cover
Contact Name
Jurnal Teknik Kimia
Contact Email
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Phone
+628563057767
Journal Mail Official
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Editorial Address
nove.kartika.nke.tk@upnjatim.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Articles 18 Documents
Sintesis Tembaga Oksida Berbahan Dasar Limbah Kawat Tembaga sebagai Produk Pasar dengan Metode Presipitasi Sofia Cinintya Devika; Mochammad Yusuf; Sri Redjeki; Dyah Suci Perwitasari; Mu’tasim Billah
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembaga oksida (CuO) merupakan material semikonduktor tipe-p yang memiliki aplikasi luas dalam bidang katalisis, sensor gas, dan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel CuO menggunakan metode presipitasi kimia dengan bahan baku limbah kawat tembaga dan natrium hidroksida (NaOH) sebagai agen presipitasi. Proses sintesis dilakukan dengan variasi pH larutan dan suhu dehidrasi thermal larutan untuk mengoptimalkan ukuran dan morfologi partikel. Karakterisasi material dilakukan menggunakan X-ray Diffraction (XRD). Hasil XRD menunjukkan pembentukan fase CuO dengan struktur kristal monoklinik dengan ukuran rata-rata 75,5 nm. Studi ini menyimpulkan bahwa metode presipitasi kimia efektif untuk menghasilkan nanopartikel CuO dengan ukuran dan karakteristik yang terkontrol dan potensial untuk aplikasi dalam bidang energi dan lingkungan.
The Use of Moringa Seeds and Alum to Improve the Quality of Well Water into Drinking Water Bambang Sugiarto; Sephia Lita Acitya Putri; Alvina Damayanti; Retno Dwi Nyamiati
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.28

Abstract

Water is a basic need of living things that is very important to maintain its quality so that it does not cause problems. The method that can be used to improve water quality is to carry out the coagulation method using moringa seed coagulant (moringa oleifera) and alum which has been proven to be able to improve the quality of water. Both coagulants can reduce the following parameters, turbidity by reducing TSD, neutralizing pH, reducing dissolved metal levels, color, and reducing microorganisms contained in it such as E-coli bacteria and total coliform. The results of this study indicate that the two coagulants can reduce the parameter values of TDS, turbidity, iron content, E-coli, color, and pH in the sample water to be below the maximum limit or in accordance with drinking water quality standards, but the nitrate parameter is not yet below the maximum level. The optimum concentration to improve the quality of well water into drinking water is 2.5 ppm with an optimum residence time of 4 weeks.
Ekstrasi Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill) dengan Pelarut N-Hexane dalam Tangki Berpengaduk: Avocado Seed Oil (Persea americana Mill) Extraction with N-Hexane Solvent in a Stirred Tank Ellena Hendrianti Permata Nagari; Hanah Sajidah; Dyah Suci Perwitasari
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.29

Abstract

Avocado is a plant that can grow well in tropical climates such as Indonesia. Avocado fruit itself consists of 65% fruit flesh (mesocarp), 20% seeds (endocarp), and 15% skin (pericarp). Until now, the utilization of avocado seeds is still limited, so that it often becomes waste that has not been optimally utilized. In fact, avocado seeds have a starch content of 23%, which makes it an alternative source of starch that has the potential to be used in various industrial sectors, including food and pharmaceuticals. In addition, the high protein content in avocado seeds also makes it have good nutritional value. To utilize this potential, avocado seed oil can be extracted with the right method to produce maximum results. One method used in oil extraction is the mechanical extraction method, which involves pressure and the use of certain additional materials. In this study, the avocado seed oil extraction process was carried out with the help of n-hexane solvent and stirring techniques. Optimal results were obtained at a stirring speed of 500 RPM with an extraction duration of 110 minutes, resulting in an oil yield of 36.9%. Further research is needed to improve the effectiveness of oil extraction from avocado seeds so that the results obtained are more optimal. In the extraction method using n-hexane solvent and stirring technique, the best yield obtained was 19.8% at a stirring speed of 500 RPM for 110 minutes. The oil extracted from avocado seeds has a fat content of 39.77% of the total components that have been analyzed. Key words: Extraction, Avocado Seed, N-Hexane, Stirred Tank
Design of A Microwave-Assisted Hydrodistillation Reactor for Household Industry Scale Sabdha Purna Yudha; Dwi Setyorini; Achmad Qodim Syafaatullah
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.36

