cover
Contact Name
Desy Sukma Risalahwati
Contact Email
desyrisalahwati22@guru.smk.belajar.id
Phone
+6285727781118
Journal Mail Official
imelnya.alkautsar@gmail.com
Editorial Address
PT. Berkah Smart Academica Jl. Abul Hasan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
ISSN : -     EISSN : 31242391     DOI : https://doi.org/10.64093/humanism
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada kajian interdisipliner mengenai nilai-nilai humanisme dalam konteks keberagaman sosial, kebudayaan, serta praktik moderasi beragama. Jurnal ini menjadi ruang akademik untuk menghadirkan dialog ilmiah yang menyoroti hubungan antara kemanusiaan, pluralitas, dan kehidupan beragama, baik melalui artikel penelitian empiris, kajian konseptual, telaah pustaka, maupun laporan praktik terbaik di berbagai bidang sosial dan pendidikan. Cakupan kajian jurnal ini merentang pada isu-isu humanisme dan kemanusiaan seperti etika humanistik, kesetaraan, inklusivitas, dan martabat manusia, serta dinamika keberagaman etnis, budaya, gender, bahasa, dan agama dalam masyarakat multikultural. Selain itu, jurnal ini menampung pembahasan mengenai kebudayaan dan identitas yang mencakup praktik budaya, transformasi tradisi, hingga peran budaya dalam membangun karakter komunitas di tengah arus globalisasi. Aspek moderasi beragama juga menjadi perhatian utama, termasuk wacana toleransi, dialog antaragama, resolusi konflik berbasis nilai religius, serta upaya pencegahan ekstremisme melalui pendekatan yang seimbang dan inklusif. Tidak hanya itu, jurnal ini terbuka bagi kajian pendidikan multikultural, pendidikan karakter humanistik, dan pembelajaran moderasi beragama sebagai bagian dari strategi penguatan nilai kemanusiaan sejak usia dini. Jurnal ini juga mendorong penelitian yang membahas isu-isu kemanusiaan global seperti migrasi, ketimpangan sosial, kemiskinan, serta konflik dan perdamaian yang dianalisis melalui perspektif humanisme. Perhatian terhadap peran media dan komunikasi dalam merepresentasikan keberagaman, membentuk opini publik, dan memengaruhi hubungan antar kelompok juga termasuk dalam ruang lingkup jurnal ini. Dengan cakupan yang luas tersebut, Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation bertujuan memperkaya wacana akademik yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia, memajukan toleransi, dan memperkuat fondasi hidup bersama dalam masyarakat yang majemuk.
Articles 5 Documents
Dari Skill ke Digital Skill: Transformasi Pengembangan Profesionalitas di Masyarakat Modern Dinda Tiyas Ningsih; Darwis
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation Vol. 1 No. 1 (2026): Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
Publisher : Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/humanism.v1i1.817

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan cara individu bekerja, belajar, dan mengembangkan profesionalitas. Peralihan dari keterampilan tradisional menuju digital skill menjadi tuntutan utama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri, hingga layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana transformasi tersebut terjadi serta faktor yang memengaruhinya, terutama pada masyarakat modern yang semakin bergantung pada teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan analisis berbagai jurnal terkini mengenai digitalisasi kompetensi dan tren pengembangan profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital skill tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga literasi data, kolaborasi digital, pemecahan masalah kompleks, dan adaptabilitas teknologi. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas digital sebagai fondasi profesionalitas masa kini dan masa depan. Selain itu, hasil kajian memperlihatkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan pelatihan digital secara berkelanjutan cenderung lebih adaptif dalam menghadapi perubahan teknologi. Transformasi ini juga membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk profesionalitas baru yang berbasis inovasi dan pemanfaatan teknologi secara kreatif.
Personal Branding Sebagai Strategi Pengembangan Profesional Dalam Masyarakat Digital Cinta Kamalia; Kautsar Eka Wardhana
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation Vol. 1 No. 1 (2026): Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
Publisher : Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/humanism.v1i1.818

