cover
Contact Name
Agung Abadi Kiswandono
Contact Email
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281329121722
Journal Mail Official
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analit: Analytical And Environmental Chemistry
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25408224     EISSN : 25408267     DOI : 10.47352/analit
Core Subject :
Analit is a scientific journal that contains research results and reviews in the field of analytics and the environment. Fields of research studies or review articles that can be published in this journal include analytical chemistry, biosensor, chemical sensor, synthesis and characterization of materials, renewable-energy-related functional materials, environmental chemistry, remediation and waste treatment technologies, green chemistry and sustainability, as well as applied chemistry for environmental health and industrial processes.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN METODE ABTS (2,2 azino-bis (3- ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) Hasri Hasri Hasri; Tahirah Hasan
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p34-43

Abstract

Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) mengandung senyawa fenolik yang dapat meredam radikal bebas sehingga berpeluang sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang kunyit hitam dengan metode ABTS. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia kunyit hitam dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 739 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol rimpang kunyit hitam dengan metode ABTS diperoleh nilai IC50 sebesar 124,8576 ± 0,231µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidannya 0,0012 kali dibandingkan asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 0,15256 ± 0,293 µg/mL.
Analisis Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Arabika (Coffea arabika) Berdasarkan Tempat Tumbuh Di Kabupaten Bener Meriah Rahul Aulia Indis; Mulia Safrida Sari; Sara Gustia Wibowo
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p44-52

Abstract

Kafein termasuk salah satu senyawa spesifik yang terdapat di dalam kopi. Kafein dapat memberikan dampak positif bagi tubuh untuk kesehatan, seperti menghilangkan stress. Pada kopi arabika, kandungan kafein lebih rendah dari robusta yaitu sebesar 1,1-1,3%. Namun, penyelidikan terkait perbandingan kadar kafein pada berbagai ketinggian di wilayah Bener Meriah belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kadar kafein pada biji kopi arabika berdasarkan tempat tumbuh. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan sampel buah kopi dari tiga lokasi dengan ketinggian berbeda (981 MDPL, 1234 MDPL, dan 1700 MDPL), selanjutnya buah kopi dikupas dan diambil bijinya kemudian disangrai (roasting) dengan suhu masuk 220ºC dan suhu keluar 213ºC selama 14 menit. Lalu digiling menjadi bubuk, disaring dan dipreparasi menjadi larutan uji untuk diukur menggunakan metode HPLC. Hasil penelitian bahwa kadar kafein pada Kecamatan Wih Pesam (981 MDPL) 0.046% atau 0.00925mg, Permata (1234 MDPL) 0.003% atau 0.00075mg, dan Bener Kelipah (1700 MDPL) 0.018% atau 0.00375mg. Kesimpulan dari penelitian bahwa kadar kafein dari masing-masing tempat masih sesuai dengan SNI 01-7152-2006 dengan kadar kafein tertinggi terdapat pada wilayah dengan ketinggian 981 MDPL.
Potensi Ekstrak Cair dan Mikrokapsul Tanaman Adam Hawa (Tradescantia spathacea) sebagai Indikator Titrasi Asam Basa Tiara Dwi Riski Nadia
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p86-97

Abstract

Tanaman adam hawa memiliki pigmen warna ungu yang khas, menandakan adanya kandungan antosianin. Antosianin bersifat polar dan memiliki variasi warna dalam trayek pH tertentu sehingga dapat digunakan sebagai indikator alami pada titrasi asam basa yang lebih ramah lingkungan. Indikator alami ini memiliki kelemahan yaitu kestabilan antosianin tergantung pada faktor lingkungan, menyebabkan hasil pengamatan pada titik akhir titrasi tidak akurat. Proses enkapsulasi dapat mengurangi pengaruh lingkungan terhadap stabilitas antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan adam hawa berpotensi sebagai indikator alami titrasi asam basa dengan trayek pH 4,5- 6,5 pada daerah serapan ? maksimum 487-586 nm. Pada keadaan asam akan menunjukkan warna merah muda dan pada keadaan basa akan menunjukkan warna hijau kebiruan. Ekstrak adam hawa dalam bentuk mikrokapsul lebih stabil terhadap faktor lingkungan, dan dapat disimpan selama dua bulan.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM DALAM LIPSTIK MELALUI SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sari Rahmiati; Vitri Aprilla Handayani; Nadia Sabrina; Mulyono Mulyono; Herpina Okti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p98-107