Abstract

Penelitian ini menyajikan perancangan inovatif tabung reaktor untuk Microwave-Assisted Hydro Distillation (MAHD) yang dioptimalkan untuk produksi minyak atsiri skala industri rumahan. MAHD, sebagai alternatif efisien terhadap metode distilasi konvensional, diaplikasikan melalui desain reaktor baru yang mempertimbangkan optimasi perpindahan panas dan efisiensi energi. Reaktor ini dirancang menggunakan stainless steel 304 dengan kapasitas 30-50 liter dan diintegrasikan dengan sistem pemanasan microwave (500-2000 W) serta sistem pendingin kondensor pipa tembaga. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan rendemen minyak atsiri hingga 30% dibandingkan metode distilasi air konvensional, dengan waktu ekstraksi yang lebih singkat (suhu 100°C tercapai dalam < 15 menit pada daya 1000 W). Analisis lebih lanjut mengungkapkan kondisi operasional optimal pada daya 450 W dan rasio bahan baku terhadap pelarut (F/S) 0,35 g/mL. Perancangan ini menawarkan solusi yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi produksi minyak atsiri di industri rumahan, dengan implikasi potensial dalam mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kualitas produk
Characterization of Activated Carbon from Palm Oil Solid Waste Using HCl Activation and Carbonization Technique Sani Sani; Nurul Widji Triana; Ika Nawang Puspitawati; Nur Mila Eka Zaliyanty; Mochammad Arip Pancar Agung
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.41

