cover
Contact Name
Jurnal Teknik Kimia
Contact Email
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Phone
+628563057767
Journal Mail Official
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Editorial Address
nove.kartika.nke.tk@upnjatim.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Articles 30 Documents
Optimasi Filler Polivinil Alkohol Pada Membran Elektrolit Berbasis Biopolimer Kitosan Untuk Aplikasi Sel Bahan Bakar Ayu Oktari Rahman; Umi Sholikah; Mochammad Purwanto
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.40

Abstract

Membran elektrolit merupakan komponen penting dalam sistem sel bahan bakar yang memilki fungsi sebagai konduktor proton dan separator antara katoda dan anoda. Sintesis membran elektrolit dilakukan dengan optimasi filler Polivinil Alkohol (PVA) dalam membran berbasis biopolimer kitosan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat dan kemampuan membran elektrolit Ch-PVA pada aplikasi sel bahan bakar. Pada tahap awal bioplimer kitosan diekstraksi dari limbah kulit udang melalui tiga tahap yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Sintesis membran elektrolit dilakukan dengan metode inversi vasa menggunakan pelarut asam asetat. Analisa kemampuan membran dilakukan dengan pengujian water dan methanol uptake, kapasitas pertukaran ion, permeabilitas metanol, dan konduktivitas proton. Nilai water uptake tertinggi dan nilai methanol uptake terendah diperoleh pada membran Ch-PVA 15 dengan nilai masing-masing sebesar 96% dan 37%. Sementara untuk nilai kapasitas pertukaran ion tertinggi dihasilkan pada membran Ch-PVA 5 yaitu sebesar 1,86 mmol/gr. Permeabilitas methanol terendah terdapat pada membran Ch-PVA 15 sebesar 3,10 x 10-6 cm2.s-1 dan konduktivitas proton tertinggi didapatkan pada membran Ch-PVA 10 yaitu sebesar 2,86 x 10-4 S.cm-1. Semua data pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa membran yang dihasilkan memiliki potensi untuk menjadi alternatif membran elektrolit pada aplikasi sel bahan bakar.
STUDI AWAL SINTESIS PRODUK PATI TAPIOKA YANG MENGEMBANG DALAM AIR DINGIN (GRANULAR COLD WATER SWELLING STARCH): PENGARUH KOMPOSISI ETHANOL DAN KONSENTRASI AWAL PATI Asaf Kleopas Sugih; Dea Agata; Hans Kristianto; Henky Muljana
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.98

Abstract

Abstrak. Pati tapioka merupakan komoditas industri berbasis pertanian penting di Indonesia yang juga adalah pati dengan volume produksi terbesar kedua secara global. Produk pati granular yang mengembang dalam air dingin atau Granular Cold Water Swelling (GCWS) starch merupakan produk pati termodifikasi secara fisik yang membentuk suspensi atau gel dalam air dingin. Pada penelitian ini dilakukan studi awal untuk mempelajari karakteristik fungsional produk GCWS yang disintesis dari pati tapioka lokal Bogor. Proses modifikasi dilakukan menggunakan Perlakuan Alkohol-Alkali (PAA) dengan media pensuspensi 40-60 %-b/b ethanol dalam air, konsentrasi awal pati sebesar 10-20 %-b/b, dan NaOH 3 M sebagai reagen alkali. Kelarutan dalam Air (KAD) dan Daya Kembang dalam Air Dingin (DKAD) pati tapioka GCWS hasil modifikasi meningkat hingga mencapai 45,07 %-b/b dan 10,27 g/g dibandingkan pati tapioka alami (5,26 %-b/b dan 2,64 g/ g). Perlakuan PAA juga memperbaiki secara signifikan kejernihan pasta dan kestabilan beku-cair gel pati tapioka. Penggunaan komposisi ethanol dan konsentrasi pati awal yang lebih rendah akan menghasilkan produk dengan KAD, DKAD, kejernihan pasta, dan kestabilan beku-cair yang lebih baik. Pati tapioka GCWS memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai aditif pada produk pangan yang sensitif terhadap temperatur (seperti rempah dan nutraceuticals) serta pada produk dessert, saus, dan makanan instan. Kata kunci: tapioka, singkong, daya kembang, GCWS, pati termodifikasi Abstract. Tapioca starch is an important agricultural-based industrial commodity in Indonesia, and is the second most produced starch globally. Granular Cold Water Swelling (GCWS) starch product is a physically modified starch capable to form suspension and gel in cold water. In this research, a preliminary study on the functional characteristics of GWCS products synthesized from local Bogor tapioca starch was performed. The starch was modified using Alcoholic-Alkali Treatment (AAT) with 40-60 %-w/w ethanol in water as suspending medium, starch initial concentration of 10-20 %-w/w, and 3 M NaOH as alkali reagent. Solubility in Cold Water (SCW) and Swelling Power in Cold Water (SPCW) of GCWS starch tapioca products (until 45.07 %-b/b and 10.27 g/g, respectively) are significantly higher compared to native tapioca starch (5.25 %-w/w and 2.64 g/g). AAT method also improves paste clarity and freeze-thaw stability of the tapioca starch. The use of lower ethanol composition and initial water concentration resulted in products with higher SCW, SPCW, paste clarity, and freeze-thaw stability. GCWS tapioca starch products have the potentiality to be applied as additives for temperature-sensitive food products (such as spices and nutraceuticals), desserts, sauces, and instant foods. Keywords: tapioca, cassava, swelling power, GCWS, modified starch
PENGARUH PENAMBAHAN NUTRISI ANORGANIK (UREA DAN NPK) TERHADAP YIELD DAN KADAR ETANOL PADA FERMENTASI BIOETANOL DARI PATI SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) Riski Gunawan Nasution; Harmiwati N.H; Khairul Akli; Cut Naila Ramadhani; Ririn Arsy Gunawan
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.99

