cover
Contact Name
Moh Solehudin
Contact Email
grahahusadacirebon@gmail.com
Phone
+62231200811
Journal Mail Official
grahahusadacirebon@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Placenta
ISSN : 20874251     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmiah PLACENTA diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon. Redaksi mengundang para dosen, peneliti dan profesional dari dunia industri dan kerja untuk menulis tulisan ilmiah dan pengalaman praktis-nya di lapangan terkait implementasi di bidang terkait lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DENGAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI SDN 1 SUTAWINANGUN Mar'atus Solihah; Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia rentan terhadap masalah Kesehatan maka siswa lebih mudah terkena penyakit. Rendahnya kesadaran untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah menyebabkan lingkungan sekolah tidak terurus, mempengaruhi kenyamanan siswa maupun guru saat proses pembelajaran dan dapat memicu berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kesehatan lingkungan sekolah di SDN 1 Sutawinangun tahun 2023. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan purposive sampling  dengan responden 57 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di SDN 1 Sutawinangun tergolong baik (82,5%) dan Kesehatan lingkungan tergolong baik (68,4%). Hasil uji statistik Spearman Rank (Rho) diperoleh p (value) = 0,000 yang dimana (p = 0,05) sehingga ada hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan Kesehatan lingkungan di SDN 1 Sutawinangun. Disarankan kepada pihak sekolah untuk menanamkan Pendidikan Kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) juga kepada siswa/I untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik untuk peduli terhadap Kesehatan lingkungan.
PERAN PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI RSUD WALEDKABUPATEN CIREBON Aulia Agyanti Rahmah; Atiek Noviyanti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; persalinan ada serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu melalui jalan lahir atau melalui jalan lain. Persalinan yang terlalu lama bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kontraksi yang tidak terlalu kuat hingga rasa takut yang dialami oleh ibu.Selain menguras tenaga, proses persalinan yang macet bisa membahayakan kesehatan janin maupun ibu. Masa bersalin merupakan periode kritis dimana 10.7 juta perempuan meninggal karena melahirkan. Sekitar 25-50% berhubungan dengan masalah kesehatan, persalinan dan nifas. Ibu yang tinggal di negara berkembang memiliki resiko kematian 23 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu yang tinggal di negara maju akibat faktor yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan.Persalinan dan kelahiran merupakan proses fisiologis yang menyertai kehidupan hampir setiap wanita. Faktor- faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu passage, passanger, power, penolong, psikologis ibu. Banyak ibu mengalami psikis ( kecemasan, keadaan emosioanal ) dalam menghadapi persalinan. keadaan psikologis mempunyai pengaruh terhadap persalinan dan kelahiran. Tujuan : Mengetahui pengaruh peran pendamping persalinan pada ibu bersalin normal dan mengetahui interaksi pengaruh pendamping persalinan pada ibu bersalinan normal Metode ; Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik Populasi dan Sampel ; populasi yaitu semua ibu bersalin normal sampel diambil dari 43 respondenmenggunakan total sampling. Penelitian dilakukan padab bulan April-Juni tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi tindakan dengan skala ukur Ordinal, pengumpulan data menggunakan data primer. Pengolahan data dilakukan dengan Uji chi-square. Hasil Penelitian ; Hasil penelitian ini didapatkan pada peran pendamping persalinan menurut usia sebanyak 38 (88,4%) responden dalam kategori 21-35 tahun, menurut paritas sebanyak 23 (53.5%) responden dalam kateori multipara,menurut pendidikan sebanyak 35 (81.4%) responden dalam kategori smp pendamping persalinan sebanyak 43 (100%) responden, sedangkan ini menurut kemajuan persalinan sebanyak 26 (60.5%) responden yang lambat dalam persalinan.
