cover
Contact Name
Bambang Firmansyah
Contact Email
eduvis.bbc.journal@gmail.com
Phone
+628996948999
Journal Mail Official
eduvis.bbc.journal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Islamic Education, Bunga Bangsa Islamic University, Cirebon, Jalan Widarasari III - Tuparev - Cirebon Regency, West Java Province, Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27157652     DOI : 10.47453
Core Subject :
Jurnal Eduvis (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) adalah publikasi interdisipliner penelitian asli dan artikel tentang manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S-1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon yang terbit dua kali (2x) dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
EFFORTS TO IMPROVE STUDENTS' POETRY WRITING ABILITY THROUGH POETRY LEARNING USING DEMONSTRATION TECHNIQUES, INVOLVEMENT AND MENTORING GRADE XI (Case study at SMA Negeri Ligung 1 Majalengka Regency) Budiana Budiana
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research is a derivative of Vygotsky's constructivism theory. In the descent, the researcher took a model that constructed the students' thinking. The model is demonstration, involvement, and mentoring. This model is used to examine the effect of learning on Indonesian subjects in writing poetry. The school that is being tested is SMA Negeri Ligung 1 class XI. With consisting of a control class of 30 students and an experimental class of 30 students. The research approach used is qualitative with experimental methods. The results obtained from this study were an increase in the score of the ability to write essays on the pretest and posttest. The pretest average score was 43, while the posttest average score was 50.So, the ability to write essays in the control class of SMA Negeri 1 Ligung increased by 7. Whereas in the experimental class, the score data on the ability to write essays on the pretest and posttest was found. . The average score for the pretest was 44, while the average score for the posttest was 79. So, the ability to write essays in the experimental class at SMA Negeri Ligung 1 has increased by 35 Abstrak Penelitian merupakan turunan dari teori kontruktivisme yang dimunculkan oleh Vygotsky. Dalam turunanya peneliti mengambil satu model yang mengontruksikan cara berpikir siswa. Model itu adalah demostrasi, pelibatan, dan pendampingan. Model ini digunakan untuk meneliti pengaruh pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi. Adapun sekolah yang menjadi ujicoba adalah SMA Negeri Ligung 1 kelas XI. Dengan tediri kelas kontrol sebanyak 30 siswa dan kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode eksperimen. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah Terjadi peningkatan skor kemampuan menulis esai pada pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest adalah 43, sedangkan nilai rata-rata pada posttest adalah 50. Jadi, kemampuan menulis esai pada kelas kontrol SMA Negeri 1 Ligung mengalami kenaikan sebesar 7. Sedangkan pada kelas eksperimen di dapati data skor kemampuan menulis esai pada pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest adalah 44, sedangkan nilai rata-rata pada posttest adalah 79. Jadi, kemampuan menulis esai pada kelas eksperimen di SMA Negeri Ligung 1 mengalami kenaikan sebesar 35.
Manajemen Program Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Kegiatan Prestasi Non-Akademik Siswa di MAN 3 Cirebon Faizal Amir
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2021): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of extracurricular activities which are part of self-development at school is very important. In addition to many schools that are known to the public because of their achievements in the academic field, there are not a few schools that are chosen by the community because they have achievements in non-academic fields, including through extracurricular activities. To be able to improve extracurricular achievements from students, management is needed as a party for education. MAN 3 Cirebon has a number of achievements in the field of extracurricular activities and won both district and provincial levels. Based on the background above, the authors conducted the study with the aim of revealing how the management of extracurricular programs to improve students' non-academic achievements in Cirebon 3 MAN, with the aim of research: (a) To know the extracurricular activities program planning to improve student non-academic achievements MAN 3 Cirebon. (b) To study and describe the implementation of extracurricular activities programs to improve students' non-academic achievements in Cirebon 3 MAN. (c) Review and describe in more depth the program evaluation of extracurricular activities to improve students' non-academic achievements in MAN 3 Cirebon. (d) Describe the implications of the extracurricular activities program for improving non-academic achievements of students in Cirebon 3 MAN. The research approach itself uses a qualitative approach, namely research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects, for example: behavior, perception, motivation, action, and others, in a holistic manner. Data collection is done by observation, documentation, and interview techniques. . Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The conclusion of this study is that the planning implemented in Cirebon 3 MAN will form extracurricular activities that aim to facilitate students in sharpening their interests and talents according to their respective fields of expertise. The implementation of the extracurricular program in MAN 3 Cirebon includes the main tasks carried out by the supervisor, the general task of the coach is to foster students in MAN 3 Cirebon in a variety of continuous and continuous extracurricular activities so that they have qualified abilities and skills. After that the students are selected by the coach and sent to take part in various competitions representing the school and deliver to the destination if the activity is carried out outside the school environment, such as competitions, shows and trips. The evaluation process carried out by determining the extent to which educational goals can be achieved through written test and practice will be followed by an extracurricular team coordination meeting, where principals and parties involved in extracurricular activities such as student affairs and curriculum as well as extracurricular advisors discuss developments and the obstacles faced during the implementation of extracurricular activities and solving the solution. To be repaired in the next semester. The implication of this research is that increasing non-academic achievement of students through extracurricular programs includes: training discipline, training students' talents, and schools being known to the wider community. Abstrak Perkembangan kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan bagian daripengembangan diri di sekolah menjadi suatu hal yang sangat penting. Selain banyak sekolah yang dikenal masyarakat karena prestasi di bidang akademik, tidak sedikit pula sekolah yang menjadi pilihan masyarakat karena memiliki prestasi di bidang non-akademik, diantaranya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Untuk dapat meningkatkan prestasi ekstrakurikuler dari peserta didik maka sebagai pihak kependidikan dibutuhkan suatu manajemen. MAN 3 Cirebon memiliki sejumlah prestasi dalam bidang ekstrakurikuler dan menjadi juara baik tingkat kabupaten maupun propinsi. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengungkapkan bagaimana manajemen program ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswa di MAN 3 Cirebon, dengan tujuan penelitian: (a) Untuk mengetahui perencanaan program kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswa di MAN 3 Cirebon. (b) Untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswa di MAN 3 Cirebon. (c) Mengkaji dan mendeskripsikan secara lebih mendalam terhadap evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswa di MAN 3 cirebon. (d) Mendeskripsikan implikasi program kegiatan ekstrakurikuler terhadap peningkatan prestasi non-akademik siswa di MAN 3 Cirebon. Pendekatan penelitian ini sendiri menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya: perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lainnya, secara holistik.. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi,dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perencanaan yang diterapkan di MAN 3 Cirebon akan membentuk kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk memudahkan para siswa dalam mengasah minat dan bakatnya sesuai bidang keahliannya masing-masing. Pelaksanaan program ekstrajurikuler di MAN 3 Cirebon meliputi tugas-tugas utama yang dilakukan oleh pembina, tugas umum dari pembina yaitu membina iswa-siswa di MAN 3 Cirebon dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler secara terus-menerus dan berkelanjutan agar mereka memiliki kemampuan dan ketrampilan yang mumpuni. Setelah itu peserta didik di seleksi oleh pembina dan dikirim untuk mengikuti berbagai kompetisi mewakili sekolah dan mengantar ke tujuan apabila aktivitas dilakukan di luar lingkungan sekolah, seperti pertandingan-pertandingan, pertunjukkan-pertujukkan, dan perjalanan. Proses evaluasi yang dilakukan dengan cara menentukan sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai melalui proses tes tulis dan praktek akan dilanjutkan rapat koordinasi tim ekstrakurikuler, dimana kepala sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti waka kesiswaan dan kurikulum serta para pembina ekstrakurikuler membahas perkembangan dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan memecahkan solusinya. Untuk dilakukan perbaikan pada semester depan. Implikas dari
Urgensi Penerapan Prinsip Manjemen Modern Pada Lembaga Pendidikan Islam: Urgensi Penerapan Prinsip Manjemen Modern Pada Lembaga Pendidikan Islam Muhammad Raihan Nasucha; Mochamad Fikri Alby Rapsjani; Ditya Mareta Ayu Puspitasari
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of an educational institution cannot be separated from the management system that regulates all educational activities in it properly. Modern management principles are the key to success and provide various innovations and new breakthroughs in the governance of an educational institution. It is important for Islamic educational institutions to participate in implementing a modern management system that manages the various educational needs of an institution. With the application of good modern management principles in Islamic educational institutions and institutions, it will have a tremendous positive impact on the progress of these institutions. Efficiency and effectiveness will be obtained by Islamic education institutions in the education management system which will later help achieve the goals of Islamic education to be achieved. ABSTRAK Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari sistem manajemen yang mengatur segala aktivitas pendidikan didalamnya dengan baik. Prinsip manajemen modern menjadi kunci keberhasilan serta memberikan berbagai inovasi dan terobosan baru di dalam tata kelola sebuah lembaga pendidikan. Penting bagi lembaga pendidikan Islam untuk ikut serta dalam menerapkan sistem manajemen modern yang mengelola berbagai kebutuhan pendidikan dalam sebuah institusi. Dengan penerapan prinsip manajemen modern yang baik dalam lembaga dan institusi pendidikan Islam akan memberikan dampak positif yang luar biasa untuk kemajuan lembaga tersebut. keefisiensian dan keefektifan akan didapatkan oleh lembaga pendidikan Islam dalam sistem pengelolaan pendidikan yang nantinya akan membantu mencapai tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai.
