Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles
80 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2025): December"
:
80 Documents
clear
Beyond Survival: An Autoethnographic Understanding of Adult Survivors of Child Sexual Abuse
Diyanah Halimatussa'diah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2186
This article explores the complex and multifaceted journey of adult survivors of child sexual abuse using an ethnographic methods to provide an alternate and intimate perspective regarding sexual abuse and tells about emotional, psychological, and cultural implications of the abuse. The research combined personal narratives and academic analysis of the author’s experience and other respondents with shared experience. The study reflects on the long-term effects of trauma, including the process of healing, journey to meaning making and finding closure. The research highlights the importance of self-reflection, storytelling, and examines the societal challenges and stigmas that survivors face. The research aimed to highlight the significant difference in disclosing personal trauma experiences as a form of healing. The method uses autoethnography through archive analysis written by adult survivors of child sexual abuse as means for collective healing and peer support. By offering an autoethnographic lens, the study aim to fosters deeper understanding of how adult survivors of child sexual abuse navigate their lives beyond survival, ultimately seeking to reclaim their identities and reframe their narratives which used to be dominated by men’s perspectives. The result shows that the people involved in this collective ethnography have increased their self-acceptance through having disclosure of their experiences.
Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Kesigapan Kerja Dinas Pemadam Kebakaran dalam Penanggulangan Kebakaran di Kota Bengkulu
Tri Purwanti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2726
This study aims to determine public satisfaction with the response and alertness of the Fire Department in handling fires in Bengkulu City. The research method used in this study is a qualitative method. The results of the study indicate that, Service Procedure: The level of public satisfaction in the service sector is quite satisfied, because they give more satisfaction ratings than those who are dissatisfied. Service Discipline: The level of public satisfaction in the field of service officer discipline is less satisfied, because informants give more answers that are less satisfied. Responsibility: The level of public satisfaction with officers is satisfied, because there is only 1 informant who feels lacking, the rest give very satisfactory answers. Employee Competence: The level of public satisfaction in the field of employee competence is very satisfactory, because all informants give very satisfactory answers when interviewed. Suggestions in the Analysis of Public Satisfaction with the Alertness of the Fire Department in Handling Fires in Bengkulu City. Students who will conduct further research. It is advisable to find and read more other references. So that the results of further research are even better and gain new knowledge. The results of this study are expected to be used as reference material for researchers. It is expected that officers will be more careful in observing public responses. This is very important to anticipate future incidents. The limitation of this study lies in the informants, because they must be people who have reported the incident.
Strategi Pemerintahan Jokowi dalam Menangani Kasus Tppo di Kawasan Asia Tenggara Melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2023
Yosua D. Prasetyo;
Christian H. J. De Fretes;
Indra Wisnu Wibisono
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2761
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Perpres Nomor 19 Tahun 2023 dalam menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kawasan Asia Tenggara. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dengan menelaah berbagai literatur yang relevan terkait strategi pemerintahan Jokowi dalam menangani TPPO, khususnya melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2023 dan implikasinya di kawasan Asia Tenggara. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, klasifikasi data, dan penyajian data, guna memperoleh pemahaman yang mendalam dan menyeluruh terhadap isu yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih menjadi persoalan krusial yang sulit diberantas, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sebagai negara yang cukup terdampak menunjukkan komitmen nyata dalam menanggulangi permasalahan ini melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan TPPO. Kebijakan ini mencakup upaya perlindungan di tingkat nasional dan kerja sama regional, serta terbukti memberikan dampak positif berupa penurunan angka kasus TPPO pasca-pandemi Covid-19. Hal ini menandakan bahwa Perpres tersebut efektif sebagai langkah sistematis dalam menangani TPPO. Meski demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan, baik dari aspek koordinasi antarinstansi dalam negeri maupun dari sisi kolaborasi antarnegara di kawasan ASEAN. Secara keseluruhan, Perpres ini menjadi representasi nyata dari keseriusan pemerintah Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, dalam memberikan perlindungan bagi warganya dari kejahatan perdagangan orang.
Post Holiday Blues: Studi Komunikasi Terhadap Gejala Psikologis Pasca Libur Panjang
Fahmy Fotaleno
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2773
Fenomena Post Holiday Blues (PHB), yaitu perasaan tidak nyaman yang muncul setelah menjalani libur panjang, menjadi isu yang signifikan dalam konteks psikologis dan komunikasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis PHB melalui perspektif ilmu komunikasi dengan menggunakan pendekatan Teori Kognisi Sosial (Social Cognitive Theory) dan Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interactionism). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menelaah berbagai artikel berita serta pernyataan para ahli yang relevan. Fokus utama terletak pada bagaimana individu memaknai pengalaman liburan dan bagaimana simbol serta interaksi sosial memengaruhi respons emosional terhadap kembalinya rutinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHB tidak hanya dipicu oleh kelelahan fisik, tetapi juga oleh ekspektasi sosial yang tinggi terhadap momen liburan, kontras yang tajam antara suasana liburan dan kenyataan kerja, serta kurangnya strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi peralihan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal dan pemahaman simbolik berperan penting dalam mengelola emosi pasca-liburan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi komunikasi dalam masyarakat, khususnya dalam membantu individu mengantisipasi dan mengelola stres setelah liburan. Studi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal dalam memperluas kajian komunikasi terkait kesehatan mental di era modern.
Narasi Keluarga pada Anak Disabilitas di Film Wonder (2017)
Ilham Choirimba Roy;
Alvian Alrasid Ajibulloh
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2778
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji susunan naratif dalam film Wonder (2017). Pola komunikasi keluarga yang baik akan menghasilkan pola asuh yang baik, dan pengasuh yang baik menjadikan anak lebih percaya diri dan mampu mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi dalam proses tumbuh kembang nya. metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif pendekatan analisis naratif Tzvetan Todorov dan pola komunikasi keluarga Koerner & Fitzpatrick yang bertujuan untuk mengeksplorasi pola komunikasi pada anak berkebutuhan khusus (Syndrom trecher collins) yang ada pada film Wonder 2017, Penelitian ini hendak mengungkap jalannya cerita mulai dari keseimbangaan, ganggguan, puncak permasalahan, penyelesaian permasalahan dan keseimbangan baru. Film ini dikemas dengan cerita dari sudut pandang yang kompleks untuk memahami pengalaman emosional masing-masing tokoh, serta tekanan psikologis yang diterima oleh keluarga auggie. penelitian ini bertujuan untuk dapat mengungkap gambaran naratif film Wonder 2017 sehingga mendapatkan penjabaran wacana baik dari sisi bahasa, teks dan visual. hasil penelitian yang diperoleh, film wonder menggunakan alur yang lebih modern dan tidak terpaku pada alur tradisional yang dijabarkan oleh Tzvetan Todorov karena terdapat pengulangan gangguan, puncak permasalahan, dan penyelesaian permasalahan.
Hubungan Role Conflict dan Self Regulated Learning dengan Student Engagement pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Indonesia Membangun Kelas Reguler Sore
Sherry Almitha;
Prinska Damara Sastri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2792
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara role conflict dan self-regulated learning dengan student engagement pada mahasiswa reguler sore. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 69 mahasiswa, yang diperoleh melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala terstandar, yakni skala Role Conflict, Self-Regulated Learning, dan Student Engagement, yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan dengan uji deskriptif, regresi linear sederhana, serta regresi linear berganda. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa tingkat role conflict berada pada rentang kategori sedang hingga tinggi, sedangkan tingkat student engagement dan self-regulated learning cenderung berada pada kategori sedang menuju rendah. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara role conflict dengan self-regulated learning dan student engagement, serta hubungan positif yang signifikan antara self-regulated learning dengan student engagement. Secara keseluruhan, role conflict dan self-regulated learning berkaitan terhadap student engagement, dengan kontribusi terbesar berasal dari variabel self-regulated learning.
Efektivitas Program Nabuang Sarok dalam Pengurangan Timbulan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kota Solok
Agil Kurniawan Norza;
Yuliarti Yuliarti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2793
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Nabuang Sarok dalam mengurangi timbulan sampah di TPA, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Volume timbulan sampah yang terus meningkat setiap tahun di Kota Solok menjadi permasalahan lingkungan yang mendesak, terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kota Solok yang kapasitasnya semakin terbatas. Bentuk kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan PT Semen Padang dalam mengurangi timbulan sampah melalui program pemilahan dan penyetoran sampah anorganik oleh masyarakat yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum berjalan secara efektif. Partisipasi masyarakat masih rendah, sosialisasi belum merata, tujuan program belum tercapai, dan pemantauan belum dilakukan secara berkala. Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran dan rendahnya kesadaran masyarakat. Meskipun demikian, adanya dukungan regulasi dan kerja sama multipihak menjadi faktor penting yang menjaga potensi keberlanjutan program di masa mendatang. penelitian menunjukan hasil yang sejalan dengan teori efektivitas program yang dikemukakan oleh subagyo dalam (Budiani, 2007) Untuk meningkatkan efektivitas program, diperlukan strategi yang lebih intensif dan penting dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala oleh pemerintah yang menjalankan hal ini. Selain itu, perluasan jaringan kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lokal juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan dampak program. Dengan komitmen yang kuat dan sinergi antar pemangku kepentingan, program Nabuang Sarok berpeluang memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan di Kota Solok.
Menilai Kepuasan Pengguna Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Lima Puluh Kota: Peran Kualitas Layanan Dan Aksesibilitas
Hanifatul Hasanah;
Yuliarti
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2794
Kualitas layanan yang baik akan menciptakan sebuah kepuasan, masyarakat akan merasa puas jika kualitas layanan dan aksesibilitas baik dan memadai dalam penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode yang dipakai yaitu kuantitatif asosiatif yang melibatkan 100 responden melalui teknik simple random sampling. Pada temuan ini, nilai koefisien determinasi Adjusted R Square tercatat sebesar 0,300 yang artinya kepuasan masyarakat diuraikan sebesar 30% oleh variabel kualitas layanan dan aksesibilitas sedangkan 70% adalah aspek lain yang tidak dijelaskan pada penelitian ini. Peningkatanan mutu layanan serta kemudahan akses terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pengguna RTH.
Implementasi Program Penerimaan Verifikasi Laporan On The Spot (PVL OTS) Oleh Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatra Barat
Anjerita Sani Silaban;
Aldri Frinaldi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2795
Implementasi Program Penerimaan Verifikasi Laporan On The Spot (PVL OTS) Oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, melalui Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, selanjutnya dilakukan pendekatan pemilihan situasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaiaman implementasi Program Penerimaan Verifikasi Laporan On The Spot (PVL OTS) Oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat. Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan penghambat implementasi serta menemukan solusi dilapangan dalam menanggulangi kendala yang terjai. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap pihak yang terlibat langsung dengan PVL OTS. Data sekunder ditemukan melalui studi dokumentasi yang berkaitan dengan peraturan dan dokumen PVL OTS. Pengujian data disimpan secara manual melibatkan teknik saran prosedur pendataan terhadap Manual Data Analysis (MDAP). Informan dalam penelitian ini adalah orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait objek yang diteliti. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik manual Data Analysis Procedure (MDAP). Hasil dari analisis Manual Data Analysis Procedure (MDAP) ditemukan implementasi program PVL OTS belum dilaksanakan secara maksimal hal ini dibuktikan dengan belum mampu terlaksana di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. Kendala utama yang ditemukan dilapangan yaitu minimnya anggaran, akibatnya minim petugas pelaksana yang bisa turun kelapangan, serta perangkat pendukung yang belum memadai. Diharapkan Ombudsman perlu melakukan pengalokasian dana untuk PVL OTS dan pemerintah diharapkan mampu memberikan dukungan untuk penguatan pelayanan publik yang bersih dikalangan masyarakat dengan memperhatikan keberadaan Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik. Sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 16, yakni mendorong institusi yang akuntabel, dan inklusif sebagai pilar utama dalam mewujudkan pelayanan public yang adil dan transparan.
Nonverbal Communication of Employees with Disabilities (Phenomenological Study of Employees with Disabilities at Isyarat Steam Motor Bandar Lampung)
Weni Safitri;
M Denu Poyo;
Budhi Waskito
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53697/iso.v5i2.2797
This study explores the use of nonverbal communication among employees with hearing disabilities at Isyarat Steam Motor Bandar Lampung. The study aims to understand how deaf employees interact with customers and managers using alternative communication strategies. As the importance of inclusion in the workplace increases, this study provides insights into how communication can be maintained effectively despite physical limitations. A qualitative method with a phenomenological approach was used to collect data through observation, in-depth interviews, and document analysis. Participants included deaf employees, customers, and business managers. The results showed that employees communicated nonverbally using BISINDO (Indonesian Sign Language), written messages, facial expressions, gestures, and mobile applications. These tools helped bridge communication gaps and supported smooth interactions in daily operations. Customers responded positively to these interactions, often expressing interest and appreciation for employees' ability to provide professional service. These findings confirm that nonverbal communication not only facilitates interactions in the workplace but also strengthens employees' sense of belonging and self-confidence. In conclusion, nonverbal communication plays a vital role in building an inclusive and respectful work environment, as well as promoting social and economic empowerment for people with disabilities