cover
Contact Name
Ashif Az Zafi
Contact Email
qualityjournal@uinsuku.ac.id
Phone
+6285789104304
Journal Mail Official
qualityjournal@uinsuku.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, Jl.Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus 59322, Jawa Tengah. Fax. 0291-432677
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Quality
ISSN : 23550333     EISSN : 25028324     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/quality
The focus and scope of Quality Journal is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic Education Management. The journal promotes research and scholarly discussion concerning the Transformative Management of Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship in both formal and non-formal education. Topics might be about the management of Islamic education, Islamic Leadership, and teacher professional development in Madrasah, Pesantren and Islamic College.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): QUALITY" : 10 Documents clear
MEWUJUDKAN PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR-UMAT BERAGAMA DI KUDUS: BELAJAR DARI KONFLIK TOLIKARA PAPUA 1 SYAWAL 1436 H / 2015 M Rosyid, Moh.
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1915

Abstract

Combustion Masjid Al-Muttaqin in Karubaga, Tolikara, Papua on 1 Syawal 1436 H / July 17, 2015 when Muslims perform prayers Eid is a barbaric act. The trigger for the riots are (1) the implementation of the seminar Day Spiritual Awakening (KKR) by the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) which invited thousands of guests including from Israel intentional simultaneously on Eid al-Fitr. The activity was disturbed when local Muslims to worship in the open space and the use of loudspeakers, (2) Regulation Regency Tolikara which prohibits the establishment of places of worship in Tolikara besides group GIDI, although legislation is never informed the central government, (3) indicated their efforts to transfer issue that criminal acts (corruption) that local officials do not expose it to be examined thoroughly. Efforts must be realized that the same thing does not happen again in this country is to realize education tolerant in educational institutions of formal and informal, to optimize the role of communication forum of religious (FKUB), which is usually monopolized by the religious majority, to accommodate the aspirations of people across religions in one container interfaith dialogue with the capital despite awareness bersesama different creed.Pembakaran Masjid al-Muttaqin  di karubaga, kabupaten  Tolikara, Papua pada 1 Syawal 1436 h/ 17 juli 2015 tatkala umat islam melaksanakan salat idul fitri merupakan tindakan biadab. Pemicu kerusuhan tersebut adalah (1) pelaksanaan seminar kebaktian kebangkitan Ruhani (kkR) oleh Gereja injili di indonesia (GiDi) yang mengundang ribuan tamu termasuk dari israel disengaja bersamaan pada hari Raya idul fitri. kegiatan tersebut merasa terganggu bila muslim setempat beribadah di ruang terbuka dan menggunakan pengeras suara, (2) Perda Pemkab Tolikara yang melarang pendirian tempat ibadah di Tolikara selain kelompok GiDi, meski Perda tidak pernah diinformasikan pada pemerintah pusat, (3) terindikasi adanya upaya pengalihan isuagar tindakan kriminal (korupsi) yang dilakukan pejabat setempat tak terekspos untuk ditelisik secara tuntas. upaya yang harus diwujudkan agar hal serupa tidak terjadi lagi di negeri ini adalah mewujudkan pendidikan toleran di lembaga pendidikan formal dan informal, men- goptimalkan peran forum komunikasi umat beragama (fkub) yang selama ini lazimnya dimonopoli umat agama mayoritas, mewadahi aspirasi umat lintas agama dalam satu wadah dialog lintas agama dengan modal kesadaran bersesama meski beda akidah.
SIGNIFIKANSI UJI KOMPETENSI AWAL TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU KELAS MADRASAH IBTIDAIYAH DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2014 Santoso, Nika Lucky; Ismanto, Ismanto
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1907

