cover
Contact Name
Jumatriadi, S.S,. M.Pd
Contact Email
jumatriadi@gmail.com
Phone
+6281808018885
Journal Mail Official
formadenglishfoundation@gmail.com
Editorial Address
Montong Waru, Desa Setungkep Lingsar, Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Prov. NTB, Indonesia, Kode Pos: 83672
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Education, Teaching, and Learning
ISSN : 30471435     EISSN : 30471435     DOI : https://doi.org/10.67028/edutecle.v3i1.179
Core Subject :
Journal of Education, Teaching, and Learning provides a platform for the dissemination of high-quality research and scholarly articles in the field of education. The journal welcomes submissions that explore various aspects of education, teaching, and learning, including but not limited to educational technologies, innovative pedagogies, curriculum development, educational psychology, assessment and evaluation, teacher education, and educational policies. We encourage contributions that advance theoretical understanding, present empirical research findings, offer critical perspectives, and propose practical implications for educators, policymakers, and other stakeholders in the field of education. Journal of Education, Teaching, and Learning aims to foster dialogue and collaboration among researchers, practitioners, and policymakers to enhance the quality and effectiveness of education at all levels. Through its comprehensive focus and scope, the journal seeks to contribute to the ongoing improvement and innovation in educational practices and policies worldwide.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): July" : 10 Documents clear
A Critical Review on the Effectiveness of Using Various Play Methods to Enhance Cognitive Development in Early Childhood Suhaini
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.27

Abstract

This critical review examines the effectiveness of using various play methods to enhance cognitive development in early childhood. Employing a qualitative literature review approach, this study analyzes peer-reviewed research focused on children aged 2–6 years, selected through systematic checklists and sourced from academic databases such as Google Scholar, JSTOR, and ERIC. Thematic analysis was conducted to identify cognitive benefits associated with different types of play, including role-playing, puzzles, and educational technology. Findings indicate that structured play activities—such as number card games and logic puzzles—significantly support cognitive growth, particularly in numeracy and problem-solving, with some methods demonstrating up to 100% achievement in targeted learning outcomes. In contrast, less structured activities, such as Lego play, showed minimal impact on symbolic thinking among 4–5-year-old children. The review highlights that the effectiveness of play methods varies based on the nature of the activity and the child's developmental stage. These insights offer valuable implications for educators and curriculum developers in designing play-based strategies tailored to specific cognitive goals. Future studies are encouraged to investigate the long-term impact and cross-context adaptability of these play interventions in diverse early childhood education settings.
Menemukan Keseimbangan Antara Teori Dan Praktik Dalam Desain Pembelajaran Yang Efektif Muhammad Hasan Basri; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.63