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diproduksi dari bahan baku terbarukan seperti singkong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan nutrisi anorganik (Urea dan NPK) terhadap yield dan kadar etanol yang dihasilkan dari fermentasi pati singkong. Metode yang digunakan meliputi hidrolisis termal pati singkong menjadi bubur, fermentasi anaerob menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae dengan dua variasi perlakuan (dengan dan tanpa penambahan nutrisi urea-NPK), dan pemurnian melalui destilasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nutrisi tidak secara signifikan meningkatkan yield etanol. Sampel tanpa nutrisi menghasilkan rendamen volume destilat sebesar 3% (9 mL dari 300 mL substrat), sedangkan sampel dengan nutrisi menghasilkan 2,6% (8 mL dari 300 mL substrat). Uji nyala pada kedua sampel menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan dapat terbakar, mengindikasikan potensinya sebagai bahan bakar. Hasil ini menyimpulkan bahwa pada skala laboratorium dengan kondisi penelitian ini, suplementasi nutrisi urea-NPK belum memberikan peningkatan kinerja fermentasi yang berarti. Optimasi konsentrasi nutrisi dan parameter fermentasi lain diperlukan untuk studi lebih lanjut.
ANALISIS TREN DAN RESEARCH GAP TEKNOLOGI CARBON CAPTURE BERBASIS SYSTEMATIC REVIEW PRISMA DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Syamsurizal
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.100

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi carbon capture menjadi elemen penting dalam strategi dekarbonisasi global, namun implementasinya memerlukan evaluasi komprehensif yang mencakup aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren dan kesenjangan metodologis dalam literatur carbon capture periode 2025–2026 menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik terhadap 45 artikel terpilih. Hasil menunjukkan bahwa penelitian masih didominasi studi berbasis material dan proses dengan fokus pada peningkatan kapasitas adsorpsi, sementara pendekatan berbasis kecerdasan buatan dan optimasi sistem mulai meningkat. Evaluasi techno-economic assessment (TEA) dan life cycle assessment (LCA) masih terbatas dan umumnya dilakukan secara terpisah. Research gap utama terletak pada belum terintegrasinya evaluasi kinerja teknis, kelayakan ekonomi, dan dampak lingkungan dalam satu kerangka analisis sistem-level yang terpadu. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model integratif TEA–LCA berbasis optimasi multi-objektif untuk meningkatkan kelayakan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan teknologi carbon capture. Kata kunci: carbon capture, techno-economic assessment, life cycle assessment, systematic literature review, sustainability evaluation. Abstract. The development of carbon capture technologies plays a critical role in global decarbonization strategies; however, large-scale implementation requires comprehensive evaluation across technical, economic, and environmental dimensions. This study analyzes research trends and methodological gaps in carbon capture literature during 2025–2026 using a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis of 45 selected articles. The results indicate that research remains predominantly focused on material- and process-based studies aimed at enhancing adsorption capacity, while artificial intelligence–based modeling and system optimization approaches are increasingly adopted. Techno-economic assessment (TEA) and life cycle assessment (LCA) remain limited and are generally conducted separately. The primary research gap lies in the lack of integrated system-level frameworks that simultaneously evaluate technical performance, economic feasibility, and environmental impacts. These findings highlight the need for integrated TEA–LCA models supported by multi-objective optimization to improve the economic viability and environmental sustainability of carbon capture technologies. Keywords: carbon capture, techno-economic assessment, life cycle assessment, systematic literature review, sustainability assessment.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK BERBASIS KITOSAN DENGAN PENAMBAHAN LIGNIN DARI LIMBAH SABUT KELAPA Erfan Yoga Rachmadani; Salesa Amilia Fateha; Caecilia Pujiastuti; Sani Sani; Suprihatin Suprihatin
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.101

