cover
Contact Name
Dafrid Cahyadi Arifin
Contact Email
dafridcahyadiarifin@unimerz.ac.id
Phone
+6281230091927
Journal Mail Official
jarwo.ibrahim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mappala Blok A4/3 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EDULEC
ISSN : -     EISSN : 28093135     DOI : https://doi.org/10.56314/edulec.v3i1.120
Core Subject :
Education (Classroom Action Research/PTK), Research and Development (R & D), Learning Model, curriculum, teaching- learning, evaluation, quality education, management, and education technology) Language (Morphology, Syntax, Phonology, Semantic, Pragmatic, Language Typology, Discourse Analysis, Translation, Linguistic Ecology, Applied Linguistic, Language Learning, Teaching English Method) Culture (Belief System, History, Art, Ethnicity, And Philosophy) and open to all methodological approaches and theoretical uses
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Sistem Informasi Penerima Bansos Pendidikan Seri Malemna Br Perangin-Angin; Dewi Yohana Br Ginting; Asprina Br Surbakti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 3 (2025): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i3.437

Abstract

Penduduk desa tanjung barus Sebagian besar masih tergolong ke bagian mengengah kebawah sehingga dengan kodisi seperti ini bantuan sosial tentu sangat dibutuhkan, dalam hal ini bantuan yang diberikan sangat membantu, terlebih guna menguragi angka putus sekolah akibat kendala ekonomi. Di desa tanjung barus, proses pendataan calon penerima bansos sering kali masih dilakukan secara manual, menggunakan kertas dan pencatatan melalui Microsoft Excel tentu dalam hal ini sangat tidak efektif. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pendataan yang berbasis web guna meningkatkan proses pendataan yang dapat dilakukan secara cepat, efesien, dan akurat. Sistem ini dibagun dengan mengunakan bahasa pemerograman PHP dan database dan management system MySQL. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Penerima Bantuan Sosial Pendidikan yang mampu mendukung proses pengelolaan data penerima bantuan secara efektif, efisien, dan transparan. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Menganalisis kebutuhan sistem dalam proses pendataan, seleksi, dan penyaluran bantuan sosial pendidikan agar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Merancang sistem informasi yang dapat mengelola data siswa penerima bansos secara terstruktur, akurat, dan mudah diakses oleh pihak terkait. Meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial pendidikan dengan meminimalkan kesalahan pendataan dan subjektivitas dalam penentuan penerima. Mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan sosial pendidikan melalui penyajian laporan dan informasi yang jelas. Mempermudah proses monitoring dan evaluasi penyaluran bantuan sosial pendidikan oleh pihak sekolah atau instansi terkait. Mengurangi waktu dan biaya operasional dalam pengelolaan data bantuan sosial pendidikan dibandingkan dengan sistem manual.
Pabrik Gula sebagai Arena Sosial: Kajian Literatur tentang Akses dan Mutu Pendidikan Anak Petani Tebu Melalui Kacamata Pierre Bourdieu Musdalifah; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.438

