cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)" : 10 Documents clear
Analisis Umum dan Khusus dalam Dalil Syariah: Ciri-Ciri Lafaz dan Strategi Pengkhususan Antardalil (Al-Qur’an dan Hadis) Mesal Sabilah; Dara Siska; Gustiya Sunarti
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Ushul Fiqh mengenai lafaz umum (‘ām) dan khusus (khāṣ) merupakan aspek penting dalam memahami hukum Islam. Kedua bentuk lafaz ini sering kali menimbulkan perbedaan interpretasi hukum jika tidak dipahami secara tepat, khususnya dalam praktik pengkhususan antardalil. Penelitian ini bertujuan menganalisis definisi, ciri-ciri lafaz umum dan khusus, serta strategi pengkhususan antara Al-Qur’an dan Hadis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap kitab-kitab Ushul Fiqh klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz umum memiliki ciri penggunaan kata seperti kullu, jami‘, man, dan bentuk jamak nakirah; sementara lafaz khusus lebih terbatas, ditandai dengan isim ‘alam, isyarah, atau bentuk tunggal tertentu. Pengkhususan dalil dapat terjadi dalam empat bentuk: (1) Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, (2) Al-Qur’an dengan Hadis, (3) Hadis dengan Al-Qur’an, dan (4) Hadis dengan Hadis. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan konsep umum–khusus serta mekanisme pengkhususan dalil sangat urgen bagi pengembangan ijtihad kontemporer
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di MTs Al-Falah Ratna Widya Wahyuningsih; Lidia Tiyana Indriyani; Ratna Dewi Setyowati
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa di MTs Al-Falah. Lingkungan keluarga yang dikaji meliputi pola asuh, perhatian orang tua, dan dukungan belajar yang diberikan kepada siswa, sedangkan prestasi belajar diukur melalui nilai akademik siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach’s Alpha. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel X dan Y dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,892 pada variabel lingkungan keluarga dan 0,873 pada variabel prestasi belajar, yang berarti kedua instrumen sangat reliabel. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. = 0,200), sedangkan uji linearitas menunjukkan hubungan linear signifikan antara kedua variabel (Sig. = 0,000). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, dengan nilai t hitung 9,198 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,750 menunjukkan bahwa 75% variasi prestasi belajar dapat dijelaskan oleh lingkungan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, maka semakin tinggi prestasi belajar siswa di MTs Al-Falah..
Peran Pendekatan Neurosains Terhadap Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini Nadia Fanisa; Selmi Purnama Sari; Femi Wulandari; Putri Intan Rahayu; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Pendekatan Neurosains Terhadap Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini (PAUD). Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) di mana perkembangan otak berlangsung sangat pesat dan memiliki tingkat neuroplastisitas tertinggi. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang selaras dengan cara kerja otak anak menjadi kunci untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills). Manfaat penelitian ini adalah memberikan landasan ilmiah bagi guru, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang kegiatan pembelajaran yang berbasis pada pemahaman neurosains sehingga dapat menstimulasi fungsi eksekutif anak, seperti working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara terhadap satu pendidik PAUD. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang bersifat interpretatif berdasarkan kajian teori dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip neurosains dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti bermain konstruktif, stimulasi bahasa melalui pertanyaan terbuka, pembelajaran berbasis proyek sederhana, serta permainan sosio-dramatik. Selain itu, lingkungan belajar yang aman secara emosional terbukti mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan anak dalam memecahkan masalah secara mandiri. Guru yang memahami dasar neurosains lebih mampu menciptakan suasana belajar yang berpusat pada anak dan mendukung perkembangan fungsi eksekutif secara optimal. Dengan demikian, integrasi pendekatan neurosains dalam pendidikan anak usia dini menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21
Hubungan Tingkat Literasi Digital Mahasiswa Pada Learning Management System Dan Kapabilitas Analisis Data Elina Nirmala Putri; Uswah Fadilah; Ponidi Sunaryo
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguantifikasi tingkat Literasi Digital X mahasiswa MPI IAI Tulang Bawang, serta menganalisis signifikansi pengaruhnya terhadap Pemanfaatan LMS Y1 dan Kapabilitas Analisis Data Y2. Transformasi digital menuntut kompetensi digital yang adekuat, meskipun terdapat indikasi awal diskrepansi literasi digital di kalangan mahasiswa. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional. Sampel terdiri dari n=67 mahasiswa MPI dari total populasi N=80, diseleksi melalui Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi kuesioner, observasi, dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menegaskan bahwa Literasi Digital X memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pemanfaatan LMS Y1 (R=0,668; R²=0,446), yang konsisten dengan teori TAM. Literasi Digital X juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kapabilitas Analisis Data Y2 (R=0,560; R²=0,314). Temuan ini mengukuhkan Literasi Digital sebagai faktor prediktor kunci dalam ekosistem pembelajaran digital berbasis teknologi. Kontribusi riset ini memberikan landasan empiris bagi IAI Tulang Bawang untuk menyusun strategi intervensi dan merekonfigurasi kurikulum.