Abstract

Meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai berdampak buruk pada pencemaran lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan mengkarakterisasi bioplastik biodegradable berbasis kitosan dengan penambahan lignin yang diisolasi dari limbah sabut kelapa sebagai filler. Metode yang digunakan dalam pembentukan film bioplastik adalah pengecoran pelarut. Lignin diperoleh melalui proses delignifikasi menggunakan NaOH 5% pada suhu 100°C selama 90 menit, diikuti dengan isolasi menggunakan H 2 SO 4 20% hingga mencapai pH 2. Sintesis bioplastik dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi kitosan (10, 15, 20, 25, 30 g/L) dan rasio volume campuran kitosan-lignin (0:1, 1:9, 2:8, 3:7, 4:6). Campuran diaduk secara mekanis selama 4 jam pada suhu ruang sebelum dicetak dan dikeringkan pada suhu 100°C. Parameter yang diuji meliputi sifat mekanik (kekuatan tarik dan elongasi putus), biodegradabilitas, ketebalan film, dan ketahanan terhadap udara. Penambahan lignin diharapkan dapat meningkatkan stabilitas struktural dan sifat antimikroba dari matriks kitosan, sehingga menghasilkan material pengemas ramah lingkungan yang memenuhi standar Japanese Industrial Standard (JIS)2-1707.
EVALUASI AKURASI SUPERPRO DESIGNER DALAM MEMPREDIKSI PRODUKSI BIOGAS PADA LAY-DOWN BIODIGESTER Riski Gunawan Nasution; Ryoshi Meijisa Reigi Putra; Khairul Akli; Dedy Rahmad
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.102