Abstract

Industri gula merupakan sektor strategis dalam ekonomi pedesaan Indonesia, yang tidak hanya memengaruhi pendapatan petani tetapi juga membentuk struktur sosial dan akses terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keberadaan pabrik gula memengaruhi akses dan mutu pendidikan anak petani tebu, menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis dan dianalisis melalui kerangka teori Pierre Bourdieu. Kajian mencakup literatur peer-reviewed dan laporan akademik dari 2010 hingga 2025 yang membahas industri gula, ketimpangan sosial, pendidikan pedesaan, dan modal sosial-budaya-ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pabrik gula berfungsi sebagai arena sosial di mana distribusi kapital ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik tidak merata. Ketergantungan petani pada pabrik menyebabkan subordinasi ekonomi, memengaruhi kemampuan keluarga dalam membiayai pendidikan anak. Habitus agraris yang menekankan kerja fisik lebih tinggi daripada pendidikan formal berkontribusi pada rendahnya aspirasi akademik anak, sementara kapital sosial dan budaya yang terbatas membatasi akses terhadap informasi pendidikan dan peluang pengayaan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan anak petani merupakan fenomena reproduksi lintas generasi yang bersifat struktural dan multidimensional. Penelitian ini menyarankan intervensi holistik yang mencakup penguatan modal budaya keluarga, peningkatan mutu sekolah pedesaan (guru, fasilitas, TIK), serta reformasi struktur industri gula, termasuk kebijakan harga adil dan program CSR berbasis transformasi sosial. Studi ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana struktur ekonomi-industri dan praktik sosial di pedesaan membentuk akses pendidikan, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan pembangunan pedesaan yang lebih inklusif.
Pengaruh Pemanfaatan AI Sebagai Asisten Belajar Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Dalam Mengikuti Perkuliahan Ashabul Taufik; Hermila A; Andi Muh Akbar Saputra; Indra Farman
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 3 (2025): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i3.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemanfaatan AI sebagai asisten belajar terhadap minat belajar mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan angket kepada 103 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan pada pengambilan data utama. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar mahasiswa, dengan koefisien regresi sebesar 0.843 dan nilai signifikansi 0.000. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI dapat meningkatkan motivasi, pemahaman materi, dan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar, meskipun risiko ketergantungan dan penurunan kreativitas tetap perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, AI terbukti efektif sebagai alat bantu belajar apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Royal Words in Transition: A Pragmatic Analysis of Pakubuwono XIV’s Javanese Speech Acts Budi Purnomo
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.444

Abstract

This study examines the pragmatic construction of authority, commitment, and cultural legitimacy in the coronation address of Pakubuwono XIV delivered during the Jumenengan ceremony at the Surakarta Palace. While speech act studies have widely explored political speeches, institutional communication, and public rhetoric, contemporary royal discourse in Indonesia remains underexplored, particularly within Javanese sociocultural settings. Using a qualitative descriptive design, this study analyzes the official speech text as a form of ceremonial-institutional discourse. Data were examined through Speech Act Theory, supported by politeness theory and cultural pragmatics frameworks. The findings reveal that declarative, commissive, and directive acts dominate the address. Declarative acts function to formally enact kingship and legitimize institutional authority. Commissive acts articulate commitments to religion, palace governance, public welfare, and national loyalty. Directive acts guide palace members and the wider public through culturally mitigated forms consistent with Javanese norms of harmony and respect. Expressive acts occur less frequently and primarily communicate ethical stance rather than personal emotion. The study demonstrates that royal discourse continues to operate as a strategic communicative resource for negotiating continuity between traditional kingship and modern statehood. Theoretically, this article extends speech act scholarship into a non-Western ceremonial context. Practically, it contributes to understanding leadership communication in culturally rooted institutions undergoing sociopolitical transition.  
Students’ Code-Switching between Selayar Language and English in English Classroom Activities Syahruni Ramadani; Mustika; Muliadi; Pajri
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.482

Abstract

This study investigates the students’ code-switching between Selayar language and English during English classroom activities. The research aims to identify the types of code-switching used by students and explore the factors influencing its use in the English classroom. This study employs a qualitative research approach with a descriptive design. The participants are students of a junior secondary school in Selayar, selected purposively. Data are collected through classroom observations, audio recordings of classroom interactions, and interviews. The data are analyzed using thematic analysis to identify patterns and categories of code-switching practices. The findings show that students frequently use inter-sentential and intra-sentential code-switching during classroom interactions. Code-switching occurs due to several factors, including limited English proficiency, the influence of the first language, the need for clarification, and social interaction among peers.  Code-switching also helps students maintain interaction during classroom activities, especially when they experience difficulty expressing ideas in English. The study concludes that code-switching plays an important role in facilitating students’ understanding and participation in English classroom activities. This study suggests that teachers should manage code-switching strategically in the English classroom.
Tingkat Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Pada Siswa Kelas XI SMKN 2 Makassar : Survey On The Physical Fitness Levels Of Grade XI Students at SMKN 2 Makassar Muh Akram Basri; Wahyu Munandar; Agus Ismail
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.491