Abstract

Cosmetics have become one of the most sought-after aspects for women today. One commonly used cosmetic product is lipstick, which is used to add color to the lips. This research aims to identify the presence of heavy metals in lipstick samples. The study encompasses two types of tests: qualitative and quantitative analysis of metal content in lipstick. The qualitative test aims to determine whether lipstick contains certain metals using simple reagents. Meanwhile, the quantitative test, involving the use of a UV-VIS spectrophotometer, is conducted to determine the concentration of metals that produced a positive result in the qualitative test. The qualitative test results indicate that the lipstick sample contains iron (Fe) as it exhibits a red color change. The quantitative test results reveal that the concentration of Fe in the lipstick is 6.0034 mg/kg, exceeding the recommended threshold set by the Department of Health (Depkes) Keywords: Trace Metal, Lip, UV-Vis Spectrophotometry
VERIFIKASI METODE PENENTUAN RHODAMIN-B PADA LIPSTIK DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nindita Clourisa Amaris Susanto
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p108-119

Abstract

Rhodamin B sering digunakan sebagai pewarna pada lipstik dikarenakan harganya yang murah, warna yang dihasilkan menarik serta mempunyai kestabilan yang lebih tinggi dibandingkan pewarna yang berasal dari bahan alam. Penentuan Rhodamin B pada lipstik menggunakan spektrofotometri UV-Vis sudah digunakan di berbagai laboratorium. Namun, untuk mengkonfirmasi terhadap metode yang sudah digunakan maka diperlukan verifikasi metode secara berkala. Verifikasi Verifikasi metode dilakukan untuk menjamin bahwa metode yang digunakan akurat, dimana verifikasi metode terdiri atas beberapa uji yakni linieritas, presisi, akurasi, serta LOD dan LOQ. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data penelitian dengan literatur dan persyaratan di tiap-tiap parameter uji verifikasi metode. Hasil pengukuran panjang gelomabng maksimum larutan Rhodamin B adalah 548 nm. Hasil verifikasi metode menunjukkan hasil yang linier ditunjukkan dengan R2 sebesar 0,999, %recovery 97,68 menunjukkan metode mempunyai akurasi yang baik, %RSD 0,949% menunjukkan metode empunyai presisi yang baik, LOD sebesar 0,115 µg/mL dan LOQ sebesar 0,383 µg/mL Hasil menunjukan bahwa metode penentuan Rhodamin B pada sampel lipstik dengan spektrofotometri UV-Vis sudah diverifikasi dan dapat digunakan dalam analisis sampel secara rutin.
ANALISIS SULFUR DIOKSIDA (SO2) SEBAGAI POLUTAN UDARA DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT DAN WAY KANAN PADA TAHUN 2019-2020 Qudwah Mutawakkilah; Innamaa Trina; Rinawati Rinawati; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p11-20

Abstract

Pencemaran udara oleh sulfur dioksida (SO2) dapat berasal dari sumber suatu kawasan terutama sektor transportasi, perindustrian, pemukiman, dan perkantoran yang berkaitan dengan aktifitas manusia. Pencemaran udara dapat ditentukan dengan ISPU (Indeks Standard Pencemar Udara) yang berdasarkan KEP45/MENLH/10/1997. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ISPU SO2 pada empat titik lokasi pemantuan di Kabupaten Lampung Barat dan Way Kanan pada tahun 2019 dan 2020 termasuk dalam kategori yang aman dan tidak berbahaya dengan nilai ISPU secara keseluruhan di bawah 50. Rata-rata konsentrasi SO2 yang dihasilkan pada tiap titik pemantauan di Kabupaten Lampung Barat dan Way Kanan pada Provinsi Lampung menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 masih berada di bawah ambang batas. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan ANOVA multivariat, nilai p-value pada titik sampling (pemantauan), pengambilan sampling dan lokasi menunjukkan lebih dari 0,05 yang artinya tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar SO2 di Kabupaten Lampung Barat dan Way Kanan pada tahun 2019 dan 2020. Kata kunci: SO2, ISPU, Lampung Barat, Way Kanan.
Synthesis and Characterization of Fe(II) Complex Compounds with Schiff Base Ligands of 4-Dimethylamino Benzaldehyde and Aniline as Dye Sensitized in Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Zipora Sembiring; Yuli Ambarwati; Novi Aditya
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p