Abstract

This study aimed to describe: (1) The initial test of competence and pedagogical competence of MI teacher at Kudus district in 2014, and (2) the effect of the initial competency test against MI classroom teachers pedagogical competence in Kudus district in 2014. This research includes the study of ex post facto of correlational research. The samples using random sampling, with a standard error of 5% of the total population 130  MI classroom teachers at Kudusdistrict, obtained a sample of 98 people. The technique of collecting data through documentation and interviews with the LPTK Rayon 206 UIN Walisongo Semarang. While the analysis is done by using descriptive analysis and simple linear regression-correlation.  The results showed that: (1) The initial test of competence and pedagogical competence of MI  teacher at Kudus District 2014in the category good enough maing at 55.78 and 81.09 respectively, and (2) the initial competency test does not significantly influence the competence pedagogic of MI classroom teachers, with the model: Y = 78.047 + 0.056 X. While the initial competency test relations with pedagogical competence is positive and not significant with a correlation coefficient of 0.167 categorized as very low, so the initial competency test only contributes 2.8% of the  MI teacher pedagogical competence  in Kudus district.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) uji kompetensi awal dan kompetensi pedagogik guru kelas Mi di kabupaten kudus tahun 2014, serta (2) pengaruh uji kompetensi awal terhadap kompetensipedagogik guru kelas Mi di kabupaten kudus tahun 2014.  Penelitian ini termasuk jenis penelitian ex post facto bentuk correlational research. Penentuan sampel menggunakan random sampling, dengan taraf kesalahan 5% dari jumlah populasi 130 guru kelas Mi dari kabupaten kudus, didapatkan sampel sebanyak 98 orang. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara dengan pihak lPTk Rayon 206 UIN Walisongo Semarang. Sedangkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan regresi-korelasi linier sederhana. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) uji kompetensi awal dan kompetensi pedagogik guru kelas Mi di kabupaten kudustahun 2014 dalam kategori cukup baik maing-masing sebesar  55,78 dan 81,09, serta (2) uji kompetensi awal tidak berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru kelas Mi, dengan model:Ŷ = 78,047 + 0,056 X. Sedangkan hubungan uji kompetensi awal dengan kompetensi pedagogik adalah positif dan tidak signifikan dengan koefisienkorelasi sebesar  0,167 berkategori sangat rendah, sehingga uji kompetensi awal hanya memberikan kontribusi sebesar 2,8% terhadap kompetensi pedagogik guru kelas madrasah ibtidaiyah di kabupaten kudus.
ISLAM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1916

Abstract

These studies reveal major premise regarding the basic assumption that Islam is a religion of “rahmatan lil’alamin”. Upholds the balance of life between beings from one another. Starting from education is a learning process that aims to establish a person become a better person and useful. Islam considers that education is very important. Due to undergo a process that one can obtain knowledge that can support the standard of living and position before God and other people. While the value is something beneficial and useful for humans as a reference behavior. So that the values of Islamic education into the properties or things that are inherent in Islamic education is used as a basis for human beings to achieve the goal of human life itself is dedicated to God. These values need to be instilled in children from childhood, because at that time is the right time to instill good habits to her. Broadly speaking,there are two models of Islamic education in Indonesia. That is; 1) boarding school in the form of Salafi Islamic School, Semi Modern and Modern. 2) Schools/Madrasah, comprising: RA/ TPA/TPQ (TK), MI/SDI (SD), MTs/SMPI (SMP), MA/SMAI (SMA/SMU), and universities. Islam also looked at education is able to be a blessing for the universe that regardless of their ethnicity, race, culture, religion, language, country, and others during his studies was running three processes, namely: 1) The internalization process of education as values, beliefs, knowledge fit with the ability and understanding of one’s (subjective) followed by: 2) The process of Externalization, manifested in action, attitude, behavior in accordance with the norms and beliefs, this has not become rahmatan lil Alamin during yet to reach the next process, namely: 3) The process of objectification, with consideration of the cognitive and cultural spawned social criteria knowledgeable and courteous in realizing knowledge so as to benefit and the benefit to others, without affecting the fundamental rights and is able to coexist with the common welfare.Kajian ini mengungkap premis mayor perihal asumsi dasar bahwa islam  adalah agama yang “rahmatan lil’alamin”. Sangat menjunjung tinggi keseimbangan kehidupan antara makhluk satu dengan lainnya. berawal dari Pendidikan yang merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna. islam memandang pendidikan itu sangat penting adanya. karena dengan menjalani sebuah proses itulah seseorang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat menunjang taraf hidup dan posisinya di hadapan allah dan manusia lainnya. Sementara nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah laku. Sehingga nilai-nilai pendidikan islam menjadi sifat-sifat atau hal-hal yang melekat pada pendidikan islam yang digunakan sebagai  dasar  manusia untuk mencapai  tujuan  hidup  manusia  itu sendiri yaitu mengabdi kepada allah SWT. nilai-nilai tersebut  perlu ditanamkan  pada  anak  sejak  kecil,  karena  pada waktu  itu adalah masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan yang baik padanya. Secara garis besar, ada 2 model pendidikan islam di Indonesia. yaitu; 1) Pesantren yang berupa Pesantren Salafy, Semi Modern, dan Modern. 2) Sekolah/ Madrasah, terdiri : Ra/TPa/TPQ  (TK), MI/SDI (SD), MTs/SMPI (SMP), Ma/SMAI (SMA/SMU), dan Perguruan Tinggi. Islam juga memandang Pendidikannya mampu menjadi rahmat bagi alam semesta yang tanpa memandang suku,  ras, budaya, agama, bahasa, negara, dan lain-lain selama pendidikannya itu menjalankan 3 proses, yaitu : 1) Proses internalisasi pendidikan sebagai nilai, keyakinan, pengetahuan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman seseorang (subyektif) yang kemudian dilanjutkan dengan : 2) Proses eksternalisasi,  diwujudkan  dalam tindakan, sikap, prilaku yang sesuai dengan norma dan keyakinannya, ini belum menjadi rahmatan lil alamin selama belum mencapai proses berikutnya yaitu : 3) Proses Obyektifikasi, dengan pertimbangan kognitif dan budaya melahirkan kriteria-kriteria kemasyarakatan yang berilmu pengetahuan dan santun dalam merealisasikannya sehingga mampu memberi manfaat dan kemaslahatan kepada yang lain, tanpa menganggu hak asasinya dan mampu berdampingan dengan kesejahteraan bersama.
MANAJEMEN KURIKULUM BILINGUAL CLASS SYSTEM (BCS) DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 KUDUS (Studi Analisis Manajemen Kurikulum) Nasirudin, Hamam
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1908

