cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Development of AR-based Diorama to Improve Critical Reasoning Dimension and Learning Outcomes of Fourth-Grade Elementary School Students Emiliana Catherine Corneliesta; Kurotul Aeni; Yusuff Bolaji Yusuff
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19846

Abstract

AbstractThis research is motivated by teachers who have not used digital learning media, resulting in low critical reasoning and learning outcomes. The purpose of the research is to develop a design and test the feasibility and effectiveness of augmented reality-based diorama media to improve critical reasoning dimensions and learning outcomes of Pancasila education. This study uses the research and development method, specifically the ADDIE model, to create augmented reality-based diorama media for Pancasila education aimed at fourth-grade students at Public Elementary School (SDN) Kalibanteng Kidul 01 in Semarang City, Central Java. The study found that the media is highly suitable for education, with validation scores of 93.33% from media experts and 98.21% from material experts. The assessment of critical reasoning scored 95.24%. The t-test results supported the hypothesis, showing significant effectiveness with an N-gain score of 0.7901, classifying it as high. Overall, the study concludes that the augmented reality-based diorama media are effective in improving critical reasoning and learning outcomes related to Pancasila principles for these students in class IV, SDN Kalibanteng Kidul 01, Semarang City, Central Java.Keywords: augmented reality, critical reasoning dimension, diorama, learning           outcomes. AbstrakPenelitian ini dimotivasi oleh guru yang belum menggunakan media pembelajaran digital, sehingga mengakibatkan rendahnya penalaran kritis dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain dan menguji kelayakan serta efektivitas media diorama berbasis augmented reality untuk meningkatkan dimensi penalaran kritis dan hasil belajar pendidikan Pancasila. Studi ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, khususnya model ADDIE, untuk menciptakan media diorama berbasis augmented reality untuk pendidikan Pancasila yang ditujukan untuk siswa kelas empat di SDN Kalibanteng Kidul 01 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Studi ini menemukan bahwa media tersebut sangat cocok untuk pendidikan, dengan skor validasi 93,33% dari pakar media dan 98,21% dari pakar materi. Penilaian penalaran kritis mendapat skor 95,24%. Hasil uji-t mendukung hipotesis, menunjukkan efektivitas yang signifikan dengan skor N-gain 0,7901, yang mengklasifikasikannya sebagai tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media diorama berbasis augmented reality efektif dalam meningkatkan penalaran kritis dan hasil belajar terkait prinsip-prinsip Pancasila bagi siswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 01, Kota Semarang, Jawa Tengah.Kata kunci: augmented reality, dimensi bernalar kritis, diorama, hasil belajar.
Digital Literacy Profile of Prospective Elementary School Teachers in Indonesian Language Learning: a Case Study at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Nur Latifah; Septi Fitri Meilin; Silvie Mil; Sa'odah Sa'odah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19875

Abstract

AbstractDigital literacy is essential for Prospective Elementary School Teachers to foster the development of technology-based teaching skills. Therefore, understanding the digital literacy profile of prospective is essential as a foundation for developing informed learning policies. This study aims to describe the digital literacy profiles of prospective elementary school teachers by analyzing their digital literacy skills through a quantitative survey-based research approach. The study population consisted of 1,400 students, from which a sample of 210 was selected using stratified random sampling. The research instrument consisted of a Likert-scale questionnaire encompassing indicators such as functional and technical skills in operating digital devices, creativity in producing digital learning content, collaboration abilities using digital platforms, communication skills within digital spaces, information literacy in locating and selecting learning resources, critical thinking in evaluating digital content, socio-cultural awareness related to digital ethics, electronic security in safeguarding personal data, and technical problem-solving competencies. The study’s findings indicated that prospective of elementary school strong proficiency in information literacy, with an average score of 4.57, and digital communication, scoring 4.42. However, certain areas require further development, particularly electronic security (3.50) and digital socio-cultural understanding (3.65), which received comparatively lower scores. In light of these findings, measures should be taken to enhance the digital literacy of prospective primary school teachers, particularly through language skills courses aimed at strengthening their understanding and effective use of digital technology and information.Keywords: digital literacy, Indonesian language learning, prospective elementary school.AbstrakLiterasi digital sangat penting bagi Calon Guru Sekolah Dasar untuk mendorong pengembangan keterampilan mengajar berbasis teknologi. Oleh karena itu, memahami profil literasi digital calon guru sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan pembelajaran yang terinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi digital calon guru sekolah dasar dengan menganalisis keterampilan literasi digital mereka melalui pendekatan penelitian berbasis survei kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 1.400 siswa, dengan sampel sebanyak 210 siswa dipilih secara acak. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner skala Likert yang mencakup indikator-indikator seperti keterampilan fungsional dan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, kreativitas dalam menghasilkan konten pembelajaran digital, kemampuan berkolaborasi menggunakan platform digital, keterampilan komunikasi dalam ruang digital, literasi informasi dalam menemukan dan memilih sumber belajar, berpikir kritis dalam mengevaluasi konten digital, kesadaran sosial budaya terkait etika digital, keamanan elektronik dalam menjaga data pribadi, dan kompetensi pemecahan masalah teknis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar memiliki kecakapan yang kuat dalam literasi informasi, dengan skor rata-rata 4,57, dan komunikasi digital, dengan skor 4,42. Namun, beberapa area perlu dikembangkan lebih lanjut, terutama keamanan elektronik (3,50) dan pemahaman sosial budaya digital (3,65), yang mendapatkan skor relatif lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, langkah-langkah perlu diambil untuk meningkatkan literasi digital calon guru sekolah dasar, terutama melalui kursus keterampilan berbahasa yang bertujuan memperkuat pemahaman dan penggunaan teknologi dan informasi digital secara efektif.Kata kunci: literasi digital, pembelajaran bahasa indonesia, calon guru sekolah dasar.
The Impact of Self-Regulated Learning on the Effectiveness of Digital Learning: A Study on Madrasah Ibtidaiyah Students Vivin Ardiyanti; Fauzan Fauzan; Futry Ayu Lestari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19880

