cover
Contact Name
Andi Muh. Ruum Sya'baan
Contact Email
andimruum@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jpsbuho@gmail.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPSB
ISSN : -     EISSN : 25024191     DOI : https://ruangsenibudaya.com/index.php/jpsb
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan studi empiris di bidang pendidikan dan pembelajaran seni dan budaya, termasuk kajian mendalam tentang pertunjukan tradisi. Ruang lingkup jurnal meliputi pendidikan seni dan budaya, strategi dan model pembelajaran seni, pengembangan kurikulum, media dan teknologi pembelajaran, evaluasi dan asesmen, pendidikan karakter berbasis seni, serta kajian, dokumentasi, revitalisasi, dan transformasi pertunjukan tradisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan kearifan lokal dalam konteks pendidikan.Jurnal ini berkomitmen menerbitkan karya ilmiah yang orisinal, bermutu, dan berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan pembelajaran seni dan budaya serta pelestarian seni pertunjukan tradisional di tingkat nasional maupun internasional.
Articles 17 Documents
KOMPETENSI GURU SENI BUDAYA DI SMAN 1 SAWERIGADI Wa Ode Hamida
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/h2df6576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis; 1) Kompentensi pedagogik guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, (2) Kompetensi professional guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, 3) Kompetensi sosial guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, dan 4) Kompetensi kepribadian guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat.Pemilihan SMA Negeri 1 Sawerigadi pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan :1) Kompetensi guru seni budaya dalam pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Sawerigadi adalah kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian, diperoleh fakta bahwa jumlah guru seni budaya berlatar belakang guru diluar profesinya, bahkan guru seni budaya dalam menyelenggarakan pembelajaran seni tari tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang seni tari sehingga memprihatinkan, mengingat pendidikan seni memiliki peran cukup berat dalam membentuk pribadi peserta didik yang harmonis, 2) Proses pembelajaran seni tari masih memiliki kendala-kendala yang dihadapi seperti sara dan prasarana yang belum semuanya belum memadai, misalnya ruang untuk praktik, siswa tidak melakukan praktek tari pada proses pembelajaranya sehingga siswa yang memiliki minat dan bakat dalam seni tari tidak dapat menyalurkanya, terlebih kepada guru yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam seni tari, dan 3) untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran seni budaya ini dapat diatasi dengan cara melakukan kegiatan ekstrakurikuler diluar jam pelajaran yang wajib diikuti siswa melalui sanggar seni yang diselenggarakan sekolah.
Kreativitas Seni Rupa Kelompok PKK di Desa Sumber Jaya Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan Susmiyati
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/t95b4330

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengembangkan kreativitas seni rupa Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Sumber Jaya Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan dan impilakasi kreativitas terhadap pendidikan. Oleh karena itu, melalui seni rupa yang merupakan kemampuan berinovasi dalam sebuah karya seni, sebab berinovasi melalui proses dan prosedur seni dapat membangkitkan respon kreatif dan ide personal. Berinovasi pada seni rupa dilakukan oleh siapapun termasuk perempuan dalam hal ini adalah ibu – ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Kreativitas kelompok tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Informan kunci dalam penelitian ini Ketua Pokja sebanyak empat orang serta Ketua dan Kepala Desa sebagai informan pendukung. Lalu, data yang digunakan berupa hasil observasi dan wawancara Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Sumber Jaya. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan simpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses kreativitas seni rupa berupa anyaman bambu yang dilakukan oleh kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga diawali dengan studi banding dan pelatihan. Karya yang dihasilkan dari pelatihan berupa anyaman dari bahan bambu seperti tas, keranjang, keranjang buah, bakul nasi, dan piring. Hasil kreativitas tersebut dipamerkan pada acata HUT daerah. Dalam pelaksanaannya tentu memiliki dukungan dan hambatan. Karya kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Sumber Jaya turut melestarikan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Karya seni yang dihasilkan oleh kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Sumber Jaya juga dapat dijadikan contoh nyata dalam pembelajaran seni budaya di sekolah. Guru pun dapat memanfaatkan karya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga sebagai media atau alat bantu mengajar, seperti membuat proyek seni bersama.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TARI MONDOTAMBE DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BASALA Ramlina
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/7cg51z80