Abstract

Sintesis dan karakterisasi kompleks Fe(II) dengan ligan basa Schiff 4-dimetilamino benzaldehida dan anilin telah dilakukan dengan perbandingan konsentrasi 1:1. Kristal dasar Schiff yang dihasilkan berwarna jingga dengan rendemen 78%. Sintesis senyawa kompleks Fe(II) menghasilkan kristal kuning dengan rendemen 86%. Analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum pada daerah transisi π* dari gugus azometina dasar Schiff sebesar 355 hingga 565 nm setelah pengkompleksan. Analisis DTA TGA menunjukkan tiga kali kehilangan berat, kehilangan massa pertama terjadi pada suhu 200-276,7oC sebesar 10,09%, kehilangan massa kedua terjadi pada suhu 276,7-379oC sebesar 85%, dan kehilangan massa terjadi pada suhu 389,4 – 600,4oC sebesar 15% yang kehilangan satu molekul Fe2O3 yang merupakan residu sebesar 17,29% , hasil pengujian DSSC diperoleh arus kuat dan tegangan memiliki efisiensi tertinggi sebesar 2,086%. Kata kunci : Sintesis, karakterisasi, kompleks Fe(II), azometin, kristal
Removal of remazol red dye in batik wastewater using natural coagulant of moringa seeds Ulfa Arisca Yuniawati; Maya Rahmayanti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p33-44

Abstract

Remazol red dye in batik wastewater can cause damage to the aquatic environment and is toxic. This study aims to reduce the concentration of remazol red dye and COD content in batik wastewater by bio-coagulation. The natural coagulant used in this study was moringa seeds. The content of coagulant functional groups in Moringa seeds was characterized using a Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrophotometer. Biocoagulation was carried out on variations in the acidity of batik wastewater, i.e., at pH 2,3,4,5, and 6. The results of the FTIR characterization of papaya seeds after biocoagulation showed a shift in the wave numbers of the OH, N=N, and C-O groups. The optimum pH for the biocoagulation process of remazol red dye occurs at pH 4 with a % reduction of remazol red dye of 91.24 % and a decrease in COD value of 71.13 %. Keywords: remazol red, coagulation, wastewater, batik, Moringa seeds
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG PEPAYA (Carica papaya L) DENGAN PENGUKURAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-Vis PADA MENCIT Adilio Sangfirgus Triananda; Annisa Primadiamanti; Martianus Perangin Angin
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p45-55

Abstract

Malondialdehid (MDA) radikal bebas dari hasil metabolit peroksida secara luas digunakan sebagai biologis untuk menilai stress oksidatif. Radikal bebas dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada DNA yang menyebabkan gangguan pada pembelahan sel. Pemilihan MDA sebagai parameter untuk mengetahui adanya kerusakan sel akibat pemberian antioksidan yang dapat mempengaruhi kadar MDA. Tanaman pepaya telah dipercaya masyarakat mepunyai manfaat seperti antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah antioksidan dalam tanaman pepaya mapu menghambat MDA pada hewan uji mencit. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Rendemen yang didapat sebasar 10% dan hasil peneliian bahwa ekstrak pepaya pada 3,9 g/kgBB dan 7,8 g/kgBB memperlihatkan adanya aktivitas antioksidan. Kata kunci: Antioksidan, Batang Pepaya, Malandialdehid, Maserasi.
STUDI ADSORPSI LOGAM Cd (II) DAN Pb (II) MENGGUNAKAN ADSORBEN RUMPUT GAJAH (PENNISTUM PURPUREUM) Etry Rahayu; Hasri Hasri; Diana Eka Pratiwi
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p

Abstract

Penelitian ini adalah eksprimen yang bertujuan menentukan pH, waktu kontak, pola adsorpsi dan selektivitas adsorpsi logam Cd(II) dan Pb(II) oleh adsorben rumput gajah. Sampel adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum) dari desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi rumput gajah teraktivasi optimum pada pH 6 untuk logam Cd(II) dan pH 4 untuk logam Pb(II), waktu kontak optimum 60 menit baik logam Cd(II) maupun Pb(II). Pola adsorpsi logam Cd(II) mengikuti adsorpsi Langmuir dengan nilai R2 adalah 0,9993 masuk ke logam Cd(II) dan logam Pb(II) mengikuti pola adsorpsi Freundlich dengan nilai R2 yaitu 0,9661. Hasil perbandingan adsorpsi logam Cd(II) dan Pb(II) pada pH 6 yakni 0,7928 : 0,9245 mmol, dan 0,8289 : 0,8783 mmol pada pH 4 , dapat disimpulkan bahwa adsorben rumput gajah teraktivasi maupun tanpa aktivasi lebih selektif terhadap logam Pb(II) dibandingkan logam Cd(II). Kata kunci: Rumput gajah, Logam Cd(II), Logam Pb(II), Adsorpsi

Page 1 of 18 | Total Record : 173


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10, No. 02 October (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry Vol. 7, No. 01 April (2022) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 02 October (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 01 April (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 02 October (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 01 April (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 1, No. 01 October (2016) Analit : Analytical and Environmental Chemistry More Issue