Abstract

AbstractThis study aims to examine the effect of self-regulated learning on the effectiveness of digital learning in fifth-grade students of Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan Jakarta, Indonesia. This study employs a quantitative approach using a survey design and a total sampling technique, which involves 67 fifth-grade students as respondents. Data were collected through a validated Likert scale questionnaire designed to measure self-learning variables and the use of digital learning. Simple linear regression testing was implemented to verify the research hypothesis and identify interconnections among variables. Study findings indicate the presence of a meaningful positive impact between self-directed learning and the effectiveness of digital learning, with a coefficient of determination (R²) of 0.366, indicating that 36.6% of the variance in the use of digital learning can be explained by self-regulated learning abilities, while the remaining 63.4% is influenced by other factors not examined in this study. This study concludes that self-regulated learning is an important factor in increasing the effectiveness of digital learning implementation in elementary madrasah students. These findings indicate the importance of developing pedagogical strategies that foster students' self-regulation skills to optimize the integration of digital technology in education environments, especially in madrasah ibtidaiyah.Keywords: digital learning, effectiveness, self regulated learning.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran mandiri terhadap efektivitas pembelajaran digital pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan Jakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan teknik total sampling yang melibatkan 67 siswa kelas V (lima) sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah divalidasi dan dirancang untuk mengukur pembelajaran mandiri dan penggunaan pembelajaran digital. Pengujian regresi linear sederhana diimplementasikan untuk memverifikasi hipotesis riset dan mengidentifikasi keterkaitan antar variabel. Temuan studi mengindikasikan terdapatnya dampak positif yang bermakna antara pembelajaran mandiri dengan efektivitas pembelajaran digital, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,366, yang menunjukkan bahwa 36,6% varians penggunaan pembelajaran digital dapat dijelaskan oleh kemampuan pembelajaran mandiri, sedangkan sisanya sebesar 63,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mandiri merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran digital pada siswa madrasah ibtidaiyah. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengembangkan strategi pedagogis yang menumbuhkan keterampilan pengaturan diri siswa untuk mengoptimalkan integrasi teknologi digital dalam lingkungan pendidikan, khsususnya di Madrasah Ibtidaiyah.Kata kunci: pembelajaran digital, efektivitas, self regulated learning.
Digital Competence and Teacher Preparedness for Educational Transformation in the Merdeka Curriculum Framework Moh Masnun; Patimah Patimah; Aceng Jaelani; Dia Penata Candawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19917

