cover
Contact Name
Kholil Imam
Contact Email
emankkhalil@gmail.com
Phone
+6285236510445
Journal Mail Official
indafabws@gmail.com
Editorial Address
JL. K. MASSYUR RT. 016 RW.000 RAMBAN KULON KECAMATAN CERMEE KABUPATEN BONDOWOSO JAWA TIMUR
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SAMAWA: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 27743233     EISSN : 27744361     DOI : https://doi.org/10.53948/samawa
Core Subject : Religion, Social,
SAMAWA: Jurnal Hukum Keluarga Islam adalah jurnal akademik yang ditelaah sejawat (peer-reviewed) dan berfungsi sebagai wadah ilmiah untuk pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam. Jurnal ini memuat hasil penelitian teoretis maupun empiris yang bertujuan memberikan kontribusi terhadap wacana klasik sekaligus perkembangan kontemporer di bidang Hukum Keluarga Islam. Fokus utama jurnal ini mencakup kajian Hukum Keluarga Islam dari perspektif normatif, historis, sosiologis, dan hukum perbandingan, baik di Indonesia maupun di negara-negara Muslim lainnya meliputi hal-hal berikut: Perkawinan dalam Islam Mencakup kajian tentang akad nikah beserta rukun dan syaratnya; mahar, wali, dan saksi; hukum, prosedur, serta praktik poligami; pembatalan pernikahan (fasakh nikah); serta studi perbandingan hukum perkawinan dalam berbagai sistem hukum. Perceraian Membahas kajian ilmiah mengenai talak beserta jenis, prosedur, dan akibat hukumnya; khulu’ (perceraian atas permintaan istri); fasakh (pembatalan pernikahan); ruju’ (rujuk setelah perceraian) beserta syarat dan prosedurnya; serta analisis yurisprudensi terhadap kasus-kasus perceraian dari berbagai perspektif. Nafkah, Hak Asuh Anak, dan Perwalian Mencakup kajian tentang kewajiban nafkah suami; nafkah pasca perceraian seperti nafkah iddah, mut’ah, dan nafkah anak; pengaturan hak asuh anak (hadhanah) setelah perceraian; serta perwalian terhadap anak di bawah umur, baik wali nikah maupun wali yatim. Kewarisan, Wasiat, dan Hibah Mengkaji pembagian warisan menurut hukum Islam; wasiat, termasuk ketentuan, batasan, dan pelaksanaannya; hibah (pemberian), meliputi syarat hukum, mekanisme, serta kemungkinan pembatalannya; serta analisis yurisprudensi terhadap kasus kewarisan dalam berbagai konteks. Mediasi dan Penyelesaian Sengketa Keluarga di Pengadilan Agama Berfokus pada proses dan prosedur mediasi, peran mediator dalam penyelesaian sengketa keluarga, serta strategi peningkatan keberhasilan mediasi dalam kerangka peradilan agama. Isu Gender dalam Hukum Keluarga Islam Membahas keadilan gender dalam hukum keluarga, menelaah perspektif kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, serta menganalisis bentuk dan dampak bias gender dalam praktik dan implementasi hukum keluarga Islam. Reformasi dan Kodifikasi Hukum Keluarga di Dunia Islam Mengkaji perubahan dan reformasi hukum keluarga, menelaah proses dan model kodifikasi di Indonesia serta negara-negara Muslim lainnya, dan menganalisis peluang serta tantangan dalam pelaksanaan reformasi hukum keluarga yang efektif. Studi Perbandingan Hukum Keluarga Menganalisis persamaan dan perbedaan antar mazhab dalam hukum Islam, mengkaji perspektif perbandingan hukum keluarga lintas negara, serta menelaah hubungan dan interaksi antara hukum Islam, hukum adat, dan hukum positif dalam pengaturan masalah keluarga. Studi Empiris tentang Praktik Hukum Keluarga Islam di Masyarakat Meliputi penelitian lapangan mengenai implementasi hukum keluarga Islam dengan pendekatan sosiologis, antropologis, dan yuridis; serta mengkaji pengaruh adat lokal terhadap praktik dan penafsiran hukum keluarga dalam berbagai komunitas.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 82 Documents
PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA GHAIB PADA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA METRO Ulfa Fatimatu Zahra; Sudirman
SAMAWA Vol 6 No 1 (2026): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the judge's consideration in deciding supernatural cases in divorce lawsuits at the Metro Religious Court through Decision Number 230/Pdt.G/2023/PA.Mt. The main problem is how the judge decides the supernatural divorce case when the husband leaves his wife for less than two years, even though Article 116 letter (b) of the KHI requires a minimum of two consecutive years. Using normative legal research methods with a legislative and case approach, this study analyzes court decisions and Islamic legal literature. The results of the study show that judges use a substantive-protective approach by integrating legal-formal and philosophical aspects based on the rules of fiqhiyyah "dar'u al-mafasid muqaddamun 'ala jalb al-mashalih" and the principles of maqashid sharia. Factors that cause the request include the absence of the husband, economic neglect, the habit of drinking liquor, and the failure of peace efforts. The judge granted the lawsuit by imposing talaq satu ba'in shughra even though the duration of the separation had not reached two years, considering that maintaining the marriage caused psychological harm and legal uncertainty for the wife. This study demonstrates that judges act as justice seekers who contextualize legal norms with social realities to protect the abandoned party. Keywords: Supernatural Cases, Divorce Lawsuits, Judge's Considerations
POLIGAMI: ANTARA KEBOLEHAN SYARIAT DAN TANTANGAN ETIS ANALISIS MA’ANIL AL HADITS DAN SOSIOLOGI HUKUM Saifullah; Sutriyono
SAMAWA Vol 6 No 1 (2026): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article reexamines the meaning and ethical position of polygamy through two approaches: Ma'anil al Hadith and legal sociology. The Ma'anil al Hadith approach emphasizes a meaningful, contextual reading of hadiths that is oriented toward maqāṣid al-syarī'ah, rather than merely textual. Meanwhile, legal sociology analyzes the social function of a norm in modern society. This study finds that polygamy in Islam is not a command or normative preference, but rather a conditional permissibility that arises from a specific socio-historical context. In contemporary social reality, moral conditions, especially inner, psychological, and structural justice, are almost impossible to fulfill. Therefore, polygamy is more accurately understood as a situational rukhṣah, not an ideal family model. This analysis shows that both hadith and modern legal sociology theory lean toward ethical recommendations of monogamy as a form of protection, justice, and family stability. Keywords: Polygamy, Ma’Ani Al-Ḥadis, Sociology of Law, Maqāṣid Al-Syari’Ah, Justice, Modern Family, Prophetic Ethics.