Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research
The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research is a peer-reviewed open-access academic journal dedicated to the publication of high-quality research and scholarly contributions from various scientific disciplines. The journal serves as an international platform for researchers, academics, educators, professionals, and practitioners to disseminate innovative ideas, empirical findings, theoretical analyses, and practical applications that contribute to the advancement of science, education, technology, social development, and interdisciplinary studies. Published quarterly in March, June, September, and December, the Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research promotes scientific integrity, academic excellence, and multidisciplinary collaboration by encouraging the integration of knowledge across different fields of study. The journal is committed to supporting scholarly dialogue and fostering research that addresses contemporary global, regional, and societal challenges through scientific and multidisciplinary approaches. The journal welcomes original research articles, review articles, conceptual papers, case studies, and methodological studies that provide meaningful contributions to scientific knowledge and professional practice. By facilitating the exchange of ideas among scholars from diverse academic backgrounds, the Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research aims to become a significant reference source for the development of multidisciplinary research and innovation at both national and international levels. The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research aims to advance scientific knowledge and encourage interdisciplinary research that contributes to academic development, innovation, and solutions for real-world problems. The journal seeks to provide a comprehensive forum for the publication of scholarly works that integrate perspectives from multiple disciplines in order to strengthen scientific understanding and societal progress. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following areas: Education and teaching studies Social sciences and humanities Natural and applied sciences Technology and digital innovation Economics, business, and management Islamic studies and religious studies Health and community development Environmental and sustainability studies Language, literature, and cultural studies Law, public policy, and governance Psychology and human development Engineering and scientific innovation Multidisciplinary and interdisciplinary research The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research particularly encourages studies that explore interdisciplinary collaboration, scientific transformation, educational innovation, technological advancement, and community-based solutions that respond to contemporary issues in local, national, and global contexts. Through its broad and inclusive scope, the journal aims to strengthen academic networks, inspire intellectual exchange, and promote impactful research for the benefit of society.
Articles
43 Documents
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini di Paud Zur’zuro’
Nopiana Sartika
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.98
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode bermain peran terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD Zur’zuro’. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment), penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan metode bermain peran dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui pengukuran pretest dan posttest perkembangan kognitif, yang dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam perkembangan kognitif, dengan rata-rata gain score sebesar 0,67 (kategori sedang), dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mencapai 0,21 (kategori rendah). Uji t-independen menunjukkan perbedaan signifikan pada skor posttest antara kedua kelompok (p < 0,05), sementara skor pretest tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa metode bermain peran efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui aktivitas kreatif dan interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam bidang pendidikan anak usia dini dengan menyoroti efektivitas metode bermain peran sebagai strategi pembelajaran yang inovatif. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas konteks dan durasi studi guna mengevaluasi dampak jangka panjang metode ini.
Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Membangun Karakter Religius Siswa di MI Raudatul Jannah NW Perempun
Kurratul Aini
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.99
Pendidikan karakter religius menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mempengaruhi moral dan keagamaan generasi muda. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudatul Jannah NW Perempun memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an guna membangun karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dilakukan dalam proses pembelajaran, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik analisis interaktif diterapkan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, pembiasaan ibadah, dan keteladanan guru. Faktor pendukung utama adalah komitmen guru, dukungan orang tua, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya keterlibatan orang tua, serta pengaruh media digital. Implementasi nilai-nilai Al-Qur'an memberikan dampak positif terhadap karakter religius siswa, yang tercermin dalam peningkatan disiplin ibadah, sikap santun, serta kepedulian sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi bagi madrasah dalam mengoptimalkan strategi pembentukan karakter religius siswa. Implikasi hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Al-Qur'an di tingkat pendidikan dasar Islam.
Aswaja Dalam Memahami Tradisi dan Budaya
Yuyun Halfiah
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.106
Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya yang tinggi sekaligus mayoritas penduduk Muslim menghadirkan dinamika hubungan antara Islam dan tradisi lokal. Dalam konteks ini, Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) memiliki peran penting dalam membingkai pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Aswaja memahami dan merespons tradisi serta budaya di Indonesia, serta menjelaskan prinsip-prinsip yang digunakan dalam menilai keberterimaan praktik budaya dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen keislaman yang relevan. Data dikumpulkan melalui pembacaan kritis dan selektif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik untuk mengidentifikasi pola pemikiran dan prinsip Aswaja dalam memahami tradisi dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aswaja memandang tradisi dan budaya sebagai realitas sosial yang dapat diterima sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan syariat. Prinsip tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i‘tidal menjadi landasan utama dalam proses seleksi, adaptasi, dan integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa Aswaja memiliki batasan tegas terhadap praktik budaya yang mengandung unsur syirik dan khurafat, sekaligus menekankan pendekatan dakwah yang bijaksana dan persuasif. Kesimpulannya, Aswaja berfungsi sebagai paradigma integratif yang mampu menjaga harmoni antara Islam dan budaya di Indonesia, serta berkontribusi pada penguatan moderasi beragama dan pelestarian budaya lokal.
