Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"2018"
:
25 Documents
clear
PENGARUH PEMBERIAN SUSPENSI BUBUK KEDELAI (Glycine max L.Merr) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN
Fatma Nashriati
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang dapat mengakibatkan perubahan metabolik pada penderitanya. Kondisi ini dapat mengakibatkan disfungsi dan apoptosis sel beta pankreas. Kurangnya asupan antioksidan yang dibutuhkan sel beta merangsang pengeluaran Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat mendorong terjadinya apoptosis dan disfungsi sel beta. Kedelai memiliki kandungan utama yaitu isoflavon. Isoflavon pada kedelai memiiliki fungsi sebagai antioksidan untuk melemahkan stress oksidatif, menurunkan kadar ROS dan menghambat apoptosis sel. Tujuan penelitian ini untuk engetahui pengaruh suspensi bubuk kedelai terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi streptozotosin. 30 tikus putih jantan galur wistar dengan berat 150-300 g usia 6-12 minggu yang diinduksi streptozotosin (STZ) digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 tikus yang diinduksi STZ. Kelompok 2 tikus normal. Kelompok 3-5 diinduksi STZ dan diberi suspensi bubuk kedelai dosis masing-masing 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB selama 30 hari. Diakhir penelitian jaringan pankreas diambil untuk pembuatan preparat dengan pewarnaan immunohistokimia. Jumlah sel beta pabkreas dihitung menggunakan aplikasi Image-J pada 10 pulau langerhans. Pemberian suspensi bubuk kedelai berpengaruh terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi STZ (p< 0,05). Dosis 800 mg/kgBB memiliki pengaruh yang bermakna (p<0,05) sedangkan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki pengaruh yang sama terdahap jumlah sel beta pancreas (p>0,05). Terdapat pengaruh suspensi bubuk kedelai terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi streptozotosin dan dosis 800 mg/kgBB menjadi dosis optimum pada penelitian ini.
PENGARUH PEMBERIAN SUSPENSI BUBUK KEDELAI (Glycine max L.Merr) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN
Fatma Nashriati
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang dapat mengakibatkan perubahan metabolik pada penderitanya. Kondisi ini dapat mengakibatkan disfungsi dan apoptosis sel beta pankreas. Kurangnya asupan antioksidan yang dibutuhkan sel beta merangsang pengeluaran Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat mendorong terjadinya apoptosis dan disfungsi sel beta. Kedelai memiliki kandungan utama yaitu isoflavon. Isoflavon pada kedelai memiiliki fungsi sebagai antioksidan untuk melemahkan stress oksidatif, menurunkan kadar ROS dan menghambat apoptosis sel. Tujuan penelitian ini untuk engetahui pengaruh suspensi bubuk kedelai terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi streptozotosin. 30 tikus putih jantan galur wistar dengan berat 150-300 g usia 6-12 minggu yang diinduksi streptozotosin (STZ) digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 tikus yang diinduksi STZ. Kelompok 2 tikus normal. Kelompok 3-5 diinduksi STZ dan diberi suspensi bubuk kedelai dosis masing-masing 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB selama 30 hari. Diakhir penelitian jaringan pankreas diambil untuk pembuatan preparat dengan pewarnaan immunohistokimia. Jumlah sel beta pabkreas dihitung menggunakan aplikasi Image-J pada 10 pulau langerhans. Pemberian suspensi bubuk kedelai berpengaruh terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi STZ (p< 0,05). Dosis 800 mg/kgBB memiliki pengaruh yang bermakna (p<0,05) sedangkan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki pengaruh yang sama terdahap jumlah sel beta pancreas (p>0,05). Terdapat pengaruh suspensi bubuk kedelai terhadap jumlah sel beta pankreas pada tikus yang diinduksi streptozotosin dan dosis 800 mg/kgBB menjadi dosis optimum pada penelitian ini.
