cover
Contact Name
Jumatriadi, S.S,. M.Pd
Contact Email
jumatriadi@gmail.com
Phone
+6281808018885
Journal Mail Official
formadenglishfoundation@gmail.com
Editorial Address
Montong Waru, Desa Setungkep Lingsar, Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Prov. NTB, Indonesia, Kode Pos: 83672
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research
ISSN : 30635683     EISSN : 30635683     DOI : https://doi.org/10.67028/jssmr.v3i1.185
Core Subject :
The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research is a peer-reviewed open-access academic journal dedicated to the publication of high-quality research and scholarly contributions from various scientific disciplines. The journal serves as an international platform for researchers, academics, educators, professionals, and practitioners to disseminate innovative ideas, empirical findings, theoretical analyses, and practical applications that contribute to the advancement of science, education, technology, social development, and interdisciplinary studies. Published quarterly in March, June, September, and December, the Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research promotes scientific integrity, academic excellence, and multidisciplinary collaboration by encouraging the integration of knowledge across different fields of study. The journal is committed to supporting scholarly dialogue and fostering research that addresses contemporary global, regional, and societal challenges through scientific and multidisciplinary approaches. The journal welcomes original research articles, review articles, conceptual papers, case studies, and methodological studies that provide meaningful contributions to scientific knowledge and professional practice. By facilitating the exchange of ideas among scholars from diverse academic backgrounds, the Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research aims to become a significant reference source for the development of multidisciplinary research and innovation at both national and international levels. The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research aims to advance scientific knowledge and encourage interdisciplinary research that contributes to academic development, innovation, and solutions for real-world problems. The journal seeks to provide a comprehensive forum for the publication of scholarly works that integrate perspectives from multiple disciplines in order to strengthen scientific understanding and societal progress. The scope of the journal includes, but is not limited to, the following areas: Education and teaching studies Social sciences and humanities Natural and applied sciences Technology and digital innovation Economics, business, and management Islamic studies and religious studies Health and community development Environmental and sustainability studies Language, literature, and cultural studies Law, public policy, and governance Psychology and human development Engineering and scientific innovation Multidisciplinary and interdisciplinary research The Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research particularly encourages studies that explore interdisciplinary collaboration, scientific transformation, educational innovation, technological advancement, and community-based solutions that respond to contemporary issues in local, national, and global contexts. Through its broad and inclusive scope, the journal aims to strengthen academic networks, inspire intellectual exchange, and promote impactful research for the benefit of society.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Esensi dan Tujuan Pendidikan dalam Islam: Pendekatan Ta'lim, Tarbiyah, dan Ta'dib dalam Membentuk Insan Kamil Atika Suryani; Tamimi Mazani; Murzal
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.53

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk insan kamil, yaitu individu yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis esensi dan tujuan pendidikan Islam melalui tiga pendekatan utama: ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis deskriptif yang mengacu pada sumber-sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang membahas ketiga konsep ini dalam konteks pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’lim berfokus pada transfer ilmu pengetahuan yang benar sesuai dengan ajaran Islam, tarbiyah bertujuan untuk mengembangkan potensi individu secara menyeluruh, dan ta’dib mengutamakan pembentukan adab serta moral yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ketiga konsep ini saling melengkapi dan menjadi dasar utama dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk insan kamil. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang mulia secara moral dan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan Islam, baik dalam perspektif teoretis maupun praktis. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang tujuan pendidikan Islam dan memberikan panduan bagi praktik pendidikan Islam yang lebih efektif dan menyeluruh.
Perbandingan Efektivitas Pembelajaran Tematik Berbasis Al-Bayan dan Metode Tradisional Dalam Menanamkan Nilai Estetika Islam di MTS Badrul Islam Arman Jayadi jayadi; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i1.67

Abstract

Pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah (MTs) memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai estetika generasi muda. Namun, metode tradisional sering kali kurang efektif dalam menanamkan nilai estetika Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pembelajaran tematik berbasis Al-Bayan dengan metode tradisional dalam menanamkan nilai estetika Islam di MTs Badrul Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen komparatif. Sampel terdiri dari 61 siswa kelas VII dan VIII yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (30 siswa) dan kelompok kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa terhadap nilai estetika Islam sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa metode pembelajaran tematik berbasis Al-Bayan secara signifikan lebih efektif dibandingkan metode tradisional dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai estetika Islam. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan tematik berbasis Al-Bayan, dengan integrasi nilai-nilai estetika Islam ke dalam berbagai disiplin ilmu, mampu memberikan dampak yang lebih mendalam dan holistik terhadap penginternalisasian nilai-nilai tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam pendidikan Islam.
Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pendidikan Islam: Fikih dan SKI Muhamad hanapiah al farizi; syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.69

