cover
Contact Name
Bambang Firmansyah
Contact Email
eduvis.bbc.journal@gmail.com
Phone
+628996948999
Journal Mail Official
eduvis.bbc.journal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Islamic Education, Bunga Bangsa Islamic University, Cirebon, Jalan Widarasari III - Tuparev - Cirebon Regency, West Java Province, Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27157652     DOI : 10.47453
Core Subject :
Jurnal Eduvis (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) adalah publikasi interdisipliner penelitian asli dan artikel tentang manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon yang terbit dua kali (2x) dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
MANAJEMEN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 GREGED KABUPATEN CIREBON Amin Haedari; Azka Romadhona
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pelayanan khusus dilakukan untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar membutuhkan fasilitas baik pengajar maupun sarana dan prasarana untuk mencapainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi menajemen mutu pelayanan pendidikan di SMPN 2 Greged. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan yang dilakukan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini ntuk perencanaan sekolah merencanakan tersedianya sarana dan prasarana selama 8 tahun dari mulai 2016-2023. Pengorganisasian dan pengawasan sekolah didukung dari tenaga pendidikan yang berkompeten disetiap mata pelajarannya, staf administrasi yang mampu bekerja dengan baik, koordinasi kepala sekolah dengan warga sekolah yang baik, komite sekolah yang mendukung proses kegiatan sekolah, masyarakat yang mampu bekerja sama, penjagaan sekolah baik dari security dan polisi setempat. Pelaksanaan yang diterapkan yaitu dengan media pembelajaran PAKEM, pelayanan yang optimal dari segi adminstrasi, guru yang kreatif dan inovaif, kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan keagamaan, perlombaan akademik, maupun non akademik, mutu lulusan, bekerja sama dengan beberapa sekolah menengah atas baik swasta maupun negeri. Evaluasi setiap tahun sekolah mengadakan rapat dengan dengan orang tua murid, setiap awal semester rapat dengan warga sekolah untuk memajukan dan mengevaluasi manajemen mutu dalam pelayanan pendidikan.
MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROPESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 SUMBER Halimah nFn; Labisal Qolbi
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah ini diharapakan akan bisa mencerdaskan anak bangsa salah satunya yaitu dalam mata pelajaran PAI. Namun dalam proses pengimplementasiannya, banyak kendala yang dihadapi oleh guru PAI seperti kondisi geografis daerah yang memiliki pengaruh terhadap karakteristik siswa. Supervisi memiliki peran untuk mengawasi dan juga memberikan sumbangan ide untuk memberikan solusi dalam pemecahan masalah terkait dengan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses pemebelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Indikator kompetensi profesional guru PAI SMP di SMPN 2 Sumber adalah (a) Penguasan materi (b) penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar (c) pengembangan materi pembelajaran (d) melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk tindakan reflektif pembelajaran, (e) dan pemamfaatan teknologi dan informasi. Supervisi akademik pengawas PAI yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi professional Guru PAI di SMPN 2 Sumber adalah (a) penyusunan program kepengawasan untuk satu tahun atau satu semester (b) pelaksanaan program kepengawasan dalam bentuk pembinaan dan bimbingan (c) evaluasi untuk menganalisis hambatan dan kendala yang terjadi pada proses pengawasan. Implikasi supervisi akademik pengawas PAI dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMPN 2 Sumber adalah berimplikasi terhadap; (a) peningkatan kompetensi professional guru PAI seperti pada penguasaan materi pelajaran, penguasaan SK dan KD, pengembangan materi pelajaran yang variatif, pengembangan keprofesiolan guru PAI, dan penguasaan teknologi dan informasi.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PONDOK PESANTREN MANBA’UL ‘ULUM CIREBON Dodi Fallah