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN LOW BACK PAINT (LBP) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS BABADAN KABUPATEN INDRAMAYU YU Ghea Sugiharti; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang Demam merupakan gangguan neurologis akut yang paling sering terjadi pada bayi dan anak yang disebabkan tanpa adanya infeksi system saraf pusat. Yang mengalami kejang demam kemungkinan besar akan menjadi epilepsi jika terdapat kelainan neurologis sebelum kejang demam pertama atau kejang demam kompleks. Terdapat 74 Anak dengan kejang demam pada periode tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kejang demam pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional pendekatan retrospektif jumlah populasi 74 anak yang mengalami kejang demam di RSUD Indramayu periode tahun 2021-2023 menggunkan teknik pengambilan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan analisis rekam medis pasien kejang demam anak kemudian dianalisa secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square.Anak dengan kejang demam di RSUD Indramayu paling tinggi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 35 sampel (47,3%), dan paling banyak berada pada usia 0-11 bulan yaitu sebanyak 59 sampel (80%), sebagian besar Resiko prenatal kejang demam pada anak adalah faktor usia ibu sebanyak 9 sampel (47%), sebagian besar resiko perinatal kejang demam pada anak yaitu faktor bayi dengan Asfiksia 8 sampel (25%), dan sebagian besar resiko postnatal  kejang demam pada anak yaitu Demam 23 sampel. Berdasarkan Uji Chi Square yang dilakukan didapatkan 2 Faktor Kejang Demam yaitu Faktor Asfiksia dengan nilai p-value = 0,04 dan Faktor demam dengan nilai p-value = 0,01 yang berarti bahwa Demam dan Asfiksia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kejang demam pada anak. Demam dan Asfiksia merupakan salah satu Faktor penyebab terjadinya kejang demam pada anak. Diharapkan dapat memberikan Asuhan dan edukasi berkala terkait penanganan anak yang mengalami kejang demam di rumah agar orang tua tidak panik dan melakukan langkah yang tepat ketika anak kejang demam.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEPENGARUHI TERJADINYA   KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RSUD INDRAMAYU Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang Demam merupakan gangguan neurologis akut yang paling sering terjadi pada bayi dan anak yang disebabkan tanpa adanya infeksi system saraf pusat. Yang mengalami kejang demam kemungkinan besar akan menjadi epilepsi jika terdapat kelainan neurologis sebelum kejang demam pertama atau kejang demam kompleks. Terdapat 74 Anak dengan kejang demam pada periode tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kejang demam pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional pendekatan retrospektif jumlah populasi 74 anak yang mengalami kejang demam di RSUD Indramayu periode tahun 2021-2023 menggunkan teknik pengambilan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan analisis rekam medis pasien kejang demam anak kemudian dianalisa secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square.Anak dengan kejang demam di RSUD Indramayu paling tinggi pada tahun 2022 yaitu sebanyak 35 sampel (47,3%), dan paling banyak berada pada usia 0-11 bulan yaitu sebanyak 59 sampel (80%), sebagian besar Resiko prenatal kejang demam pada anak adalah faktor usia ibu sebanyak 9 sampel (47%), sebagian besar resiko perinatal kejang demam pada anak yaitu faktor bayi dengan Asfiksia 8 sampel (25%), dan sebagian besar resiko postnatal  kejang demam pada anak yaitu Demam 23 sampel. Berdasarkan Uji Chi Square yang dilakukan didapatkan 2 Faktor Kejang Demam yaitu Faktor Asfiksia dengan nilai p-value = 0,04 dan Faktor demam dengan nilai p-value = 0,01 yang berarti bahwa Demam dan Asfiksia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kejang demam pada anak. Demam dan Asfiksia merupakan salah satu Faktor penyebab terjadinya kejang demam pada anak. Diharapkan dapat memberikan Asuhan dan edukasi berkala terkait penanganan anak yang mengalami kejang demam di rumah agar orang tua tidak panik dan melakukan langkah yang tepat ketika anak kejang demam.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KESADARAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS BABAKAN Nuraeni; Aulia Agyanti Rahmah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu di dunia pada tahun 2015 adalah 216 per 100.000 kelahiran hidup atau diperkirakan jumlah kematian ibu adalah 303.000 kematian dengan jumlah tertinggi berada di negara berkembang yaitu sebesar 302.000 kematian. Di ASEAN, Indonesia menjadi negara yang memiliki angka kematian ibu tertinggi. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dalam menetukan 3 derajat kesehatan masyarakat. Angka kematian ibu tercatat mencapai 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, pengambilan data menggunakan dara sekunder dan primer dari observasi jumlah populasi seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilan yang berjumlah 25 responden, teknik pengambilan sampelnya probability sampling. Hasil Penelitian: Dari 25 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik 21 orang (84%) dan pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 4 orang (16%). Kesimpulan: Diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil terhadap kesadaran pemeriksaan kehamilan berdasarkan umur terbanyak dalam kategori umur 20 – 34 yakni 19 responden (76%), pekerjaan terbanyak dalam kategori tidak bekerja yakni 11 responden (56%), pendidikan terbanyak dalam kategori Pendidikan Tinggi (SMA, PT) yakni 17 responden (68%), paritas terbanyak dalam kategori Multigravida yakni 14 Responden (56%).