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the digital competency level of teachers at Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Cirebon Regency, West Java, Indonesia. The research methodology employs a mixed-method approach, combining quantitative and qualitative methods. 49 MI teachers were selected as respondents through random sampling techniques. Data collection was conducted through questionnaires and in-depth interviews. Descriptive statistics were used to look at quantitative data, and data reduction, data presentation, and conclusion drawing were used to look at qualitative data. Findings show a generally low level of digital competence, with a mean score of 2.28 (SD = 0.86) on a 5-point scale. Most teachers (40.8%) fell into the “Low” category, 30.6% were “Moderate,” and only 4.1% achieved “Very High.” Digital communication had the highest score (M = 2.52), followed by technology use (M = 2.42), digital ethics (M = 2.11), and content creation (M = 2.08). Teachers struggled most with creating digital materials, using online platforms, and understanding digital ethics. Teaching experience (F = 2.49, p = 0.045) and school location (F = 3.26, p = 0.047) showed significant differences, with urban and less-experienced teachers performing better. The regression analysis revealed age, teaching experience, rural location, and prior training as significant predictors, accounting for 43.5% of the variance. There were no differences between the sexes. The implications of this research point to the urgency of implementing programs to enhance teachers' digital competency. More broadly, this research impacts educational policy formulation, curriculum development, and the transformation of Islamic education in facing the digital era.Keywords: digital competency, islamic education, teacher development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kompetensi digital guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. 49 guru MI dipilih sebagai responden melalui teknik pengambilan sampel acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Statistik deskriptif digunakan untuk melihat data kuantitatif, dan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk melihat data kualitatif. Temuan menunjukkan tingkat kompetensi digital yang umumnya rendah, dengan skor rata-rata 2,28 (SD = 0,86) pada skala 5 poin. Sebagian besar guru (40,8%) termasuk dalam kategori "Rendah", 30,6% "Sedang," dan hanya 4,1% yang mencapai "Sangat Tinggi." Komunikasi digital memiliki skor tertinggi (M = 2,52), diikuti oleh penggunaan teknologi (M = 2,42), etika digital (M = 2,11), dan pembuatan konten (M = 2,08). Guru paling kesulitan dalam membuat materi digital, menggunakan platform daring, dan memahami etika digital. Pengalaman mengajar (F = 2,49, p = 0,045) dan lokasi sekolah (F = 3,26, p = 0,047) menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan guru perkotaan dan guru yang kurang berpengalaman menunjukkan kinerja yang lebih baik. Analisis regresi menunjukkan usia, pengalaman mengajar, lokasi pedesaan, dan pelatihan sebelumnya sebagai prediktor signifikan, yang mencakup 43,5% varians. Tidak ada perbedaan antara kedua jenis kelamin. Implikasi penelitian ini menunjukkan urgensi pelaksanaan program untuk meningkatkan kompetensi digital guru. Secara lebih luas, penelitian ini berdampak pada perumusan kebijakan pendidikan, pengembangan kurikulum, dan transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi era digital.Kata kunci: kompetensi digital, pendidikan islam, pengembangan guru.
Trend in Improving Teacher Competence in Innovative Learning at Primary School Tamsik Udin; Sehan Rifky Arfanaldy
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19929

Abstract

Abstract This study aims to identify global trends in improving elementary school teacher competency through innovative learning approaches. The method employed is a systematic literature review (SLR) based on the PRISMA protocol, which analyzes 35 selected articles from reputable international journals published between 2015 and 2024. The results of the study indicate that project-based learning (PBL) is the most dominant approach used in teacher competency development, followed by technology integration and continuous professional training. This study also highlights the importance of techno-pedagogical competency, reflective ability, and adaptation to local socio-cultural contexts. In addition, geographical disparities and access to training were found to have an impact on the education quality gap between regions. This study recommends integrating the TPACK model and reflective practices into teacher training designs, along with contextual and data-driven policies. These findings offer both conceptual and practical contributions to designing strategies that enhance elementary teacher professionalism, aligning with the demands of the 21st century.Keywords: innovative learning, primary education, professional development, teacher competence.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren global dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (SLR) berdasarkan protokol PRISMA, yang menganalisis 35 artikel terpilih dari jurnal internasional terkemuka yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024. Hasil studi menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek (PBL) adalah pendekatan yang paling dominan digunakan dalam pengembangan kompetensi guru, diikuti oleh integrasi teknologi dan pelatihan profesional berkelanjutan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kompetensi tekno-pedagogis, kemampuan reflektif, dan adaptasi terhadap konteks sosial budaya setempat. Selain itu, disparitas geografis dan akses ke pelatihan ditemukan berdampak pada kesenjangan kualitas pendidikan antar-wilayah. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian model TPACK dan praktik reflektif ke dalam desain pelatihan guru, bersama dengan kebijakan kontekstual dan berbasis data. Temuan ini menawarkan kontribusi konseptual dan praktis untuk merancang strategi yang meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar, yang sejalan dengan tuntutan abad ke-21.Kata kunci: kompetensi guru, pembelajaran inovatif, pendidikan dasar, pengembangan profesional.
Integrating Palolai Local Wisdom Through Culturally Responsive Teaching in Baubau Elementary Schools Minsih Minsih; Ratnasari Diah Utami; Maryam Nurlaila; Uslan Uslan; Siti Marpuah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19950