Abstract

Research on curriculum management program at MAN 2 Holy BCS directed to planning, organizing, implementation, evaluation, and impact its curriculum.This research is a field research with a naturalistic approach. The technique of collecting data through interviews, observation, documentation and thentest the validity of the data. While data analysis using analytical model of Miles and Huberman. The findings of this study show the development of the curriculum through the pillars mastery of science, research and language and religion. The plan drawn up systemically, organizing category correlated curriculum, implementation models TORI, Evaluation model of congruence and its impact learners improve performance up to foreign countries. The impact due to upgrading through Peningktan Quality Management based Madrasah starting from change management that is applied in the management curriculum.Penelitian tentang manajemen kurikulum Program BCS di MAN 2 kudus diarahkan kepada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan dampak kurikulumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi kemudian uji keabsahan data. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model Miles and Huberman. Temuan penelitian ini menunjukkan pengembangan kurikulumnya melalui pilar penguasaan sains, bahasa dan riset serta agama. Perencanaannya disusun secara sistemik, Pengorganisasiannya termasuk kategori correlated curriculum, Pelaksanaannya model TORI, evaluasinya model congruence dan dampaknya meningkatkan prestasi peserta didiknya hingga ke manca negara. dampak tersebut karena adanya peningkatan mutu melalui Manajemen Peningktan Mutu berbasis Madrasah yang dimulai dari manajemen perubahan yang diaplikasikan dalam manajemen kurikulumnya.
POLITISASI PENDIDIKAN AGAMA BAGI KETURUNAN SEDULUR SIKEP DALAM RUANG LEMBAGA FORMAL DI KUDUS Fitriyah, Anis
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1914

Abstract

The existence of students from Sedulur Sikep generation in formal institutions is in a positive situation, because historically Sedulur Sikep as a community is not educated people, however, on the other hand their existence raises new polemic related to religious education they may take due to the political issues about the religious education at formal education institutions includes six religions, namely Islamic religious education, Christian religious education, Chatholic religious education, Hindu religious education, Buddhist religious education, and education of Confucianism. While students from Sedulur Sikep generation recognize other religion exclude those six religions. Here, the formal institutions in Kudus use and interpret religious education differently from the purpose and function of religious education, for the fulfillment of general education for students from Sedulur Sikep generation in the space of formal institutions in Kudus.keberadaan siswa keturunan Sedulur Sikep di lembaga formal, pada satu  sisi  merupakan keadaan yang positif,karena secara historis Sedulur Sikep dianggap sebagai komunitas yang tidak berpendidikan dalam artian (tidak bersekolah formal-red), namun pada sisi yang lainnya keberadaan siswa keturunan Sedulur Sikep memunculkan polemik baru terkait pendidikan agama yang harus mereka jalani. Karena permasalahan  politis yang menyatakan pendidikan agama pada lembaga formal mencakup enam agama yaitu Pendidikan agama Islam, Pendidikan agama  Kristen, Pendidikan agama katolik, Pendidikan agama hindu, Pendidikan agama buddha, dan Pendidikan agama konghucu. Sementara siswa keturunan Sedulur Sikep mengakui agama secara berbeda dari ke enam agama tersebut. Sehingga di sini pihak lembaga formal di kudus menggunakan serta menafsirkan pendidikan agama secara berbeda dari tujuan dan fungsi pendidikan agama, demi terpenuhinya pendidikan secara umum bagi siswa keturunan Sedulur Sikep dalam ruang lembaga formal di kudus
PERFORMANSI MENGAJAR GURU PAUD DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN DAN EFIKASI MENGAJAR Ghufron, M. Nur
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1906