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMIKEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD INDRAMAYU Ilah Lilahsah; Thira Eva Rahayu
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan ibu hamil yang mengalami mual muntah yang berlebih, dapat menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari sehingga membahayakan kesehatan bagi janin dan ibu, bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Indramayu Tahun 2023. Desain penelitian ini  menggunakan deskriptif  Cross sectional  dengan pengambilan data pada rekam medis pasien dari Januari sampai Mei tahun 2023 dengan jumlah populasi 150 ibu hamil. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 150 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian yang terbesar berdasarkan karakteristik  umur 20-35 berjumlah 70,0% . Karakteristik ibu hamil berdasarkan pendidikan dengan SMA berjumlah 36,0%. Karakteristik ibu hamil berdasarkan Paritas pada primipara berjumlah 45,3%. Karakteristik ibu hamil berdasarkan pekerjan IRT berjumlah  66,0%. Hasil uji chi-square menunjukan terdapat ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan nilai p-value 0,001. Terdapat  karakteristik umur 20-35 tahun responden yang paling banyak mengalami kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Indramayu tahun 2023. diharapkan bisa meningkatakan pelayanan dalam bentuk informasi kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan yang mengalami hiperemesis gravidarum.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum Di Rsud Waled PSI IUD (AKDR) DI PUSKESMAS PLERED KABUPATEN CIREBON Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi masa nifas. Ibu beresiko terjadi infeksi postpartum karena adanya luka pada pelepasan plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk episiotomy dan perineum, dinding vagina, dan serviks, infeksi post seksio Caesar kemungkinan terjadi. (Nugroho,2019). Pengetahuan rendah atau kurang kemungkinan terjadi infeksi akan lebih besar karena kesalahan dalam perawatan luka perineum. Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui bagaimana Gambatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Cirebon. Populasi dan Sampel : populasi sebanyak 81 ibu nifas di RSUD Waled periode bulan April-Mei 2023, teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yaitu dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan, dengan jumlah  sampel sebanyak 50 responden. Peneliti menggunakan data primer dan data diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil : Dan hasil peneliti ini adalah sebagai berikut : dari 50 responden yang berpengetahuan baik 9 orang (18%), yang berpengetahuan cukup 30 orang (60%) dan berpengetahuan kurang 11 orang (22%). Tenaga kesehatan sebaiknya lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi  tentang perawatan luka perineum yang baik dan benar.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU  AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN TENTANG KONTRASEPSI IUD (AKDR) DI PUSKESMAS PLERED KABUPATEN CIREBON Thira Eva Rahayu; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak-hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan ibu akseptor kb suntik 3 bulan tentang kb IUD (AKDR). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode pendekatan sederhana dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah ibu KB Suntik 3 Bulan yang berjumlah 97 responden yang tersebar di 6 desa. Untuk menganalisis data digunakan teknik deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 57 responden didapatkan bahwa Pengetahuan Ibu KB Suntik 3 Bulan tentang Pengertian IUD adalah mayoritas dalam kategori baik yaitu dengan jumlah 41 orang (76,3%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang keuntungan IUD adalah mayoritas dalam kategori Kurang yaitu dengan jumlah 21 orang (21,6%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang kerugian IUD adalah mayoritas dalam kategori cukup yaitu dengan jumlah 37 orang (38,1%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang cara pemakaian IUD adalah mayoritas dalam kategori kurang yaitu dengan jumlah 46 orang (47,4%).Dengan hasil tersebut disarankan untuk petugas kesehatan perlu meningkatkan pengetahuan ibu tentang KB IUD melalui pemberian informasi secara lengkap tentang KB IUD sehingga akseptor dapat lebih mengetahui tentang kelebihan, keuntungan, maupun cara pemakaian KB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PADA IBU PRIMIPARA TENTANG TEKNIK MENYUSUI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA SINDANG KECAMATAN CIKIJING KABUPATEN MAJALENGKA Nuraeni; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seribu hari pertama anak sangat kritis. Kemenkes RI (2015) menyatakan kekurangan gizi sulit diobati. WHO (2015) melaporkan 42% kematian balita disebabkan pneumonia, 20% malnutrisi, dan 22% kurang ASI.Tujuan Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu primipara tentang teknik menyusui pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, tahun 2024.Metode Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh ibu primipara menyusui bayi usia 0-6 bulan di Desa Sindang, Kabupaten Majalengka, sebanyak 39 orang. Sampel sebanyak 39 orang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data digunakan dengan data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian menggunakan kuesoner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu primipara di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka berusia 20-35 tahun (33,3%), bekerja (82,1%), berpendidikan SMA (41%) tersebut memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui, dan berperilaku benar dalam menyusui bayi usia 0-6 bulan. Hal ini didukung oleh edukasi tenaga kesehatan serta pendidikan ibu. Adapun hasil menunjukkan p-value 0,023, menandakan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku ibu primipara tentang teknik menyusui bayi usia 0-6 bulan (p < 0,05). Ini menunjukkan pengetahuan ibu primipara mempengaruhi perilaku menyusui mereka. Program edukasi menyusui dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bagi ibu primipara untuk mendukung praktik menyusui yang efektif dan berkelanjutan.
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS JATIWANGI Ade Iko Rovikoh; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 2 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah  masalah  kurang  gizi  kronis  yang  disebabkan  oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan  kebutuhan  gizi. Angka kejadian stunting di indonesia yaitu sebanyak 21,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi. Metode penelitian yang digunakan survey analitik (korelasional) dengan menggunakan pendekatan Case Control. Populasi sebanyak 244 Balita, didapatkan sampel sebanyak 70 Balita dengan perbandingan 1:1 (35 Balita Stunting dan 35 Balita tidak Stunting). Pengambilan sampel case menggunakan simple random sampling. Sedangkan sampel control mengggunakan sistematik random sampling. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat (Chi square) Hasil penelitian diperoleh 35 Balita mengalami stunting. Pada kelompok Stunting Balita yang memiliki riwayat BBLR yaitu sebanyak 25 Balita (62,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif yaitu sebanyak 23 Balita (76,7%). Pada Balita tidak stunting terdapat 15 Balita yang memiliki riwayat BBLR (37,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif terdapat 7 Balita (23,3%). Ada hubungan bermakna antara Riwayat BBLR dengan kejadian Stunting dimana P Value 0,016 dan terdapat hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian Stunting dengan P Value 0,001 (P<0,05).