Abstract

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya pada mata pelajaran Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), menjadi topik yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Fikih dan SKI, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data telah dikumpulkan dari berbagai literatur yang membahas penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam pembelajaran Fikih melibatkan lima tahapan utama, yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam pembelajaran SKI, pendekatan ini diterapkan dengan cara mengkaji sumber sejarah, menganalisis peristiwa, serta membangun pemahaman berdasarkan bukti yang tersedia. Tantangan utama dalam penerapan pendekatan ini meliputi kurangnya keterampilan guru dalam mengimplementasikan metode saintifik, keterbatasan sumber belajar yang memadai, serta tingkat keterlibatan siswa yang bervariasi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih mendalam dan mendorong pemikiran kritis serta analitis. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara lebih sistematis dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Meningkatkan Pemahaman Al-Qur’an Hadits Melalui Desain Pembelajaran Berbasis Teori Didi Firmansyah; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.70

Abstract

Dalam dunia pendidikan Islam, pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur'an dan Hadits merupakan elemen fundamental yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik. Menanamkan pemahaman Al-Qur'an dan Hadits yang kuat sejak dini dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan kepribadian Islami. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan desain pembelajaran yang efektif dan efisien yang berlandaskan pada teori-teori pendidikan yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran berbasis teori yang dapat meningkatkan pemahaman Al-Qur'an dan Hadits pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan melakukan tinjauan kritis terhadap teori-teori pembelajaran dan desain instruksional yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori belajar konstruktivisme, teori pemrosesan informasi, dan teori belajar sosial dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits yang efektif. Desain pembelajaran berbasis teori ini dapat mencakup strategi pembelajaran aktif, penggunaan media dan teknologi, serta pendekatan kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan landasan teoretis dalam mengembangkan model dan strategi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan ajaran Islam secara komprehensif oleh peserta didik.
Revitalisasi Metode Pembelajaran Al-Qur'an Pada Siswa Kelas VI SDIT Putri Abu Hurairah Mataram: Kajian Terhadap Inovasi Pengajaran PAI di Era 5.0 Saripudin; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.72

Abstract

Era Revolusi Industri 5.0 telah mendorong inovasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi metode pembelajaran al-Qur'an pada siswa kelas VI SDIT Putri Abu Hurairah Mataram, mengkaji inovasi pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan kebutuhan era digital, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah ini telah mengintegrasikan metode tahfiz digital berbasis aplikasi dengan fitur interaktif, yang efektif meningkatkan hafalan dan pemahaman siswa terhadap al-Qur'an. Selain itu, inovasi pengajaran PAI dilakukan melalui pendekatan project-based learning yang melibatkan siswa dalam kegiatan praktis seperti proyek amal dan kampanye lingkungan Islami. Strategi ini menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan aplikasi tahfiz yang lebih personal, pelatihan guru untuk adaptasi teknologi, dan penerapan lebih luas model pembelajaran berbasis proyek. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang relevan dengan tantangan era Revolusi Industri 5.0, khususnya di pendidikan Islam.
Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI): Pendekatan, Metode, dan Implementasi L. Rian Gunawan; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.73

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), yang bertujuan untuk menilai pencapaian peserta didik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan, metode, dan implementasi sistem evaluasi dalam pembelajaran PAI, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup analisis terhadap berbagai literatur yang membahas evaluasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem evaluasi pembelajaran PAI menerapkan tiga pendekatan utama, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi. Pendekatan kuantitatif dominan dalam mengukur aspek kognitif melalui tes tertulis, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek afektif dan psikomotorik melalui observasi dan wawancara. Pendekatan kombinasi memberikan hasil yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan kedua metode tersebut. Selain itu, metode evaluasi yang umum digunakan dalam pembelajaran PAI meliputi tes tertulis, observasi, portofolio, dan penilaian berbasis proyek. Implementasi evaluasi dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengoptimalkan penilaian terhadap aspek afektif dan psikomotorik serta meningkatkan kesiapan guru dalam menggunakan metode evaluasi yang lebih inovatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem evaluasi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan komprehensif. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang instrumen evaluasi yang lebih holistik dan bagi pembuat kebijakan dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih adaptif.
Inovasi Dalam Pembelajaran PAI: Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Digital Fenindra Jailani; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2025): March
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i3.74