Abstract

The increasing volume of palm oil solid waste in Indonesia offers an opportunity for valorization into high-value materials. This study explores the potential of converting palm oil waste—comprising empty fruit bunches, shells, and fibers—into activated carbon through hydrochloric acid activation. The carbonization process was varied across five temperature levels (250–450 °C) and durations (60–120 minutes) to determine optimal conditions that meet the criteria of SNI 06-3730-2021. Post-carbonization, chemical activation was conducted using a 20% HCl solution. The most favorable result was obtained at 450 °C for 105 minutes, yielding activated carbon with 81.68% fixed carbon, 3.85% moisture, 10.29% volatile matter, and 4.18% ash content. Furthermore, adsorption capacities reached 763.98 mg/g for iodine and 178.82 mg/g for methylene blue. These findings suggest that palm oil waste can be effectively transformed into activated carbon that satisfies national quality standards.
PENGARUH JUMLAH KATALIS COMO/BOTTOM ASH PADA PROSES CATALYTIC CRACKING MINYAK JELANTAH TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK BIOFUEL Putri Afifa Nur Oktadina; Aida Syarif; Muhammad yerizam; Ali Medi; Boni Junita
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah katalis CoMo/bottom ash pada proses catalytic cracking minyak jelantah terhadap karakteristik produk biofuel yang dihasilkan. Minyak jelantah dipilih sebagai bahan baku alternatif pengganti minyak bumi karena ketersediaannya yang melimpah dan potensinya untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan adalah catalytic cracking dengan variasi komposisi katalis CoMo dan bottom ash, yaitu CoMo/bottom ash 25:75 dan CoMo/bottom ash 75:25. Proses dilakukan pada suhu 150°C selama 1-2 jam menggunakan reaktor yang didesain khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi katalis berpengaruh signifikan terhadap yield dan kualitas biofuel. Pada komposisi 25:75, yield biofuel mencapai 5,04% atau 135 ml, sedangkan pada komposisi 75:25, yield hanya 3,73% atau 100 ml. Analisis kualitas produk berdasarkan SNI 7182:2023 meliputi densitas, viskositas, dan titik nyala. Densitas biofuel untuk komposisi 25:75 dan 75:25 masing-masing adalah 0,9010 gr/ml dan 0,9637 gr/ml, dengan nilai terbaik pada komposisi 25:75 yang mendekati standar SNI 7182:2023. Viskositas kedua komposisi memenuhi standar, yaitu 2,361 mm²/s untuk variasi 25:75 dan 2,365 mm²/s untuk variasi 75:25. Namun, titik nyala biofuel 73°C untuk 25:75 dan 75,8°C untuk 75:25 tidak memenuhi standar SNI 7182:2023. Kesimpulannya, komposisi katalis CoMo/bottom ash 25:75 menghasilkan biofuel dengan densitas dan viskositas yang lebih baik, meskipun titik nyala masih perlu ditingkatkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah optimasi proses aktivasi bottom ash dan eksplorasi variasi komposisi katalis lainnya untuk meningkatkan yield dan kualitas biofuel.
REDUCTION OF Ni2+ CONCENTRATIONS IN ELECTROPLATING PROCESS WASTEWATER USING CHITOSAN-ACTIVE CARBON ADSORBENT Anggiany Rizky Kosim; Az-zahara Adelia; Isni Utami; Caecilia Pujiastuti; Suprihatin; Renova Panjaitan
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The removal of Ni2+ from electroplating process wastewater can be effectively accomplished using chitosan modified with activated carbon through an adsorption process. This research aims to develop adsorbents with varying mass ratios of chitosan to activated carbon and assess their efficacy in reducing Ni2+ concentrations, the impact of contact time on this reduction. Adsorbents were prepared by crosslinking protonated chitosan with tripolyphosphate and incorporating activated carbon in the following ratios: 0.5:1.5, 0.75:1.25, 1:1, 1.25:0.75, and 1.5:0.5 grams per gram. The adsorption process involved contacting 500 milliliters of electroplating process wastewater with 2 grams of adsorbent for various durations of 15 to 75 minutes. Ni2+ concentration in the filtrate was analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), and the adsorbent was characterized with Scanning Electron Microscopy and Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX). The optimal conditions for Ni2+ removal occurred with a chitosan/activated carbon mass ratio of 0.5:1.5 grams per gram and a contact time of 60 minutes, resulting in a final Ni²⁺ concentration of 2.17 mg/L, an adsorption efficiency of 98.92%, and an adsorption capacity of 49.46 mg/g. These findings demonstrate the effectiveness of chitosan/activated carbon composites in treating Ni2+ contamination in electroplating wastewater, offering a sustainable environmental solution.
Silika Gel Dari Sekam Padi Dalam Meningkatkan Kemurnian Bioetanol Ni Ketut Sari; Iva Muliatus Sohiva; Abdul Rouf