Strategi Guru Dalam Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Oirgami Ditinjaun Dari Aktivasi Lobus Pariental Melati Safitri; Mhonalisa Amanda; Dwi Kurniati; Berliana Kusuma Dewi; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan origami dengan meninjau aktivasi lobus parietal sebagai pusat integrasi sensorimotor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelompok B dan dua puluh anak usia 5–6 tahun di TK IT AL-QISWAH Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama, yaitu pembiasaan motorik, pembelajaran berbasis pengalaman konkret, dan diferensiasi kesulitan lipatan. Strategi tersebut terbukti meningkatkan koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, serta ketepatan gerakan anak. Aktivitas origami menstimulasi kerja simultan antara sistem visual, taktil, dan motorik yang berpusat pada lobus parietal, sehingga mendukung perkembangan persepsi spasial dan kontrol gerak halus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman guru tentang konsep neuroedukasi agar kegiatan pembelajaran di PAUD tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga menguatkan fungsi neurologis anak
Peran Neurosains Dalam Mendukung Perkembangan Otak Anak Usia Dini Egi Widia Zafitri; Pia Tamara; Hajar Anjani; Desta Audea; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran neurosains dalam mendukung perkembangan otak anak usia dini melalui kajian sistematis terhadap lima puluh artikel ilmiah nasional dan internasional. Kajian dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara stimulasi multisensori, interaksi sosial, lingkungan emosional, serta pengalaman bermain terhadap proses pembentukan sinaps, perkembangan fungsi eksekutif, dan kemampuan bahasa pada anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan tahapan seleksi artikel, pengkodean tematik, dan sintesis data berdasarkan kesamaan pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulasi dini yang kaya pengalaman sensorik dan interaksi responsif terbukti memperkuat konektivitas neural dan meningkatkan kemampuan kognitif serta regulasi emosi. Sebaliknya, paparan stres kronis berdampak negatif pada perkembangan area otak yang mengatur memori dan kontrol diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip neurosains dalam kurikulum dan praktik pembelajaran PAUD merupakan kebutuhan penting agar dukungan perkembangan anak berlangsung optimal. Temuan penelitian memberikan rekomendasi bagi pendidik dan lembaga PAUD untuk merancang lingkungan belajar yang aman, kaya bahasa, dan berbasis bermain
Kerukunan Umat Beragama di Era Digital Ahmed Mido; Kiran Destriana; Siti Zakiah; Sari Ayu; Syaharanie Hasbie Putri; Aidji Pati Palepi; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam membangun kerukunan umat beragama sebagai landasan moral bagi Generasi Z di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang menelaah pengaruh teknologi terhadap nilai-nilai moral dan sosial remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki potensi menjadi agen perdamaian, namun rentan terhadap penurunan moral akibat paparan konten negatif, anonimitas digital, dan benturan nilai budaya. Literasi digital dan pendidikan akhlak yang terintegrasi dengan teknologi menjadi kunci dalam membentuk toleransi, empati, dan sikap saling menghargai. Peran aktif orang tua, guru, dan institusi pendidikan sangat diperlukan dalam membimbing generasi muda agar mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan hidup harmonis dalam masyarakat multikultural.
Peran Strategis Dalam Membangun Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia Daniyah Qolbi; Intan Deviana Setia Ningrum; Pitira Pitira; Ajeng Kartika; Dhea Salsabila; Reva Imelya; Fitri Oktariza; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i2.404

Abstract

Toleransi antarumat beragama merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban, terutama di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga internalisasi sikap dan perilaku toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan deskriptif analitis untuk mengkaji peran PAI dan guru agama dalam membentuk karakter peserta didik yang menghargai perbedaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kesadaran multikultural apabila disampaikan dengan pendekatan kontekstual, dialogis, dan berbasis nilai-nilai Islam universal seperti keadilan, kasih sayang, dan perdamaian. Guru PAI memegang peran kunci dalam menanamkan nilai toleransi melalui keteladanan dan integrasi nilai-nilai tersebut dalam kurikulum. Dengan demikian, pendidikan agama memiliki potensi besar dalam mencegah konflik berbasis SARA dan memperkuat persatuan dalam masyarakat yang majemuk.
Masyarakat Madani Sebagai Instrumen Pembangunan Kesejahteraan Umat Fathri Varanzhi; Nelly Maryati; Deka Putri Patricia; Tari Tari; Adit Tri Kurniawan; Bunga Salsabila; M. Mustofa Tri Buana; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat madani sebagai instrumen pembangunan kesejahteraan umat dalam perspektif Islam dan sosial kemasyarakatan. Kesejahteraan umat tidak hanya dipahami dalam dimensi material, tetapi juga mencakup aspek sosial, moral, spiritual, dan budaya yang membentuk kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan karya akademik relevan yang dianalisis melalui pendekatan tematik-kritis dan disintesis secara konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat madani memiliki peran strategis dalam pembangunan kesejahteraan umat melalui internalisasi nilai-nilai keislaman seperti ukhuwah Islamiyah, keadilan sosial, moderasi beragama, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan filantropi Islam yang berkelanjutan. Selain itu, masyarakat madani berfungsi sebagai kekuatan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, mendorong pemerataan kesejahteraan ekonomi, dan menjadi penyeimbang dalam tata kelola publik yang demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat madani tidak hanya relevan sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai paradigma dan instrumen praktis dalam pembangunan kesejahteraan umat yang berkeadilan dan berkelanjutan
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Karakter Mahasiswa Rasia Wahyudi; Dandy Pratama Ramadhan; Ridho Aprizal Yenka; Adifsyah Arli; Gilang Editya Pratama; M. Syahril Fauzani; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pendidikan Pancasila dalam menginternalisasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pendekatan studi pustaka. Literatur yang dikaji meliputi artikel jurnal nasional, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila yang kontekstual dan reflektif mampu membentuk karakter mahasiswa yang religius, gotong royong, mandiri, kritis, dan kreatif. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi dalam hal metode pembelajaran yang inovatif dan persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah ini. Oleh karena itu, perlu penguatan pendekatan pedagogis yang lebih aplikatif dan relevan dengan realitas kehidupan mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10