Abstract

Era digital membawa tantangan sekaligus peluang dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pembelajaran PAI di era digital, mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya, serta merumuskan strategi peningkatan kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, yang melibatkan analisis berbagai literatur terkait inovasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam pembelajaran PAI dapat diterapkan melalui media digital interaktif, platform pembelajaran daring, serta pendekatan pedagogis berbasis teknologi seperti Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Inovasi ini terbukti meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Namun, penelitian juga mengidentifikasi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi, keterbatasan akses infrastruktur digital, serta kendala dalam menjaga kualitas pembelajaran berbasis agama di lingkungan digital. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi seperti pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi dalam PAI, serta optimalisasi pemanfaatan media digital yang tetap mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. 
Teori Belajar Kognitif dan Penerapannya pada Pembelajaran PAI Ati Rahmawati; Syukri
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i1.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori belajar kognitif dan penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori belajar kognitif menekankan bahwa belajar adalah proses internal yang melibatkan aktivitas mental seperti memori, penalaran, dan pemrosesan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur untuk menganalisis konsep dasar teori kognitif, penerapannya dalam pembelajaran PAI, dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori kognitif dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik, termasuk perkembangan, motivasi, dan minat mereka, sehingga memungkinkan pembelajaran yang lebih efektif. Strategi penerapan meliputi pembelajaran kontekstual berbasis masalah, penggunaan teknologi, pemahaman tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget, dan pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teori kognitif dalam pembelajaran PAI tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, tetapi juga mendorong internalisasi nilai-nilai Islami. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan bagi guru PAI dalam merancang strategi pembelajaran berbasis teori kognitif untuk mendukung pembentukan karakter Islami peserta didik.
The Digital Da'wah Strategy Amid the Flow of Hoax Information Huswatun Hasanah
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.77

Abstract

This study examines the application of digital da’wah strategies to counter the spread of hoax information on social media, focusing on the role of the tabayyun approach and the importance of digital literacy. In the digital era, social media has become a powerful tool for spreading Islamic teachings, but it also facilitates the rapid dissemination of misinformation, especially concerning religious matters. This research used a library research method, analyzing secondary data from academic articles, books, and reliable online sources to identify effective strategies for digital da’wah. Key findings highlight the critical role of social media in reaching a broad audience, the need for verification of information (tabayyun), and the importance of enhancing digital literacy among da’is to ensure that Islamic teachings are conveyed accurately. Furthermore, the study emphasizes the challenges of competing for attention in the digital space and the necessity for collaboration with technology platforms and other digital communities. The research concludes by recommending a comprehensive digital da’wah strategy combining verification, literacy, innovation, and collaboration to effectively address the challenges of misinformation in the digital era. Keywords: digital da’wah, hoaxes, tabayyun, social media, digital literacy.
The Influence of Sufism Traditions in Modern Society: A Literature Review Indra Wijaya
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v1i3.78

Abstract

Sufism traditions have become a significant foundation in shaping the spirituality of modern society, which faces the challenges of materialism and secularism. This study aims to analyze the influence of Sufism traditions on the spiritual life of modern society and the role of Neo-Sufism in addressing the spiritual crisis. Using a literature review method, this research examines various relevant primary and secondary sources. The findings reveal that Sufism significantly contributes to inner peace through practices such as dhikr (remembrance of God), meditation, and self-control. These traditions have adapted to modern contexts, including through spiritual workshops, Sufism-based communities, and digital applications. Neo-Sufism, as an innovation of Sufism, offers an inclusive approach relevant to modern life, such as integrating spiritual values into leadership and rejecting materialistic perspectives. This study concludes that Sufism traditions remain relevant as a spiritual solution to the crisis of meaning in life and provide a foundation for individuals and communities to achieve worldly and spiritual balance.