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam padi adalah produk sisa yang berpotensi tinggi namun sering terabaikan. Kandungan silika yang sangat tinggi berkisar 87-97% sehingga dapat digunakan dan diolah mejadi berbagai produk dari industri teknologi hingga pertanian. Silika gel adalah salah satu produk berbahan baku silika yang merupakan material anorganik hasil polimerisasi asam silikat yang tersusun secara teratur. Silika gel juga salah satu adsorben hidrofilik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemurnian bioethanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat silika gel dari abu sekam padi dengan variasi pengenceran Natrium silikat dengan Aquades 1:3, 1:4, 1:5, 1:6 dan 1:7 (v/v) dan variabel waktu aging selama 3, 6, 9, 12 dan. 18 jam. Silika gel dianalisa kadar air, analisa FTIR, analisa SEM dan analisa kadar alkohol dari penggunaannya sebagai adsorben untuk meningkat kemurnian bioethanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika gel terbaik dari variasi 1:4 dan waktu aging 18 jam dengan kadar air 13,35% dan hasil FTIR paling mendekati silika konvensional(Kiesel gel 60G).
Studi Kelakuan Termal dan Parameter Kinetik Pirolisis Cangkang Kelapa Sawit dengan Katalis Red Mud Ariany Zulkania; Melly Novitasari; Dzannun Muhlashon; Thoriq Asnan Zuhri; Maharani Eka Syahputri; Aliefiah Putri Febriani
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang melimpah. Salah satu metode konversi biomassa adalah proses dekomposisi termal berupa pirolisis, dimana dapat menghasilkan bio-char, gas, dan bio oil yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perilaku degradasi termal dan parameter kinetika campuran biomassa dengan katalis red mud. Pendekatan yang digunakan ini adalah Thermogravimetric Analysis (TGA), yang mengukur perubahan massa dan laju dekomposisi seiring perubahan suhu atau waktu pada kondisi suhu yang terkontrol. Penelitian ini menggunakan cangkang kelapa sawit sebagai biomassa dan red mud sebagai katalis. Percobaan dilakukan dengan menggunakan sampel berupa campuran biomassa+red mud 1:1 (PMR). Analisis termogravimetri dilakukan dari suhu kamar sampai 900 °C dengan variasi tiga heating rate yaitu 5, 10, dan 20 °C/min. Analysis parameter kinetika menggunakan metode model bebas, yaitu FWO (Flynn Wall Ozawa) dan KAS (Kissinger Akahira Sunose), untuk mengukur laju konversi sampel pada berbagai laju pemanasan. Hasil analisis termogravimetri menunjukkan bahwa penurunan massa pada sampel PMR mencapai 30,9%. Kenaikan heating rate mengakibatkan kenaikan pengurangan massa dan reaktivitasnya, serta profil dekomposisi termal biomass bergeser ke arah zona suhu yang lebih tinggi. Lebih jauh, analisis kinetika menggunakan metode FWO dan KAS menemukan fenomena bahwa konversi sample yang sesuai dengan kedua model dari 0,1 sampai 0,5. Selain itu diperoleh nilai energi aktivasi yang semakin meningkat dengan naiknya konversi.
Efek Penambahan Surfaktan Linear Alkybenzene Sulphonate (LAS) Terhadap % Recovery Bitumen Pada Proses Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Menggunakan Air Panas: Efek Penambahan Surfaktan Linear Alkybenzene Sulphonate (LAS) Terhadap % Recovery Bitumen Pada Proses Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Menggunakan Air Panas Yosita Dyah Anindita; Maja Pranata Marbun; Ervie Sukma Prabawati; Ratih Estu Nungraheni; Susianto
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Buton di Sulawesi Tenggara merupakan tempat asal Asbuton, aspal alami yang tertanam dalam batuan. Bitumen dan agregat merupakan komponen dari aspal alami. Bitumen perlu dipisahkan dari aspal agar dapat digunakan secara efisien dalam industri aspal. Penelitian sebelumnya telah dilakukan mengenai penggunaan media air panas untuk memisahkan bitumen dari aspal; namun, bitumen yang digunakan tidak ideal karena viskositasnya tidak dapat diturunkan, sehingga pemisahan menjadi sulit. Modifikasi dilakukan dalam studi selanjutnya dengan menambahkan bahan bakar diesel, surfaktan anionik, dan NaOH; namun, persentase pemulihan yang dicapai tidak ideal. Surfaktan anionik kelas Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) menjadi faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana persentase pemulihan bitumen (%) dipengaruhi oleh penambahan surfaktan LAS. Penelitian ini dilakukan dalam tangki beraduk yang dilengkapi dengan empat baffle dan pengaduk disk turbin. Tangki tersebut memiliki diameter silinder 10,8 cm dan tinggi 20 cm. Fase awal penelitian melibatkan pencampuran 300 gram asbuton dengan 60% solar dalam tangki pengaduk yang diaduk pada kecepatan 250 rpm dan dijaga pada suhu 90 derajat Celsius selama 30 menit. Selanjutnya, larutan surfaktan LAS-NaOH dengan konsentrasi 25% ditambahkan ke dalam tangki yang mengandung campuran asbuton-solar (perbandingan larutan surfaktan terhadap campuran asbuton-solar). Konsentrasi natrium hidroksida 1 (% massa) dan larutan surfaktan yang digunakan adalah 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (% massa). Setelah menambahkan larutan NaOH dan LAS dan mengaduk selama 30 menit pada kecepatan 1500 rpm, proses pencernaan dimulai. Selanjutnya, campuran dipindahkan ke gelas beaker dan ditambahkan air garam dengan konsentrasi 3,5% untuk memulai proses pemisahan. Setelah itu, cairan dalam gelas beaker dibiarkan selama satu hari. Tiga lapisan akan terbentuk dalam campuran setelah satu hari. Kepadatan lapisan atas, yang merupakan larutan bitumen solar, diukur untuk menghitung persentase pemulihan (%). Berdasarkan eksperimen, persentase pemulihan tertinggi terjadi pada penambahan 60% diesel, konsentrasi surfaktan LAS 1,5%, konsentrasi NaOH 1%, dan perbandingan penambahan larutan surfaktan LAS-NaOH 25%, atau 97,74% dari total larutan. Kata Kunci: Asbuton, Air Panas, Digesting, Solar, Surfaktan LAS.

Page 1 of 2 | Total Record : 18