Model Pembimbingan Retaker UKMPPD: Kegiatan Mentoring, Mandiri dan Monitoring Dalam Upaya Meningkatkan Kelulusan
Irma Suswati Fathiyah Safithri;
Fathiyah Safithri
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persentase kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter peserta retaker khusus tingkat nasional yang mengikuti program bimbingan khusus tahun 2017 sebesar 28,7%. Peserta retaker FK UMM sampai bulan November 2017 mengalami peningkatan sebanyak 18 peserta. Upaya meningkatkan kelulusan retaker dengan melakukan program bimbingan peer-mentorship, belajar mandiri maupun progress tes namun jumlah retaker masih mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembimbingan retaker yang dapat meningkatkan persentase kelulusan UKMPPD, untuk itu perlu dikaji lebih dalam kegiatan mentoring, mandiri dan monitoring pembimbingan. Desain penelitian Quasi-eksperimental. Subjek peserta bimbingan retaker sejumlah 17 peserta yang mengikuti UKMPPD bulan November 2017 dan bulan Februari 2018. Analisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif diperoleh rerata nilai UKMPPD Nov 17 (pre) sebesar 58,45 dan terjadi kenaikan rerata nilai UKMPPD Feb 18 (post) sebesar 66,85, artinya nilai post lebih tinggi daripada nilail pre dan nilai post diatas nilai passing grade Nasional (66). Besarnya nilai pre dan post sebesar 8,40 yang secara statistik dianggap bermakna (sig = 0,000) artinya program bimbingan retaker dapat meningkatkan kelulusan UKMPPD dengan kenaikan nilai persentase berkisar 14,37% dan tingkat kelulusan retaker di bulan Februari 18 sebesar 70%. Model bimbingan melalui kegiatan mentoring, mandiri dan monitoring bagi retaker mampu meningkatkan persentase kelulusan UKMPPD.
PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA SISWA SMP DI PALEMBANG
Raden Ayu Tanzila
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latihan fisik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Latihan intensitas sedang menggunakan sepeda statis merupakan jenis dari latihan aerobik yang meningkatkan sistem kardiorespirasi. Kebugaran kardiorespirasi adalah kemampuan jantung dan paru untuk menyerap dan memanfaatkan oksigen selama latihan fisik. Kebugaran kardiorespirasi dapat diukur melalui Harvard Step test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari latihan aerobik intensitas sedang terhadap kebugaran kardiorespirasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan One Group Pre and Post Test Design karena menggunakan satu kelompok perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling, dimana responden penelitian sebanyak 29 siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diberikan latihan fisik intensitas sedang menggunakan sepeda statis dengan frekuensi 3 kali seminggu dengan durasi 15 menit dan dilaksanakan selama 6 minggu. Data dianalisis dengan uji t berpasangan (Paired t-test). Hasil penelitian didapatkan terjadi perubahan nilai rerata indeks kebugaran kardiorespirasi secara signifikan sebelum perlakuan 32,74 dan setelah perlakuan 41,68 (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan fisik intensitas sedang terhadap kebugaran kardiorespirasi.
PENGGUNAAN NITROVASODILATOR SEBAGAI DONOR OKSIDA NITRIK PADA PREEKLAMSIA
Muhammad Anas;
Uning Marlina
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Disfungsi endotel memegang peranan penting dalam patogenesis preeklamsia yang menyebabkan insufisiensi produksi dan sekresi oksida nitrik endotel. Hal ini dapat dikoreksi dengan donor oksida nitrik yang berupa nitrovasodilator. Seperti Nitrogliserin (GTN), Sodium nitroprusside (SNP), S-nitrosogluthatione (GSNO), dan Isosorbid dinitrat (ISDN). Donor oksida nitrik mempunyai efek biologis terhadap sirkulasi fetoplasenta, seperti relaksasi arteri uterina, arteri umbilikus dan pembuluh darah plasenta, relaksasi otot polos uterus, mencegah mikrotrombi pada sirkulasi fetoplasenta, mencegah hipertensi ibu yang tidak terkontrol, meningkatkan cairan amnion, dan mencegah pertumbuhan janin terhambat.
