Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN CARING DAN SPIRITUAL PERAWAT PADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU Husna, Elfira; Betty
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2019): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.282 KB)

Abstract

Nursing care focuses on caring. Nurse As a professional health professional, providing servicesmust be based on a holistic function, covering all aspects of biology, psychology, sociology andspirituality. nurses provide caring services, so nurses are required to be able to meet client needsboth in healthy, sick, and critical conditions. Critical clients in addition to requiring appropriateand fast action, also can not be separated from caring needs and spiritual aspects, because incritical conditions usually clients and families are in a state of resignation and require differentactions compared to clients who are in stable condition. Critical conditions require inner calmand closeness to the God, both for patients and families to be able to go through criticalconditions in a good way. This research is a qualitative research using a phenomenologicalapproach. The purpose of this study is to explore the experience of nurses in providing caringand meeting the spiritual needs of critical patients. Participants in this study were 11 nurses whoworked in the ICU with a minimum of 1 year experience in the ICU. The data were analyzedusing a seven-stage collaizi technique so as to produce four research themes, namely: 1) servingwholeheartedly, 2) improving patient recovery, 3) impact on nurses, 4) nurse expectations forcritical patient care.
Pemberdayaan Komunitas Raja Benar dalam Roadshow Edukasi dan Pembentukan Duta Gen-Berani sebagai Strategi Inovatif Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif pada Remaja Fransiska, Mellia; Husna, Elfira; Masnarivan, Yoko; Susanti, Evi; Ashra, Fauzi; Putra, Yuhendri; Fatria, Erian; Soasa, Cindy; Salsabila, Salsabila
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1199

Abstract

Penggunaan zat adiktif seperti rokok, tembakau, dan alkohol masih menjadi masalah kesehatan di Sumatera Barat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dari 28.384 responden tercatat 24,8% merupakan perokok aktif, dengan 21,3% merokok setiap hari. Sementara itu, perilaku mengunyah tembakau hanya ditemukan pada 0,5% responden setiap hari, dan 97,4% tidak pernah melakukannya. Konsumsi alkohol tercatat sangat rendah, hanya 0,6% yang pernah mengonsumsi, sedangkan 99,4% tidak pernah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2024 “Tungku Nan Tigo Sajarangan, Tali Nan Tigo Sapilin” yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui komunitas RAJA BENAR di Bukittinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan komunitas RAJA BENAR yang telah terbentuk melalui pelaksanaan roadshow edukasi dan pembentukan Duta Gen-Berani sebagai upaya pencegahan penggunaan zat adiktif pada remaja di SMAN 4 Bukittinggi. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi dan advokasi mitra, edukasi melalui roadshow, penerapan teknologi dengan pembentukan Duta Gen-Berani serta posko Gen-Berani, pendampingan dan evaluasi menggunakan pengukuran pengetahuan pretest dan posttest. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan (koordinasi dan advokasi mitra), pelaksanaan roadshow pada 3 September 2025, diikuti 51 peserta yang terdiri dari siswa, kepala sekolah, guru, perwakilan Dinas Kesehatan, Polresta Bukittinggi, LKAAM, serta tim PkM UPN Bukittinggi. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, pemaparan materi, diskusi panel, pelantikan Duta Gen-Berani yang disahkan melalui SK kepala sekolah, post-test, serta pendokumentasian testimoni. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dan testimoni positif dari siswa maupun pemangku kepentingan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan komunitas dan peran duta remaja dalam pencegahan penggunaan zat adiktif.
Pemberdayaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dalam Pencegahan HIV/AIDS melalui Program EDU-RESIH (Edukasi Remaja Bersih Lelaki seks lelaki) di Kota Bukittinggi Husna, Elfira; Herawati, Mega; Hayati, Nandie; Fransiska, Mellia; Wenny, Dwi Mutia; Nadia, Nadia; Safitri, Aniza
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1210

