cover
Contact Name
Jurnal Teknik Kimia
Contact Email
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Phone
+628563057767
Journal Mail Official
jurnaltekkim@upnjatim.ac.id
Editorial Address
nove.kartika.nke.tk@upnjatim.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Articles 18 Documents
Pengaruh Komposisi Virgin Coconut Oil Dan Xanthan Gum Terhadap Kestabilan Emulsi Pada Minuman Kacang Hijau Emma Savitri; Natalia Suseno; Tokok Adiarto; Maria Novianti Sutikno; Rickson Amadeo Kusuma
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.51

Abstract

Minuman emulsi berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk minuman alternatif yang memiliki rasa berminyak (oily taste) lebih rendah dibandingkan VCO yang dikonsumsi secara langsung. Emulsi dibuat dari campuran VCO dan pelarut ekstrak sari kacang hijau dengan menambahkan lesitin sebagai bioemulsifier dan xanthan gum sebagai penstabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh komposisi minyak VCO dengan penambahan lesitin dan xanthan gum terhadap karakteristik dari minuman emulsi berbasis VCO. Parameter yang dipelajari adalah indeks kestabilan emulsi, ukuran dan distribusi droplet serta viskositas dari emulsi yang dihasilkan. Emulsi yang terbentuk merupakan emulsi oil in water (O/W). Pada penelitian ini digunakan campuran emulsi yang terdiri dari VCO dengan komposisi 10%, 15%, 20%, 25%, 30% , xanthan gum 0,05%, 0,1%, 0,15% dan lesitin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar konsentrasi VCO dan xanthan gum yang digunakan, maka indeks kestabilan emulsi dan viskositas akan semakin tinggi, serta dihasilkan ukuran droplet yang semakin kecil dengan distribusi lebih lebar. Untuk mengetahui kesesuaian selera konsumen terhadap minuman emulsi berbasis VCO, dilakukan uji organoleptik dengan berbagai sampel emulsi. Selain itu, uji organoleptik ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek sensoris, seperti rasa, aroma, warna, dan tekstur. Hasil yang diperoleh bahwa emulsi yang sangat disukai merupakan emulsi dengan komposisi 20% VCO, 1% lesitin, dan 0,1% xanthan gum.
UJI KINERJA CANGKANG TELUR SEBAGAI ADSORBEN DALAM PROSES ADSORPSI Najwa Putri Nabillah; Wahyudi Wahyudi; Noorma Kurnyawaty
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.55

Abstract

Cangkang telur ayam merupakan limbah organik yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) dalam jumlah tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku sintesis kalsium oksida (CaO). Senyawa CaO memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai adsorben dalam penyerapan zat warna berbahaya seperti methylene blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kecepatan pengadukan terhadap efisiensi adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben CaO hasil sintesis dari cangkang telur melalui metode presipitasi. Proses sintesis dilakukan dengan melarutkan cangkang telur dalam larutan HCl, diikuti dengan presipitasi menggunakan NaOH, serta tahap kalsinasi pada suhu 600°C untuk memperoleh CaO. Proses adsorpsi dilakukan dengan menambahkan 0,1 g adsorben ke dalam 25 mL larutan methylene blue 10 ppm pada pH netral selama 15 menit, dengan variasi kecepatan pengadukan 75–200 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pengadukan berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi, di mana efisiensi tertinggi sebesar 81,96% diperoleh pada kecepatan 175 rpm. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan ukuran partikel berada pada rentang 271–390 nm, sedangkan analisis EDS mengidentifikasi unsur utama Ca (17,36%), O (33,01%), dan C (49,64%). Puncak serapan pada 515 cm⁻¹ pada spektrum FTIR menandakan adanya ikatan Ca–O. Berdasarkan analisis isoterm, model Freundlich menunjukkan kesesuaian terbaik (R² = 0,97), yang mengindikasikan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara fisis melalui mekanisme multilayer.
STUDI PENURUNAN LIGNIN PULP JERAMI PADI MELALUI VARIASI WAKTU PEMASAKAN DAN KONSENTRASI NaOH Ervie Sukma Prabawati; Ahmad M Fuadi; Denanda Putri Pratami; Nurul Izzaty; Fitri Lita Agustina; Yosita Dyah Anindita; Maja Pranata Marbun
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.56