Abstract

Ketersediaan bahan ajar dalam pembelajaran mutlak diperlukan. Hal tersebut karena dalam bahan ajar terdapat informasi terkait materi pembelajaran yang akan dilakukan. Perlunya bahan ajar yang representative khusus untuk ekstrakurikuler tari mondotambe melatarbelakangi penelitian R&D ini untuk mengembangkan bahan ajar tari mondotambe di SD Negeri 2 Basala, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan bahan ajar seni tari mondotambe. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R & D) model Borg dan Gall, dengan mengikuti 7 langkah pengembangan meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba, produk, (7) revisi produk. Hasil validasi media diperoleh nilai rata-rata yaitu 86,66% dengan kategori “sangat layak”, validasi materi diperoleh nilai rata-rata yaitu 92% dengan kategori “sangat layak”, dan validasi bahasa diperoleh nilai rata-rata yaitu 91,67% dengan kategori “sangat layak”. Hasil penilaian pendidik diperoleh nilai rata-rata yaitu 82,81% dengan kategori “sangat layak”, sementara itu respon peserta didik dari uji coba kelompok besar diperoleh nilai rata-rata 92,15% dengan kategori “sangat layak”. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk mengefektifkan kegiatan belajar ekstrakulikuler seni tari mondotambe, hal ini berdasarkan respon dari pendidik dan peserta didik yang menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak digunakan.
KREATIVITAS ANAK USIA DINI DALAM PEMBUATAN KINCIR ABJAD DI KELOMPOK B RAUDHATUL ATFHAL RIYADHUS SHALIHIN BARUGA Nurindah Sari
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/9zp2s677

Abstract

Dalam konteks pendidikan, metode pembelajaran yang dapat merangsang kreativitas anak dapat dilihat melalui aspek kreativitas yang menjadi fokus penting bagi para pendidik dan peneliti. Pembelajaran berbasis proyek yang dapat diterapkan di PAUD antara lain: membuat produk inovatif dari barang bekas. Model projek ini merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada proyek atau kegiatan nyata yang dilakukan oleh anak, sehingga dapat mendorong anak untuk berpikir kreatif dalam menghasilkan produk atau karya. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kreativitas yang muncul pada anak usia dini setelah mengikuti pembelajaran; (2) untuk menganalisis pengaruh kreativitas anak usia dini dalam kegiatan pembuatan kincir abjad. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah anak didik kelompok B usia 5-6 tahun RA Riyadhus Shalihin Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilakukan pada bulan Juni 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes performance, dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data terdiri reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa kreativitas pada anak usia dini dapat bermanifestasi melalui ekspresi, imajinasi, kemampuan menghasilkan karya baru dan unik, serta rasa ingin tahu dan eksperimentasi. Bentuk-bentuk kreativitas tersebut ialah berupa majinasi dan ekspresi artistik, kemampuan inovatif dan pemecahan masalah, rasa ingin tahu dan eksperimentasi, serta kreativitas melalui berbagai media dan bahan. Kemudian, adanya pengaruh kreativitas anak usia dini dalam projek pembuatan kincir abjad. menunjukkan adanya perubahan dengan tingkat kreativitas anak hal ini tampak pada perilaku anak yang aktif dalam segala hal, terlihat perkembangan kemampuan kreativitas anak mulai dari anak sudah mampu berpikir lancar, berfikir luwes atau fleksibel, berfikir orisinal, dan keterampilan merinci atau mengelaborasi yang dimana hal teersebut merupakan ciri-ciri dari kreativitas anak. Bahwa anak didik dapat memperluas pemikiran anak yang berguna untuk menghadapi masalah, dapat menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, kemampuan individual dan kerja sama dalam kelompok, dan mengembangan aktivitas, kreativitas serta memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak sejak dini.
SENI KRIYA ANYAMAN RANGGI PADA MASARAKAT MUNA DI KECAMATAN WADAGA KABUPATEN MUNA BARAT Nur Lawa
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/91gav375

