cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Pengelolaan Majalah Dinding di Sekolah Zubaidah, Enny; Saptomo, Bambang
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6026.206 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5431

Abstract

Majalah dinding atau biasa disebut Mading adalah salah satu media komunikasiyang ditempel di dinding. Mading merupakan media komunikasi dan informasi yang mudah dan murah. Kemudahan tersebut karena Mading dapat dibuat oleh siapa saja yang mempunyai kemampuan dan kemauan untukitu, terutama bagi siswa dan guru di sekolah. Kemurahan terjadi karena Mading memang mudah dibaca tanpa harus mengeluarkan biaya. Itulah yang disebut dengan Mading sekolah. Mading sekolah diciptakan tentulah memiliki fungsi dan tujuan tertentu, yaitu sebagai sarana informasi, media hiburan, menjalin tali persaudaraan, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan sikap kritis terhadap mata pelajaran tertentu, dan meningkatkan wawasan sosial. Dengan demikian, Mading di sekolah diharapkan mampu membawa sisiwa untuk mengembangkan kreativitasnya yang tertuang dalam pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mading di sekolah terdiri dari Mading kelas dan Mading sekolah, keduanya bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan penguasaan mata pelajaran siswa di kelas tertentu. Untuk itu, dalam pengembangannya guru hendaklah menjadi pembimbing bagi siswanya di sekolah baik dalam proses membuat naskah, mengelola naskah, sampai pada teknik pemajangannya. Diharapkan guru memiliki sifat telaten, sabar, namun juga tegas. Itu semua karena diharapkan Mading sekolah dapat terwujud.
Kendala-kendala Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Romiyatun, Romiyatun
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 14, No 01: Mei 2010
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12122.24 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v14i01.5507

Abstract

Sebagian besar siswa menganggap bahwa bahasa indonesia setelah bahasa daerah mereka. ini menjadi kendala bagi mata pelajaran bahasa indonesia. Guru haru smampu menganalisis persamaan dan perbedaan bahasa daerah tempat mengahar dan bahasa indonesia. penguasaan teori tentan gbelajar bahasa kedua menjadi kunci keberhasilan guru dalam mengajarkan bahasa indonesia.  Pembelajaran harus berfokus pada siswa. Siswa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan. Melalui penerapan KTSP secara optimal, diharapkan siswa mampu menguasai kompetensi dasar. Pembelajaran bahasa indonesia perlu didukung dengan pendekatan komunikatif-integratif, yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Hal ini akan mampu memotivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
PEMIMPIN VISIONER PADA INTITUSI PENDIDIKAN Sapto Nugroho
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2014: COPE, No.1, Tahun XVIII, Mei 2014
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.329 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i1.2932

Abstract

Pemimpin yang memiliki kegesitan, kecepatan serta mampu beradaptasi dalammembawa jalannya organisasi memiliki peran yang penting dalam menghadapikondisi organisasi yang senantiasa mengalami perubahan. Sebab, flksibilitasorganisasi pada dasarnya merupakan karya orang-orang yang mampu bertindakproaktif, kreatif, inovatif dan non konvensional. Pribadi-pribadi seperti inilah yangdibutuhkan sebagai pemimpin organisasi pendidikan saat ini. Seorang pemimpinadalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas ke arahmana organisasi akan di bawa.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL TEAM ACCELERATED INSTRUCTION MELALUI METODE LEARNING CYCLE DAN HANDS ON ACTIVITYDENGAN MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DAN INTERAKSI SOSIAL Siswanto Siswanto; Cari Cari; Widha Sunarno
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 01: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7493.429 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v19i01.5644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Learning Cycle dan metode Hands on Activity, kemampuan berpikir ktitis siswa, interaksi sosial dan interaksinya terhadap pre stasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII semester ganjil SMP Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012-2013, sejumlah delapan kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas, satu kelas eksperimen 1 dengan metode Learning Cycle dan satu kelas eksperimen 2 dengan metode Hands on Activity.Teknik pengumpulan data dengan teknik tes tertulis untuk mendapatkan prestasi kognitif, teknik angket untuk kernampuan berpikir kritis dan interaksi sosial, teknik observasi untuk prestasi belajar afektif dan psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji anava. Dari hasi1 analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) metode Learning Cycle dan Hands on Activity memiliki pengaruh terhadap pre stasi belajar afektif; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor; (3) ada pengaruh interaksi sosial tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif; (4) ada interaksi antara metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap prestasi belajar psikomotor; (5) ada interaksi antara metode pembelajaran dengan interaksi sosial siswa terhadap prestasi belajar psikomotor; (6) ada interaksi antara berpikir kritis dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor; (7) ada interaksi antara metode pembelajaran, berpikir kritis, dan interaksi sosial pada aspek kognitif.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODELCOOPERATIVE LEARNING TEKNIK MARRY GO ROUNDPADA SISWA KELAS IV B SD NEGERI KLEGUNG I Engga Dewi, Kiki
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif 2013: COPE, No. 02, Tahun XVII, Nopember 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.277 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v0i0.3002