Abstract

Pembelajaran matematika yang efektif menuntut keseimbangan antara teori dan praktik guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan konstruktivisme dan model kelas terbalik (flipped classroom) dapat diintegrasikan dalam desain pembelajaran matematika yang efektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari artikel jurnal nasional dan internasional, serta buku ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik integrasi teori dan praktik dalam desain instruksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme memberikan landasan konseptual bagi pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif. Sementara itu, pendekatan flipped classroom menawarkan kerangka praktis dengan memindahkan proses pemberian materi ke luar kelas dan memanfaatkan waktu tatap muka untuk kegiatan yang lebih eksploratif dan aplikatif. Integrasi keduanya mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami konsep matematika serta membangun makna secara mandiri. Temuan ini juga menekankan pentingnya desain pembelajaran adaptif dan berbasis teori untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional yang efektif oleh guru. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas wawasan teoritis dan praktis mengenai desain pembelajaran yang seimbang dan kontekstual, serta menjadi referensi bagi pengembangan model pembelajaran pasca-pandemi yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik
Proses Manusia Belajar Menurut Al-Qur'an: Perspektif Neurosains Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Muhammad Yusuf Arfizi; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar manusia berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan menghubungkannya dengan temuan dalam ilmu neurosains, serta menganalisis relevansinya dalam pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi pustaka sistematis. Literatur yang digunakan dipilih secara purposif dari database ilmiah dan sumber akademis terbitan 10 tahun terahir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik. Temuan utama menunjukkan bahwa proses belajar dalam Al-Qur’an mencakup tiga tahapan integral: pengamatan dan persepsi, penalaran dan refleksi, serta internalisasi dan aplikasi. Ketiga tahapan ini terbukti relevan dengan fungsi-fungsi otak sebagaimana dijelaskan dalam neurosains, seperti aktivitas korteks sensorik, prefrontal, dan limbik. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat wacana neurosains spiritual, serta memiliki implikasi praktis dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang menyatukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini juga menekankan perlunya kurikulum yang berorientasi pada fitrah manusia melalui integrasi nilai-nilai Qur’ani dan sains modern. Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris untuk menguji model pembelajaran integratif secara langsung dalam konteks kelas.
Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Yang Relevan Di Era Disrupsi Muhammad Solihin; Syukri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran pendidikan Islam yang relevan di era disrupsi dengan menganalisis integrasi antara pendekatan tradisional, prinsip-prinsip Qurani, dan pemanfaatan teknologi digital. Latar belakang dari penelitian ini adalah tuntutan terhadap dunia pendidikan Islam untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tetap menjaga esensi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber akademik seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait yang relevan. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola integratif dalam penerapan metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional seperti ceramah dan diskusi masih relevan jika dikontekstualisasikan dengan media dan kebutuhan digital. Sementara itu, prinsip-prinsip Qurani seperti hikmah, qiṣṣah, dan mau‘iẓah menjadi fondasi etis dan spiritual yang memperkaya pembelajaran. Inovasi teknologi seperti pembelajaran daring, aplikasi mobile, dan pendekatan berbasis proyek juga dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan model pembelajaran Islam yang adaptif, bermakna, dan aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis terhadap pengembangan strategi pembelajaran Islam di era digital. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kurikulum dan pelatihan guru di lingkungan pendidikan Islam.
Strategi Diferensiasi Proses pada Pembelajaran PAI di SMAN 1 Gunungsari Ati Rahmawati; Syamsul Arifin; Mustain
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diferensiasi proses dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Gunungsari, dengan fokus pada efektivitas, faktor pendukung dan penghambat, persepsi pelaku, serta relevansi rancangan terhadap konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru PAI dan 15 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive dan maximum variation sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, lalu dianalisis menggunakan model tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi proses diterapkan melalui tiga pendekatan utama: learning stations, tiered activities, dan choice boards. Pendekatan ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif, motivasi, dan hasil belajar siswa. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, fleksibilitas ruang kelas, dan kolaborasi antar guru, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, alat peraga, serta belum adanya SOP diferensiasi PAI. Persepsi guru dan siswa terhadap strategi ini umumnya positif, dengan peningkatan rasa dihargai dan efektivitas asesmen. Rancangan diferensiasi juga telah disesuaikan dengan budaya lokal, seperti kisah tokoh Sunda dan proyek berbasis batik atau lagu religi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi diferensiasi proses efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI yang inklusif, namun memerlukan dukungan struktural dan pelatihan guru. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik diferensiasi yang kontekstual dan responsif dalam pendidikan agama di sekolah menengah.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru pada Lembaga Pendidikan Islam(Studi Empiris pada MA NW Senyiur dan MA NW Sepit) Muhammad Ansori; Dwi Wahyudiati
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.118

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja guru di lembaga pendidikan Islam, dengan fokus pada MA NW Senyiur dan MA NW Sepit. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan dari variabel independen—gaya kepemimpinan dan budaya organisasi—terhadap variabel dependen, yaitu kinerja guru. Data dikumpulkan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) dari 20 guru yang dipilih secara purposif melalui kuesioner berskala Likert. Instrumen divalidasi menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha, yang menunjukkan bahwa seluruh item dinyatakan valid dan reliabel. Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26, setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 34,2% (p = 0,019), sementara budaya organisasi memiliki pengaruh individual yang lebih besar sebesar 40,1% (p = 0,008). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 68,4% variansi dalam kinerja guru (R² = 0,684; p < 0,001), menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat kuat. Meskipun analisis perbandingan rata-rata menunjukkan bahwa MA NW Senyiur memiliki skor lebih tinggi pada semua variabel dibandingkan MA NW Sepit, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan yang efektif dan budaya organisasi yang mendukung dalam meningkatkan kinerja guru. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi bidang manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan wawasan dan rekomendasi untuk pengembangan kepemimpinan strategis dan kelembagaan. 
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaq Dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Pemeliharaan Fasilitas Sekolah Di Madrasah Aliyah Zainul Hafidz At-Taufiq Buwun Mas Hamdi; Fathurahman Muhtar
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai akhlaq dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pemeliharaan fasilitas sekolah di Madrasah Aliyah Zainul Hafidz At-Taufiq Buwun Mas. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena rendahnya tanggung jawab siswa terhadap sarana dan prasarana sekolah, padahal pendidikan karakter telah menjadi bagian dari kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, dan analisis dokumen terkait. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, termasuk pengurangan data, presentasi data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai akhlaq—seperti tanggung jawab, kepedulian, dan disiplin—belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku siswa. Beberapa faktor penghambat termasuk kurangnya pembiasaan yang konsisten, panutan yang lemah dari beberapa pendidik, dan kurangnya sistem pengawasan dan apresiasi. Namun, strategi pembelajaran yang mengintegrasikan contoh, pembiasaan, dan pendekatan kontekstual telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan sekolah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada pemeliharaan fasilitas fisik sekolah, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak berhubungan dengan aspek spiritual atau disiplin umum. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter, melibatkan guru, manajemen sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan budaya kepedulian terhadap fasilitas sekolah. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi internalisasi nilai-nilai akhlaq yang lebih dapat diterapkan dan berdampak nyata pada perilaku mahasiswa.
The Use of Flashcard Media to Improve Arabic Vocabulary Mastery of Fifth Grade Students at MI Tiwu Lekong Muhamad Hasyim
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.121

