cover
Contact Name
Hardiansyah Tambunan
Contact Email
hardiansyahtambunan@satyaterrabhinneka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
terra@satyaterrabhinneka.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture and Forestry, Satya Terra Bhinneka University Jl. Sunggal Gg. Bakul Jalan Tengku Amir Hamzah Pekan I, Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20128
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Terra: Journal of Forest Management
ISSN : 3109256X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
It is a forestry science journal that presents articles on research results covering the fields of biological resource conservation issues, sustainable biological resource management, Forestry Social and Political, policies in conservation, Forest Ecotourism, Forest Ecology, Forest Economy and Business, Forest Products, Sustainable Environment. Every manuscript submitted to the Sustainable Forest Journal will be reviewed by a reviewer in accordance with their field. The Journal of Sustainable Forests published by the Faculty of Agriculture and Forestry is published every 6 months.
Articles 12 Documents
Formulation of Salacca zalacca Fruit Peel and Citrus nobilis Peel Extract as an Alternative for Environmentally Friendly Tissue Paper Dinda Laura El Islami; Lina Nur Agustina; Ananda Dyah Khairunnisa; Rizki Arumning Tyas
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tissue paper is commonly used as a water substitute for cleaning, made from pulp with cellulose as the primary raw material. Salacca zalacca peel contains cellulose that can serve as an adsorbent capable of absorbing heavy metals in wastewater. With a cellulose content of 25.8483%, Salacca zalacca peel holds great potential as a raw material for producing environmentally friendly tissue paper. This study focuses on formulating Salacca zalacca peel waste with the addition of aromatherapy from Citrus nobilis peel extract to create eco-friendly tissue. The objectives of this research are to (1) identify the formulation process, (2) determine the best formulation, and (3) evaluate the quality of the eco-friendly tissue produced. The research uses a true experimental method, and data analysis includes organoleptic tests, tissue paper quantity tests, and biodegradability tests. The findings indicate that the best formulation is achieved with a 70% NaOH concentration, resulting in good physical quality tissue, characterized by a smooth texture, pale yellowish-brown color, and a dominant citrus scent. From a biodegradability perspective, all samples showed excellent degradation rates, confirming their environmentally friendly nature. This research contributes to sustainable environmental practices by offering an alternative to traditional wood-based tissue paper. Utilizing agricultural waste such as Salacca zalacca peel not only reduces the pressure on forest resources but also minimizes environmental pollution. The incorporation of natural aromatherapy further enhances the product's eco-friendly credentials, promoting a sustainable approach to tissue production that aligns with global efforts to reduce deforestation and encourage the use of renewable materials. In conclusion, the study demonstrates the feasibility of using Salacca zalacca peel and Citrus nobilis peel extract, combined with corn husk, as raw materials for producing eco-friendly tissue paper.
Ekoteologi dan Sustainable Environment: Studi Peran Rumah Ibadah terhadap Konservasi Hutan Tropis Indonesia Sansan Hastuti Ningrum; Rinaldi Noviansyah; Anjelia Kusuma Dewi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan tropis Indonesia menyediakan kebutuhan dasar manusia dan kaya akan keanekaragaman flora, fauna, serta sumber daya alam. Luas hutan daratan Indonesia mencapai 120,63 juta hektar, tetapi kondisinya mengalami penurunan akibat meningkatnya kebutuhan lahan seiring perkembangan ekonomi. Pada tahun 2021, deforestasi mencapai 104.032,5 ha, dengan kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan akibat perluasan lahan sawit. Hal ini memerlukan suatu tindakan untuk mencapai Sustainable Development Goals di Indonesia. Hubungan antara manusia dan alam yang kompleks menjadikan agama berperan penting dalam menjaga keharmonisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran rumah ibadah berdasarkan konsep ekoteologi dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan pelestarian hutan tropis di Indonesia. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengumpulkan informasi mengenai pelestarian lingkungan dalam berbagai agama. Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu memiliki ajaran spiritual yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Misalnya, program Eko-pesantren dalam Islam dan penanaman pohon oleh Gereja Kristen Sumba menunjukkan upaya konkret pelestarian alam. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap rumah ibadah menerapkan pendekatan ekoteologi sesuai dengan kepercayaan masing-masing, menjadikan ekoteologi sebagai jembatan antara lingkungan dan ajaran agama dalam upaya pelestarian hutan tropis Indonesia. Upaya pelestarian hutan yang telah dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai agama yang diyakini di Indonesia menjadi sebuah andil untuk mencapai tujuan SDG’s Life on Land. Bentuk penjagaan alam yang dilakukan masyarakat Indonesia bentuk rasa syukur terhadap Sang Pencipta terhadap terciptanya alam semesta, melalui pengelolaan hutan sebagai aktivitas konservasi secara langsung memberikan dampak guna mencegah adanya peningkatan emisi dan pengurangan karbon di atmosfer.