Abstract

Penelitian in di latar belakangi pentingnya tingkat kesegaran jasmani terutama siswa kelas XI SMK Negeri 2 Makasssar. Banyak keluhan dari para siswa yang merasa kelelahan dalam setiap mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga perlu diketahuinya tingkat kesegaran jasmani usia 16 – 19 tahun di SMK Negeri 2 Makassar. Penelitian in merupakan penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu tingkat kesegaran jasmani. Populasi yang digunakan dalam penelitian in adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Makassar yang beriumlah 106 siswa, Peneliti menggunakan 82 putra dan 24 Putri. Instrumen penelitian untuk mengukur kebugaran jasmani menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak usia 16-19 tahun dari Kemendiknas. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase menggunakan metode survei. Berdasarkan nilai rata-rata yaitu skor dan persentase tertinggi yaitu 69.51% berada pada kategori cukup, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI Putra SMK Negeri 2 Makassar masuk dalam kategori cukup. Berdasarkan nilai rata-rata yaitu skor dan persentase tertinggi yaitu 66.67% berada pada kategori kurang, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI Putri SMK Negeri 2 Makassar masuk dalam kategori kurang.
Konstruksi Persepsi Calon Guru terhadap Efektivitas Model TGT dalam Pembelajaran IPS St. Wijdanah Ram; Vivit Rosmayanti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi calon guru terhadap efektivitas model Team-Games-Tournament (TGT) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan pengaruh TGT terhadap hasil belajar siswa, kajian yang mengeksplorasi bagaimana calon guru memaknai efektivitas model tersebut melalui pengalaman praktik pedagogik masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Subjek penelitian berjumlah delapan calon guru yang telah mengimplementasikan TGT dalam kegiatan microteaching pembelajaran IPS, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik thematic analysis melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan pengembangan tema. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) peningkatan partisipasi dan interaksi sosial siswa, (2) penguatan motivasi dan suasana belajar yang lebih dinamis, (3) peningkatan pemahaman konsep IPS, serta (4) tantangan implementasi terkait manajemen waktu dan pengelolaan kelas. Temuan menunjukkan bahwa calon guru memersepsikan TGT sebagai model pembelajaran yang efektif, namun efektivitas tersebut dimediasi oleh kesiapan pedagogik dan kualitas perencanaan pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas kajian pembelajaran kooperatif dari perspektif hasil belajar menuju konstruksi keyakinan pedagogik calon guru, serta berimplikasi pada penguatan praktik reflektif dalam pendidikan guru.
Retorika Cinta dalam Lirik Lagu “Bersamamu” Karya Agogo Violin: Analisis Diksi Emosional, Repetisi, dan Struktur Pesan Dwi Syukriady; Jumriati; Siti Khadijah Cantika Sari
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.507

Abstract

Lirik lagu sebagai bentuk sastra populer memanfaatkan bahasa secara estetis dan persuasif untuk menyampaikan pengalaman emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis retorika cinta dalam lirik lagu “Bersamamu” karya Agogo Violin melalui tiga aspek utama, yaitu diksi emosional, repetisi retoris, dan struktur pesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan analisis data melalui tahap reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Validitas data dijaga melalui uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi emosional dalam lirik bersifat konotatif dan metaforis sehingga mampu membangun kedalaman makna dan kedekatan afektif dengan pendengar. Repetisi retoris berfungsi sebagai strategi penegasan makna, memperkuat kohesi wacana, serta meningkatkan daya sugesti dan persuasi pesan. Sementara itu, struktur pesan tersusun secara progresif, bergerak dari ekspresi perasaan, permintaan konfirmasi, hingga penegasan komitmen jangka panjang, sehingga membentuk alur makna yang sistematis dan terarah. Secara keseluruhan, integrasi ketiga aspek tersebut menghasilkan retorika cinta yang efektif secara estetis dan persuasif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian stilistika dan linguistik dengan menunjukkan bahwa retorika dalam lirik lagu tidak hanya terletak pada keindahan bahasa, tetapi juga pada mekanisme kebahasaan yang secara sistematis membangun pengalaman emosional pendengar.
The Impact of AYIMUN Participation on Indonesian EFL University Students’ Public Speaking Confidence: A Qualitative Case Study Andi Rahmayanti; Syarifuddin Dollah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.515

