cover
Contact Name
Irma Herliza Rizki
Contact Email
ir_marez@yahoo.com
Phone
+6282277432752
Journal Mail Official
ubattuta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sekip, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edukasia Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Battuta
ISSN : -     EISSN : 30484480     DOI : -
Core Subject :
Edukasia-Jurnal Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review open-access berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Battuta. Battuta Edukasia menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dari seluruh dunia. Battuta Edukasia terbit pada bulan Mei, September, Januari. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal adalah penelitian dan analisis yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Inovasi, Metode Pendidikan, Inovasi Teknologi Pendidikan, Sejarah Budaya, Inovasi Kajian Budaya, Inovasi Pembelajaran, Inovasi Pelatihan, Inovasi Pengajaran
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3: Januari 2025" : 4 Documents clear
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN KURIKULM PAKDALAM PERTUMBUHAN KARAKTER PESERTA DIDIK Leita endengang Caraen
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 3: Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk, membahas tentang bagaimana penggunaan maupun penerapan, dari sebuah metode pembelajaran dan kurikulum, yang diberikan oleh seorang dosen / guru kepada para mahasiswa, dalam pertumbuhan karakter dari peserta didik itu sendiri. Dalam Amsal 1:7a Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Atas dasar inilah mahasiswa perlu dibentuk, untuk menjadikan mereka lebih baik, dalam setiap lini kehidupan. Moral dan etika dewasa ini sudah mulai terkikis, oleh karna perkembangan zaman, kecangihan tekhnologi yang kadang kala disalahgunakan oleh sekelompok kaula muda, yang bisa saja terjadi oleh karena kurangnya iman, dan pergaulan dalam lingkup kerohanian kristen diera digitalisasi ini. Manusia yang menciptakan tekhnologi, namun dalam kenyataannya manusia tidak mampu mengontrol tekhnologi itu sendiri. Dosen / guru diharapkan mampun meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam pemahaman tentang pendidikan kristen dilingkungan perguruan tinggi maupun di sekolah yang merupakan pusat perkumpulan semua anak-anak muda dengan segala latar belakang kehidupan yang berbeda, sehingga mereka mampu menerima akan keberadaan satu dengan yang lainnya dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Peran dunia pendidikan pun sangat di harapkan dapat mengubah pola pikir dan menambah pengetahuan mahasiswa, membentuk generasi muda yang cinta tanah air, berbakti kepada bangsa dan negara, taat kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan moral dan etika yang terbentuk atas dasar kekristenan. Dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan program tersebut, dengan terus belajar dan menyadari bahwa sesungguhnya pendidikan agama kristen, tidak kalah penting dengan pendidikan untuk mata pelajaran / mata kuliah yang lainnya. Dengan pengajaran pendidikan agama kristen baik disekolah maupun di perguruan tinggi diharapkan generasi muda mahasiswa mampu menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi contoh dan teladan yang baik bagi generasi-genarasi penerus bangsa selanjutnya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS VI A NABILA AZURA; Nur Wahyuni
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 3: Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didukung oleh pernyataan bahwa model pengajaran konvensional yang berpusat pada guru masih mendominasi proses pendidikan. Hal ini menjadikan siswa kesulitan memahami konsep pembelajaran karena siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Adapun media pembelajaran yang bervariasi masih minim digunakan dalam proses pembelajaran menyebabkan hasil belajar siswa masih kurang baik. Untuk  itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI A SDN 104202 Bandar Setia pada pembelajaran IPAS Materi Hubungan Antar Negara. Studi ini meggunakan  desain quasi-experiment dengan metode pre-test dan post-test. Adapun hasil peneliatin menunjukkan bahwa pradigma pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa sebelum penerapan model pembelajaran yaitu hanya 3 siswa yang mendapat predikat baik, namun setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT  jumlah siswa yang mendapatkan predikat baik meningkat secara signifikan menjadi 18 siswa.
INTEGRASI KAJIAN ETNOPEDAGODI DALAM PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI KEARIFAN LOKAL SUKU MELAYU PADA TRADISI TEPUNG TAWAR Findi Septiani
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 3: Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan tradisi-tradisi lokal ke dalam pendidikan. Salah satu nilai kearifan lokal yang masih melekat dalam masyarakat yaitu tradisi Tepung Tawar pada Suku Melayu. Melalui pendekatan etnopedagogi, menawarkan potensi besar untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi kepustakaan. Sumber yang digunakan berupa artikel jurnal, buku, maupun laporan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa Tradisi Tepung Tawar memiliki beberapa nilai kearifan lokal seperti nilai kebijaksanaan, nilai sosial, nilai spiritual, dan nilai keseimbangan dengan alam. Selain itu, Tradisi Tepung Tawar menggunakan bahan-bahan seperti dedaunan dalam pelaksanaannya. Maka dari itu, Tradisi Tepung Tawar dapat dijadikan sebagai media untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keanekaragaman hayati dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, penelitian ini akan mengkaji keterkaitan antara kearifan lokal adat Melayu Tepung Tawar dengan ilmu pendidikan Biologi, terutama dalam hal pemanfaatan tanaman
Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Semester II di Akademi Teknologi Industri Immanuel Medan Astro Julida Harahap
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 1 No. 3: Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran Bahasa Inggris kepada mahasiswa Semester II harus dilakukan dengan cermat agar efektif. Semua aspek pengajaran harus terpenuhi secara maksimal. Materi pengajaran merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dirancang dengan baik dan tepat. Mahasiswa Semester II di Akademi Teknologi Industri Immanuel Medan selama ini menggunakan buku teks terbitan luar daerah dan ditulis oleh mereka yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya. Akibatnya, banyak mahasiswa yang tidak dapat mencapai prestasi bahasa yang optimal. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menulis dan merancang materi yang diharapkan sesuai dan efektif bagi mahasiswa. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini adalah “materi pengajaran apa yang efektif bagi mahasiswa semester II di Akademi Teknologi Industri Immanuel Medan”. Penulis pertama-tama menulis tiga contoh materi yang diajarkan pada empat pertemuan. Materi ditulis sesuai dengan teori perkembangan kognitif anak, pendekatan komunikatif dan berbagai aspek manusia seperti perkembangan siswa, pendekatan komunikatif dan berbagai aspek manusia seperti pengalaman bahasa Inggris siswa. Setelah menulis materi, untuk mengetahui keefektifannya, penulis melakukan eksperimen, dalam penelitian ini desain post-test only diterapkan. Karena materinya berbeda, kelompok Eksperimen dan kontrol hanya satu kelas yang terdiri dari 40 siswa. Kelas diajarkan materi lama dalam empat pertemuan pertama dan kemudian tes diberikan. Setelah itu materi baru diajarkan juga dalam empat pertemuan dan tes diberikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4