cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@uinib.ac.id
Phone
+6282371472352
Journal Mail Official
saqifahjurnalfs@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang Kampus III UIN Imam Bonjol Padang Jl. Balai Gadang Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 25484974     EISSN : 30482844     DOI : https://doi.org/10.15548/sqf
Core Subject :
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah with registered number ISSN 2548-4974 (print) 3048-2844 (online) published by the Sharia Economic Law Study Program, Faculty of Sharia, UIN Imam Bonjol Padang as an information media and discussion forum for the study of sharia economic law. It contains concise writings on research results, hypotheses, surveys and other academic works. The editor invites experts, scholars and practitioners to discuss and write freely and creatively while communicating with the wider academic community. The editors may shorten and improve the article without changing its purpose and content. The articles do not reflect the views of the institution that publishes this journal, all of them are the views of the authors themselves. Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah is published twice a year (June and December). It was first published in 2016 (print edition). Then it gradually migrated to an electronic journal system in 2021 (Open Access). Now the journal is fully online, and available in Indonesian version starting Vol. 6 No. 2 (2021).
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Islamic Economic Law as Fiqh Muamalah Iqtishadiyyah, Not from Conventional Economic Science Joko Dwi saputro; Jumino Jumino; Hendrianto Hendrianto
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 9, No 1 (2024): Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/sqf.v9i1.441

Abstract

This research aims to explore Islamic economic law, such as Fiqh Muamalah Iqtishadiyyah, which is different from conventional economics. Using qualitative methods, this research examines the concepts, principles and applications of Islamic economic law through literature analysis and in-depth interviews with experts in the field. Fiqh Muamalah Iqtishadiyyah offers a unique perspective rooted in the teachings of the Quran and Hadith, emphasizing ethics, justice and balance in economic activities. The research found that Islamic economic law not only focuses on material aspects but also considers economic transactions' moral and social implications. The results of this study show that the Fiqh Muamalah Iqtishadiyyah approach provides a holistic and sustainable alternative to the conventional economic model, often dominated by worldly and practical principles. As such, this research contributes to a deeper understanding of the role and potential of Islamic economic law in creating a more just and sustainable economic system.
Zakat dan Pajak dalam Tinjauan Para Pakar dan Ulama Kontemporer Meirison Meirison
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2022): Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/sqf.v7i2.257

Abstract

Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran antara Zakat dan Pajak yang sama-sama mendukung pembangunan dan kemakmuran sebuah komunitas masyarakat bahkan dapat memberikan kemajuan bagi sebuah negara. Zakat telah disyariatkan oleh Islam yang jelas tertera dalam alquran dan Al-Hadits dan bukan hasil Ijtihad pada ulama. Zakat telah dilaksanakan sejak Zaman Rasulullah S.A.W. Tulisan ini dibahas dengan melakukan studi pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif. Studi komparatif dari berbagai literatur dilakukan antara zakat dan pajak dalam berbagai dimensi dan pendapat para pakar kemudian didapatkanlah bahwa zakat tidak sepenuhnya sama dengan pajak dalam pendapat para ulama klasik dan kontemporer. Zakat dan pajak properti terlihat sangat mirip tetapi kenyataannya tidak. Zakat adalah istilah keuangan Islam yang mengacu pada kewajiban bahwa seseorang harus menyumbangkan proporsi tertentu dari kekayaan setiap tahun untuk tujuan amal. Zakat adalah proses wajib bagi umat Islam dan dianggap sebagai bentuk ibadah. Pajak properti adalah jumlah tahunan yang dibayarkan oleh pemilik tanah kepada pemerintah daerah atau perusahaan kota di wilayahnya. Singkatnya, pajak properti adalah sistem buatan manusia yang tidak bersifat permanen dan dapat berubah. Di sisi lain, zakat ditentukan oleh Allah SWT dalam Al-Quran dan kita tidak dapat menyimpang dari kriteria yang ditetapkan. Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam dan Muslim yang memenuhi syarat harus membayar zakat setiap tahun.