Abstract

Two problems that were discussed in this research. The first was the effects of level education with teaching performance. The second was was the effectsof teaching efficacy with teaching performance. There were 77 subjects that participated in this research by convenience sampling. They were teacher in the primary school  in Kudus. The data were collected by using teaching performance scale and teaching efficacy scale. All data were analiyzed by regression analysis of SPSS. The result of this research showed that there was positive was effects of level education and teaching efficacy with teaching performance.ada dua permasalahan yang dibicarakan dalam penelitian ini, pertama adalah pengaruh tingkat pendidikan terhadap performansi mengajar,kedua adalah pengaruh efikasi mengajar terhadap performansi mengajar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 77 guru di pendidikan anak usia dini di kudus yang diambil dengan menggunakan teknikconvenience sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini  dalam bentuk skala dan daftar isian. Ada dua skala yaitu skala performansi mengajar guru dan  efikasi mengajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tingkat pendidikan dan efikasi mengajar berpengaruhterhadap performansi mengajar guru.
PERAN WAKAF PRODUKTIF DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Kasdi, Abdurrahman
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1917

Abstract

Productive communal ownership (waqf) represent especial choice when people is in the acute poorness. The existence communal ownership gets an especial priority addressed at more yielding effort. Productive communal ownership represent media to create justice of economics, lessening poorness, developing social security system, providing facility service of health, and developing the educational institution. This phenomenon make a productive communal ownership, and its relation with developing of education is very urgen to be done. This paper is the result of research that used a qualitative method with fenomenological  approach, and analized by descriptive-explanative method. Through this method, the researcher tries to comprehend the model of enableness of productive communal ownership in al-Azhar asy-Syarif, Cairo in developing of education. As for model to study the enableness of productive communal ownership in al-Azhar asy-Syarif are: the model of enableness of productive communal ownership in managing of al-Azhar building, Hospital, student hostel, Islamic Research Institute, main library, the model of observation and the accuntability productive communal ownership, and the model of enableness of productive communal ownership for education.Wakaf produktif merupakan pilihan utama ketika umat sedang dalamketerpurukan kemiskinan akut. Dengan wakaf produktif, berarti wakaf yang ada memperoleh prioritas utama ditujukan pada upaya yang lebih menghasilkan. wakaf produktif merupakan media untuk menciptakan keadilan ekonomi, mengurangi kemiskinan, mengembangkan sistem jaminan sosial, menyediakan fasilitas pelayanan  kesehatan, dan mengembangkan pendidikan. fenomena inilah yang menjadikan pembahasan  wakaf produktif, terutama jika dikaitkan dengan pengembangan pendidikan sangat urgen untuk dilakukan. Makalah ini adalah hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sedangkan metode kajian yang dipakai adalah metode kajian deskriptif-eksplanatif-analitis. Dengan pendekatan ini peneliti berusaha memahami model pemberdayaan wakaf produktif di al-azhar  asy-Syarif, Cairo dalam pengembangan pendidikan. adapun model yang akan dikaji dari pemberdayaan wakaf produktif di al-azhar asy-Syarif ini adalah: model  pemberdayaan  wakaf produktif dalam pengelolaan gedung al-azhar, model pemberdayaan Rumah Sakit, model pemberdayaan asrama mahasiswa, model pemberdayaan lembaga Riset Islam, model manajemen al-azhar, model pemberdayaan wakaf   Salah kamil, model pemberdayaan perpustakaan induk, model pengawasan dan akuntabilitas wakaf produktif, dan model pemberdayaan wakaf produktif untuk pendidikan.
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN BERBASIS KARAKTER (Studi Pengembangan Model Manajemen Berbasis Karakter di MTs NU Banat) Zainuri, Ahmad
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1909