HUBUNGAN SENAM PROLANIS TERHADAP KADAR GULA PUASA DAN KGD2PP PADA PASIEN DM TIPE 2
Prima Hari Nastiti;
Achmad Hanif
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Mellitus type 2, merupakan salah satu keluhan umum yang sering dialami oleh pasien berumur diatas 45 tahun. Indonesia sendiri merupakan negara ke 4 paling banyak terkena kasus Diabetes Mellitus. Hal tersebut dapat terjadi karena pola makan yang tidak terjaga,olahraga yang kurang,dan lifestyle yang tidak sesuai. Senam diabetes merupakan langkah awal dalam mengatasi Diabetes Mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara senam diabetes terhadap kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial. Penelitian ini menggunakan model observasi analitik dengan desain cohort  dilakukan di Puskesmas Kendal Kerep terhadap 52 sampel pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon. Hasil analisis dengan korelasi Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara senam diabetes terhadap kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial (p = 0,000) yang berarti senam merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial. Terdapat hubungan yang signifikan antara senam diabetes terhadap kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial.
KONSENTRASI APLIKATIF LARUTAN ETHANOLIC APIS TRIGONA SP DALAM PENGHAMBATAN LAJU PERTUMBUHAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS (IN VITRO)
Rieza Hafiz Wicaksono;
Akhmad Faried Fauzi;
Arya Adiningrat
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Propolis merupakan salah satu produk lebah yang berperan sebagai material pelindung pada sarang lebah. Pada pengembangan medikamen rongga mulut, diperlukan upaya konfirmasi terhadap aspek biokompatibilitas. Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri anaerobik obligat yang sering menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit periodontal. Upaya eliminasi dan reduksi Porphyromonas gingivalis pada jaringan periodontal merupakan salah satu upaya suportif yang dibutuhkan dalam penghambatan proses perkembangan penyakit periodontal. Banyak penelitian menunjukan potensi larutan etanolik suatu material herbal, namun masih sedikit informasi terkait konsentrasi aplikatif larutan etanolik tersebut yang dapat digunakan dalam rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi konsentrasi aplikatif dari larutan etanolik propolis Apis Trigona sp terhadap penurunan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Propolis Apis Trigona sp diperoleh dari peternakan lebah lokal di Nglipar, Kecamatan Gunung Kidul, Yogyakarta dan diekstraksi dengan menggunakan prosedur maserasi. Porphyromonas gingivalis (ATCC-33277) diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta (BLK) yang dikultur menggunakan medium BHI. Sel fibroblas (HDFa-Gibco C-013-5C, USA) digunakan dalam uji MTT (pada λ 550 nm). Laju pertumbuhan bakteri diamati dengan mengukur kerapatan optik (OD) dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS (pada λ 600 nm). Normalitas data dievaluasi menggunakan uji Shapiro-Wilk dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis serta korelasi Pearson. Seluruh perlakuan dilakukan dengan desain eksperimental triplicated. Normalitas data perubahan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis terdistribusi tidak normal (Sig=0.002), dan hasil analysis Kruskal-Wallis pada nilai rerata ODt2-t0 menunjukkan p=0.009 (p<0.05) dengan puncak efek pada konsentrasi 0.4%. Pada evaluasi viabilitas sel fibroblast, uji normalitas data menunjukkan nilai Sig=0.118, dan koefisien korelasi Pearson sebesar -0.673 (Sig=0.023) dengan viabilitas sel fibroblas sebesar 9.48% terjadi pada larutan etanolik propolis dengan konsentrasi 0.1%. Dari data di atas menunjukkan bahwa larutan etanolik propolis memberikan efek yang bermakna pada penghambatan laju pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis, akan tetapi juga menunjukkan efek toksik yang kuat pada sel tubuh. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memperoleh sediaan aplikatif larutan etanolik propolis dalam menghambat laju pertumbuhan bakteri secara optimal dengan efek toksik yang minimal.