Abstract

Data Kementerian Kesehatan (mencatat sekitar 35.000 kasus baru HIV dan 12.000 kasus baru AIDS. Faktor Risiko Tertinggi Kasus karena Hubungan seks, terutama pada kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki). Berdasarkan ODHIV yang ditemukan Januari-Juni 2024, sebanyak 30,5% dari kelompok LSL F aktor Risiko Tertinggi Kasus HIV AIDS karena Hubungan seks, terutama pada kelompok LSL. Bukittinggi menempati urutan kedua terbanyak kasus HIV/ AIDS di Sumatera Barat setelah Kota Padang. Lembaga kerapatan adat alam Minangkabau (LKAAM) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat memiliki otoritas secara resmi menerbitkan maklumat yang menegaskan adanya sanksi adat berupa pengusiran terhadap pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), namun hal ini belum berjalan efektif di karenakan belum terintgrasi nya aturan atau kebijakan LKAAM dengan unsur pemerintahan. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk inovasi melibatkan keaktifan kembali fungsi dari LKAAM Minangkabau untuk menjalankan program EDU-RESIH, berkolaborasi dengan dinas kesehatan kota bukittinggi, MUI, dan Psikolog. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi analisis situasi dan advokais mitra, Program EDU RESIH. evaluasi kegiatan ini menggunakan pengukuran pengetahuan, dan sikap siswa melalui kuosioner. Pelaksanaan EDU RESIH pada Rabu 3 September 2025, diikuti 48 siswa, kepala sekolah, guru BK, perwakilan Dinas Kesehatan, LKAAM, MUI, dan psikolog serta tim PkM UPN Bukittinggi. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, pemaparan materi, diskusi panel, post-test, serta pendokumentasian testimoni. Hasil Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap, siswa terkait HIV AIDS dan LSL. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan komunitas dari berbagai pihak secara kompreherensif dalam pencegahan HIV AIDS terutama akibat LSL
Perbandingan Pemberian Media Flip Chart dan Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan IbuTentang Pola Pemberian Makanan Pada Status Gizi Balita Husna, Elfira
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.753 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v10i1.1966

Abstract

Abstrak Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam optimalisasi derajat kesehatan dan pembanguan ekonomi negara. Pengetahuan ibu terkait pola pemberian makanan memegang peranan penting dalampertumbuhan fisik dan kecerdasan balita.Aspek kognitif ibu perlu ditingkatkan dengan cara media yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media flipchart dan audio visual terharap pengetahuan ibu terkait pola pemberian makanan pada balita . Penelitian ini mengunakanquesiexperimental dengan desain non equivalent control grup desiqn. Teknik pengambilan sampelmenggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 36orang. Data di analisamenggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon dan uji Mann Whitney U.Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata pengetahuan responden pretest-post media flipchart yaitu p value 0.000 dan rata rata pengetahuan responden pretest-postest media audiovisual p value 0.000. Sementara itu, rata-rata selisih pengetahuan responden posttest denganmedia flipchart adalah 10.69 sedangkan rata selisih media audio visual adalah 26.31. Hasilanalisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pemberian media flip chartdan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan ibu balita dengan p value 0.000.Dapat disimpulkanbahwa media audio visual lebih efektif daripada media flip chart. Diharapkan hasil penelitianini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi praktisi kesehatan untuk lebih interaktif menngunakan media audio visual dalam memberikan edukasi pada ibu yang mempunyai balita sehingga berkontribusi langsung dalam meningkatkan status gizi balita. Kata kunci : Pengetahuan, makanan balita, media flip chart, media audio visualDaftarpustaka:35(2010-2020)
Pengaruh Terapi Air Putih Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Baso Tahun 2013 Husna, Elfira; Junios, Junios
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.198

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa yang akan datang. Terapi air putih terbukti bermanfaat bagi kesehatan tubuh salah satunya terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi air putih terhadap kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Baso tahun 2013. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Baso dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 12 orang yang mana terdiri dari 6 orang kelompok intervensi dan 6 orang kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Paired Sampel Test dan Independent Sampel Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p= 0,006 (p
Pengaruh Terapi Musik Mozart Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Fraktur Di Ruang Bedah Rsud Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2012. Husna, Elfira; Putra, Yuhendri Putra
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.199

Abstract

Fraktur telah menjadi masalah yang paling sering dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Menurut WHO 2010 Penyebab dari fraktur yang paling banyak yaitu karena kecelakaan lalu lintas. Fraktur adalah kondisi dimana terjadi patahan pada tulang yang bisa menimbulkan nyeri, nyeri merupakan masalah yang paling sering dijumpai pada penderita fraktur. Musik mozart adalah musik klasik yang paling banyak digunakan untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terapi musik mozart terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur di ruang bedah RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2012. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode preexperimen dengan rancangan one group pretest –posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami fraktur yang ada di ruang bedah RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah respondan yang dijadikan sampel sebanyak 10 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data paired sample t- test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil besarnya nilai p yang diperolah maka disimpulkan terdapat pengruh yang signifikan antara terapi musik mozart terhadap intensitas nyeri pada pasien yang mengalami fraktur. Setelah penelitian ini di harapkan pasien mampu menerapkan terapi musik mozart sehingga dapat mengurangi nyeri.
PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELLA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TABIT KOTA PAYAKUMBUH Husna, Elfira; ashra, Fauzi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i1.219

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa yang akan datang. Menurut laporan badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO), pada tahun 2000 dianggarkan sebanyak 171 juta jiwa menderita diabetes mellitus tipe 2 dan diperkirakan pada 2030 akan terjadi peningkatan sebanyak 195 juta jiwa lagi yang akan menderita diabetes mellitus tipe 2. Studi populasi diabetes mellitus tipe 2 di berbagai Negara oleh WHO menunjukkan jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2000 di Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar dengan 8,426 juta orang dan diperkirakan akan menjadi sekitar 21,257 juta pada tahun 2030. Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teh rosella terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 20 agustus tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tabit dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Independent Sampel Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p=0,006 (p
PENGARUH TERAPI AKTIF MENGGENGGAM BOLA TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE DI RSSN BUKITTINGGI Andika Sulistiawan, Andika Sulistiawan; Elfira Husna, Elfira Husna
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i1.220