Keawetan Alami Kayu Eboni (Diospyros celebica) Bagian Dalam dan Luar Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus) Nisrina Putri Hanifah; Agung Nugrawan Kutana; Silvia Uthari Nuzaverra Mayang Mangurai
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The natural durability of wood is determined by the content of extractive substances that are toxic to destructive organisms such as fungsi and termites. Ebony wood, known for its strength and economic value, has a high extractive content that makes it resistant to drywood termite attack. This study examines the ability of ebony wood to resist termite attack, offering a natural solution to reduce wood damage in Indonesia. Specific research on the matural durability of ebony against drywood termite attack, whisch has not been widely studied in depth. Differences in durability between the inside and outside of the wood, as well as the effectvness of ebony wood against termites, which offers a natural alternative for wood protection in tropical regions such as Indonesia. This study used ebony wood (inside and outside) and pine wood as a control to test its natural durability against drywood termites. The wood durability test was conducted using the standard method of SNI 01-7207-2014, with 12 weeks of observation of wood damage and termite mortality. This study evaluated the physical properties and durability of ebony (inside and outside) and pine wood against drywood termites. Moisture content measurements showed that pine wood has a higher MC than ebony wood, with outer ebony wood slightly higher than inside wood. The density and specific gravity of ebony wood are higher than pine wood, which is related to its extractive substance content. Durability test showed ebony wood, especially the inside part, had lower weightloss and termite mortality than pine wood, indicating higher durability due to the content of toxic extractives.
Ketahanan Kayu Jabon dan Sengon terhadap Serangan Rayap Kayu Kering Cryptotermes cynocephalus Light Fitria Cita Dirna; Irma Wahyuningtyas
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengujian ketahanan alami kayu jabon dan sengon terhadap serangan rayap kayu kering melalui uji skala laboratorium. Seperti yang telah diketahui, bahwa pemanfaatan kayu tidak lepas dari kehidupan masyarakat. Akan tetapi, adanya rayap, yang merupakan serangga perusak kayu, menyebabkan banyak kerugian material bagi masyarakat. Penelitian ini sangat diperlukan untuk memperbarui data sifat keawetan alami kayu jabon dan sengon terhadap rayap kayu kering, karena informasi tersebut sangat sulit ditemukan. Pengujian ini menggunakan rayap kayu kering yang masih sehat dan aktif untuk diumpankan pada kayu jabon dan sengon selama 12 minggu. Berdasarkan hasil pengujian, kayu jabon mengalami weight loss yang lebih rendah (12.84%) dibandingkan dengan kayu sengon (13.50%), akan tetapi kayu sengon menyebabkan mortalitas rayap hingga 100%, sedangkan kayu jabon hanya 96%. Hasil tersebut juga didukung dengan adanya lubang gigitan pada permukaan kayu. Dengan hasil tersebut, kayu jabon dan sengon tergolong kelas awet IV.
Karakteristik Mekanis Kayu Afrika Maesopsis eminii Engl. Agung Nugrawan Kutana; Nisrina Putri Hanifah; Khairun Hidayat
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemilihan pemanfaatan serta penggunaan dari kayu Afrika Maesopsis eminii Engl., perlu diketahui karakteristik mekanis dari kayu tersebut. Sifat mekanis kayu merupakan kemampuan kayu dalam menahan beban dari luar. Sifat-sifat Mekanis Kayu Afrika Maesopsis eminii masih belum banyak diketahui dan dilaporkan. Nilai pengujian beberapa sifat mekanis kayu Afrika Maesopsis eminii. Metode penelitian ini yaitu pengujian sifat mekanis yang dilakukan sebanyak delapan pengujian dengan menggunakan standart ASTM D143 yaitu pengujian keteguhan geser, kekerasan, keteguhan lentur sekunder dan primer, keteguhan tarik sejajar, keteguhan tarik tegak lurus serat, keteguhan tekan sejajar, dan keteguhan tekan tegak lurus serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu Afrika memiliki berat jenis 0.45 pada kondisi kering udara dengan kadar air 11.61 %. Berdasarkan pengujian-pengujian mekanis dari kayu Afrika, kayu ini tergolong kayu kelas kuat II-IV. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu berdasarkan kelas kuat yang diperoleh kayu ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dalam bentuk pemakaian bahan kontruksi ringan, kayu lapis, pulp, korek api, dll.