Public Relations Management in Enhancing Branding and Quality at SD Negeri 1 Rensing
Romi Oriza;
Hamzani Badri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.129
In today’s competitive educational environment, strategic public relations (PR) play a vital role in shaping school branding and enhancing institutional quality. This study investigates the implementation, challenges, and effectiveness of PR management at SD Negeri 1 Rensing, a public elementary school in East Lombok, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, the research involved interviews, field observations, and documentation analysis, conducted between June and July 2025. The findings reveal that PR activities, though not professionally structured, are actively carried out through religious and community events, WhatsApp-based parent communication, and limited use of social media. Key challenges identified include the absence of trained PR personnel, insufficient ICT infrastructure, and low parental digital literacy. Despite these limitations, PR efforts have led to increased enrollment—including students from outside the school zone—improved academic and non-academic performance, and stronger community involvement. The study contributes to the field by offering a rural perspective on school PR practices, often underrepresented in literature, and emphasizes the role of informal, community-driven communication strategies. It concludes that even in resource-constrained settings, effective PR can significantly support school branding and quality improvement.
Perilaku Berbasis Tasawuf: Tingkatan dan Tujuan Bertasawuf dalam Perspektif Islam
Saeful Gani;
Lalu Samcandra
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.134
Penelitian ini membahas perilaku berbasis tasawuf dengan fokus pada tingkatan-tingkatan spiritual dan tujuan bertasawuf dalam perspektif Islam. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan untuk memahami relevansi ajaran tasawuf dalam membentuk perilaku moral dan spiritual di tengah tantangan kehidupan modern. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi peran nilai-nilai tasawuf—seperti sabar, syukur, ridha, zuhud, dan ikhlas—dalam membentuk karakter serta menjelaskan proses pencapaian tujuan tasawuf, yaitu fana menuju ma’rifatullah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk literatur klasik tasawuf dan penelitian kontemporer. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan keterkaitan antara konsep tasawuf dan pembentukan perilaku Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf berperan signifikan dalam penyucian jiwa, pembersihan hati, dan pembentukan karakter yang seimbang antara dimensi lahir dan batin. Tasawuf tidak hanya relevan secara teoretis, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman moral dan spiritual yang mampu mengarahkan manusia menuju ketenangan, keseimbangan, dan kedekatan dengan Allah Swt. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tasawuf dapat dijadikan landasan pembinaan moral di masyarakat modern, dengan implikasi praktis pada pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Pengaruh Transformasi Digital terhadap Kinerja Organisasi: Review Literatur Sistematis
M.Sahidi;
Baiq Nur Uluhiyah
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.158
Transformasi digital telah menjadi isu strategis dalam pengelolaan organisasi seiring pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya tuntutan efektivitas, efisiensi, serta daya saing organisasi. Namun, pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, karakteristik, dan dampak transformasi digital terhadap kinerja organisasi masih menunjukkan variasi dalam literatur ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep transformasi digital, menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja organisasi, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat keberhasilan transformasi digital berdasarkan kajian literatur sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan topik transformasi digital dan kinerja organisasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan sintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital dipahami sebagai proses perubahan strategis dan menyeluruh yang tidak hanya mencakup adopsi teknologi digital, tetapi juga perubahan budaya organisasi, inovasi, struktur kerja, dan tata kelola organisasi. Transformasi digital terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi, termasuk efektivitas, efisiensi operasional, produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, serta transparansi dan akuntabilitas. Namun, keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, kepemimpinan, budaya organisasi, dan strategi inovasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital perlu dikelola secara holistik agar mampu memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan terhadap kinerja organisasi, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan studi manajemen dan organisasi di era digital.