KONSENTRASI APLIKATIF LARUTAN ETHANOLIC APIS TRIGONA SP DALAM PENGHAMBATAN LAJU PERTUMBUHAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS (IN VITRO)
Rieza Hafiz Wicaksono;
Akhmad Faried Fauzi;
Arya Adiningrat
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Propolis merupakan salah satu produk lebah yang berperan sebagai material pelindung pada sarang lebah. Pada pengembangan medikamen rongga mulut, diperlukan upaya konfirmasi terhadap aspek biokompatibilitas. Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri anaerobik obligat yang sering menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit periodontal. Upaya eliminasi dan reduksi Porphyromonas gingivalis pada jaringan periodontal merupakan salah satu upaya suportif yang dibutuhkan dalam penghambatan proses perkembangan penyakit periodontal. Banyak penelitian menunjukan potensi larutan etanolik suatu material herbal, namun masih sedikit informasi terkait konsentrasi aplikatif larutan etanolik tersebut yang dapat digunakan dalam rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi konsentrasi aplikatif dari larutan etanolik propolis Apis Trigona sp terhadap penurunan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Propolis Apis Trigona sp diperoleh dari peternakan lebah lokal di Nglipar, Kecamatan Gunung Kidul, Yogyakarta dan diekstraksi dengan menggunakan prosedur maserasi. Porphyromonas gingivalis (ATCC-33277) diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta (BLK) yang dikultur menggunakan medium BHI. Sel fibroblas (HDFa-Gibco C-013-5C, USA) digunakan dalam uji MTT (pada λ 550 nm). Laju pertumbuhan bakteri diamati dengan mengukur kerapatan optik (OD) dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS (pada λ 600 nm). Normalitas data dievaluasi menggunakan uji Shapiro-Wilk dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis serta korelasi Pearson. Seluruh perlakuan dilakukan dengan desain eksperimental triplicated. Normalitas data perubahan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis terdistribusi tidak normal (Sig=0.002), dan hasil analysis Kruskal-Wallis pada nilai rerata ODt2-t0 menunjukkan p=0.009 (p<0.05) dengan puncak efek pada konsentrasi 0.4%. Pada evaluasi viabilitas sel fibroblast, uji normalitas data menunjukkan nilai Sig=0.118, dan koefisien korelasi Pearson sebesar -0.673 (Sig=0.023) dengan viabilitas sel fibroblas sebesar 9.48% terjadi pada larutan etanolik propolis dengan konsentrasi 0.1%. Dari data di atas menunjukkan bahwa larutan etanolik propolis memberikan efek yang bermakna pada penghambatan laju pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis, akan tetapi juga menunjukkan efek toksik yang kuat pada sel tubuh. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memperoleh sediaan aplikatif larutan etanolik propolis dalam menghambat laju pertumbuhan bakteri secara optimal dengan efek toksik yang minimal.