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal pendidikan, pesantren mempunyai potensi ideal untuk dikembangkan sebagai sistem pendidikan komperhensif, guna menjawab masalah perubahan zaman dan pembangunan di era globalisasi. Perkembangan pesantren saat ini semakin menarik, disaat banyaknya lembaga pendidikan lain mengalami penurunan jumlah siswa, bahkan beberapa sekolah terpaksa tutup, pondok pesantren mengalami perkembangan yang lebih baik, tingkat ketertarikan dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren semakin tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana manajemen sumber daya manusia di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Cirebon. Hasil penelitian ini yaitu Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum untuk melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka memperoleh pegawai baru. Tahapan dalam rekrutmen pegawai tersebut yaitu analisis kebutuhan SDM, publikasi, seleksi berkas, tes pegawai, interview dan Kesepakatan kerja. Penetapan kualifikasi dan kriteria para ustadz atau pengajaryang harus dimiliki oleh ustadz maupun kader ustadz, yaitu: iman dan taqwa kepada Allah SWT, tulus ikhlas dan tidak mementingkan diri sendiri, ramah dan pengertian, tawadlu, sederhana dan jujur, antusiasme, sabar dan tawakal, serta tidak memilki penyakit hati. Pondok pesantren Manba’ul ‘Ulum terbagi atas dua kelompok organisasi pengasuhan yaitu pengasuhan putra dan pengasuhan putri, yang masing-masing mempunyai struktur organisasi tersendiri. Untuk mengetahui keberhasilan atau kesuksesan kinerja pegawai dalam suatu organisasi tentunya perlu ada penilaian atau evaluasi yaitu melakukan analisis pekerjaan. menganalisis pekerjaan pegawai, program kerja. membandingkan antara program kerja dengan fakta dilapangan yang dikerjakan pegawai dan penilaian kinerja guru pesantren.Usaha untuk meningkatkan kompetensi para ustadz atau pengajar yaitu peningkatan bidang akademik, peningkatan kompetensi di bidang skill sesuai jabatan yang diemban dan peningkatan dalam kompetensi spiritual biasanya dilakukan dengan mewajibkan para ustadz atau guru pengajar untuk ikut serta dalam kegiatan kajian kitab yang diisi oleh pimpinan. Sedangkan kesejahteraan pegawai atau staf di pondok pesantren manba’ul ‘ulumdiberikan berupa kompensasi atau balas jasa. Adapun persyaratannya yaitu lamanya waktu pengabdian pada lembaga, jabatan atau posisi yang diemban dalam organisasi dan jumlah anggota keluarga pegawai tersebut.
IMPLIKASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PEKALIPAN KOTA CIREBON Eka Wahyu Setiati
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implikasi manajemen berbasis sekolah dan keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian ini tergolong sebagai Metode Penelitian Survey. Tempat Penelitian adalah di Sekolah Dasar di Kecamatan Pekalipan 15 SD terbagi 12 SD Negeri dan 3 SD Swasta.Teknik yang akan peneliti gunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah teknik kuesioner atau angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif antara Manajemen Berbasis Sekolah di Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon (X1) dengan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah (X2). Koefisien korelasinya sebesar 0,636 dengan nilai Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara manajemen berbasis sekolah dengan keterampilan manajerial kepala sekolah dengan kategori hubungan yang kuat dan bersifat positif. Korelasi Manajemen Berbasis Sekolah (X1) dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar dengan koefisien sebesar 0,640 dengan Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara manajemen berbasis sekolah dengan kinerja guru dengan kategori hubungan yang kuat dan bersifat positif. Sedangkan Korelasi antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dasar (X2)dengan Kinerja Guru (Y) koefisien korelasinya sebesar 0,570 dengan Sig. 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat korelasi secara signifikan antara Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dasar (X2)dengan Kinerja Guru (Y) dengan kategori hubungan yang cukup kuat dan bersifat positif.