Abstract

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mendeskripsikan proses pembuatan seni kriya anyaman ranggi, untuk mendeskripsikan fungsi seni kriya anyaman Ranggi, untuk mendeskripsikan proses pemasaran seni kriya anyaman ranggi dan untuk mendeskripsikan pelestarian seni kriya anyaman ranggi. Penelitian ini menggunakan Analisis data dalam penelitian ini digunakan model analisis alir. Informan: pengrajin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahapan yang meliputi : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian (1). Proses pembuatan seni kriya anyaman ranggi di lakukan dengan tahap: pemotongan bahan baku sesuai dengan ukuran yang dikehendaki, dilanjutkan dengan perendaman selama setengah hari, membelahkan bahan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki, dilanjutkan dengan pengeringan, selanjutnya pemotongan dan bagian terakhir adalah penganyaman. (2). Fungsi seni kriya anyaman ranggi ada tiga yaitu peralatan rumah tangga, sebagai tempat penyimpanan makanan, peralatan perlengkapan acara/pesta, sebagai tempat enyiapkan hidangan kepada para tamu dan berfungsi sebagai soufinir untuk para tamu dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. (3). Pemasaran seni kriya anyaman ranggi dilakukan secara tradisional yaitu menunggu pembeli datang di tempat penrajin, ada polamari baik yang dilakukan oleh penrajin maupun oleh dinas pendidikan dan perdagangan serta dinas pariwisata Kabupaten Muna Barat. (4). Pelestarian seni kriya anyaman ranggi dilakukan dengan cara almiah yaitu sistem produksi secara berkesinambungan, angaran meskipun sekarang ini sistem produksi dilakukan dengan cara pekerjaan sampingan selain bertani.
Internalisasi Nilai Persatuan melalui Pembelajaran Tari Lulo pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar: Studi Pre-Eksperimental di SD Negeri 2 Konda: Internalization of Unity Values through Lulo Dance Learning among Fifth-Grade Elementary School Students: A Pre-Experimental Study at SD Negeri 2 Konda Andriyani; Kadir; La Ode Sahidin
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/deaf7078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran Tari Lulo dalam meningkatkan nilai persatuan siswa kelas V SD Negeri 2 Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Nilai persatuan dipahami sebagai perilaku yang mencerminkan kerja sama, disiplin, kebanggaan terhadap budaya lokal, solidaritas, dan toleransi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest berulang. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas V yang dipilih secara purposif sesuai kebutuhan penelitian tindakan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis rubrik dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai persatuan dari 66,00 pada pretest menjadi 71,22 pada posttest I, 75,94 pada posttest II, dan 81,22 pada posttest III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 38,9% menjadi 100% pada pengukuran akhir. Uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan setiap posttest: posttest I (t = 6,410; p < 0,001), posttest II (t = 8,479; p < 0,001), dan posttest III (t = 8,571; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tari Lulo dapat menjadi media pembelajaran berbasis budaya lokal yang efektif untuk menguatkan nilai persatuan di sekolah dasar. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.
Kemandirian Belajar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Seni Rupa Berbasis Ecoprint di Kelompok B3 RA Riyadhus Shalihin: Learning Independence of Early Childhood in Ecoprint-Based Visual Arts Learning in Group B3 at RA Riyadhus Shalihin Dewi Hapriyanti
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/c2n6j411

Abstract

Kemandirian belajar merupakan kemampuan dasar yang perlu distimulasi sejak pendidikan anak usia dini karena berkaitan dengan inisiatif, pengelolaan diri, kemampuan mengambil keputusan, dan refleksi terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketercapaian kemandirian belajar anak usia dini melalui pembelajaran seni rupa berbasis ecoprint di kelompok B3 RA Riyadhus Shalihin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 20 anak kelompok B3. Data diperoleh melalui observasi terstruktur menggunakan rubrik empat indikator, yaitu inisiatif, pengelolaan proses, pengambilan keputusan, dan evaluasi diri. Skor capaian dianalisis dengan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan rerata kategori perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian kemandirian belajar anak secara klasikal berada pada kategori positif: 9 anak (45%) berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, 9 anak (45%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, 2 anak (10%) berada pada kategori Mulai Berkembang, dan tidak terdapat anak pada kategori Belum Berkembang. Rerata indikator menunjukkan inisiatif 3,50, pengelolaan proses 3,50, pengambilan keputusan 3,40, dan evaluasi diri 3,60. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa berbasis ecoprint dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan untuk menstimulasi kemandirian belajar anak usia dini, terutama karena kegiatan ini memberi ruang bagi anak untuk memilih bahan, mengatur langkah kerja, mengekspresikan gagasan visual, dan merefleksikan hasil karya secara sederhana.

Page 2 of 2 | Total Record : 17