cover
Contact Name
Moh Solehudin
Contact Email
grahahusadacirebon@gmail.com
Phone
+62231200811
Journal Mail Official
grahahusadacirebon@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Placenta
ISSN : 20874251     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmiah PLACENTA diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon. Redaksi mengundang para dosen, peneliti dan profesional dari dunia industri dan kerja untuk menulis tulisan ilmiah dan pengalaman praktis-nya di lapangan terkait implementasi di bidang terkait lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Percobaan pertama admin admin
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Edisi Percobaan Upload
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

percobaan submission pertama
Percobaan Kedua indra
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Edisi Percobaan Upload
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ini adalah contoh untuk abstract percobaan kedua
hubungan pendidikan ibu dengan pemberian ASI Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 01 (2024): JURNAL KEBIDANAN PLASENTA
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

contoh
HUBUNGAN PARITAS DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WALED TAHUN 2022 Ika Pramesti; Aulia Agyanti Rahmah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paritas menjadi salah satu faktor ibu yang dapat menyebabkan asfiksia karena pada saat melahirkan anak pertama (primipara) terjadi kekauan otot atau serviks yang kaku sehingga memberikan tahanan yang jauh lebih besar.BBLR dapat mempengaruhi terjadinya gangguan pernafasan pada bayi baru lahir yang berdampak pada tingginya kematian bayi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Waled Tahun 2022.               Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control dengan populasi 1.363 orang menggunakan system random sampling. Waktu penelitian dari April-Juni tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrument checklist. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari data rekamedik pasien. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Analisa Univariate yang berupa distribusi frekuensi dan Analisa Bivariate menggunakan Chi-square.               Hasil penelitian didapatkan hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia didapatkan hasil sebanyak 1.363 responden yaitu untuk paritas awal 792 orang (58,1%), paritas lanjutan  571 orang (41,9%), dan untuk berat badan lahir yaitu untuk BBLR 1.217 bayi (89,3%), berat badan lahir normal 146 bayi (10,7%). Berdasarkan hasil data analisis chi-square didapatkan hasil P Value 0,001.               Pada penelitian ini terdapat hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Waled Tahun 2022. Disarankan kepada petugas Kesehatan untuk memberikan konseling kepada ibu primipara yang melahirkan dan meningkatkan penanganan yang lebih baik dan cepat terhadap bayi BBLR agar mengurangi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Motivasi Datang Ke Posyandu Di Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan Tahun 2023 Fera Asriani; Nuraeni
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap seseorang. Pengetahuan ibu sangat berpengaruh terhadap perilaku ibu untuk mengikuti kunjungan ke posyandu bersama balitanya. Rendahnya kunjungan ke posyandu pada ibu balita dapat menyebabkan banyaknya kasus tumbuh kembang anak tidak terpantau dengan baik sehingga kasus gizi kurang atau gizi buruk tidak terdeteksi secara dini. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 38 orang menggunakan total sampling Waktu penelitian dimulai bulan April-Juni tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan Instrumen Kuesioner. Pengumpulan data menggunakan data Primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa Univariat yang berupa distribusi frekuensi dan analisa Bivariat menggunakan Chi-Square.   Hasil penelitian Pengetahuan Ibu untuk kategori Baik didapatkan hasil sebanyak 27 orang responden( 71,1% ), untuk kategori Cukup didapatkan hasil 6 orang responden( 15,8% ), untuk kategori Kurang didapatkan hasil 5 orang responden ( 13,2% ). Untuk Motivasi Ibu didapatkan hasil kategori aktif 29 responden (76,3%) dan untuk kategori tidak aktif 9 responden (23,7%)Berdasarkan data analisis Chi-Square diketahui P. 0,004.                   Pada penelitian ini mempunyai hubungan yang signifikan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu dengan Motivasi Ibu Datang Ke Posyandu. Disarankan kepada petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan instansi terkait hendaknya meningkatkan paparan tentang posyandu kepada masyarakat untuk meningkatkan revitalisasi posyandu dan kunjungan balita ke posyandu.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS)TENTANG INFEKSI PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (IMS)DI PUSKESMAS BABAKAN Heni Erawati; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya  kejadian di kalangan wanita usia subur yang terkena infeksi penyakit menular seksual di karena kan kurangnya pengetahuan tentang IMS. Apabila tidak dilakukan penyuluhan yang optimal maka akan mengakibatkan semakin banyaknya penderita IMS di kalangan wanita usia subur. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi penelitian ini ada 13.323 wanita usia subur, sampel penelitian ini ada 99 wanita usia subur, instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berupa 20 pertanyaan, pengumpulan data menggunakan data primer dan analis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat digunakan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian ini, diketahui berdasarkan pengetahuan responden terbanyak pada kategori cukup 60,6% (60 responden) dengan pengertian terbanyak pada kategori cukup 35,4% (responden), dengan jenis-jenis terbanyak pada kategori cukup 36.4% (36 responden), dengan penyebab terbanyak pada kategori cukup 39,4% (39 responden) dan pencegahan terbanyak pada kategori cukup 38,4% (38 responden) Kesimpulannya terdapat gambaran tingkat pengetahuan wanita usia subur terhadap infeksi penyakit menular seksual, diharapkan dengan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi penyakit menular seksual  dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan, pengertian,  jenis-jenis, penyebab dan pencegahan kepada wanita usia subur
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWI KELAS XI DI SMK ISDA BABAKAN KABUPATEN CIREBON TAHUN 2024 Heni Erawati; Ilah Lilahsah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 33,76% pemuda di Indonesia mencatatkan usia kawin pertamanya di rentang 19-21 tahun. Kemudian, usia 22-24 tahun sebanyak 27,07%, usia 16-18 tahun 19,24% pada tahun 2022. Jika dilihat berdasarkan  jenis kelamin, usia menikah pertama pemuda laki-laki dan perempuan tentu aja memiliki perbedaan, dimana laki-laki cenderung memasuki usia pertamanya lebih tua dibandingkan perempuan. Provinsi dengan wanita yang menikah pertama kalinya di usia 7-15 tahun adalah Jawa Barat, yakni sebesar 11,48%. Kasus pernikahan  usia dini di wilayahnya pada tahun 2020 itu banyak di Kecamatan Ciledug, Babakan dan Kecamatan Gebang. Dan di  ditemukan bahwa terdapat 7 kasus pernikahan dini pada remaja putri yang terjadi pada peserta didik di tahun pelajaran 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas XI di SMK Isda Babakan Kabupaten Cirebon Tahun 2024 tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian adalah lembar kuesioner berupa lembar pertanyaan check list. Popoluasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 120 sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapat pengetahuan remaja putri tentang pengertian konsep remaja pada kategori baik (58,3), cukup (31,7%), kurang (10,0%).  Pengetahuan  remaja putri tentang pernikahan dini pada kategori baik (35,8%), cukup (41,7%),  kurang  (22,5%). Pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi pada kategori baik (20,0%), cukup (49,2%), kurang (30,8%). Pengetahuan  remaja tentang faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada kategori baik (53,3%), cukup (36,7%), kurang (10,0%). Pengetahuan  remaja tentang cara menjaga organ  reproduksi pada kategori baik (61,7),cukup (31,7%), kurang (6,7%).