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop di Madrasah Binaan Barnawi Barnawi
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of teachers' ability to create KKM through workshops in Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie and Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. The research method used is school action research. The search procedure is adapted to Classroom Action Research (CAR). This research is a participatory research that focuses on actions and reflections based on rational and logical considerations to improve practical conditions in practice. In addition, this action research also encourages a thorough understanding of the measures taken to solve the practical problems encountered in the training unit. Based on the results of the research and discussions, it can be concluded that the workshops enhance the ability of teachers to establish a KKM. In Cycle I, three of the five aspects of the evaluation of teacher activity did not meet the criteria. But in the second cycle, all aspects met the criteria. The results of the evaluation of KKM determination have also increased. At the beginning of the first cycle, 13 teachers (54.17%) scored below the criterion. But after the second cycle, 24 teachers (100%) met the minimum grade criteria. Similarly, the mean results of the KKM determination, which was 75 years at the undergraduate level and 85.83 at the second cycle. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat KKM melalui lokakarya di Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie dan Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Prosedur pencarian disesuaikan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini adalah penelitian partisipatif yang berfokus pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk meningkatkan kondisi praktis dalam praktik. Selain itu, penelitian tindakan ini juga mendorong pemahaman menyeluruh tentang langkah-langkah yang diambil untuk memecahkan masalah praktis yang dihadapi di unit pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa lokakarya meningkatkan kemampuan guru untuk membentuk KKM. Dalam Siklus I, tiga dari lima aspek evaluasi kegiatan guru tidak memenuhi kriteria. Namun pada siklus kedua, semua aspek memenuhi kriteria. Hasil evaluasi penentuan KKM juga meningkat. Pada awal siklus pertama, 13 guru (54,17%) mendapat skor di bawah kriteria. Tetapi setelah siklus kedua, 24 guru (100%) memenuhi kriteria nilai minimum. Demikian pula, hasil rata-rata dari penentuan KKM, yaitu 75 tahun di tingkat sarjana dan 85,83 pada siklus kedua.
Kompetensi Profesional Guru MA An-Nur Setupatok Kabupaten Cirebon Agus Prayitno
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Professional competence is the ability to master broad and in-depth learning material that enables guiding students to meet the competency standards set out in National Education Standards. A professional teacher is not only competent in the mastery of the material, the use of appropriate methods, but there is also a desire to always improve the professional abilities and the desire to always develop strategies in carrying out their duties as instructors as well as educators so that the teaching-learning process can reach the level optimal. The results of the study are based on data obtained from observations, interviews and documentation, the professional competence of teachers in MA Annur Setupatok Cirebon District shows 1). The teacher has an academic qualification according to the subject he teaches is almost high at 83.3%, 2). The teacher chooses learning material that is taught according to the level creatively, 3). The teacher develops professionalism on an ongoing basis by taking reflective actions, 4). The teacher uses information and communication technology to develop themselves. Abstrak Kompetensi Profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Seorang guru profesional tidak hanya berkompeten dalam penguasaan materi, penggunaan metode yang tepat, akan tetapi juga ada keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan profesional tersebut dan keinginan untuk selalu mengembangkan strategi-strategi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar sekaligus pendidik agar proses belajar-mengajar dapat mencapai tingkat yang optimal. Hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi, kompetensi professional guru di MA Annur Setupatok Kabupaten Cirebon menunjukkan 1). Guru memiliki kualifikasi akademik sesuai mata pelajaran yang diampunya hampir tinggi sebesar 83,3 %, 2). Guru memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkatan secara kreatif, 3). Guru mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, 4). Guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Bagi Pustakawan Melalui Kegiatan Pelatihan Sahrudin Sahrudin