Visi Pemimpin Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Cecep Tatang Wijaya; Dadang Suparman; Neng Hilma Mimar
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visionary leadership is leadership that puts forward the implementation of the vision for the advancement of education not only in the present but also in the future. So the visionary leader must have a big idea to advance his institution through a strong vision and mission. The purpose of this study is an educational leader who has a vision, good insight based on religion, philosophy, psychology and sociology that can improve the quality of education. This research is structured with a deductive approach, namely through the literature study method, either in books, journal articles, or online that discuss educational leadership. The results of the research Visionary is one of the characteristics of a leader. Reactive leaders are leaders who have a tendency to think only for the short term in achieving a goal. And this principle is the very opposite of the visionary meaning. Leaders without visionaries are the same as leaders who are reactive. Because the character of a leader who has a reactive nature is a leader who focuses on working quickly to respond to all actions, but the results are not effective, they are only oriented to all things that are zhaa'hiriyyah (visible), namely this place and in the present time. In contrast to visionary leaders, they always prioritize organizational management based on plans that are new and dynamic and think about the future, on the other hand, the characteristics of managers are those who prioritize maintaining organizational performance stability. Visionary leadership is characterized by the ability to manage intuition related to the focus of institutional development and the educational environment, the ability to manage the vision of an educational organization to measure ideas that contain ideal scenarios about the future and the reality that has been realized or not, and the ability to analyze challenges and obstacles as strengths and weaknesses. opportunities based on leadership research that have made progress. ABSTRAK Pemimpinan visioner merupakan kepemimpinan yang mengedepankan implementasi visi untuk kemajuan pendidikan bukan hanya di masa kini namun juga di masa yang akan datang. Sehingga pemimpin visioner harus mempunyai sebuah gagasan besar untuk memajukan lembaganya melalui visi dan misi kuat. Tujuan penelitian ini adalah seorang pemimpin pendidikan yang mempunyai visi, berawasan yang baik berlandaskan pada agama, filosofi, psikologi dan sosiologi yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini disusun dengan pendekatan deduktif yakni melalui metode studi kepustakaan, baik pada buku-buku, artikel jurnal, atau pada online yang membahas mengenai kepemimpinan pendidikan. Hasil penelitian Visioner merupakan salah satu karakteristik pemimpin. Pemimpin yang reaktif adalah pemimpin yang mempunya kecedrungan berpikir hanya untuk jangka pendek dalam mencapai sebuah tujuan. Dan prinsip ini sangat berlawanan dengan makna visoner. Pemimpin tampa memeliki visioner sama dengan pemimpin yang bersikap reaktif. Karena karakter pemimpin yang memiliki sifat reaktif adalah pemimpin yang fokus bekerja cepat untuk merespon semua tindakan, namun hasilnya tidak efektif, mereka hanya berorientasi pada segala hal yang zhaa’hiriyyah (kasat mata), yaitu tempat ini dan dalam waktu sekarang. Berbeda dengan pemimpin yang visioner, mereka selalu menegedepankan pengelolaan organisasi berdasarkan rencana-rencana yang bersifat baru dan dinamis serta berpikir masa depan, sebaliknya karakteristik mananjer adalah yang mengedepankan dalam menjaga stabilitas kinerja organisasi. Kepemimpinan visioner ditanda oleh kemampuan mengelola intuisi yang berhubungan dengan fokus pengembangan lembaga dan lingkungan pendidikan, kemampuan mengelola visi organisasi pendidikan untuk mengukur gagasan-gagasan yang mengandung skenario ideal tentang masa depan dan kenyataan sudah terwujud apa belum, dan kemampuan menganalisa tantangan dan hambatan menjadi kekuatan dan peluang berdasarkan riset kepemimpinan yang berhasil mencapai kemajuan.
