cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Epistemic Agency in Multimodal Reading: How Primary Learners Construct Knowledge Across Modes Hasna Fitri Labibah; Januarius Mujiyanto; Dwi Rukmini; Widhiyanto Widhiyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.22155

Abstract

AbstractReading literacy remains a persistent challenge in many English as a Foreign Language (EFL) contexts. However, primary EFL learners frequently encounter difficulties in integrating linguistic, visual, spatial, and gestural modalities. This study investigates how primary learners exercise epistemic agency in multimodal reading and construct knowledge across different modes. Utilizing multimodality theory and epistemic agency, the study implemented an explanatory sequential mixed-methods design involving thirty fifth-grade students from Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. In Phase 1, a one-group pretest–posttest design measured changes in multimodal comprehension using a validated twenty-item instrument. Results showed significant improvement, with mean scores rising from 61.40 (SD = 8.25) to 74.30 (SD = 7.80), t(29) = 8.52, p < 0.001, and Cohen’s d = 1.56, indicating a large effect. In Phase 2, six students representing varied improvement levels were interviewed and engaged in task-based reflections. Thematic analysis identified five dimensions of epistemic agency: taking initiative, decision-making across modes, justification of understanding, reflection and self-regulation, and collaboration and dialogue. The integration of both phases demonstrated that learners' agentive engagement with multimodal resources underpinned comprehension gains, transforming affordances into strategies for meaning-making. These findings affirm that multimodal pedagogy fosters not only measurable comprehension outcomes but also autonomy, critical thinking, and collaborative engagement. The study recommends embedding multimodal literacy into EFL curricula and providing scaffolds that balance cognitive support with opportunities for agency.Keywords: epistemic agency, knowledge construction, literacy pedagogy, multimodal reading, primary school.  AbstrakLiterasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkat dasar sering menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan modalitas linguistik, visual, spasial, dan gestural. Studi ini menyelidiki bagaimana pembelajar primer menjalankan agensi epistemik dalam membaca multimodal dan membangun pengetahuan di berbagai moda. Dengan memanfaatkan teori multimodalitas dan agensi epistemik, penelitian ini menerapkan desain metode campuran sekuensial eksplanatif yang melibatkan tiga puluh siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. Pada Fase 1, desain pretes-postes satu kelompok mengukur perubahan dalam pemahaman multimodal menggunakan instrumen dua puluh item yang tervalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 61,40 (SD = 8,25) menjadi 74,30 (SD = 7,80), t(29) = 8,52, p < 0,001, dan Cohen's d = 1,56, yang menunjukkan efek yang besar. Pada Fase 2, enam siswa yang mewakili berbagai tingkat peningkatan diwawancarai dan dilibatkan dalam refleksi berbasis tugas. Analisis tematik mengidentifikasi lima dimensi agensi epistemik: mengambil inisiatif, pengambilan keputusan lintas moda, pembenaran pemahaman, refleksi dan pengaturan diri, serta kolaborasi dan dialog. Integrasi kedua fase menunjukkan bahwa keterlibatan agen pembelajar dengan sumber daya multimoda mendukung perolehan pemahaman, mengubah affordance menjadi strategi untuk pembuatan makna. Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi multimoda tidak hanya mendorong hasil pemahaman yang terukur tetapi juga otonomi, pemikiran kritis, dan keterlibatan kolaboratif. Studi ini merekomendasikan penanaman literasi multimodal ke dalam kurikulum EFL dan menyediakan perancah yang menyeimbangkan dukungan kognitif dengan peluang untuk agensi.Kata kunci: agensi epistemik, konstruksi pengetahuan, pedagogi literasi, membaca multimodal, sekolah dasar.