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of monitoring of 8 (eight) national education standards, the school library so far has not been in accordance with the specified standards. There are several weaknesses in the competence of school librarians concerning; understanding information literacy and digital literacy, electronic information sources, information retrieval strategies, ethical and legal evaluation and presentation of information, and plagiarism. Departing from this reality, this action research seeks to improve digital literacy skills for librarians in schools. This research is a school action research. The research procedure was carried out using a Spiral Model developed by Kemmis & Taggart. The research flow consists of four main activities, namely planning, implementation, observation, and reflection. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the ability of librarians in information literacy can be improved through training activities. In cycle I, the librarian's skills in information literacy were 25% good, and 75% sufficient. While in cycle II, the librarian's information literacy ability is 100% in the good category. Abstrak Berdasarkan hasil pemantauan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, perpustakaan sekolah sejauh ini belum sesuai dengan standar yang ditentukan. Terdapat beberapa kelemahan pada kompetensi pustakawan sekolah yang menyangkut; pemahaman literasi informasi dan literasi digital, sumber-sumber informasi elektronik, strategi penelusuran informasi, evaluasi dan penyajian informasi secara etis dan legal, serta plagiarisme. Berangkat dari kenyataan tersebut, penelitian tindakan ini berupaya meningkatkan kemampuan literasi digital bagi pustakawan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian ktindakan sekolah. Prosedur penelitian yang dilakukan menggunakan Model Spiral yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart. Alur penelitian terdiri atas empat kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan pustakawan dalam literasi informasi dapat ditingkatkan melalui kegiatan pelatihan. Pada siklus I, keterampilan pustakawan dalam literasi informasi 25% baik, dan 75% cukup. Sedangkan pada siklus II, 100% kemampuan literasi informasi pustakawan masuk kategori baik
Manajemen Program Takhfidz Al-Quran: Studi Kasus di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan fauzi ridwan
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Tahfidz Al-Quran Program is an effort to eradicate illiteracy of the Quran. Because not all moeslims in Indonesia are literate reading the Quran. There are still many moeslems in Indonesia who cannot read the Quran. To defend the Quran from counterfeiting and eradicating capital letters, it is necessary to hold the Tahfidz Al-Quran Program in the world of education. In this program, Tahfidz Al-Quran in the Islamic Boarding School is very necessary to overcome the illiteracy of the Quran in Indonesia, specifically carried out at the Islamic Boarding School Husnul Khotimah Kuningan.This study uses a qualitative description to analyze the planning, organizing, implementing and evaluating the Tahfidz Al-Quran Program conducted at Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan. The results of the study are proven by the number of students who won the Tahfidz race and many alumni who went on to college without testing or using memorized 30 juz.so in conclusion, the Tahfidz Al-Quran Program can help overcome Moeslems who cannot read the Quran. With so many students spread throghout almost all of Indonesia, it is expected to be able to overcome the illiteracy of the Quran. In this case you should look at a good Tahfidz Al-Quran Management Program. Abstrak Program Tahfidz Al-Quran merupakan upaya untuk memberantas buta huruf Al-Quran. Karena tidak semua umat muslim di Indonesia sudah melek membaca Al-Quran. Masih banyak umat muslim di Indonesia yang belum bisa membaca Al-Quran. Angka buta huruf Al-Quran umat muslim di Indonesia mencapai 225 juta. Untuk menjaga Al-Quran dari pemalsuan dan pemberantasan buta huruf Al-Quran, perlu diadakan Program Tahfidz Al-Quran di dunia pendidikan. Dalam hal ini Program Tahfidz Al-Quran yang ada di beberapa Pondok Pesantren sangat diperlukan untuk mengatasi buta huruf Al-Quran yang ada di Indonesia, khususnya yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi Program Tahfidz Al-Quran yang dilakukan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan. Hasil Penelitian dibuktikan dengan banyaknya para santri yang menjuarai perlombaan tahfidz dan banyak alumni yang melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa tes atau menggunakan hafalan 30 juz. Maka kesimpulannya, Program Tahfidz Al-Quran bisa membantu mengatasi umat muslim yang tidak bisa membaca Al-Quran. Dengan banyaknya santri yang tersebar di hampir seluruh Indonesia, diharapkan mampu mengatasi buta huruf Al-Quran. Dalam hal ini harus melihat Manajemen Program Tahfidz Al-Quran yang baik.