Abstract

Public speaking confidence constitutes a fundamental communicative competence for university students operating in increasingly globalized academic and professional environments. This qualitative case study investigates the impact of participation in the Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) on the public speaking confidence of Indonesian EFL university students. Grounded in Bandura's (1997) self-efficacy theory and Byram's (2020) Intercultural Communicative Competence (ICC) framework, the study employed purposive sampling to recruit a bounded sample of three (n=3) Indonesian undergraduate participants, all of whom had completed at least one full AYIMUN delegation cycle. Data were generated through semi-structured interviews, reflective journals, and where available, observational records, and were analyzed using thematic analysis framework by Braun and Clarke (2006). The findings reveal that AYIMUN participation meaningfully strengthens students' public speaking confidence across four key dimensions: enhanced self-assurance, improved speech clarity and organizational coherence, greater spontaneity in impromptu communication, and heightened intercultural communicative awareness. Participants also reported concurrent growth in complementary competencies including critical thinking, negotiation, and leadership which functioned as catalysts for broader communicative development. These contributions must, however, be interpreted within the study's epistemological and methodological boundaries: the small purposive sample necessarily constrains the transferability of findings; the predominant reliance on self-reported data introduces potential recall and social desirability biases; and the single-site, single-event design delimits generalizability across diverse MUN contexts. The study concludes that AYIMUN constitutes a high-impact experiential learning environment that simultaneously fosters public speaking confidence and intercultural competence among Indonesian EFL learners, carrying substantive implications for curriculum design, extracurricular policy, and future empirical inquiry in Indonesian higher education.
Integrating Task-Based Language Teaching in ESP to Enhance Professional Speaking Competence Yuriatson; Nurul Amaliah; Anwar Taufiq; Nurliah; Asdar
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 6 No 1 (2026): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v6i1.522

Abstract

This study investigates the integration of Task-Based Language Teaching (TBLT) in English for Specific Purposes (ESP) to enhance students' professional speaking competence. Employing a qualitative descriptive design, the study involved seven third-semester nursing students who participated in semi-structured interviews to explore their learning experiences, perceived improvements, and challenges. The data were analyzed using thematic analysis to identify key patterns and insights related to the implementation of TBLT in ESP contexts. The findings reveal that TBLT significantly contributes to the improvement of students' speaking competence, particularly in terms of fluency, vocabulary development, interactional ability, and self-confidence. The use of authentic tasks, such as role plays, simulations, and group discussions, enables students to practice language in meaningful and context-relevant situations, thereby enhancing their ability to communicate effectively in professional settings. Additionally, the interactive and student-centered nature of TBLT fosters greater engagement and motivation among learners. However, the study also identified several challenges, including limited vocabulary, difficulties in spontaneous sentence construction, and initial anxiety in speaking. These challenges indicate the need for adequate instructional support, such as scaffolding strategies, vocabulary enrichment, and constructive feedback. Despite these limitations, students generally expressed positive perceptions of TBLT, highlighting its relevance to their future professional needs. In conclusion, the integration of TBLT in ESP is an effective pedagogical approach for developing professional speaking competence. It not only improves linguistic performance but also enhances learners' confidence and readiness for real-world communication. Therefore, TBLT is recommended as a strategic approach in ESP instruction to better prepare students for the demands of professional communication in global contexts.