Life Cycle Assessment (LCA) Produksi Produk Berbasis Kayu: Sebuah Ulasan Singkat Hardiansyah Tambunan; Sundari Marsudi; Dayun Ifanda; Hanna Tresia Silalahi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kehutanan, khususnya yang memproduksi produk berbasis kayu, harus memerhatikan aspek lingkungan guna menjamin produk tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan secara signifikan dan dapat diterima di pasar, khususnya pasar luar negeri. Aktivitas dari industri kehutanan menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Emisi lingkungan ke udara, tanah dan air dipicu dalam berbagai jenis dan jumlah yang berdampak pada lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) beberapa produk berbasis kayu, khususnya produk penghasil energi (energi biomassa) masih belum banyak dilakukan. Selain itu, artikel ini membahas implementasi LCA produk berbasis kayu di luar negeri (Asia dan Amerika). Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review (NLR) berupa artikel ikhtisar (overview article) dengan mengungkapkan hasil-hasil penelitian dalam bentuk naratif atau deskriptif. LCA pada proses produksi di industri kehutanan, khususnya pada produk berbasis kayu, yaitu papan partikel, kayu lapis, dan pelet kayu (energi biomassa). Kegiatan produksi dari penyiapan bahan baku (input) hingga produk jadi, dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi (output) yang menggunakan energi dan berdampak terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil LCA, diketahui bahwa produk tersebut berdampak terhadap lingkungan seperti emisi GRK, asidifikasi, dan eutrofikasi akibat aliran produksi.
Dampak Kepadatan Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Terhadap Erosi Dan Implikasinya Bagi Pertanian Berkelanjutan Di Sub DAS Brantas Hulu Achmad Azhari Sidik; Muhammad Haafizh Nabil Kurniawan
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan tanah terhadap erosi pada berbagai penggunaan lahan dan lereng di Sub DAS Brantas Hulu, dan mengkaji implikasinya terhadap pertanian berkelanjutan. Sub DAS Brantas Hulu mengalami tekanan ekologis yang semakin meningkat akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi lahan pertanian. Proses ini telah menyebabkan erosi tanah yang signifikan, terutama pada lahan dengan lereng curam dan intensitas curah hujan yang tinggi. Erosi ini mengancam keberlanjutan pertanian, berdampak langsung pada kualitas tanah dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam menganalisis hubungan langsung antara kepadatan tanah, penggunaan lahan, lereng, dan erosi menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan curah hujan dan parameter fisik tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan pada tiga jenis penggunaan lahan (perkebunan cabai, perkebunan jeruk, dan hutan) dengan kemiringan lahan 15%, 25%, dan 35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kepadatan tanah tertinggi tercatat erosi terbesar, terutama pada kemiringan 15%. Analisis juga menunjukkan bahwa tanah dengan porositas yang lebih tinggi mampu menahan lebih banyak air, mengurangi aliran permukaan dan mengendalikan laju erosi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepadatan tanah dan kemiringan lahan berperan penting dalam mempercepat erosi di wilayah Sub DAS Brantas Hulu. Praktik pengelolaan lahan yang konservatif seperti penanaman vegetasi penutup dan pembuatan terasering diperlukan untuk menjaga kestabilan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah rawan erosi ini.
