cover
Contact Name
Hardiansyah Tambunan
Contact Email
hardiansyahtambunan@satyaterrabhinneka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
terra@satyaterrabhinneka.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture and Forestry, Satya Terra Bhinneka University Jl. Sunggal Gg. Bakul Jalan Tengku Amir Hamzah Pekan I, Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20128
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Terra: Journal of Forest Management
ISSN : 3109256X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
It is a forestry science journal that presents articles on research results covering the fields of biological resource conservation issues, sustainable biological resource management, Forestry Social and Political, policies in conservation, Forest Ecotourism, Forest Ecology, Forest Economy and Business, Forest Products, Sustainable Environment. Every manuscript submitted to the Sustainable Forest Journal will be reviewed by a reviewer in accordance with their field. The Journal of Sustainable Forests published by the Faculty of Agriculture and Forestry is published every 6 months.
Articles 16 Documents
Pola Agroforestri MPTS (Multi Purpose Tree Species) dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Petani di Desa Pertampilen pancur batu Farhan Reza Pahlevi; Rini Nurnaningsih; Ismi Rahmayaninuzaima br Tarigan; Winny Haruma Ningsih; Sahat Raja Marigo Girsang
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroforestri berbasis Multi Purpose Tree Species (MPTS) merupakan sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang mengintegrasikan tanaman berkayu multifungsi dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola agroforestri MPTS serta menganalisis kontribusinya terhadap perekonomian petani di Desa Pertampilen, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan petani, dan pengumpulan data usaha tani. Analisis dilakukan untuk mengkaji struktur dan pola tanam agroforestri, komposisi jenis MPTS, serta kontribusi ekonominya terhadap pendapatan rumah tangga petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang berkembang di Desa Pertampilen didominasi oleh pola agrisilvikultur tradisional dengan pola ruang acak dan fungsi utama sebagai sistem produksi. Jenis MPTS yang umum ditemukan meliputi durian, duku, manggis, kelapa, aren, dan karet, yang dikombinasikan dengan tanaman semusim seperti jagung, ubi, dan pisang. Agroforestri MPTS memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan petani, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan, serta berperan sebagai cadangan ekonomi jangka menengah dan panjang. Keberagaman jenis tanaman dalam satu lahan meningkatkan stabilitas pendapatan dan mengurangi risiko kegagalan panen. Penelitian ini menegaskan bahwa agroforestri berbasis MPTS merupakan strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan petani dan pembangunan pertanian lokal.
Interpretasi Kerapatan Vegetasi di Kota Binjai Menggunakan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan Memanfaatkan Citra Satelit Sentinel 2A Brasti Anjani Larasari; Nur Hidayat
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota merupakan daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cenderung lebih tinggi daripada daerah lainnya. Peningkatan jumlah dan aktivitas penduduk di daerah perkotaan akan berpengaruh terhadap kebutuhan akan lahan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kerapatan vegetasi di Kota Binjai menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Metode NDVI digunakan sebagai indikator untuk menentukan nilai kehijauan dari vegetasi dengan menggunakan citra satelit sentinel 2A. Nilai NDVI di Kota Binjai dengan rentang -0,52 – 0,92 dengan tingkat kerapatan vegetasi menjadi 5 kelas yang didominasi oleh kelas kerapatan vegetasi sedang sebesar 52,14%. Kota Binjai mengalami kekurangan ruang terbuka hijau sehingga dibutuhkan konversi ruang terbuka hijau untuk bisa menopang fungsi ekologis wilayah perkotaan.
Monitoring dan Distribusi Mamalia untuk Konservasi Berkelanjutan dan di Hutan Desa Jambo Papeun, Aceh Selatan Rahman Abdel Rouf; Afriza Suzaili Berutu; Restu Aprianta Tarigan
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan/Tujuan Utama: Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi keanekaragaman komunitas mamalia di Kawasan Hutan Desa Jambo Papeun yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh Selatan. Metode Penelitian: Metode line transect dengan panjang 1 km digunakan, dikombinasikan dengan observasi langsung dan tidak langsung (jejak, kotoran, bekas cakaran, sarang). Kamera trap dipasang pada titik-titik potensial aktivitas satwa. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks kemerataan Pielou dihitung. Temuan/Hasil: Sebanyak 22 spesies mamalia dari 17 famili teridentifikasi. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 2,62 (keanekaragaman sedang) dengan indeks kemerataan 0,86 (kemerataan tinggi). Spesies yang paling sering teramati secara langsung adalah Kedih (Presbytis thomasi) dan secara tidak langsung adalah Orangutan Sumatera (Pongo abelii) melalui sarang. Kesimpulan: Hutan Desa Jambo Papeun memiliki keanekaragaman mamalia sedang dengan berbagai status konservasi. Namun, aktivitas pembalakan liar mengancam keberlanjutan habitat. Monitoring partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal sangat penting untuk konservasi biodiversitas jangka panjang.