Abstract

Simulasi proses menggunakan perangkat lunak seperti SuperPro Designer menawarkan potensi besar dalam memprediksi kinerja biodigester tanpa membangun prototipe fisik, namun validasi terhadap data eksperimen khususnya untuk biodigester beton skala domestik dengan sistem resirkulasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akurasi SuperPro Designer dalam memprediksi produksi biogas pada lay-down biodigester beton skala domestik yang terintegrasi dengan pompa sentrifugal untuk sistem resirkulasi. Biodigester beton tipe lay-down volume total 254 liter dan volume kerja 170 liter dikonstruksi menggunakan cincin sumur beton dan diintegrasikan dengan pompa Shimizu PS-128 BIT (0,125 kW). Umpan berupa campuran kotoran sapi dan air (1:3) dengan inokulum rumen sapi 1 liter. Eksperimen berlangsung 22 hari pada suhu 27-32°C. Simulasi menggunakan SuperPro Designer v13.0 dengan parameter identik: volume reaktor 254 L, suhu 37°C, waktu batch 22 hari, yield metana 0,35 L CH₄/g COD, dan komposisi umpan berdasarkan literatur. Hasil simulasi memprediksi produksi biogas 10,8765 m³/batch dengan komposisi metana 59,81%, CO₂ 31,66%, H₂ 4,59%, dan H₂S 22,34 ppm. Eksperimen menghasilkan produksi biogas 0,78366 m³ (Eksperimen 1) dan 0,88956 m³ (Eksperimen 2) dengan komposisi metana 71-73%, CO₂ 25%, H₂ 1%, dan H₂S 8,2-9,4 ppm. Evaluasi akurasi menunjukkan deviasi sangat signifikan dengan RMSE 10,04 m³ dan Relative RMSE 1200,08%, di mana simulasi overestimation 12,4 kali lipat dari nilai aktual. Deviasi terbesar pada prediksi hidrogen (78,21%), diikuti H₂S (57,92-63,29%), CO₂ (21,04%), dan metana (18,71-22,05%). Penyebab utama deviasi adalah kesalahan satuan, parameter kinetika default yang belum terkalibrasi, dan asumsi kondisi ideal yang tidak tercapai di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SuperPro Designer tidak dapat digunakan untuk prediksi kuantitatif tanpa kalibrasi ekstensif dengan data eksperimen.
APLIKASI TEKNOLOGI BIOREFINERY LIMBAH AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN GULA PEREDUKSI SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI BARU TERBARUKAN Fadian Farisan Silmi; Sri Rahayu Widyaningrum; Dedi Teguh; Inka Christin; I Ketut Buyut Suratnata; Nadinda Siti Rosyidah; Resa Nurvia
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi mengetahui kondisi operasi biorefinery terbaik yang menghasilkan kadar gula yang tinggi dari ampas tebu pada proses hidrolisis enzimatik dimana diawali dengan pretreatment berbasis basa dengan bantuan gelombang mikro. Biorefinery limbah ampas tebu dimulai dengan perlakuan pretreatment limbah ampas tebu kering yang dikecilkan ukurannya hingga 80 mesh, kemudian dilakukan delignifikasi menggunakan NaOH 3M dan surfaktan Tween80 dengan bantuan microwave 600W selama 40 menit. Dilanjutkan dengan hidrolisis enzimatik dengan enzim CellicTech3-HS. Variabel yang divariasikan adalah volume enzim (2%, 3%, dan 4%) dan waktu hidrolisis (24 jam, 72 jam, dan 120 jam), sedangkan variabel yang diamati adalah kadar lignoselulosa, kadar gula pereduksi total setelah proses hidrolisis enzimatik dan yield serta densitas bioetanol. Proses pretreatment alkali menggunakan NaOH 3 M sebanyak 250 mL dengan 10 gr ampas tebu dapat menurunkan kadar lignin dari 30,7% menjadi 12,9% serta dapat menaikkan kadar selulosa dari 15% menjadi 61%. Kadar gula reduksi tertinggi pada variasi konsentrasi enzim 4% selama 120 jam mendapatkan 5,55 g/L dengan % Brix sebesar 7,3%. Semakin tinggi konsentrasi enzim dan lama waktu hidrolisis maka semakin besar kadar gula reduksi yang didapatkan
PEMBUATAN BIOCHAR BERBAHAN LIMBAH BIOGAS Rahmat Yanuar Adi; Mayra Salsabila Zain; Caecilia Pujiastuti; Ely Kurniati; Silvana Dwi Nurherdiana
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.113

Abstract

Limbah biogas masih jarang dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi. Limbah biogas memiliki kandungan senyawa organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sehingga, selulosa yang terdapat pada limbah biogas berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biochar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan biochar yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) dari limbah biogas dengan menggunakan metode priolisis. Limbah biogas yang digunakan didapatkan dari PT. Energi Agro Nusantara. Pada penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu pirolisis (30 menit, 35 menit, 40 menit, 45 menit, 50 menit) dan berat bahan (250 gram, 300 gram, 350 gram, 400 gram, 450 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pirolisis dan berat bahan baku berpengaruh terhadap karakteristik biochar yang dihasilkan. Semakin lama waktu pirolisis cenderung menurunkan kadar air dan kadar zat menguap serta meningkatkan kadar karbon biochar. Dari hasil penelitian didapatkan biochar terbaik pada kondisi waktu pirolisis 50 menit dan berat bahan 250 gram dengan kadar air sebesar 1,3%; kadar abu sebesa 2,725%; kadar zat menguap sebesar 39,2%; dan kadar karbon 56,775%. Biochar yang dihasilkan tidak memenuhi SNI dimana menurut SNI 06-3730-1995 kadar karbon minimal 65%, kadar zat menguap maksimal 25%, kadar abu maksimal 15%, dan kadar air maksimal 10%. Biochar pada kondisi terbaik dilakukan uji SEM untuk mengetahui karakteristik morfologi biochar serta uji XRD untuk mengetahui struktur kristal dari biochar. Hasil uji SEM menunjukkan biochar memiliki morfologi yang padat dengan tekstur berserat serta uji XRD menunjukkan pola difraksi puncak yang tajam pada sudut 2θ sekitar 26–27° yang menunjukan dominan fase kristalin.
STUDI KINETIKA DEGRADASI POLUTAN DI DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI SARUNG DENGAN METODE FENTON Oki Setiawan; Haposan Vincentius Manalu; Siti Adriani; Insan Kamil; Darti Purnama Sari; Ifti Luthviana Dewi
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.114