The Effect of Academic Supervision and Use of Information and Communication Technology Towards the Competence of Islamic Education Teachers of Islamic Education at National High School in Cirebon City Bambang Firmansyah
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper collects information about education as a pillar that forms civilization that is associated with the advancement of information and communication technology and pedagogical competence of teachers is the spearhead of education itself towards the nation's next generation. This research method uses survey methods with quantitative research approaches. The intended survey research is to explain the causal relationship and hypothesis testing. The subjects in this study were Islamic High School Islamic Education Teachers in the city of Cirebon, which amounted to 44 people, because of the small number of population, the authors did not take samples. Data collection methods that the authors use in this study using a questionnaire. The results of hypothesis testing found the analysis of the influence of academic supervision on teacher pedagogical competence reached 0.23% with a significant number 0.595> 0.05. The influence of the use of ICT on teacher pedagogical competence reaches 0.886 and a significant value of 0.000 <0.05 means there is a positive influence. Correlation analysis between academic supervision with the use of ICT by 82.3% and significance 0,000 <0.05 means that a positive relationship is recorded and the effect of academic supervision and the use of ICT together have a significant influence on teacher pedagogical competence of 85.8%, with a magnitude of influence of 0.720 and a significance value of 0,000 <0.05. H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a significant influence between the dependent variable on the independent variable partially and simultaneously. Abstrak Tulisan ini mengumpulkan informasi tentang pendidikan sebagai pilar pembentuk peradaban yang dikaitkan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kompetensi pedagogik guru yang merupakan ujung tombak dari pendidikan itu sendiri terhadap generasi penerus bangsa. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitain survei yang dimaksud adalah bersifat menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri di kota Cirebon yang berjumlah 44 orang, karena sedikitnya jumlah populasi, maka penulis tidak mengambil sampel. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengujian hipotesis ditemukan analisis pengaruh supervisi akademik terhadap kompetensi pedagogik guru mencapai 0.23% dengan angka signifikan 0,595 > 0,05. Pengaruh penggunaan TIK terhadap kompetensi pedagogik guru mencapai 0.886 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh positif. Analisis korelasi antara supervisi akademik dengan penggunaan TIK sebesar 82.3% dan signifikasi 0,000 < 0,05 artinya terdata hubungan positif dan pengaruh supervisi akademik dan penggunaan TIK secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 85.8%, dengan besarnya nilai pengaruh 0,720 dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dependen terhadap variabel independen secara parsial dan simultan.
EDUCATION MARKETING STRATEGIES IN IMPROVING THE IMAGE OF EDUCATION INSTITUTIONS Faiqoh Faiqoh
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Competition in education becomes inevitable, many educational institutions are abandoned by customers so that the negative dynamics of some educational institutions. Meanwhile, Islamic educational institutions, especially madrassas, are still overwhelmed by secondclass education institutions with a favorable level under public education institutions. There are still many people who are lacking or even not yet know madrasah. Therefore, many changes have to be made, especially madrasah related to the management pattern. Madrasahs as education service providers need to learn and have a passion for increasing customer satisfaction because education is a circular process that is facing each other and sustainable. The madrasah initiative starts from finding out. In a world full of innovation, competition and expansion, marketing terms need to be redefined. The marketing of educational services in Madrasahs does not necessarily mean commercialization, but prioritizes quality education, and provides excellent service to its stakeholders. Abstrak Persaingan di bidang pendidikan menjadi tidak terelakkan, banyak lembaga pendidikan yang ditinggalkan pelanggan sehingga terjadi dinamika negatif dari beberapa lembaga pendidikan. Sementara itu, institusi pendidikan Islam khususnya madrasah masih terbebani oleh institusi pendidikan kelas dua dengan level yang menguntungkan dibawah institusi pendidikan umum. Masih banyak orang yang kurang atau bahkan belum mengenal madrasah. Oleh karena itu, banyak perubahan yang harus dilakukan, terutama madrasah terkait dengan pola pengelolaannya. Madrasah sebagai penyelenggara jasa pendidikan perlu belajar dan memiliki semangat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan karena pendidikan merupakan proses melingkar yang saling berhadapan dan berkelanjutan. Inisiatif madrasah dimulai dari mencari tahu. Dalam dunia yang penuh dengan inovasi, persaingan, dan ekspansi, istilah pemasaran perlu didefinisikan ulang. Pemasaran jasa pendidikan di Madrasah tidak serta merta berarti komersialisasi, tetapi mengutamakan pendidikan yang bermutu, dan memberikan pelayanan prima kepada stakeholders.

Page 1 of 10 | Total Record : 91