Abstract

The goal in this study is defined as follows; 1.) To describe the implementation of the character model in MTs NU Banat Kudus in reality. 2) To describe and analyze the strengths and weaknesses of character-based management model in the MTs NU Banat Kudus. 3. To describe and analyze in the MTs NU Banat Kudus. This research is a field survey with a qualitative approach. Collecting data is using interviews, observation, documentation, and triangulation. Methods of data analysis are using methods developed by Miles and Hubermanwith three steps, namely data reduction, data presentation, conclusion and verification. As for the location of this  research is at MTs NU Banat Kudusin academic year of 2014/2015. From the analysis of the data can be obtained findings of the study as follows: First, the reality of the development ofcharacter education model at MTs NU Banat integrative implemented in each of the learning that is done through lesson plans, learning implementation, and evaluation of learning. Secondly, the weakness of character development education model include: lack of time allocated;; and the ability of the students are not the same the strength include: teacher as professional educators; availability of instructional media. Third, the development of character-based management model is as follows: First, an inclusive strategy, namely to-insert the character education into all subjects/ fields of study) and in the learning process; secondly, the strategy of school culture; Third, self-exploration strategy; and fourth, peers assessment strategies.Penelitian ini bermaksud melihat secara nyata dari realitas pengembangan model manajemen berbasis karakter di MTs nu banat kudus. Tujuan dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut; 1.) untuk mendeskripsikan realitas model manajemen berbasis karakter di MTs NU Banat Kudus. 2) untuk mendeskripsikan dan menganalisis kekurangan dan kelebihan model manajemen berbasis karakter diMTs nu banat kudus. 3. untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan model manajemen berbasis karakter di MTs NU Banat kudus. Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan trianggulasi. Metode analisis data menggunakan metode yang dikembangkan oleh Miles and Huberman dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun lokasi penelitiannya sendiri adalah di MTs NU Banat Kudus Tahun Pelajaran 2014/2015. Dari hasil analisis data dapat diperoleh temuan-temuan penelitian sebagai berikut: Pertama, Realitas pengembangan model pendidikan karakter di MTs NU Banat kudus dilaksanakan secara integrative dalam setiap pembelajaran yang dilakukan melalui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kedua, kekurangan pengembangan model pendidikan karakter di MTs NU Banat kudus meliputi: minimnya alokasi waktu; dan kemampuan siswa yang tidak sama kelebihan meliputi: guru sebagai tenaga pendidik yang profesional; tersedianya media pembelajaran; tersedianya sarana dan prasarana yang memadai; dan minat belajarsiswa yang tinggi. Ketiga, Pengembangan model manajemen berbasis karakter peserta didik di MTs NU Banat adalah sebagai berikut : Pertama, strategi  inklusif, yakni meng-insert-kan (memasukkan)pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran/bidang studi) dan dalam proses pembelajaran; kedua, strategi budaya sekolah; ketiga, strategi eksplorasi diri; dan keempat, strategi penilaian teman sejawat.
STUDI ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DALAM UPAYA PENINGKATAN STANDAR PENGELOLAAN SEKOLAH DI SMK NU LASEM Sholihuddin, Moh.
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1913