Pengaruh Natrium Borat pada Media Umpan Terhadap Mortalitas Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus) Dessy Lailatul Maghfiroh
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengujian rayap tanah dengan metode pengumpanan beracun untuk mengetahui pengaruh terhadap mortalitas rayap. Interaksi antara rayap dengan bangunan sangat mempengaruhi ketahanan, keamanan, serta kenyamanan bangunan tempat tinggal manusia. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui pengaruh variasi natrium borat pada media umpan terhadap mortalitas rayap tanah (Coptotermes curvignathus). Pengujian ini menggunakan rayap tanah yang sehat dan aktif sebanyak 800 ekor untuk diumpankan pada serbuk gergaji yang telah dicampur dengan natrium borat selama 3 hari. Rata-rata mortalitas rayap tanah pada variasi natrium borat 5 gr sebesar 80%, pada variasi natrium borat 7 gr rata-rata mortalitas rayap tanah sebesar 88,5%, sedangkan pada variasi natrium borat 9 gr rata-rata mortalitas rayap tanah sebesar 80,5%. Hasil uji one way anova menunjukkan nilai p=0,306 atau p >0.05 sehingga hasil analisis statistik tidak menunjukkan perbedaan pengaruh variasi natrium borat pada media umpan terhadap mortalitas rayap tanah (Coptotermes curvignathus). Variasi peningkatan konsentrasi natrium borat tidak berpengaruh terhadap peningkatan mortalitas rayap tanah (Coptotermes curvignathus).
Perubahan Lanskap Perkotaan dan Pengendalian Zoonosis melalui Optimalisasi Fungsi Hutan Kota Levana Kezia Natalia Situmorang; Hardiansyah Tambunan; Hanna Tresia Silalahi; Brasti Anjani Larasari; Rahman Abdel Rouf
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan kota sebagai elemen penting dalam lanskap perkotaan yang mampu mengembalikan sebagian fungsi ekologis hutan alami dan mitigasi penyakit. Perubahan lanskap hutan di kawasan urban dan peri-urban, termasuk wilayah Tangerang Selatan, telah menimbulkan berbagai dampak ekologis dan mendorong meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar sebagai reservoir patogen, sehingga memperbesar risiko penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini menggunakan metode literature review, inventarisasi vegetasi dan hemispherical photography. Vegetasi dengan struktur yang beragam menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan mendukung keberadaan berbagai spesies fauna, termasuk predator alami. Kerapatan tajuk yang tinggi menciptakan kondisi mikroklimat yang stabil, seperti suhu yang lebih rendah, kelembapan yang terjaga, serta pengurangan stres ekologis bagi satwa liar. Stabilitas ini mencegah hewan liar berpindah secara agresif ke area permukiman, sehingga mengurangi peluang kontak antara fauna pembawa penyakit dan manusia. Hutan Kota 2 BSD memiliki peran penting dalam upaya mitigasi penyakit zoonosis di wilayah perkotaan Tangerang Selatan melalui keberadaan vegetasi yang beranekaragam dan kerapatan tajuk yang berada pada tingkat sedang.
Disaster Mitigation Based on Regional Vulnerability Analysis of South Labuhanbatu Regency for Risk Reduction Planning Ulil Amri Daulay; Agus Purwoko; Prawidya Hariani RS; Ridwan; Rizky Wahyudi; Iskandar; Rizky Adrian
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster mitigation is a systematic effort to reduce disaster risks through pre-disaster planning, vulnerability reduction, and capacity building to support sustainable development. In South Labuhanbatu Regency, geographic conditions, climate change, and land-use dynamics, particularly lowlands, dense river networks, high rainfall, and extensive oil palm plantations, increase the risk of flooding and environmental degradation. Therefore, mitigation efforts must be specific, based on a vulnerability analysis that integrates environmental aspects into spatial planning strategies. Data analysis was conducted spatially using GIS through map digitization and georeferencing, land use classification, and overlay analysis between physical conditions of the region, land use, and disaster potential. Spatial analysis shows that is dominated by flood hazards, covering 34,224.8 Ha (9.59%) of the total area, mainly in Kampung Rakyat, Kotapinang, Sungai Kanan, and Torgamba, while Silangkitang is not flood-prone. Flood vulnerability is closely related to lowland areas along the Barumun Watershed, where peatland conditions and oil palm–dominated land use reduce infiltration and increase surface runoff. Landslide hazards are limited to Torgamba and Sungai Kanan due to hilly terrain and land clearing, while active fault intensity varies spatially, with the highest levels in Silangkitang, highlighting the importance of integrating geological risk into spatial planning.

Page 1 of 2 | Total Record : 12