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah mengubah cara individu belajar, bekerja, serta membangun identitas profesional. Artikel ini mengkaji pentingnya personal branding sebagai strategi dalam pengembangan profesional pada lingkungan yang digerakkan oleh teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat digital membentuk ulang kompetensi profesional, menganalisis peran personal branding dalam memperkuat identitas profesional, serta menekankan integrasi keterampilan digital dengan perilaku etis di ruang online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis konsep literasi digital, kolaborasi virtual, jejak digital, dan kemampuan beradaptasi yang bersumber dari publikasi akademik relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesional di era digital tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menuntut kemampuan mengelola kehadiran digital, menjaga integritas, dan membangun reputasi online yang positif. Personal branding memperkuat visibilitas, kredibilitas, dan daya saing melalui penekanan pada autentisitas, konsistensi, dan interaksi digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal branding dan pengembangan profesional merupakan dua elemen yang saling berkaitan dan perlu diselaraskan untuk mendukung keberhasilan individu dalam lingkungan digital modern. Mereka yang aktif mengembangkan kompetensi sambil mengelola identitas digital secara strategis memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh kepercayaan, memperluas kesempatan, dan mencapai perkembangan profesional yang berkelanjutan.
Optimalisasi Strategi Media Sosial dalam Meningkatkan Keterlibatan Digital Generasi Z Marisa Rahmawati
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation Vol. 1 No. 1 (2026): Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
Publisher : Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/humanism.v1i1.819

Abstract

Perkembangan ekosistem digital yang semakin pesat telah mengubah cara Generasi Z berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan memperoleh informasi. Media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang utama bagi mereka untuk membangun identitas diri, memperluas relasi sosial, serta menentukan tren konsumsi informasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan media sosial yang tepat, terarah, dan relevan sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan digital Generasi Z secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai strategi yang dapat diimplementasikan guna memahami preferensi konten, kecenderungan komunikasi, serta pola interaksi digital mereka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta publikasi terbaru yang berkaitan dengan perilaku digital, dinamika komunikasi modern, dan media engagement. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual yang kreatif dan dinamis, pemilihan topik yang dekat dengan pengalaman generasi muda, personalisasi pesan sesuai minat pengguna, kolaborasi dengan figur publik yang dianggap kredibel, serta interaksi dua arah yang konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan engagement. Selain itu, strategi yang bersifat adaptif, autentik, dan responsif terhadap tren digital dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih bermakna antara pengguna dan platform media sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang holistik dan berkelanjutan agar keterlibatan digital Generasi Z dapat terbentuk secara lebih kuat, relevan, dan berdampak.
Peran Influencer dan Blogger dalam Pembentukan Opini Publik di Media Sosial Syarifah Rabiatul Adhawiyah
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation Vol. 1 No. 1 (2026): Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
Publisher : Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/humanism.v1i1.820

Abstract

Penelitian ini menelaah strategi dan peran influencer serta blogger dalam membentuk persepsi publik di media sosial. Dengan metode studi pustaka, penelitian ini menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi komunikasi melahirkan figur influencer dan blogger sebagai aktor penting dalam penyebaran informasi dan pembentukan opini publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan, kredibilitas, serta keterlibatan audiens menjadi kunci utama dalam efektivitas pengaruh mereka. Strategi komunikasi yang digunakan bersifat informatif, persuasif, dan menghibur, serta diperkuat oleh kedekatan emosional dan electronic word of mouth (eWOM). Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerapan etika dan tanggung jawab sosial agar pembentukan opini publik berlangsung secara jujur, transparan, dan bernilai positif.
Humanisme Baru di Era Electracies: Transformasi Konsep Kemanusiaan dalam Praktik Media Sosial Intan Nur Wahyuni
Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation Vol. 1 No. 1 (2026): Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation
Publisher : Humanism: Diversity, Culture, and Religious Moderation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/humanism.v1i1.821

Abstract

Penelitian ini berfokus pada transformasi konsep kemanusiaan di era electracies melalui praktik komunikasi di media sosial. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengekspresikan nilai-nilai kemanusiaan dan membentuk identitas diri di ruang virtual. Dengan menggunakan teori electracies dan digital humanism, penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana nilai empati, tanggung jawab, dan refleksi moral dimediasi oleh algoritma, jaringan sosial, serta budaya visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan analisis konten media sosial yang relevan dengan isu kemanusiaan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humanisme baru muncul sebagai bentuk adaptasi nilai kemanusiaan di lingkungan digital yang interaktif, cepat, dan berbasis citra. Media sosial berfungsi sebagai ruang etis dan estetis tempat manusia membangun identitas, menegosiasikan nilai, serta berpartisipasi dalam wacana sosial melalui praktik digital. Temuan ini menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak hilang dalam era teknologi, tetapi bertransformasi melalui hubungan timbal balik antara manusia dan sistem digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi digital dan humanisme, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan etika digital dan literasi media di masyarakat modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5