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang terganggu (Irfan, 2012). Sroke termasuk penyakit motorneuron atas yang mengakibatkan kehilangan kontrol volunter terhadap gerakan motorik, disfungsi motorik yang paling umum adalah kelemahan pada satu sisi karena lesi otak yang berlawanan, kelemahan otot merupakan dampak terbesar pada pasien stroke Pasien stroke dengan kelemahan akan mengalami keterbatasan mobilisasi. Klien yang mengalami keterbatasan dalam mobilisasi akan mengalami keterbatasan beberapa atau semua untuk melakukan rentang gerak dengan mandiri. Kelemahan fisik dan mental akan menghalangi seseorang aktivitas hidup sehari-hari. Secara umum, ketidakmampuan ada dua macam yaitu ketidakmampuan primer dan ketidakmampuan sekunder. Ketidakmampuan primer disebabkan oleh penyakit atau trauma (misal : paralisis gangguan atau cedera pada medula spinalis) sedangkan ketidakmampuan sekunder terjadi akibat dampak dari ketidakmampuan primer. Dari hasil penelitian didapatkan ada pengaruh antara terapi menggenggam bola terhadap kekuatan otot pasien stroke di RSSN Bukittinggi (p = 0,000).
Hubungan Peran Keluarga Dalam Memotivasi Pasien Pasca Stroke Dengan Kepatuhan Penderita Mengikuti Rehabilitasi Di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2014 Sobirin, Cecep; Husna, Elfira; Sulistyawan, Andika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.241

Abstract

Stroke penyebab kecacatan nomor satu di dunia, cepat lambatnya proses kesembuhan pasien stroke dari kecacatan dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien mengikuti rehabilitasi. Berdasarkan survei awal dari 10 orang pasien, 4 orang menyatakan tidak patuh disebabkan karena keluarga sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk menemani, 4 orang lagi tidak patuh karena keluarga tidak pernah memberi dorongan dan semangat, dan 2 orang lagi patuh karena keluarga selalu mengingati dan menemani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan penderita mengikuti rehabilitasi di Unit Rehabilitasi Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi 2014. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2014 di Unit Rehabilitasi RSSN Bukittinggi. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan observasi kehadiran responden. Responden pada penelitian ini adalah Penderita dan keluarga penderita pasca stroke yang datang menemani klien yang melaksanakan rehabilitasi ke Unit Rehabilitasi Medik RSSN dengan menggunakan teknik pengambilan sample accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 50 orang dan diuji dengan chi Square. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa proporsi responden dengan peran keluarga kurang baik, lebih besar ditemukan pada tidak patuh melakukan rehabillitasi 23 (79,2%) responden dibandingkan patuh melakukan rehabilitasi 6 (20,7%) responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan rehabilitasi (pvalue=0,000 , OR=16,292). Dapat disimpulkan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke kurang baik dan kepatuhan pasien pasca stroke melakukan rehabilitasi tidak patuh. Diharapkan kepada keluarga untuk dapat memberikan motivasi untuk sembuh sehingga penderita pasca stroke patuh mengikuti rehabilitasi.
Perbedaan Tingkat Insomnia Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Tahun 2015 Husna, Elfira; Susanti, Evi; Putra, Yuhendri; Junios, Junios
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.248

Abstract

Insomnia merupakan ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur. Berdasarkan data di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang ibu Batusangkar lansia berjumlah 70 orang,saat melakukan wawancara pada 7 orang lansia di Panti Tresna Werdha Kasih Sayag ibu didapatkan 4 0rang yang mengalami gangguan tidur (insomnia).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Insomnia Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Tahun 2015. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekatan one group pretest posttest, populasi 70 lansia dan sampel 16 responden teknik purposive sampling, tempat di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar diuji paired T-test Pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputerisasi. Hasil penelitian ini didapatkan nilai rat-rata tingkat insomnia pada lansia sebelum diberikan senam lansia adalah 4,94 dan rata-rata tingkat insomnia pada lansia sesudah diberikan senam lansia adalah 0,94. Secara Statistik didapatkan bahwa tingkat insomnia sebelum dan sesudah diberikan senam lansia dengan p value 0,000. Disimpulkan bahwa ada perbedaan antara tingkat insomnia sebelum dan sesudah diberikan senam lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2015. Selain itu disarankan bagi petugas panti bisa melakukan senam lansia tersebut pada pagi hari atau sore hari selama 30 menit untuk mengurangi insomnia pada lansia.