Penerapan Manajemen Konflik Berbasis Agama Dan Psikologi: Studi Kasus di SMK Negeri 29 Jakarta Valentina Purnama Dewi; Sugeng Suwagi; Udin Sumarsah
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal aims to identify forms of conflict in schools, to find out how school principals solve problems or conflicts using conflict management. This study uses a qualitative approach and case study methods. Techniques in data collection: using document searches, archives, interviews, and participant observation. Interviews were conducted with school principals, vice principals, teachers, and among students. Direct observations were made to explore conflict management in schools. The results of the study: (1) conflicts that occur between students, individuals or groups can take the form of bullying, fights or brawls. (2) conflicts that occur between students are caused by differences in perceptions, goals and dependencies between them. (3) conflicts between students and teachers take the form of disrespectful attitudes, ignoring lessons, physical threats to teachers. (4) conflict between teachers - students, due to the unpreparedness of teachers to accept criticism, as well as unequal perceptions and goals, as well as unpreparedness of teachers in learning (5) schools resolve conflicts by: bringing in characters, creating new conflicts, implementing school programs to build commitment, open communication and intimacy with each other. (6) to resolve conflicts, teachers must build communication & intimacy with students, facilitating the resolution of conflicts between them. The religious approach is carried out by making a schedule for memorizing short verses during morning apples and tadarus every Tuesday and Thursday, and a psychological approach by telling famous figures and their life problems and diverting extra students' energy to useful activities such as extracurricular activities and farming around the school. ABSTRAK Jurnal ini bertujuan, mengenali bentuk konflik di sekolah, mengetahui bagaimana kepala sekolah menyelesaikan masalah atau konflik dengan menggunakan manajemen konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik dalam pengumpulan data: menggunakan penelusuran dokumen, arsip, wawancara, dan observasi partisipan. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, dan antar siswa. Pengamatan langsung dilakukan untuk mendalami manajemen konflik di sekolah. Hasil penelitian: (1) konflik yang terjadi diantara para peserta didik, individu atau kelompok bisa berwujud bullying, perkelahian atau tawuran. (2) konflik yang terjadi antara peserta didik disebabkan perbedaan persepsi, tujuan dan ketergantungan antara mereka. (3) konflik antara peserta didik dengan guru berwujud sikap tidak sopan, mengabaikan pelajaran, ancaman fisik terhadap guru. (4) konflik antara guru - peserta didik, karena ketidaksiapan guru menerima sikap kritik, serta ketidaksamaan persepsi dan tujuan, serta ketidak siapan guru dalam pembelajaran (5) sekolah menyelesaikan konflik dengan cara: mendatangkan tokoh, menciptakan konflik baru, penerapan progam-program sekolah untuk membangun komitmen, komunikasi yang terbuka dan keakraban satu sama lain. (6) untuk menyelesaikan konflik, guru harus membangun komunikasi & keakraban dengan peserta didik, memudahkan penyelesaian konflik diantara mereka. Pendekatan secara agama dilakukan dnegan membuat jadwal hafalan ayat pendek saat apel pagi dan tadarus setiap hari selasa kamis, dan pendekatan secara psikologis dengan menceritakan tokoh-tokoh terkenal dan kendala hidup mereka serta mengalihkan tenaga ekstra siswa kepada kegiatan yang bermanfaat seperti ekstrakurikuler dan bertani disekitar sekolah.
Membangun Jiwa Entrepreneurship Dalam Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi Dan Sosiologi Wahyudin Wahyudin; Nana Supena
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal aims to find out how to become an ideological (religious)-based educational leadership entrepreneur, philosophical-based, psychological-based, and sociologically based. This type of research is qualitative with a descriptive approach. Collecting data by using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique is descriptive analytical. The problems discussed include the essence of being a leader who has an entrepreneurial spirit in religious-based, philosophy-based, psychology-based, and sociology-based educational leadership. ABSTRAK Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menjadi seorang enterpreneurship kepemimpinan pendidikan berbasis idologis (agama), berbasis filosofis, berbasis psikologis, dan berbasis sosiologis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dengan deskriptif analitis, Permasalahan yang dibahas antara lain Hakekat menjadi pemimpin yang memiliki jiwa enterpreneurship dalam kepemimpinan pendidikan berbasis agama, berbasis filsafat, berbasis psikologi, serta berbasis sosiologi.