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan hasil belajar IPAmenggunakan model cooperative learning teknik marry go round pada siswa kelasIV B SD Negeri Klegung I tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakanpenelitian tindakan kelas model Elliot. Subjek penelitian adalah 27 siswa di kelasIV B SD Negeri Klegung I, sedangkan teknik analisis data menggunakan effect size.Alat pengumpul data adalah tes, catatan lapangan dan lembar observasi. Berdasarkanpenelitian pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 6,42 dengan 7 siswayang di bawah KKM. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi7,81 berarti siswa yang tuntas belajar ada 27 siswa. Kesimpulan dari penelitian inibahwa dengan penerapan model cooperative learning teknik marry go round dapatmeningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV B. Penulis menyarankan agar modelcooperative learning teknik marry go round dapat diterapkan pada mata pelajaranlain, tetapi dengan perbaikan pada proses pembelajarannya dan guru harus lebihmemotivasi siswa agar hasil belajarnya dapat meningkat.
PEMBELAJARAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SMALB/C (TUNAGRAHITA) Siang Ing Arianti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 01 Vol. XVI Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6139.981 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i01.3956

Abstract

Reproduksi berarti mengulang, mengaktifkan, melanjutkan keturunan, yang  meliputi sistem, fungsi dan proses reproduksi. Kesadaran Kesehatan  Reproduksi merupakan kesadaran akan kondisi sehat yang menyangkut   sistem, fungsi  dan proses reproduksi dalam proses persiapan untuk memperoleh reproduksi yang sehat. Pengetahuan  kesehatan reproduksi diperlukan agar seseorang memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksinya sendiri, dapat melakukan berbagai    tindakan pencegahan sedini mungkin, melakukan tindakan pengobatan bila memil iki permasalahan  dengan sistem proses, dan fungsi alat reproduksi. Siswa SMALB/C secara psikologi memiliki kemampuan mental yang lebih rendah dengan umur kalendernya, sedangkan secara biologis mereka memiliki perkembangan  yang  sama dengan  anak­ anak seusianya. Ketidakselarasan  antara kebutuhan biologis dan kemampuan mental ini seringkali menimbulkan  berbagai masalah yang berkaitan dengan reproduksi. Kesadaran. kesehatan  reproduksi  sangat penting  ditanamkan  kepada semua siswa terutamasiswa tunagrahitapada usia remaja. Terdapat 12 hak kesehatan reproduksi untuk semua  orang,  ruang  lingkup  kesehatan reproduksi bagi siswa SMALB/C  adalah perubahan fisik, perawatan organ reproduksi, gizi, cara mengendalikan dorongan seksual dan resiko dari KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan)
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISTEM POLITIK DI INDONESIA MELALUI METODE CARAUSAL PADA SISWA KELAS X4 SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA Trisna Widyana
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.112 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13045