KONSENTRASI APLIKATIF LARUTAN ETHANOLIC APIS TRIGONA SP DALAM PENGHAMBATAN LAJU PERTUMBUHAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS (IN VITRO)
Rieza Hafiz Wicaksono;
Akhmad Faried Fauzi;
Arya Adiningrat
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Propolis merupakan salah satu produk lebah yang berperan sebagai material pelindung pada sarang lebah. Pada pengembangan medikamen rongga mulut, diperlukan upaya konfirmasi terhadap aspek biokompatibilitas. Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri anaerobik obligat yang sering menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit periodontal. Upaya eliminasi dan reduksi Porphyromonas gingivalis pada jaringan periodontal merupakan salah satu upaya suportif yang dibutuhkan dalam penghambatan proses perkembangan penyakit periodontal. Banyak penelitian menunjukan potensi larutan etanolik suatu material herbal, namun masih sedikit informasi terkait konsentrasi aplikatif larutan etanolik tersebut yang dapat digunakan dalam rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi konsentrasi aplikatif dari larutan etanolik propolis Apis Trigona sp terhadap penurunan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Propolis Apis Trigona sp diperoleh dari peternakan lebah lokal di Nglipar, Kecamatan Gunung Kidul, Yogyakarta dan diekstraksi dengan menggunakan prosedur maserasi. Porphyromonas gingivalis (ATCC-33277) diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta (BLK) yang dikultur menggunakan medium BHI. Sel fibroblas (HDFa-Gibco C-013-5C, USA) digunakan dalam uji MTT (pada λ 550 nm). Laju pertumbuhan bakteri diamati dengan mengukur kerapatan optik (OD) dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS (pada λ 600 nm). Normalitas data dievaluasi menggunakan uji Shapiro-Wilk dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis serta korelasi Pearson. Seluruh perlakuan dilakukan dengan desain eksperimental triplicated. Normalitas data perubahan laju pertumbuhan Porphyromonas gingivalis terdistribusi tidak normal (Sig=0.002), dan hasil analysis Kruskal-Wallis pada nilai rerata ODt2-t0 menunjukkan p=0.009 (p<0.05) dengan puncak efek pada konsentrasi 0.4%. Pada evaluasi viabilitas sel fibroblast, uji normalitas data menunjukkan nilai Sig=0.118, dan koefisien korelasi Pearson sebesar -0.673 (Sig=0.023) dengan viabilitas sel fibroblas sebesar 9.48% terjadi pada larutan etanolik propolis dengan konsentrasi 0.1%. Dari data di atas menunjukkan bahwa larutan etanolik propolis memberikan efek yang bermakna pada penghambatan laju pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis, akan tetapi juga menunjukkan efek toksik yang kuat pada sel tubuh. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memperoleh sediaan aplikatif larutan etanolik propolis dalam menghambat laju pertumbuhan bakteri secara optimal dengan efek toksik yang minimal.
EFFECT OF LANGGAM JAVA AND MASSASE USE GINGER MIX OLIVE OIL TO CHANGE THE LEVEL OF REUMATOID ATRITIS PAIN ON ELDERLY IN UPTD GRIYA WREDHA SURABAYA
Dany Triatmo;
Pipit Festy Wiliyati;
Anis Rosyiatul Husna
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rheumatoid arthritis causes the elderly difficult to perform daily activities, elderly people with rheumatoid arthritis experience pain as much as 32.99% 1st rank of other diseases. The purpose of this study is to determine the effect of therapy Langgam Java and Massase Ginger to a decrease in pain of Rheumatoid Arthritis. Design studies using true experimental design with prepost - posttest control group design, the study population elderly who have rheumatoid arthritis in UPTD Griya Wreda Surabaya as many as 32 elderly sampling technique is simple random sampling obtained a sample of 30 respondents 15 control group and 15 experimental groups. The independent variable of Java and Massase style ginger mix olive oil. The dependent variable level of pain of rheumatoid arthritis. Data were collected using observation sheet were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney U Test significant level of <0.05. The results Wilcoxon Sign Rank test show the effect of therapy Langgam Java on the scale of the pain of rheumatoid arthritis in the control group showed significant Ï = 0.005, while the influence of the style of Java and Massase ginger in the experimental group Wilcoxon Sign Rank test showed significant Ï = 0.001 so Ï <α, with α = 0.05. Identification of differences in the level of pain of rheumatoid arthritis in the control group and the experimental results were obtained significantly Wilcoxon Mann-Whitney U test Ï = 0,039 so that Ï <α, with α = 0.05.In sum, Java Langgam combination therapy and Massase Ginger in the experimental group effectively to changes in the level of pain of Rheumatoid Arthritis