Analisis Profesionalisme dalam Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Darmasta Maulana; Ujang Permana; Sofyan Sauri
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Namun kenyataan di lapangan masih banyak pimpinan lembaga pendidikan yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada transparansi, rendahnya mental pimpinan lembaga pendidikan yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output). Penelitian ini merupakan jenis riset kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data pustaka, mencatat dan membaca serta mengolah bahan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan berbasis agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Berdasarkan penelitian ini, pemimpin harus mempunyai keahlian dibidangnya, pemberian tugas atau wewenang kepada yang tidak berkopenten akan mengakibatkan rusaknya pekerjaan bahkan organisasi yang menaunginya dan profesionalisme adalah sikap yang bijaksana (informend responsiveness) yang harus dilandasi oleh keahlian, kemampuan, teknik dan prosedur yang mantap diiringi sikap kepribadian berbasis agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Dalam pengembangan profesionalisme kepemimpinan pendidikan diperlukan pemantapan kode etik profesi yang dilandasi Agama, filsafat, psikologi dan sosiologi.
Dampak Pembelajaran Daring Selama Pandemi Terhadap Karakter Peserta Didik Muhamad Fani Sakti; Yazida Ichsan; Ikhsannudin Nur Hidayah; Sugeng Atmojo
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is very important component for the creation of quality and progressive nation. The quality and progress of a nation can be seen from the good morals that can be obtained from the success of character education. The COVID-19 pandemic has forced learning to be conducted online, where initially educators and students met face-to-face and turned into remote meetings. This study aims to find out what are the effects of online learning on the character of students. This research method is qualitative in the form of library research. The data source of this research is literature, both in books and in journals about moral education during the pandemic. Data collection is done by tracing related references, both manually and digitally. Data and findings from various literatures are processed into new concepts that are intact and structured. The results of this study indicate that educating character is a challenge for educators. Therefore, educators are led to be creative in implementing learning strategies and applying rules in their classrooms. Besides, the role of parents is also very necessary in supervising and guiding their children at home. ABSTRAK Pendidikan merupakan komponen yang sangat penting untuk terciptanya bangsa yang berkualitas dan berkemajuan. Kualitas dan majunya suatu bangsa dapat dilihat dari bagus akhlaknya yang dapat diperoleh dari keberhasilan pendidikan karakternya. Pandemi covid-19 memaksa pembelajaran dilakukan secara daring, dimana awalnya pendidik dan peserta didik bertemu secara langsung berubah menjadi pertemuan jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pengaruh dari pembelajaran daring terhadap karakter peserta didik. Metode penelitian ini adalah kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan. Sumber data dari penelitian ini adalah dari literatur baik yang ada di buku maupun di jurnal tentang pendidikan akhlak di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri referensi terkait, baik secara manual maupun digital. Data dan temuan dari berbagai literatur diolah menjadi konsep baru yang utuh dan terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mendidik karakter menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Oleh karena itu para pendidik dituntun kreatif menerapkan strategi pembelajaran dan menerapkan aturan-aturan di kelasnya. Disamping itu peran orang tua juga sangat diperlukan dalam mengawasi dan membimbing putra-putrinya dirumah.
Enterpreneurship dalam Kepemimpinan Pendidikan Barnawi Barnawi; Kristijarso Kristijarso
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Enterpreneurship dalam Kepemimpinan Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan subjek 9 Kepala Madrasah Aliyah Binaan se Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan aplikasi PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Enterpreneurship dalam kepemimpinan pendidikan di madrasah binaan 100% telah berjalan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki kompetensi kewirausahaan yang mumpuni. Pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi kepemimpinan telah dipahami dan diaktua masih perlu ditingkatkanlisasikan dalam tata kelola madrasah hanya dimensi menciptakan perubahan yang kuat dan membina kegiatan produksi/jasa.
Kepemimpinan Pendidikan yang Efektif: Berlandaskan Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Abdul Waidl; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

How should educational institutions be mobilized? Why does an educational leadership exist? What kind of educational leadership model is needed so that educational institutions can run well, effectively, efficiently and achieve targets. Is a leadership that is closer to change (dynamics) and respects every difference. Or a leadership that is closer to uniformity and discrimination. The following article answers through 4 foundations, namely religion, philosophy, psychology and sociology.

Page 3 of 10 | Total Record : 91