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode carausal dalam meningkatkan prestasi belajar materi Sistem Politik di Indonesia pada siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Yogyakarta.Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix methods) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian berasal dari siswa. Proses pengambilan data dalam penelitian melalui observasi, dan tes prestasi belajar. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis data kualitatif dengan mengacu pada model interaktif. Analisis data kuantitatif dengan mengacu pada teknik skor dari prestasi belajar.Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi metode pembelajarancarausal dapat meningkatan prestasi belajar siswa. Pada siklus I prestasi belajar banyak yang belum tuntas KKM-nya. Dari hasil post-test menunjukkan bahwa siswa yang pada pre-test belum memenuhi KKM, setelah diterapkan metode ini secara optimal dapat memenuhi KKM. Selain itu, skor siswa-siswi tersebut dikategorikan cukup sampai dengan amat baik. Kategori cukup sebanyak 11 siswa, kategori baik sebanyak 18 siswa, dan kategori amat baik sebanyak 6 siswa. Rerata skor pada siklus 1 hanya sebesar 57,5 menjadi 85 pada siklus 2. Dengan demikian, rerata prestasibelajar siswa mengalami peningkatan sebesar 27.5 dan seluruh siswa sebanyak 35 anak telah memenuhi KKM. Selain itu, sikap dan perilaku siswa menunjukkan santun dan partisipatif dalam diskusi kelas
MENINGKATKAN MINAT BETAJAR MEMBACA ANAK SD Suyatinah Suyatinah
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8876.653 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5439

Abstract

Minat menentukan perilaku, sikap seseorang dan menjadi suatu kekuatan yang mendorong individu untuk melakukan sesuatu, salah satu di antaranya adalah melakukan kegiatan belajar membaca. Oleh karena itu, minat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua dan guru dalam rangka memperkecil kegagalan di kemudian hari. Kepedulian mengembangkan minat membaca anak disamping menjadi tanggung jawab orang tua juga menjadi tanggung jawab guru SD. Guru hendaknya mampu mengembangkan memberi motivasi dan semangat anak untuk belajar membaca, sehingga siswa memiliki minat yang baik. Minat yang ditimbulkan oleh guru memegang peranan penting dalam meningkatkan mionat siswa untuk belajar membaca. Usaha yang dapat dilakukan guru adalah: (1) materi bacaan disertai gambar, (2) materi bacaan disertai gambar dan kartu kata atau kartu kalimat, (3) mengadakan pameran buku, (4) mengadakan perpustakaan sekolah, (5) membentuk kelompok-kelompok membaca, (6) mengadakan sayembara membaca, dan (7) dan bercerita. Kiat-kiat lain yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah (1) menyisihkan waktu untuk memberikan perhatian pada pelajaran anak, (2) menciptakan bacaan sendiri, (3) menulis pengalaman dalam buku harian dengan kalimat yang sederhana dan anak diminta untuk membaca, (4) membina keluarga pembaca, (5) meningkatkan pemanfaatan sarana-saranan lingkungan.
PENERAPAN MENTORING POLA IN-ON-IN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU-GURU IPA SMA BINAAN DALAM MENYUSUN PERENCANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI KULON PROGO Sudarmadi Sudarmadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 21, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.367 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v21i2.20088

Abstract

Penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1)meningkatan kinerja guru-guru IPA SMA binaan dalam menyusun perencanaanpenilaian pembelajaran; (2) meningkatkan kualitas dokumen perencanaan penilaian pembelajaran guru-guru IPA SMA binaan; (3) menunjukkan peningkatan kinerja guru-guru IPA SMA binaan dalam menyusun perencanaan penilaian pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah guru-guru IPA SMA binaan. Data penelitian ini berupa: (1) analisis SK/KD dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi; (2) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM); (3) kisi-kisi soal; (4) indikator soal; dan (5) butir soal. Instrumen pengumpul data terdiri atas instrumen validasi, yakni analisis SK/KD dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi, KKM, isikisi soal, indikator soal, dan instrumen penilaian(butir soal). Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil pencermatan dokumen penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan kinerja setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In; (2) kinerja guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan dalam menyusun kualitas dokumen perencanaan penilaian pembelajaran mulai dari prasiklus, siklus I, hingga siklus II setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In; (3) kinerja guru-guru IPA SMA binaan mengalami peningkatan dalam menyusun perencanaan penilaian pembelajaran dengan perolehan skor rata-rata mulai dari prasiklus, siklus I, hingga siklus II setelah dilakukan Mentoring Pola In-On-In, yakni 2,03; 2,57; dan 3,33 dengan kategori baik 
PERAN ORANG TUA TERHADAP PERKEIT'BA],IGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Astuti Astuti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 4, No 01: Februari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3865.458 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v4i01.5330

Abstract

-

Page 3 of 21 | Total Record : 208