Abstract

This study aimed to improve Arabic vocabulary (mufradat) mastery among fifth-grade students at MI Tiwu Lekong through the implementation of flashcard media. The study was motivated by the problem of low vocabulary mastery, retention, and student engagement in Arabic lessons, which stemmed from the dominance of traditional lecture-based instruction and the absence of interactive visual aids. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on Lewin’s model, which consists of planning, action, observation, and reflection, conducted over two instructional cycles. The sample comprised 25 students, and data were collected through observation, interviews, performance assessments, and documentation. Findings revealed a progressive improvement in students' vocabulary mastery. In the pre-cycle phase, only 44% of students met the Minimum Mastery Criteria (MMC). After the first cycle, 64% of students showed improved performance, and by the second cycle, the mastery level increased to 88%, with 28% of students achieving an “Excellent” classification. The use of flashcards not only enhanced vocabulary retention but also stimulated student motivation and participation. The results suggest that flashcard media is an effective pedagogical tool for Arabic vocabulary acquisition in elementary settings. It supports both receptive and productive language skills and aligns with young learners’ cognitive styles. This study provides practical insights for Arabic language teachers, especially in rural schools, and recommends further exploration of low-cost, interactive media in language instruction.
The Implementation of the Muhawarah Method in Improving Arabic Speaking Skills at MA NW Dasan Lian Hamzani
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.122

Abstract

This study aims to improve Arabic speaking skills among students at MA NW Dasan Lian through the implementation of the Muhawarah (dialogue) method. The problem addressed in this research was the students’ low proficiency in speaking Arabic, characterized by limited vocabulary, lack of fluency, and low confidence, primarily due to monotonous teaching methods and minimal speaking practice. The research was conducted using a Classroom Action Research (CAR) design, based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The study was carried out in two cycles, with each cycle involving three meetings. Data collection methods included classroom observation, pre-tests and post-tests, and documentation. In Cycle I, students showed moderate improvement, with an average pre-test score of 67 and a post-test score of 78. However, many students remained in the "Fair" or "Poor" categories. Adjustments were made in Cycle II, including more interactive teaching, the use of audio materials, and motivational strategies. This resulted in a significant improvement in students’ speaking skills. In Cycle II, the average pre-test score increased to 82 and the post-test score to 83, with most students achieving a "Good" category. The findings demonstrate that the Muhawarah method significantly enhances students’ fluency, confidence, and participation in Arabic language learning. These results support previous studies on dialog-based instruction and highlight the method’s relevance in secondary Islamic educational settings. The study concludes that structured dialogue is a practical and effective approach to Arabic instruction at the secondary level.
Strengthening Reading Literacy and Scientific Inquiry as the Foundation of PAI Teacher Professionalism in the Era of Educational Transformation Nasri
Journal of Education, Teaching, and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Formad English Foundation NTB-Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/edutecle.v2i2.123

Abstract

This study explores the integration of reading literacy and scientific inquiry as foundational components in enhancing the professionalism of Islamic Religious Education (PAI) teachers amid ongoing educational transformation. Employing a qualitative literature review with a descriptive-analytical approach, the research systematically analyzed 20 peer-reviewed sources—comprising journal articles and scholarly books published between 2016 and 2024. The aim was to examine how the dual pillars of literacy and inquiry contribute to teacher competence in religious education settings. Findings indicate that reading literacy fosters interpretive depth, reflective thinking, and pedagogical clarity, particularly through critical engagement with religious texts. Simultaneously, scientific inquiry strengthens adaptability, informed classroom decision-making, and reflective teaching practices. The synthesis of these competencies not only addresses current pedagogical needs but also aligns epistemologically with core Islamic traditions, especially the principles of qira’ah (deep reading) and tadabbur (contemplative inquiry). A conceptual framework was developed to illustrate the reciprocal relationship between literacy and inquiry in shaping integrated teacher professionalism. This framework positions the teacher as both a reflective practitioner and a lifelong learner, capable of navigating between sacred knowledge and contemporary pedagogical demands. The study concludes that the integration of reading literacy and scientific inquiry provides a holistic and contextually grounded model for PAI teacher development. It offers practical implications for curriculum design, teacher education, and policy formulation, ensuring alignment with both Islamic educational values and 21st-century learning competencies.

Page 1 of 1 | Total Record : 10