Abstract

Abstract. Rice straw is one of the agricultural wastes that is only used for animal feed or simply discarded into the environment. The high cellulose content in rice straw allows this material to be used as the main source for pulp production. Pulp processing using the kraft process involves mixing the kraft process involves mixing rice straw raw materials with Na2S and NaOH cooking solutions. The concentration of the Na2S cooking solution was 4%, while the NaOH concentration varied between 0%, 1%, 3%, and 5% with cooking times of 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes, and 120 minutes. After cleaning, the raw material was dried in an oven until its weight was constant. This study aims to determine how cooking time and the effect of sodium hydroxide concentration affect the low lignin level in rice straw using the kraft process. The results obtained from this process are the calculation of the kappa number and lignin content. Cooking was carried out for 30 minutes with a Na2S concentration of 4% and a NaOH concentration of 0%, and the highest lignin content was 3,057%. In 120 minutes of cooking at a concentration of 5% NaOH, the lowest lignin content was 0,898%.
EVALUASI PROSES FILTRASI PADA ALAT VERTICAL PRESSURE FILTER HIDROLIK UNTUK PEMISAHAN PADAT-CAIR EKTRAK NIKEL Isran Asnawi; Maichel Sampeangin; Eriek Aristya Pradana Putra; Moh. Afandy; Hendi Lilih Wijayanto
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.57

Abstract

Proses filtrasi merupakan salah satu tahapan krusial pada proses perolehan nikel murni dari proses pelindian. Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi filtrasi proses pelindian bijih ore nikel laterit, maka dibuat alat vertical pressure filter berbasis hidrolik. Alat tersebut menghasilkan nilai efisiensi filtrat yang cukup rendah sehingga mendorong dilakukan penelitian lanjut untuk mengevaluasi proses filtrasi yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses filtrasi pada alat vertical pressure filter hidrolik menggunakan cairan ekstrak nikel melalui perhitungan nilai α (tahanan spesifik cake), Rm (tahanan filter media), % ε filtrat, dan % ε residu. Eksperimen filtrasi dilangsungkan menggunakan alat tersebut dengan sampel yang difiltrasi yaitu cairan ekstrak nikel hasil pelindian. Variabel yang digunakan yaitu konsentrasi cairan ekstrak nikel (1-4% W/V), dan variasi ukuran filter (nylon 350 mesh dan 450 mesh) yang dilanjutkan perhitungan nilai α dan Rm, nilai % ε filtrat, dan % ε residu. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan konsentrasi ekstrak nikel 4% dan pemilihan media filter nylon 350 mesh dapat diterapkan untuk filtrasi menggunakan alat vertical pressure filter hidrolik karena diperoleh nilai α dan Rm yang paling rendah. Efisiensi filtrasi menunjukkan nilai % efisiensi filtrat yang rendah dan nilai % efisiensi residu yang tinggi.
IDENTIFIKASI KOMPONEN METIL ESTER HASIL REAKSI INTERESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN BIOKATALIS EKSTRAK DAUN SALAM Elvianto Dwi Daryono Daryono; Fitri Icha Oryza Sativa; Tia Ardya Wahyu Cahyani; Rizky Nartika Nurfitri; Eka Maretyaningsih Agung Purwanti; Ahmad Faizal Alfiniam
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.63