Abstract

AbstractThis study examines the integration of Palolai local wisdom through the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach at elementary schools in Baubau City, Southeast Sulawesi. Using a qualitative ethnographic design, data were collected through observation, interviews, documentation studies, and focus group discussions. Triangulation of sources and methods guaranteed data validity, while data analysis utilized reduction, display, and conclusion techniques. The findings reveal three key outcomes: (1) teachers effectively developed strategies to integrate Palolai wisdom into the independent curriculum via CRT; (2) CRT implementation significantly enhanced student participation in IPAS subjects; and (3) the approach successfully strengthened students' cultural identity within the Baubau community. In conclusion, the CRT approach serves as an effective pedagogical bridge, connecting formal education with local cultural values. The integration of Palolai wisdom not only enriches the curriculum but also fosters both active student engagement and robust cultural identity preservation. This study emphasizes the need to use culturally grounded approaches in education to maintain local heritage while achieving contemporary learning objectives.Keywords: culturally responsive teaching, palolai local wisdom, teacher's role.  AbstrakStudi ini mengkaji integrasi kearifan lokal Palolai melalui pendekatan Pengajaran Responsif Budaya (PKB) di sekolah dasar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Dengan menggunakan desain etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Triangulasi sumber dan metode menjamin validitas data, sementara analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan tiga hasil utama: (1) Guru secara efektif mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kearifan Palolai ke dalam kurikulum independen melalui PKB; (2) Implementasi PKB secara signifikan meningkatkan partisipasi siswa dalam mata pelajaran IPAS; dan (3) pendekatan ini berhasil memperkuat identitas budaya siswa dalam komunitas Baubau. Kesimpulannya, pendekatan PKB berfungsi sebagai jembatan pedagogis yang efektif, menghubungkan pendidikan formal dengan nilai-nilai budaya lokal. Integrasi kearifan Palolai tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dan pelestarian identitas budaya yang kuat. Studi ini menekankan perlunya menggunakan pendekatan yang berlandaskan budaya dalam pendidikan untuk melestarikan warisan lokal sekaligus mencapai tujuan pembelajaran kontemporer.Kata kunci: pengajaran responsif budaya, kearifan lokal palolai, peran guru.
Structural Equation Modeling Method to Analyze the Influence of Learning Style, Mathematics Resilience, and Learning Motivation on Mathematical Problem-Solving Ability Edo Dwi Cahyo; Juitaning Mustika; Dwi Retno Puspita Sari; Fertilia Ikashaum; Ika Yuni Wulansari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19959

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the influence of learning styles, mathematics resilience, and learning motivation on elementary school students’ mathematical problem-solving abilities. The research involved 131 students from three elementary schools in Metro and East Lampung, Indonesia and employed Structural Equation Modeling (SEM) for data analysis. The results showed that all three variables significantly affected students' mathematical problem-solving abilities. Learning motivation had the strongest influence (C.R = 1.880, p = 0.034), followed by mathematics resilience (C.R = 1.754, p = 0.045) and learning style (C.R = 1.729, p = 0.040). The three variables collectively contributed 78.3% to the variance in students' mathematical problem-solving abilities, indicating a strong overall effect. These findings suggest that enhancing students’ learning motivation, building mathematical resilience, and aligning teaching methods with students’ learning styles are effective strategies to improve their mathematical problem-solving performance. The study recommends the implementation of adaptive and inclusive teaching approaches that consider cognitive and psychological factors in elementary mathematics education.Keywords: SEM method, learning style, mathematics resilience, learning motivation, problem-solving ability. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar, ketahanan matematika, dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 131 siswa dari tiga sekolah dasar di Metro dan Lampung Timur, Indonesia dan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Motivasi belajar memiliki pengaruh paling kuat (C.R = 1,880, p = 0,034), diikuti oleh ketahanan matematika (C.R = 1,754, p = 0,045) dan gaya belajar (C.R = 1,729, p = 0,040). Ketiga variabel tersebut secara kolektif memberikan kontribusi sebesar 78,3% terhadap varians kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang menunjukkan efek keseluruhan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa, membangun ketahanan matematika, dan menyelaraskan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja pemecahan masalah matematika mereka. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan pengajaran yang adaptif dan inklusif yang mempertimbangkan faktor kognitif dan psikologis dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.Kata kunci: metode SEM, gaya belajar, ketahanan matematika, motivasi belajar, kemampuan memecahkan masalah.
Inadequate Funding of Basic Education in Nigeria: Implications for Quality and Equity in Learning Delivery Adesola Afusat Odukoya; Egbedi Tungbowei
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20044