Abstract

SMK NU Lasem still at the level of B to the assessment of the National Accreditation Board (BAN). So SMK NU Lasem, seeks to improve through improvement of school management standard, by internalizing Quality Management System ISO 9001: 2008, which is expected to improve the quality of school management standards massively and comprehensively. To look into the matter of researchers to start the study of four aspects, namely; (1) The quality management system ISO 9001: 2008 in SMK NU Lasem, (2) Application of 8 accreditation standards (3) Efforts to improve the standard of management of schools SMK NU Lasem, (4) implementation of a quality management system ISO 9001 : 2008 in an effort to increase management standards in vocational schools NU Lasem. To conduct the study, data collection was done by observation, interview and documentation classification by using qualitative descriptive analysis according to Miles and Haberman through three stages, namely data reduction, data display, and verification based on inductive thought process and analysis. As a result, (1) Quality Management System ISO 9001: 2008 in SMK NU Lasem carried out by 8 field of development, namely; curriculum areas, areas of infrastructure, the field of student affairs, public relations, the field of school administration, counseling field, the field of literature and the field of internal audit. (2) Standardaccreditation applied in SMK NU Lasem directed to improve the quality of education unit assessment of the value of B to A, so that the construction is based on the instrument 8 BAN accreditation standards. (3) Improving Standards in School Management SMK NU Lasem is by maximizing aspects of the management of 27 item instrument based management standardsaccording to BAN. (4) implementation of the Quality Management System ISO 9001: 2008 in an effort to improve school management standard in SMK NU Lasem is acculturation of two management systems, they are aswaja management culture as manhajul fikr and quality management system ISO 9001: 2008 as its operating system.SMk nu lasem, berupaya meningkatkannnya melalui peningkatan standar pengelolaan sekolah, dengan mengintrenalisasi sistem Manajemen Mutu iSo 9001 : 2008, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas standar pengelolaan sekolah secara massifdan komprehensif. untuk mengkaji hal tersebut peneliti memulai kajian dari empat aspek yaitu ; (1) Sistem manajemen mutu iSo 9001 : 2008 di SMK NU Lasem, (2) Standar Pengelolaan sekolah di SMK NU Lasem, (3) upaya peningkatan standar pengelolaan Sekolah di SMK NU Lasem, (4) implementasi sistem manajemen mutu iso 9001 : 2008 dalam upaya peningkatkan standar pengelolaan Sekolah di SMK NU Lasem. untuk melakukan kajian, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta klasifikasi dokumentasi dengan menggunakan analisis diskriptif kualitatif menurut miles danhaberman melalui tiga tahap, yakni reduksi data, display data, dan verifikasi berbasis alur pemikiran dan analisis induktif. Hasilnya, (1) Sistem Manajemen Mutu iso 9001:2008 di SMK NU Lasem dilaksanakan berdasarkan 8 bidang pengembangan, yaitu ; bidangkurikulum, bidang peserta didik/kesiswaan, bidang personal sekolah, bidang tata usaha dan tata laksana sekolah, bidang sarana prasarana, bidang keuangan, bidang hubungan masyarakat, dan bidang auditinternal dengan menginternalisasi pola manhajul fikr ala ahlus sunnah wal jama’ah, yaitu; tasamuh, tawazun, ta’awun dan tawasuth/ta’dilu (2) Standar pengelolaan sekolah yang diterapkan di SMK NU Lasem ditetapkan berdasar pada 8 aspek ruang lingkup pengelolaan sekolah, yaitu; bidang kurikulum, bidang peserta didik/kesiswaan, bidang personal sekolah, bidang tata usaha dan tata laksana sekolah, bidang sarana prasarana, bidang keuangan, bidang hubungan masyarakat dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterserapanlulusan pada Du/Di. (3) upaya Peningkatan Standar Pengelolaan Sekolah di SMK NU Lasem diarahkan pencapaian peningkatan nilai akreditasi sekolah (4) implementasi Sistem Manajemen Mutu iso 9001:2008 dalam upaya peningkatan Standar Pengelolaan sekolah di SMK NU Lasem berjalan dengan baik dan didasarkan pada 8 prinsip SMM iso 9001;2008 dan dalam pelaksanaannya yang mengakulturasi dari dua system manajemen, yaitu kultur manajemen aswaja sebagai manhajul fikr dan sistem manajemen mutu iso 9001 : 2008 sebagai system operasionalnya mampu menghasilkan budaya kerja rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
MODEL PENDIDIKAN GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Efferi, Adri
QUALITY Vol 3, No 2 (2015): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v3i2.1905

Abstract

The demand on qualified educational institution graduates increasingly urgent, because of the intense competition in the labor market. One of the implications of globalization in education is the deregulation that allows educational institutions (including foreign universities) to open new school in Indonesia. Therefore this competition between educational institutions and the labor market will be more severe. Anticipating these rapid changes andchallenges, there is no other way for educational institutions except to look for the brilliant ways to increas the competitiveness of graduates and otheracademic products, which could be achieved through improving the quality of education. Improving the educational model for the teacher has a big role inimproving the quality of the teachers.Tuntutan terhadap lulusan lembaga pendidikan yang bermutu semakin mendesak, karena semakin ketatnya persaingan dalam lapangan kerja. Salah satu implikasi globalisasi dalam pendidikan, yaitu adanya deregulasi yang memungkinkan peluang lembaga pendidikan (termasuk perguruan tinggi asing) membuka sekolahnya di Indonesia. oleh karena itu persaingan antar lembaga  pendidikan danpasar kerja akan semakin berat. Mengantisipasi perubahan-perubahan yang begitu cepat serta tantangan yang semakin besar dan kompleks,tiada jalan lain bagi lembaga pendidikan selain mengupayakan segala cara untuk meningkatkan daya saing lulusan serta produk-produk akademik lainnya, yang antara lain dicapai melalui peningkatan mutu pendidikan. khusus terkait dengan peningkatan mutu guru, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memperbaiki model pendidikan bagi guru itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10