Abstract

Limbah cair dari industri tekstil, khususnya sarung tenun, mengandung senyawa organik kompleks yang sulit diuraikan melalui proses biologis konvensional. Salah satu indikator pencemar utamanya adalah Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas proses Fenton salah satu metode Advanced Oxidation Process (AOP) dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair tekstil sarung serta memodelkan kinetika reaksi degradasinya. Proses Fenton melibatkan reaksi antara besi (Fe²⁺) dan hidrogen peroksida (H₂O₂) yang menghasilkan radikal hidroksil (•OH) sebagai oksidator kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio H₂O₂/COD sebesar 10 memberikan efisiensi degradasi COD tertinggi, mencapai 82,95% dalam waktu 60 menit pada pH 3. Analisis kinetika reaksi dilakukan menggunakan tiga model: orde satu, orde dua, dan Behnajady Modirshahla Ghanbery (BMG). Model BMG menunjukkan kecocokan terbaik dengan data eksperimental, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9932. Model ini juga menunjukkan bahwa kecepatan degradasi COD tinggi terjadi pada menit-menit awal, dan cenderung menurun seiring berkurangnya konsentrasi senyawa organik. Berdasarkan hasil tersebut, proses Fenton terbukti efektif dan potensial untuk diterapkan dalam pengolahan limbah cair tekstil dengan karakteristik beban COD tinggi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan teknologi AOP yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam skala industry.
Peningkatan kinerja Operational APC pada Unit Evaporasi: EVALUASI INTEGRASI ADVANCED PROCESS CONTROL DAN PROCESS INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENINGKATAN KINERJA PROSES EVAPORASI DI PT XYZ Achmad Farouq; Tri Widjaja; Tatang Taufik
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi energi pada proses evaporasi crude glycerin merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap biaya produksi dan kinerja lingkungan di PT XYZ. Perusahaan telah mengimplementasikan Advanced Process Control (APC) berbasis Model Predictive Control untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi proses. Namun, pemanfaatan APC belum optimal akibat rendahnya utilisasi, fluktuasi kualitas produk, serta keterbatasan sistem monitoring kinerja yang masih bersifat manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab penurunan kinerja operasional APC serta mengevaluasi dampak integrasi APC dengan Process Information Management System (PIMS). Metode Fishbone Diagram dan Pareto Diagram digunakan untuk menentukan faktor dominan penyebab permasalahan berdasarkan aspek manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan. Data diperoleh dari histori operasional, kuesioner skala Likert 1–7, serta diskusi teknis dengan tim terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia menjadi penyebab utama penurunan kinerja APC, khususnya rendahnya pemahaman operator dan ketiadaan monitoring real-time terhadap Dashboard KPI yang mencakup aspek kualitas dan utilitas. Integrasi APC–PIMS dan pengembangan Daily Dashboard KPI menghasilkan penurunan ratio steam-to-feed sebesar 0,01Ton steam/ton feed, peningkatan utilisasi APC sebesar 48% menjadi rata-rata 95%, konsistensi kualitas produk, penghematan energi serta penurunan emisi CO2. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi sistem yang dilakukan dan penguatan aspek manajerial berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja APC secara berkelanjutan. Kata kunci: Evaporasi, Advanced Process Control (APC), Process Information and Management System (PIMS), Fishbone Diagram, Diagram Pareto

Page 3 of 3 | Total Record : 30