GAMBARAN PENYEBAB ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD INDRAMAYU TAHUN 2023 Ika Popi Sundani; Mar'atus Solihah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia  merupakan salah satu masalah neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian pada bayi. Asfiksia adalah keadaan dimana disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya umur ibu, paritas, jenis persalinan, umur kehamilan dan  BBLR. Berdasarkan data RSUD Indramayu pada bulan januari sampai dengan bulan desember tahun 2022,  jumlah  kelahiran bayi sebanyak 3771 bayi. Bayi lahir  mengalami asfiksia sebanyak 1117. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Indramayu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bayinya mengalami asfiksia di RSUD Indramayu. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur ibu bersalin pada bayi baru lahir yang asfiksia di RSUD Indramayu tahun 2022 sebagian besar pada kategori berisiko yaitu <20 tahun atau >35tahun(54,5), sedangkan yang berumur tidak berisiko yaitu 20-35 tahun(45,4), sebagian besar primipara atau grande multipara (54,5) sedangkan paritas multipara (45,4) sebagian besar jenis persalinan tindakan SC(53,3) sedangkan persalinan normal sebesar (46,9) sebagian besar umur persalinan tidak prematur (57,5) sedangkan yang premature sebesar (42,4) dan sebagian besar mengalami BBLR (48,4) sedangkan yang normal sebesar (51,5) Pada masa kehamilan dianjurkan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan janin yang dikandungannya dan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir secara profesional.
Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di RSUD Waled Ika Pramesti; Nuraeni
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri Persalinan merupakan keadaan yang menimbulkan masalah kecemasan dan rasa hawatir pada saat proses persalinan. Kompres Hangat merupakan suatu metode alternatif secara non farmakologis guna mengurangi nyeri persalinan pada wanita inpartu kala I fase aktif dalam persalinan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan metode penelitian pra eksperimen dengan one gruoup dan pretest dan posttest design dengan populasi dan sampel diambil dari 20 responden. Waktu penelitian dari April-Juni tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner, alat ukur yang digunakan adalah Lembar Observasi Perilaku dengan Skala Ukur Bourbanis. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian didapatkan intensitas nyeri persalinan sebelum pemberian kompres hangat pada 20 ibu bersalin yaitu nyeri sedang sebanyak 10 orang (50%), nyeri berat 10 orang (50%) dan intensitas nyeri persalinan sesudah pemberian kompres hangat yaitu nyeri ringan sebanyak 10 orang (50%), nyeri sedang 10 orang (50%). Berdasarkan hasil analisis Paired Sample T-test didapatkan hasil P.Value 0,001. Pada penelitian ini terdapat pengaruh kompres hangat dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan metode alternatif non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan kala I fase aktif.
HUBUNGAN KEJADIAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN PERKEMBANGAN REFLEKS MENYUSU DI RSUD INDRAMAYUKABUPATEN INDRAMAYUTAHUN 2023 Ghea Sugiharti; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indramayu banyak bayi berat lahir rendah, pada bulan april- mei terdapat 535 bayi baru lahir dengan kelahiran BBLR sebannyak sebanyak 215. Mekanisme reflek menghisap belum berkembang baik pada BBLR. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ Hubungan Kejadian Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Perkembangan Refles Menyusu. Metode penelitian ini analitik dengan pendekatan case control, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi disertai karakteristik yaitu usia bayi baru lahir, usia kehamila dan berat badan bayi. Hasil penelitian dengan analisa univariat yaitu kejadian berat badan bayi baru lahir sebanyak 50%  BBLR, 50% tidak BBLR, usia bayi baru lahir 53,3%, dan usia kehamilan sebanyak 53,3%. Analisa bivariat diperoleh ada hubungan antara BBL (p = 0,03), usia bayi (p = 0,32), dan usia kehamilan (p = 0,00) dengan perkembangan reflek menyusu. Kesimpulan terdapat hubungan anatara berat badan bayi baru lahir dan usia kehamilan dengan perkembangan reflek menyusu. diharapkan dapat menjadi masukan untuk tenaga kesehatan untuk lebih meperhatikan bayi baru lahir terutama yang mempunyai reflek lemah dengan cara menerapkan stimulus oral pada bayi dengan reflek menghisap lemah secara rutin.