Abstract

AbstractBasic education forms the cornerstone of national development, yet Nigeria continues to suffer from chronic underfunding despite policy frameworks aimed at universal access. This paper adopts a systematic literature review (SLR) methodology, guided by the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) framework, to investigate the implications of inadequate funding on the quality delivery of basic education in Nigeria. Drawing on peer-reviewed literature, policy documents, and empirical reports published between 1999 and 2024, the review sourced data from Google Scholar, JSTOR, ERIC, and ResearchGate. One thousand three hundred fifteen records were identified, with 86 studies meeting the inclusion criteria after screening and eligibility assessment. The findings highlight a consistent failure to meet the UNESCO-recommended 15–20% budgetary allocation for education, with basic education often receiving marginal and delayed disbursements. Key issues identified include dilapidated infrastructure, a shortage of qualified teachers, inadequate teaching materials, and weak financial accountability at the state level—aggravated by the conditional requirement for counterpart funding to access federal grants. The review also reveals that political apathy, poor fiscal planning, and mismanagement undermine efforts to improve basic education outcomes. The paper recommends a stronger policy enforcement mechanism, transparent fund allocation, and integrating alternative funding strategies such as public-private partnerships and community-based financing to reverse these trends. This review contributes valuable insights for policymakers and education stakeholders committed to achieving equitable and quality basic education in Nigeria by 2030.Keywords: basic education, educational underfunding, quality education delivery, nigeria education policy. AbstrakPendidikan dasar merupakan landasan pembangunan nasional, namun Nigeria terus mengalami kekurangan dana kronis meskipun kerangka kebijakan ditujukan untuk akses universal. Penelitian ini mengadopsi metodologi tinjauan pustaka sistematis (SLR), yang dipandu oleh kerangka PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), untuk menyelidiki implikasi dari pendanaan yang tidak memadai pada kualitas penyampaian pendidikan dasar di Nigeria. Mengacu pada literatur yang ditinjau sejawat, dokumen kebijakan, dan laporan empiris yang diterbitkan antara tahun 1999 dan 2024, tinjauan tersebut mengambil data dari Google Scholar, JSTOR, ERIC, dan ResearchGate. Seribu tiga ratus lima belas catatan diidentifikasi, dengan 86 studi memenuhi kriteria inklusi setelah penyaringan dan penilaian kelayakan. Temuan tersebut menyoroti kegagalan yang konsisten untuk memenuhi alokasi anggaran 15–20% yang direkomendasikan UNESCO untuk pendidikan, dengan pendidikan dasar sering kali menerima pencairan yang marjinal dan tertunda. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi infrastruktur yang rusak, kekurangan guru yang berkualifikasi, materi pengajaran yang tidak memadai, dan akuntabilitas keuangan yang lemah di tingkat negara bagian—diperburuk oleh persyaratan bersyarat untuk pendanaan pendamping guna mengakses hibah federal. Tinjauan tersebut juga mengungkap bahwa apatisme politik, perencanaan fiskal yang buruk, dan salah urus melemahkan upaya untuk meningkatkan hasil pendidikan dasar. Penelitian ini merekomendasikan mekanisme penegakan kebijakan yang lebih kuat, alokasi dana yang transparan, dan mengintegrasikan strategi pendanaan alternatif seperti kemitraan publik-swasta dan pembiayaan berbasis masyarakat untuk membalikkan tren ini. Tinjauan ini memberikan wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan pendidikan yang berkomitmen untuk mencapai pendidikan dasar yang adil dan berkualitas di Nigeria pada tahun 2030.                      Kata kunci: pendidikan dasar, kurangnya dana pendidikan, penyediaan pendidikan bermutu, kebijakan pendidikan Nigeria.
Development of a Supplementary Geometry Book Integrating Realistic Mathematics Education and Reog Ponorogo Ethnomathematics to Improve Elementary Students’ Numeracy Literacy Ulum Fatmahanik; Anis Afifah; Hanin Niswatul Fauziah; Martinez David
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20103