Peran Analisis Spasial dalam Mendukung Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Indonesia Tahun 2005-2025: Sebuah Tinjauan Literatur Brasti Anjani Larasari; Farhan Reza Pahlevi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis spasial telah menjadi instrumen sentral dalam pengelolaan hutan berkelanjutan seiring berkembangnya teknologi penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan komputasi awan selama dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan, aplikasi, dan tantangan penggunaan analisis spasial dalam pengelolaan hutan berkelanjutan pada rentang tahun 2005–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel ilmiah terindeks Scopus dan Science and Technology Index (SINTA). Hasil telaah menunjukkan empat arus utama pemanfaatan analisis spasial, yaitu pemantauan deforestasi dan degradasi hutan berbasis deret waktu citra satelit, klasifikasi tutupan lahan berbasis pembelajaran mesin dan platform komputasi awan Google Earth Engine, evaluasi kesesuaian fungsi kawasan hutan terhadap arahan tata ruang, serta pemodelan spasial risiko kebakaran hutan dan penilaian jasa ekosistem. Kajian menemukan pergeseran paradigma yang jelas dari interpretasi visual manual dan analisis berbasis citra tunggal menuju analisis deret waktu multitemporal, algoritma klasifikasi terselia seperti Random Forest, serta integrasi data multisumber. Meskipun demikian, sejumlah tantangan tetap mengemuka, meliputi keterbatasan validasi lapangan, tutupan awan pada wilayah tropis, keterbandingan antarsensor, dan lemahnya integrasi hasil analisis spasial ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan tata ruang. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa analisis spasial berperan strategis sebagai basis bukti (evidence base) bagi pengelolaan hutan lestari, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas data, transparansi metodologi, dan keterpaduan kelembagaan.
Kajian Konservasi Ex-Situ dan Kesejahteraan Satwa di Central Park Zoo Medan Berdasarkan Prinsip Five Freedoms Farhan Reza Pahlevi; Brasti Anjani Larasari; Hanna Tresia Silalahi; Devia Rajagukguk; Daniel Hot Asih Sianipar
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun binatang modern memiliki fungsi penting sebagai lembaga konservasi ex-situ, edukasi, penelitian, rekreasi, dan pengelolaan satwa di luar habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konservasi ex-situ dan kesejahteraan satwa di Central Park Zoo Medan berdasarkan prinsip Five Freedoms. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif sederhana. Data primer diperoleh melalui sintesis laporan observasi terhadap sepuluh kelompok satwa, yaitu kanguru pohon, singa, rusa menjangan, harimau Sumatera, owa Sumatera, siamang, berang-berang, orangutan Sumatera, kuda, dan beruang madu. Data sekunder bersumber dari jurnal ilmiah dan pedoman konservasi ex-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Central Park Zoo Medan telah menjalankan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, dan sebagian fungsi penelitian. Secara umum, sebagian besar satwa memperoleh penilaian baik pada aspek ketersediaan pakan dan air, kebersihan kandang, kesehatan, serta keamanan. Namun, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, terutama variasi pengayaan lingkungan, penyediaan ruang gerak vertikal bagi primata arboreal, transparansi data studbook, publikasi hasil konservasi, dan perencanaan reintroduksi bagi spesies yang memenuhi persyaratan. Central Park Zoo Medan berperan penting dalam konservasi ex-situ, tetapi penguatan dokumentasi ilmiah dan pengelolaan berbasis kesejahteraan satwa diperlukan agar fungsi konservasinya berlangsung lebih optimal.
Pengaruh Karakteristik Habitat terhadap Struktur Vegetasi Mangrove di Desa Pasar Rawa: Studi dengan Generalized Linear Model Ratna Sari; Aulia Putra Daulay
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rehabilitasi merupakan kegiatan perbaikan ekosistem mangrove yang sudah dilakukan oleh kelompok hutan di Desa Pasar Rawa dan saat ini sudah mempengaruhi kondisi vegetasi setelah dilakukan rehabilitasi dan menyebabkan perubahan pada habitatnya. Oleh sebab itu, hubungan antara keduanya perlu diketahui untuk memberikan informasi kepada pengelola dalam mengelola ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik habitat terhadap struktur vegetasi dengan perbedaan tahun tanam yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Transect line plot dengan masing-masing petak ukur 5m X 5m dengan jumlah petak ukur 126 PU. Data yang diambil berupa kerapatan dan tinggi vegetasi untuk data vegetasi sedangkan untuk kerakteristik habitat menggunakan data kedalaman lumpur, salinitas, pH, DO dan plankton. Analisis data yang digunakan berupa analisi korelasi dan metode Backward ellimination untuk menganalisis karakterisstik habitat terhadap tinggi dan kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan pohon pada masing-masing tahun tanam berturut-turut adalah 3560 ind/ha, 3028 ind/ha dan 4410 ind/ha. Hasil analisis GLM menunjukkan bahwa ketebalan lumpur dan oksigen terlarut merupakan faktor yang mempengaruhi kerapatan. Sedangkan faktor habitat yang mempengaruhi tinggi adalah ketebalan lumpur, pH dan DO. Ketebalan lumpur dan DO merupakan faktor yang mempengaruhi kerapatan. Selanjutnya, faktor habitat yang mempengaruhi tinggi pada tahun tanam 2020 adalah ketebalan lumpur, pH dan DO sedangkan pada lokasi penanaman tahun 2018 dan 2019 tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman.

Page 2 of 2 | Total Record : 16