Penerapan Permaianan Puzzle Telur Pintar (Putepin) Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Ahmad Maududi
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.159
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui penerapan permainan puzzle telur pintar (putepin) anak usia 5-6 tahun pada kelompok B di TK Izzul Islam MT Wanasaba Lauk Tahun Pelajaran 2024/2025. Perkembangan kognitif anak pada pengenalan konsep bilangan rata-rata masih kurang, terutama pada konsep jumlah bilangan dan beberapa simbol angka yang memiliki kemiripan seperti angka 6 dan 9. Adapun jumlah keseluruhan sebanyak 18 anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan observasi dan refleksi. Tehnik pengumpukan data dalam penelitian ini menggunakan tiga prosedur yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketaui bahwa penerapan permainan puzzle telur pintar (putepin) dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Izzul Islam MT Wanasaba Tahun Pelajaran 2024/2025. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan disetiap siklus yakni dari kondisi awal yang dapat kriteria belum tuntas 13 anak (72%), dan siswa tuntas sebanyak 5 anak (28%). Kemudian pada siklus I dapat diketahui anak yang dapat kriteria siswa tidak tuntas berjumlah 8 orang (44%), anak yang tuntas berjumlah 10 orang (55%). Serta pada siklus II anak yang dapat kriteri belum tuntas sebanyak 3 orang (17%), anak yang tuntas berjumlah 15 orang (83%). Sehingga sudah mencapai dari target ketuntasan klasikal yaitu 80%. Dengan demikian, di simpulkan bahwa penggunaan permainan edukatif puzzle dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal dan menyebut bilangan. Penggunaan metode yang tepat dan media yang menarik akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih asyik dan tidak membosankan
The Model of Internalizing Islamic Values Based on Local Wisdom in Islamic Religious Education (PAI) Learning at SMPN 1 Keruak
Nasri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.160
This study is motivated by the limited empirical research on the integration of Islamic values and local wisdom within Islamic Religious Education (PAI) in public secondary schools, despite its significant role in shaping students’ character and religious attitudes in multicultural contexts. The study aims to identify the forms of Islamic values internalized through PAI learning, examine teachers’ strategies in integrating Islamic values through local wisdom, and analyze the impact of this internalization on students’ character development and religious behavior at SMPN 1 Keruak. The research adopts a qualitative case study design, involving 27 participants consisting of PAI teachers, school leaders, and students selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation analysis conducted from November to December 2025. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns, meanings, and relationships across data sources. The findings reveal that Islamic values related to Akidah, Sharia, and Akhlak are systematically internalized through culturally responsive pedagogical strategies. Teachers employ integrated approaches including value alignment with local wisdom, contextualized instruction, participatory learning, role modeling and habituation, as well as critical cultural analysis. These strategies contribute to the development of students’ religious discipline, social solidarity, respectful behavior, environmental awareness, and social empathy. The results align with character education and culturally responsive pedagogy theories, emphasizing the importance of contextual learning in value formation. The study concludes that integrating Islamic values through local wisdom strengthens the effectiveness and sustainability of character education in public schools. The findings contribute theoretically to Islamic education and value internalization studies and offer practical implications for educators and policymakers in designing culturally grounded PAI learning models. Future research is recommended to employ comparative and longitudinal approaches across diverse educational settings.
A Literature Review on the Internalization of Qur’anic Values through Religious Activities in Building Students’ Religious Character at Islamic Elementary Schools (MI)
Suparlan
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.161
This study is motivated by the limited systematic research on the internalization of Qur’anic values through religious activities in Madrasah Ibtidaiyah (MI), despite its significant impact on the formation of students’ religious character in Islamic elementary education. The study aims to analyze the concepts and forms of Qur’anic value internalization, to identify strategies, models, and pedagogical approaches employed in previous studies, and to examine supporting and inhibiting factors influencing the process of religious character formation in MI. This research adopts a qualitative literature review design, focusing on peer-reviewed journal articles and scholarly books published primarily within the last ten years. Relevant studies were selected through purposive sampling based on their alignment with Qur’anic value education, religious activities, and character development in Islamic elementary schools. Data were collected through systematic documentation and analyzed using thematic content analysis to synthesize patterns, relationships, and theoretical insights. The findings reveal that the internalization of Qur’anic values is predominantly understood as a gradual and multidimensional process integrating cognitive, affective, and behavioral domains. Religious activities—such as congregational prayers, Qur’an recitation, memorization programs, and school culture–based practices—function as the main mediating instruments of value transmission. Habituation and teacher exemplification emerge as dominant strategies, supported by integrative and holistic school-based models. However, the process is influenced by both supporting factors, including teacher competence and family–school alignment, and inhibiting factors, such as limited instructional time and external socio-digital influences. The study concludes that effective Qur’anic value internalization requires systemic, continuous, and contextually reinforced efforts across school, family, and community settings. The findings contribute theoretically to Islamic character education literature and offer practical implications for educators and institutions in strengthening sustainable religious character formation. Future research is recommended to employ empirical and longitudinal approaches to deepen understanding of this phenomenon.
Challenges in Arabic Language Learning at the Madrasah Aliyah Level
Muhamad Hasyim;
Muhammad Malikurrifqi;
Siti atiqatun Mulaikha;
Ziadatul Khairi;
Nur Ahmad;
Sri Wahyuni;
Tomi Adrian;
Siti Zuliatin;
Zikri Saputra
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67028/jssmr.v3i1.174
Students’ understanding of Islamic knowledge and developing their linguistic competence. However, in practice, Arabic language learning still faces various problems that affect the effectiveness of achieving learning objectives. This study aimed to examine the problems of Arabic language. Education at the Madrasah Aliyah level, identify the factors influencing these problems, and describe the efforts made to overcome them. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving Arabic language teachers and Madrasah Aliyah students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicated that the problems of Arabic language education at Madrasah Aliyah encompassed both linguistic and non-linguistic aspects. Linguistic problems included difficulties in vocabulary mastery, understanding grammatical rules (nahwu and sharaf), and speaking skills. Meanwhile, non-linguistic problems involved low student learning motivation, limited learning media, differences in students’ educational backgrounds, and instructional strategies that had not been optimally implemented. Teachers’ efforts to address these problems included providing additional exercises, repeating materials, and applying more varied teaching methods. This study concludes that the problems of Arabic language education at the Madrasah Aliyah level are multidimensional and require comprehensive and contextual learning approaches to improve the quality of Arabic language instruction.