Abstract

AbstractThis study presents the development of a supplementary geometry book for elementary students by integrating Reog Ponorogo ethnomathematics into the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance numeracy literacy. The research employed a Research and Development (R&D) methodology using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validation instruments involved expert evaluations in content, pedagogy, media, and language, alongside practicality questionnaires and numeracy literacy assessments. The developed book achieved high validity across expert domains: 89.8% (content), 91% (media), 94% (learning), and 90% (language). Student response also indicated high practicality (82.3%). A one-sample t-test and N-gain analysis showed a significant improvement in numeracy literacy, with an N-gain score of 0.6461 (categorized as moderate), reflecting a “quite effective” level. These findings suggest that incorporating ethnomathematical elements from local culture within an RME framework can provide meaningful, contextual learning experiences and foster mathematical understanding in early-grade students.Keywords: supplementary books, realistic mathematics education, ethnomathematics, numeracy literacy.AbstrakPenelitian ini menyajikan pengembangan buku suplemen geometri untuk siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan etnomatematika Reog Ponorogo ke dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk meningkatkan literasi numerasi. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen validasi melibatkan evaluasi ahli dalam konten, pedagogi, media, dan bahasa, di samping kuesioner praktikalitas dan penilaian literasi numerasi. Buku yang dikembangkan mencapai validitas tinggi di seluruh domain ahli: 89,8% (konten), 91% (media), 94% (pembelajaran), dan 90% (bahasa). Respon siswa juga menunjukkan kepraktisan tinggi (82,3%). Uji-t satu sampel dan analisis N-gain menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi, dengan skor N-gain sebesar 0,6461 (dikategorikan sebagai sedang), yang mencerminkan tingkat "cukup efektif". Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan unsur-unsur etnomatematika dari budaya lokal dalam kerangka RME dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual serta menumbuhkan pemahaman matematika pada siswa kelas awal.Kata kunci: buku suplemen, realistic mathematics education, etnomatematika, literasi numerasi.
Compassionate Learning in Enhancing Anti-Bullying Traits among Students of Pesantren-Based Madrasah Ibtidaiyah M. Sofyan Alnashr; Abdul Rohman; Ali Imron; Muhammad Jauhari Sofi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20224

Abstract

AbstractThis study aims to analyse the compassionate learning approach to strengthen students' anti-bullying character in pesantren-based madrasahs. The study is conducted at Islamic Elementary School/Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati, Indonesia, a pesantren-based madrasah that utilizes a compassionate learning approach. This research employs a qualitative approach using a case study. Data were collected through in-depth interviews with the madrasah principal and teachers, measurement of students' levels of compassion through questionnaires, direct observation, and relevant documentation. Miles and Huberman's interactive data analysis was applied through stages including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that compassion is employed as a learning approach in the madrasah, albeit without a written policy. This approach is reinforced by the madrasah environment that fosters compassion, the integration of compassionate values into learning, and students' empathetic behavior. Compassion-based learning can enhance anti-bullying character traits, as evidenced by 96% of students exhibiting positive empathy, 64% displaying high moral courage, and 84% demonstrating high social awareness. Based on the research findings, schools or madrasahs should develop a design for a compassionate learning environment to bolster students' positive character traits.Keywords: compassionate learning, anti-bullying character, pesantren-based madrasah. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran berbasis kasih sayang (compassionate learning) dalam memperkuat karakter anti-perundungan pada siswa madrasah ibtidaiyah berbasis pesantren. Studi ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati, Indonesia, sebuah madrasah yang mengimplementasikan pendekatan pembelajaran berbasis kasih sayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah dan guru, pengukuran tingkat kasih sayang siswa melalui kuesioner, observasi langsung, serta dokumentasi relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kasih sayang telah diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah, meskipun belum tertuang dalam kebijakan tertulis. Pendekatan ini diperkuat oleh lingkungan madrasah yang mendukung nilai-nilai kasih sayang, integrasi nilai-nilai kasih sayang ke dalam pembelajaran, serta perilaku empatik siswa. Pembelajaran berbasis kasih sayang terbukti mampu meningkatkan karakter anti-perundungan pada siswa, yang ditunjukkan dengan 96% siswa memiliki empati yang baik, 64% menunjukkan keberanian moral yang tinggi, dan 84% memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Berdasarkan temuan ini, sekolah atau madrasah disarankan untuk merancang lingkungan pembelajaran yang berlandaskan kasih sayang guna membentuk karakter positif pada siswa.Keywords: pembelajaran berbasis kasih sayang, karakter anti-perundungan, madrasah berbasis pesantren.