Peran Keluarga Dalam Memotivasi Pasien Pasca Stroke Dengan Kepatuhan Penderita Mengikuti Rehabilitasi Di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2014 Sobirin, Cecep; Husna, Elfira; Sulistyawan, Andika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.241

Abstract

Stroke penyebab kecacatan nomor satu di dunia, cepat lambatnya proses kesembuhan pasien stroke dari kecacatan dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien mengikuti rehabilitasi. Berdasarkan survei awal dari 10 orang pasien, 4 orang menyatakan tidak patuh disebabkan karena keluarga sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk menemani, 4 orang lagi tidak patuh karena keluarga tidak pernah memberi dorongan dan semangat, dan 2 orang lagi patuh karena keluarga selalu mengingati dan menemani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan penderita mengikuti rehabilitasi di Unit Rehabilitasi Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi 2014. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2014 di Unit Rehabilitasi RSSN Bukittinggi. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan observasi kehadiran responden. Responden pada penelitian ini adalah Penderita dan keluarga penderita pasca stroke yang datang menemani klien yang melaksanakan rehabilitasi ke Unit Rehabilitasi Medik RSSN dengan menggunakan teknik pengambilan sample accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 50 orang dan diuji dengan chi Square. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa proporsi responden dengan peran keluarga kurang baik, lebih besar ditemukan pada tidak patuh melakukan rehabillitasi 23 (79,2%) responden dibandingkan patuh melakukan rehabilitasi 6 (20,7%) responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan rehabilitasi (pvalue=0,000 , OR=16,292). Dapat disimpulkan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke kurang baik dan kepatuhan pasien pasca stroke melakukan rehabilitasi tidak patuh. Diharapkan kepada keluarga untuk dapat memberikan motivasi untuk sembuh sehingga penderita pasca stroke patuh mengikuti rehabilitasi.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN TERAPI DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KHUSUS AUTIS AL-IKHLAS BUKITTINGGI TAHUN 2014 Kurnia Sari, Yade; ashra, Fauzi; Sari, Dian
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.242

Abstract

Autisme merupakan gangguan pervasive yang mencakup gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan emosi. Data UNESCO pada tahun 2011 mencatat, sekitar 35 juta orang penyandang autisme di dunia. Diperkirakan jumlah penyandang autisme di Indonesia sekitar 2,4 juta orang, dan bertambah sekitar 500 orang penyandang baru tiap tahunnya. Diet GFCF adalah diet yang dilakukan dengan menghilangkan sumber bahan makanan/minuman yang mengandung kasein dan gluten. Penerapan diet GFCF akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan sesuai dengan aturannya, secara konsisten, serta dibarengi oleh pengawasan yang ketat serta peran orang tua yang optimal dalam mengurangi gejala yang dialami oleh anak autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua terhadap kepatuhan terapi dalam menerapkan diet GFCF. Desain penelitian adalah Deskriptif Korelasional yang dilakukan mulai bulan Maret sampai September 2014 melalui pengisian kuesioner, jumlah sampel 55 orang tua di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autisme Al-Ikhlas Bukittinggi dengan tekhnik pengambilan sampel Cross Sectional. Hasil penelitian didapatkan hanya sebagian besar 30 orang tua (54,5%) yang berperan optimal, sedangkan 38 orang tua (69,1%) yang tidak patuh dalam menerapkan terapi diet GFCF. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan bermakna yang diperoleh p value=0,013, maka p value < 0,05 jadi terdapat hubungan bermakna antara peran orang tua dengan kepatuhan terapi diet GFCF. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai pengaruh dari peran orang tua terhadap kepatuhan terapi diet GFCF pada perkembangan anak autisme sebagai salah satu intervensi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PERILAKU DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS TIGO BALEH KECAMATAN AUR BIRUGO TIGO BALEH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2014 Sulistiawan, Andika; Putra, Yuhendri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.243

Abstract

Dengue feveris a disease caused by the dengue virus isclassified as an arbovirus and entered into the patient's body through the bite of Aedes aegypty. Based on the initial survey, the working area Talawi health center has the highest prevalence of DHF compared to other health centers. The purpose of this study was to identify factors that affect the incidence of dengue in the health centers of Talawi, Sawahlunto 2014. Analytic descriptive method of research methods with cross sectional design. The population is all the people who are in the health centers of Talawi, Sawahlunto samples to taling 98 respondent. Univariate data processing is done by editing, coding, precessing, dry and bivariate data analysis performed by computer using statistical test chi-square test at the 0.05 significance. From the results of this study showed no significant relationship between know The results showed 47 respondents (48.0%) have less knowledge, more than half of the 58 respondents (59.2%) had a negative attitude, more than half of the 52 respondents (53.1%) had no clean environment, and who have had DHF 44 respondents (44.9%). In conclusion, no significant association between knowledge of the incidence of DHF (p value = 0.048), no significant relationship between the attitude of the incidence of DHF (p value = 0.037), no significant relationship between the environment and the incidence of DHF (p value = 0.023) incidence of DHF. Educational institutions are expected to be used as baseline data for further research, as the empirical data for the development of nursing, and a clean environment are expected to have a sense of community is higher so as to have a positive attitude to the incidence of dengue. This requires cooperation between public health officials in an effort to prevent the occurrence of DHF

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 (on progress) Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue