cover
Contact Name
Jurnal Teknik Kimia
Contact Email
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Phone
+628563057767
Journal Mail Official
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Editorial Address
nove.kartika.nke.tk@upnjatim.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Articles 34 Documents
OPTIMASI SUHU REAKSI DAN WAKTU AGING PADA SINTESIS HIDROKSIAPATIT BERBAHAN CANGKANG KERANG SIMPING (PLACUNA PLACENTA) Dian Putri Artanti; Muhammad Dwiky Wahyudi; Dyah Suci Perwitasari; Shinta Soraya Santi; Sani Sani
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroksiapatit (HAp) merupakan biomaterial berbasis kalsium fosfat yang banyak digunakan karena kemiripannya dengan jaringan tulang manusia. Pada penelitian ini, HAp disintesis dari limbah cangkang kerang simping sebagai sumber kalsium menggunakan metode sol-gel.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu pemanasan dan waktu aging gel yang optimum pada proses sintesis hidroksiapatit berdasarkan nilai rasio Ca/P yang mendekati nilai stoikiometri. Suhu reaksi divariasikan pada 45, 60, 75, 90, dan 105 °C, sedangkan waktu aging gel pada 12, 18, 24, 30, dan 36 jam, sehingga diperoleh 25 kombinasi kondisi sintesis. Optimasi kondisi proses dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan bantuan perangkat lunak Minitab 22, sedangkan rasio Ca/P hidroksiapatit didapatkan dari analisis X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa variasi suhu dan waktu aging menghasilkan rasio Ca/P dalam rentang 1,46–1,92. Analisis RSM memprediksi kondisi optimum pada suhu 68,64 °C dan waktu aging 15,15 jam dengan rasio Ca/P sebesar 1,67001 dan nilai desirability 0,999966. Secara eksperimen, rasio Ca/P yang paling mendekati nilai stoikiometri diperoleh pada suhu 75 °C dan waktu aging 36 jam dengan nilai 1,6689. Perbedaan nilai antara hasil prediksi dan eksperimen relatif kecil, sehingga menunjukkan bahwa model mampu memberikan estimasi kondisi optimum yang mendekati hasil aktual.
Pengaruh Suhu dan Waktu Reaksi terhadap Distribusi Triasilgliserol pada Enzymatic Interesterification Minyak Sawit Yulia Rahmawati; Tri Widjaja; Siti Nurkhamidah
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 03 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Enzymatic interesterification (EIE) merupakan metode modifikasi lipid yang digunakan untuk mengubah distribusi triasilgliserol (TAG) tanpa mengubah komposisi total asam lemak secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan waktu reaksi terhadap redistribusi TAG serta perubahan sifat fisik minyak sawit hasil EIE. Proses interesterifikasi dilakukan menggunakan lipase spesifik sn-1,3 pada variasi suhu 40°C; 60°C; dan 80°C serta waktu reaksi 2,5–9,5jam. Distribusi TAG dianalisis berdasarkan fraksi saturated-saturated-saturated (SSS), saturated-unsaturated-saturated (SUS), saturated-unsaturated-unsaturated (SUU), dan unsaturated-unsaturated-unsaturated (UUU). Selain itu dilakukan analisis solid fat content (SFC) dan peroxide value (PV) untuk mengevaluasi perubahan sifat fisik dan stabilitas oksidatif minyak hasil modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses EIE menyebabkan redistribusi TAG yang ditandai dengan perubahan proporsi fraksi SSS, SUS, SUU, dan UUU dibandingkan minyak awal. Fraksi SUS setelah EIE berada pada rentang 34,54–41,12%, sedangkan fraksi SSS meningkat hingga 8,02%. Perubahan distribusi TAG tersebut mempengaruhi karakteristik fisik minyak, terutama penurunan nilai SFC pada suhu 35°C dan 40°C. Nilai SFC40 menurun dari 3,44% pada minyak awal menjadi 0,33% pada perlakuan tertentu. Penurunan SFC menunjukkan bahwa redistribusi TAG menghasilkan sistem lipid yang lebih plastis dan memiliki karakteristik leleh lebih rendah. Nilai peroxide value hasil EIE berada pada rentang 0,269–4,0278 meq O₂/kg sehingga masih berada pada kisaran oksidasi awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu reaksi mempengaruhi redistribusi TAG selama proses EIE. Kondisi suhu tinggi meningkatkan intensitas redistribusi trigliserida, namun juga berpotensi meningkatkan randomisasi akibat acyl migration. Secara umum, proses EIE mampu memodifikasi karakteristik fisik minyak sawit dan berpotensi diaplikasikan pada produk berbasis lemak plastis seperti margarin dan shortening. Kata kunci: enzymatic interesterification, minyak sawit, triasilgliserol, solid fat content, lipid terstruktur Abstract.Enzymatic interesterification (EIE) is a lipid modification method used to alter triacylglycerol (TAG) distribution without significantly changing the overall fatty acid composition. This study aimed to evaluate the effects of reaction temperature and reaction time on TAG redistribution and the physical properties of enzymatically interesterified palm oil. The interesterification process was carried out using sn-1,3 specific lipase at reaction temperatures of 40°C, 60°C, and 80°C with reaction times ranging from 2.5 to 9.5 h. TAG distribution was analyzed based on saturated-saturated-saturated (SSS), saturated-unsaturated-saturated (SUS), saturated-unsaturated-unsaturated (SUU), and unsaturated-unsaturated-unsaturated (UUU) fractions. Solid fat content (SFC) and peroxide value (PV) analyses were also conducted to evaluate the physical properties and oxidative stability of the modified oils. The results showed that EIE caused TAG redistribution characterized by changes in the proportions of SSS, SUS, SUU, and UUU fractions compared to the initial oil. The SUS fraction after EIE ranged from 34.54% to 41.12%, while the SSS fraction increased up to 8.02%. These changes in TAG distribution affected the physical properties of palm oil, particularly the reduction of SFC values at 35°C and 40°C. The SFC40 value decreased from 3.44% in the initial oil to 0.33% in the modified oil under certain treatment conditions. The reduction in SFC indicated that TAG redistribution produced a more plastic lipid system with lower melting characteristics. The peroxide value of the interesterified oils ranged from 0.269 to 4.0278 meq O₂/kg, indicating that the oils remained within the early stage of oxidation. The study demonstrated that reaction temperature and reaction time influenced TAG redistribution during the EIE process. Higher reaction temperatures increased the intensity of TAG redistribution but also potentially enhanced randomization due to acyl migration. Overall, EIE showed potential as a modification method to produce structured lipids with improved physical properties suitable for plastic fat-based products such as margarine and shortening. Keywords: enzymatic interesterification, palm oil, triacylglycerol, solid fat content, structured lipids
Pengaruh Aktivasi Termal Bentonit dan Studi Kinetik pada Adsropsi Metilen Biru Puguh Setyopratomo; Rudy Agustriyanto; Aloisiyus Yuli Widianto; Candra Wijaya
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 03 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bahan kimia pencemar yang mendapat perhatian adalah limbah zat warna dari industri pewarna dan khususnya industri tekstil. Berbagai teknologi dikembangkan untuk menghilangkan pencemar zat warna dari aliran limbah cair industri, dan salah satu metode prospektif adalah adsorpsi karena mudah dioperasikan pada skala besar. Banyak pengembangan dilakukan untuk memperoleh adsorben berkapasitas besar dengan harga murah. Bentonit merupakan alternatif adsorben yang menjanjikan karena merupakan bahan alam yang melimpah. Penelitian ini melakukan studi adsorpsi metilen biru menggunakan bentonit yang diaktivasi secara termal. Tujuannya adalah melihat pengaruh suhu aktivasi terhadap efisiensi adsorpsi serta mengidentifikasi tahanan perpindahan massa yang mengendalikan proses adsorpsi melalui pengujian model kinetika difusi intrapartikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu aktivasi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi adsorpsi. Kapasitas adsorpsi tertinggi, yaitu 116,7 mg/g, dicapai pada bentonit yang diaktivasi pada 500 °C. Aktivasi pada suhu lebih rendah menghasilkan kapasitas yang tidak maksimal karena penghilangan air belum optimal, sedangkan aktivasi pada suhu lebih tinggi menyebabkan pelelehan sebagian komponen bentonit yang menurunkan luas permukaan spesifik. Uji model kinetika difusi intrapartikel membuktikan bahwa laju keseluruhan adsorpsi dikendalikan oleh perpindahan massa melalui difusi molekuler di dalam pori-pori bentonit.
Analisis Pengaruh Rasio Komposit Silika-Kitosan Sebagai Adsorben Zat Warna Pada Limbah Cair Jumputan Eza Adlin; Anerasari Meidinariasty; Selastia Yuliati
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 03 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kain jumputan menghasilkan limbah cair yang mengandung zat warna sintetis yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Adsorpsi menjadi solusi alternatif yang sederhana dan efektif, namun kinerjanya dipengaruhi olah karakteristik adsorben. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio komposit terhadap efisiensi adsorpsi zat warna pada limbah cair jumputan, serta menentukan rasio dan waktu kontak optimum. Komposit adsorben pada penelitian dibuat dari silika dan kitosan variasi rasio silika-kitosan 1:1, 1:2 dan 2:1. Adsorbsi dilakukan secara batch menggunakan 100 mg adsorben dengan 50 mL limbah pada variasi waktu kontak dari 15, 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio silika-kitosan optimum yaitu 2:1 dengan efisiensi adsorpsi sebesar 91,670% dan kapasitas adsorpsi 5,769 mg/g pada waktu kontak 15 menit. Karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi -OH, -NH, Si-O-Si, dan Si-OH, sedangkan SEM-EDX menunjukkan morfologi permukaan yang kasar dengan unsur penyusun O, C, N, dan Si.

Page 4 of 4 | Total Record : 34