Abstract

Sintesa biodiesel terkendala dengan banyaknya tahapan proses yang harus dilakukan. Proses menjadi lebih efisien jika tahapan proses bisa dikurangi terutama pada tahap pemisahan produk samping dan katalis. Proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis senyawa aromatic adalah solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak daun salam mengandung senyawa aromatic kuersetin yang berpotensi sebagai biokatalis pada pembuatan biodiesel tanpa pemisahan karena sebagai bioaditif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi biokatalis ekstrak daun salam pada konsentrasi metil ester yang dihasilkan pada reaksi interesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Berat minyak jelantah yang digunakan 250 g, rasio mol minyak:metil asetat = 1:6, suhu 60oC, stirring speed 300 rpm, konsentrasi biokatalis (1%, 2% dan 3%) dan waktu reaksi (15 – 75 menit). Minyak jelantah, metil asetat dan biokatalis dimasukkan dalam labu leher tiga dan reaksi sesuai dengan kondisi operasi. Kondisi optimum didapatkan pada proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak daun salam 1% pada waktu reaksi 30 menit dengan konsentrasi metil ester 4781,5635 ppm.
Pembuatan Bio-Komposit Dari Ampas Tebu dengan Matrik Karet Jenis Ribbed Smoked Sheet Grade Cutting Arifianto Adi Wibowo; Dyah Retno Sawitri; Arif Hidayat
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bio-komposit dari ampas tebu dengan matriks karet jenis ribbed smoked sheet (RSS) grade cutting, menggunakan variasi perbandingan massa serat dan perlakuan NaOH untuk meningkatkan sifat mekanik komposit. Metode yang digunakan meliputi preparasi serat ampas tebu dengan perlakuan NaOH untuk menghilangkan lignin dan hemiselulosa, serta proses cetak tekan panas dalam pembuatan komposit. Variasi dilakukan pada perbandingan massa serat terhadap matriks dan jenis serat (serat panjang dan serat serbuk). Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan NaOH pada serat secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan tegangan bending komposit. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada perbandingan serat 1:5 untuk serat yang diperlakukan dengan NaOH, sedangkan tegangan bending tertinggi diperoleh pada perbandingan 1:8 dengan serat serbuk. Secara keseluruhan, penggunaan serat serbuk menunjukkan peningkatan yang lebih besar pada sifat lentur, sementara serat panjang memberikan kekuatan tarik yang lebih baik. Perlakuan NaOH meningkatkan adhesi antara serat dan matriks, yang berkontribusi terhadap peningkatan sifat mekanik. Penelitian ini menunjukkan potensi besar ampas tebu sebagai bahan penguat yang ramah lingkungan dalam pembuatan komposit
Simulasi Pemodelan Proses Untuk Produk Biogas Yang Dihasilkan Dari Kotoran Sapi Menggunakan Aplikasi Perangkat Lunak SuperPro Designer Riski Gunawan Nasution; Yoga Fernanda Syaputra
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan produksi biogas dari kotoran sapi menggunakan perangkat lunak SuperPro Designer guna mengoptimalkan efisiensi proses dan memvalidasi hasil simulasi dengan data eksperimental. Permasalahan utama meliputi rancangan model simulasi, validasi hasil, dan konfigurasi unit proses optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputer dengan parameter suhu mesofilik (37°C), pH 7, dan waktu retensi hidrolik (HRT) 30 hari. Bahan baku berupa kotoran sapi dengan komposisi 8,7% karbohidrat, 2,7% protein, 3,6% lemak, dan 85% air. Hasil simulasi menunjukkan komposisi biogas didominasi metana (76,45%), karbon dioksida (22,19%), hidrogen sulfida (0,6%), dan hidrogen (0,74%). Keberhasilan model ini turut diperkuat oleh hasil studi sebelumnya (Wahyudi et al., 2022; Kurniawan, 2021) yang mencatat kenaikan kadar metana masing-masing sebesar 4,4% dan 9,4%. Efisiensi konversi meningkat berkat penerapan desain alat yang mengintegrasikan pemanas pada feed tank dan penggunaan mixer hybrid. Simulasi ini memberikan solusi efisien untuk produksi biogas skala industri dengan mengurangi ketergantungan pada eksperimen fisik.
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM KIMIA MELALUI METODE NETRALISASI, MULTI SOIL LAYERING DAN ULTRAFILTRASI Mahirullah; Afrianti S Lamuru; Hasni Hasni; Nurfiansyah Nurfiansyah; Suriadi Suriadi; Nangsih Sulastri Slamet
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.96

Abstract

Air limbah laboratorium kimia seringkali ditemukan memiliki sifat berbahaya seperti pH yang sangat rendah serta kekeruhan, total padatan, dan kandungan logam berat yang dapat membahayakan lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi awal pengolahan air limbah laboratorium kimia dengan kombinasi metode netralisasi, MSL dan UF, serta mengetahui efektivitasnya. Adapun hasil Analisa awal pada air limbah yang diperoleh yaitu pH sebesar 1,5; kekeruhan sebesar 133 NTU; total padatan terlarut (TDS) sebesar 22.970 ppm; total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 2.704 ppm; dan konsentrasi Fe sebesar 761 ppm. Ketika menggunakan larutan basa (NaOH/KOH) untuk netralisasi, pH naik menjadi netral dan jumlah besi turun sebesar 92,49%. Namun, terjadi peningkatan TSS karena endapan terbentuk selama proses netralisasi. Penggunaan MSL mengurangi kekeruhan dan kadar besi masing-masing hingga 82,93% dan 98,79%,tetapi tidak menurunkan TDS/TSS secara memadai. Ketika MSL dikombinasikan dengan UF, peningkatan keseluruhan paling baik dengan pengurangan kekeruhan sebesar 82,48%; TDS sebesar 48,04%; TSS sebesar 4,88%; dan besi sebesar 99,87%. Dengan demikian, metode terintegrasi netralisasi, MSL dan UF mampu meningkatkan kualitas air limbah, meskipun diperlukan optimasi lanjutan untuk memenuhi baku mutu TDS dan TSS sebelum pembuangan ke lingkungan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18